
Hinata dan Ao Xue membaca surat yang dikirim oleh Naruto dengan senyum lebar. Untuk menulis segala macam informasi agar tidak diketahui oleh pihak musuh, maka mereka menggunakan huruf alfabet.
Organisasi Mafia Death Flower selama beberapa bulan ini telah mendominasi benua Beiling dan menggetarkan keluarga Kekaisaran yang berada di benua tersebut.
Perkembangan tersebut termasuk cepat, Rumah Harta yang merupakan rumah lelang, bahkan pengaruhnya dan rumor tentang semua harta langka berada di sana telah menyebar, tidak ada yang mengetahui siapa pemilik asli dari Rumah Harta, tapi dalam pikiran semua orang adalah pemilik tersebut sangat kaya dan berpengaruh.
Isi dari rumah harta juga tidak lepas dari campur tangan Hinata dan Ao Xue, segala macam pil yang telah punah yang dimiliki Hinata juga berada di sana.
Di dalam surat yang di kirim Naruto juga tertulis bahwa dia telah mengirim 10 orang terbaik dalam organisasi dengan satu terbaik di setiap regu untuk memperluas pengaruh Death Flower di benua Weixiang.
Sudah bisa dipastikan jika Rumah Harta akan didirikan di benua Weixiang dan tepatnya di Kekaisaran Taiyang.
Hanya menunggu sebulan hingga dua bulan sampai ketiga wanita cantik yang merupakan ibu angkat Hinata dan Ao Xue melahirkan.
Hinata dan Ao Xue dengan sabar merawat ketiga ibu angkat mereka yang memiliki waktu yang dibutuhkan oleh wanita rata-rata untuk melahirkan. Saat ini, usia kandungan ketiga wanita itu telah memasuki bulan kesepuluh.
Keduanya juga telah mempersiapkan semua perlengkapan bayi, semakin mendekati persalinan penjagaan di sekitar ketiga wanita itu juga semakin ketat.
Ketatnya pengawalan di sekitar ketiga wanita tersebut juga karena Hinata dan Ao Xue mendengar kabar jika saat ketiga wanita itu dalam kondisi lemah, maka Jenderal Ning dan para bawahannya akan melakukan penyerangan.
"Hua, bagaimana dengan 10 orang tersebut? Kapan mereka akan sampai?"
"Xue, aku tidak tahu seberapa besar benua Weixiang apalagi benua Beiling, jadi aku tidak mengetahui kapan pastinya mereka akan sampai."
"Huh, apa boleh buat. Kita hanya bisa menunggu."
Beberapa bulan ini juga, Hinata dan Ao Xue telah memasuki ranah Profound Anchestor tingkat lima dan tingkat 1. Jika bukan karena bantuan Ruang Antariksa 7 lapis, kecepatan kultivasi mereka tidak akan semengerikan itu, meski kecepatan kultivasi mereka dibilang sangat menentang surga, tapi dibanding berkultivasi di dalam ruang antariksa bisa dikatakan jika kecepatan keduanya sangat normal
Bahkan kultivasi milik Bai Wei Xiang, Naruto dan Qi Lan Xia hanya pada tahap Profound Master dan memiliki tingkatan masing-masing. Ya, mereka berlima memang bisa dikatakan adalah bakat yang menentang surga, tapi hanya Hinata yang memiliki ruang dimensi pribadi yang mempercepat segalanya, bahkan dapat menanam berbagai herbal dan memelihara hewan kecil untuk disantap dagingnya.
Keduanya juga telah menetapkan rencana dalam pikiran mereka. Setelah selesai menyelesaikan urusan Kudeta dan membuat Organisasi Death Flower serta Rumah Harta stabil di Kekaisaran Taiyang, maka mereka akan pergi menjelajahi benua Weixiang.
Apa lagi keduanya juga pernah mendengar tentang rumor sebuah sekte yang sangat misterius dan berniat mencari tahu apa yang ada dibalik kemisteriusan sekte tersebut.
Terlebih keduanya juga sangat penasaran dengan hubungan orang tua mereka dengan Kekaisaran Xing dan Kekaisaran Yueliang.
"Aku ingin waktu berputar dengan cepat."
"Bersabarlah Ao Xue, Chichiue dan yang lainnya juga tidak mungkin menahan kita di sini."
__ADS_1
"Uhm aku tahu itu."
....
"Jenderal apakah kita tidak perlu memberitahu dia tentang rencana kita yang dipercepat?"
"Tidak perlu, cepat atau lambat kita harus mengontrol pangeran bodoh itu dan membuatnya layaknya boneka.”
"Ya, Jenderal."
Beberapa orang berdiskusi tentang rencana pemberontakan mereka dan beberapa juga telah bersiap dengan segala hal yang akan terjadi.
Jika kudeta terlaksana, korban yang jatuh tidak akan sedikit termasuk keluarga kekaisaran itu sendiri, tapi jika kudeta gagal maka Jenderal baru siap diangkat.
....
3 bulan kembali berlalu dengan cepat.
Jenderal Ning dan pasukannya saat ini telah bersiap untuk menyerang Istana.
"Tidak ada anggota kekaisaran yang dibiarkan lolos."
"Ya, Jenderal."
"Ya." Para pasukan Jenderal Ning sangat bersemangat bahkan mereka lupa jika mereka merupakan prajurit kekaisaran Taiyang.
Lebih dari 300.000 pasukan segera bergerak untuk mengepung Istana dan langsung menyerang prajurit yang menjaga Istana.
Di Istana Bulan, Hinata dan Ao Xue tersenyum kejam, ia telah mengamankan keluarganya di Istana bulan.
"Chichi-ue tetaplah di sini dan menjaga ketiga ibu. Biarkan Aku, Xue dan semua saudara laki-lakiku yang akan menghadapi mereka."
"Berhati-hatilah."
Mereka bertujuh berlutut meminta restu orang tua mereka, kemudian dengan bangga mengangkat senjata masing-masing untuk melawan pemberontakan.
Gerakan 300.000 prajurit di ibukota membuat rakyat ketakutan dan memilih berdiam di dalam rumah tanpa bergerak.
Mereka tahu jika akan ada situasi yang tidak menguntungkan jika mereka keluar.
__ADS_1
Ketujuh sosok berdiri di atap istana bulan memandang ke bawah dan melihat Istana telah berada dalam kekacauan mutlak. Pertumpahan darah terjadi di setiap sudut istana.
Pandangan ketujuh orang itu sangat dingin. Hingga Ao Xue mengangkat tangannya membuat 20 orang pasukannya yang merupakan penembak jitu, menyiapkan Sniper dan telah bersiap di tempat mereka.
Begitu tangan Ao Xue bergerak lagi, beberapa prajurit di bawah kepemimpinan Jenderal Ning jatuh tanpa tahu apa yang membunuh mereka.
5 pangeran yang menyaksikan hal tersebut sangat terkejut dengan kekuatan senjata ciptaan Ao Xue.
Hinata juga mulai memberi sinyal tangan, dan 30 pasukan lainnya langsung keluar dengan senjata api di tangan mereka dan mulai menembaki para pemberontak.
40 sisanya tengah menjaga Kaisar dan ketiga Istrinya, jadi Hinata dan Ao Xue hanya bisa menurunkan 50 orang. Hanya dengan 50 orang, sudah banyak pasukan pemberontak yang jatuh.
Setiap peluru yang ditembakkan oleh 50 prajurit juga memiliki Qi yang sangat kuat, sehingga membuat korbannya tidak memiliki kesempatan untuk menghirup udara detik berikutnya.
Saat melihat Jenderal Ning muncul di tengah-tengah prajurit, aura mereka bertujuh menjadi sangat dingin dan aura membunuh semakin kuat.
Jenderal Ning yang melihat banyak prajuritnya mati menjadi sangat marah. Dia tidak pernah berpikir jika keluarga kekaisaran telah mempersiapkan segalanya, bahkan mengetahui rencananya.
Dia segera memanggil binatang kontraknya yang merupakan Serigala angin. Serigala Angin memiliki kecepatan yang luar biasa dan langsung menyerang ke arah 30 pasukan Hinata dan Ao Xue yang terlatih itu.
"Aku awalnya ingin bermain, tapi aku tidak ingin melihat banyak prajurit mati dengan sia-sia. Maka kita akhiri saja." Ji Xuan segera memanggil wyvren miliknya. Xiao Hong segera melengkingkan suaranya membuat prajurit membatu tidak bisa bergerak.
Hinata juga mengeluarkan ketiga binatang kontraknya. Zi Zi langsung menggunakan ukuran besarnya dan membekukan semua prajurit pemberontak. Zi Bai terus menerus melemparkan bola api dan mencabik-cabik pemberontak dengan cakar. Zi Long menjadi Naga biru yang melayang di langit yang terus menerus mengeluarkan petir berwarna ungu.
Ao Xue bahkan mengeluarkan Zusaku untuk membakar semua pemberontak.
4 pangeran yang ingin mengeluarkan binatang kontrak mereka menjadi kaku saat melihat binatang legenda Azure Dragon dan Zusaku yang saat ini tengah mengamuk di langit kekaisaran Taiyang.
Kemunculan keduanya membawa Fenomena alam yang sangat menakjubkan, bahkan kekaisaran Xing dan Yueling juga menyaksikan fenomena unik tersebut.
Jenderal Ning tidak bisa berkata-kata saat melihat makhluk legenda yang melindungi keluarga kekaisaran.
"Beraninya orang rendahan sepertimu menyerang keluarga Kekaisaran yang dilindungi oleh tuanku." Suara Zusaku tidak keras, tapi cukup membuat para pemberontak ketakutan.
"Kau dan seluruh keturunanmu tidak akan selamat."
Jenderal Ning tidak mengetahui Jika Hinata dan Ao Xue telah melepas kalajengking dan singa untuk menyerang kediaman jenderal dan memusnahkan seluruh orang yang berada di sana.
Ji Jiu memimpin keenam adiknya dan terbang turun langsung menapakkan kakinya di halaman Istana yang kini banyak mayat terbaring.
__ADS_1
Jenderal Ning tidak menyangka jika pangeran yang didukungnya berdiri bersama keenam saudara dan saudarinya.