
Jing Lei membayar cukup banyak untuk mendapatkan 2 jenis senjata pasangan, tapi dia tidak menyesal sama sekali.
Sampai di penginapan, dia langsung membawa Lan Yue menuju kamar mereka. Lan Yue sendiri menatap bingung pada suaminya yang membeli senjata yang tak dikenal.
“Suami, aku tidak tahu cara menggunakan senjata yang kau beli.”
“Aku akan mengajarimu, kebetulan aku tahu cara menggunakan senjata ini.”
“Sungguh?”
“Kapan aku pernah menipumu, Yue'er?”
“Hehehehe.”
Di sisi lain setelah kepergian Jing Lei dan Lan Yue, pelayan tersebut langsung menuju ruangan milik Naruto.
“Master.”
“Lanjutkan!”
“Dugaan Anda benar. Pria itu tidak menanyakan cara menggunakan senjata api, tapi aku melihat jika dia bisa menggunakannya, dia bahkan memintaku untuk tidak melupakan tentang pelurunya.”
“Kerja bagus, kau lanjutkan lagi pekerjaanmu. Aku juga masih agak sibuk.”
“Baik, Master.”
Melihat bawahan tersebut keluar dari ruangannya, Naruto kembali memikirkan apa yang dikatakan oleh bawahan tersebut.
Awalnya dia bosan dengan pekerjaannya dan agak merindukan kedua anaknya, jadi dia berdiri dan melihat keluar jendela.
Tanpa sengaja pandangannya jatuh pada pasangan yang berdiri dengan bodoh di depan gerbang rumah harta. Tatapan wanita agak bingung ketika melihat rumah harta, tapi ya hanya bingung dan merasa bangunan rumah harta agak aneh. Namun, ketika melihat si pria menatap bangunan rumah harta, meski terkejut, tapi itu hanya sesaat dan ada binar nostalgia dan kerinduan.
Dari situ dia curiga jika jiwa pria tersebut berasal dari dunia yang sama seperti mereka bertiga, jadi dia memanggil seorang bawahan untuk memajang sepasang senjata panas yang kebetulan adalah senjata couple yang baru sana dibuat oleh Ao Xue.
Ketika mendengar laporan dari bawahannya, dia semakin yakin jika pria tersebut juga berasal dari dunia yang sama dengan mereka bertiga, tapi dia tidak yakin tentang identitas pria tersebut. Satu yang pasti, pria itu akrab dengan senjata api yang menandakan jika kehidupan masa lalunya pasti ada hubungannya dengan senjata api.
Sejenak Naruto terdiam, dia kemudian mengingat wajah pria tersebut, dan wajah itu semakin tumpang tindih dengan wajah pria yang cukup terkenal, tapi potongan rambut pria tersebut adalah rambut pendek, dan pria yang dia lihat memiliki rambut panjang. Namun, beberapa saat matanya membola karena dia mengenali siapa pria itu.
__ADS_1
“Letnan Jing.”
Suara Naruto cukup keras, dia bahkan menggebrak meja kerjanya yang bertumpuk berkas laporan.
...
Hinata, Ao Xue, Meng Qi Ying dan Ji Jiu keluar dari restoran setelah makan.
Melihat matahari yang terik, Hinata dan Ao Xue berpikir akan lebih nikmat jika mereka menikmati minuman dingin seperti es soda atau sejenisnya, tapi sayang selama mereka berada di alam Nirvana, mereka belum pernah mencoba hal tersebut, karena sibuk untuk memperkuat diri dan terus berada di dalam istana serta ruang antariksa 7 lapis, mereka bahkan tidak pernah memikirkan untuk membuat minum atau makanan dingin.
“Ayo kembali ke penginapan! Kita sudah keluar sejak pagi tadi.”
Hinata mengangguk, dia setuju dengan ajakan Meng Qi Ying untuk kembali.
Ketika Hinata, Meng Qi Ying, dan Ji Jiu melangkah, Ao Xue masih berdiri diam di tempatnya dan menatap ke satu arah di mana pasangan muda mudi tengah menikmati jajanan yang dijual di pinggir jalan sambil bergandeng tangan.
Baru saja dia bergerak ingin menghampiri keduanya, keduanya langsung menghilang di tengah keramaian orang dan itu membuat Ao Xue kecewa.
Merasa jika Ao Xue tidak bergerak, Ji Jiu berbalik dan bertanya dengan khawatir begitu melihat wajah Ao Xue yang terkejut dan kecewa.
“Meimei, ada apa?”
“Mau digendong?”
“Boleh?”
“Tentu.”
Ji Jiu segera menggendong Ao Xue layaknya anak kecil dan itu seperti saat dia menggendong Hinata tadi.
Segera kelompok mereka bergerak kembali ke penginapan, dan sepanjang perjalanan Meng Qi Ying berusaha menahan iri.
Ya, dia iri pada Hinata dan Ao Xue karena bisa bermanja pada sosok yang disebut kakak. Dia juga ingin merasakan dimanjakan oleh sosok yang disebut kakak, tapi dia hanya anak tunggal dalam keluarga. Jangankan bermanja, dia sendiri dituntut untuk tetap sempurna, karena dirinya merupakan teladan bagi murid di sekte Seribu Racun.
Sampai di penginapan, mereka berpisah dan memasuki kamar masing-masing. Ao Xue sendiri langsung mengajak Hinata berbicara serius tentang apa yang dia lihat tadi.
“Ada apa? “
__ADS_1
“Hua, aku tadi melihat Letnan Jing.”
Hinata terdiam, dia bukan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ao Xue, tapi dia hanya terkejut dengan hal itu. Dia berpikir di benaknya, apakah hubungan mereka dengan dunia ini, sehingga beberapa dari mereka mengalami hal yang namanya transmigrasi?
“Ayo pergi ke rumah harta, dan bicarakan ini dengan Yun.”
Setelah terdiam cukup lama, Hinata langsung mengajak Ao Xue untuk menemui Yun.
Naruto sendiri telah resmi menikah dengan Zhao Hongli saat anak mereka berusia 3 bulan. Anak mereka sendiri saat ini dirawat oleh orang tua Zhao Hongli dengan alasan mereka tidak pernah merawat Zhao Hongli dikarenakan Zhao Hongli dirawat oleh kakek dan neneknya.
Dengan alasan seperti itu, Naruto akhirnya menyerah dan membiarkan kedua mertuanya merawat anak kembarnya.
Hinata dan Ao Xue bergerak cepat menuju rumah harta, begitu sampai mereka bahkan langsung menuju ruangan milik Naruto.
Baru saja mereka ingin berbicara, mereka melihat meja Naruto yang terbelah 2 dan berkas dokumen yang berserakan.
“Yun, ada apa?”
Naruto yang sibuk memungut berkas yang berhamburan langsung mengangkat kepalanya dan mendapati 2 sahabatnya yang menatapnya tercengang.
“Tidak apa-apa, tadi aku hanya terkejut ketika menyadari seseorang adalah Letnan Jing dan memukul meja sampai terbelah 2.”
Hinata dan Ao Xue saling menatap, dan langsung menarik Naruto untuk duduk di kursi panjang.
“Kuning, tadi Ao Xue juga melihat Letnan Jing. Itu sebabnya kami datang menemuimu untuk mencari tahu tentang latar belakangnya.”
Naruto berkedut dengan julukan yang diberikan Hinata padanya, meski dia sendiri telah terbiasa sejak mereka berada di Jepang.
“Kalau latar belakangnya aku tidak tahu, tapi orang yang aku duga adalah Letnan Jing berada di sekte Pagoda Putih dari benua Xiling. Jika ingin menemuinya, sebaiknya datang saja ke penginapan peserta dari benua Xiling. Aku juga sebenarnya berencana untuk memberi tahu kabar ini, tapi aku tidak menyangka jika kalian telah mengetahuinya terlebih dahulu.”
Hinata dan Naruto menatap Ao Xue untuk meminta pendapat Ao Xue tanpa harus bertanya.
“Aku akan menemuinya.”
“Tapi Xue, Letnan Jing di dunia ini telah memiliki seorang istri. Usahakan jangan buat kesalahpahaman, terlebih Wen Ge juga orangnya penceburuan.”
“Tenang saja. Letnan Jing adalah kakak sepupuku dan tidak ada yang tahu tentang fakta itu di dunia sebelumnya. Jadi tidak perlu khawatir.”
__ADS_1
Naruto akhirnya lega, bukannya dia khawatir jika Ao Xue merebut Letnan Jing, tapi selama menjadi wanita, dia tahu jika kecemburuan seorang wanita bisa di luar logika.