Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Tertidur di Tengah Pertandingan


__ADS_3

Hinata dan peserta alkimia lainnya berjalan ke arah meja selanjutnya. Tidak banyak meja, itu pas dengan jumlah mereka.


Berdiri di belakang meja, dia mengamati meja di depannya dengan serius, lalu mengambil resep di atas meja mengamatinya dengan cermat.


Meja kali ini agak rendah jadi peserta tidak perlu berdiri untuk membuat pil.


Melihat resep dan beberapa buah inti binatang spiritual, Hinata menaikkan alisnya. Pil di dalam resep tidak sulit untuk dibuat, jadi dia meletakkan kembali resep tersebut dan melangkah ke arah meja di mana di memilah rumput biasa dan herbal.


Dia mengambil semua herbal yang tertulis di resep dengan santai. Merasa jika semua sudah lengkap, dia kembali ke meja rendah untuk memulai membuat pil.


Tidak hanya Hinata yang bergerak, tapi juga peserta yang lulus. Bai Wei Xiang sendiri tidak terlalu tertarik dengan resep yang disediakan oleh pihak penyelenggara, karena menurutnya itu terlalu mudah.


Dia melirik Hinata yang masih tanpa ekspresi, kemudian pada Ji Xuan yang memasang ekspresi dinginnya.


Melihat kedua orang itu, dia tercengang dan hampir saja tertawa terbahak-bahak.


Meng Qi Ying agak mengernyit ketika melihat resep miliknya dan dia hanya mengangkat bahu tak peduli. Dengan reaksi mereka berempat, beberapa alkemis tingkat tinggi dan para ahli dari tempat itu agak tertarik. Keempat orang itu seolah menganggap resep di tangan mereka sangat mudah. Mereka tidak tahu pil tingkat berapa yang akan mereka buat, tapi mereka juga cukup penasaran dengan tingkat 4 orang tersebut yang tidak bisa mereka baca.


Sedangkan untuk 7 orang lainnya, yang salah satunya adalah Nalan Qing Yu, ketika melihat resep yang disediakan untuk mereka, mereka segera mengubah ekspresi mereka. Namun, mereka masih yakin jika mereka bisa membuat pil dari resep yang disediakan.


Mereka semua langsung bergerak ke arah meja herbal masing-masing dan memilih herbal mereka.


Saat ini mereka tidak memerlukan aba-aba, setelah mengambil herbal, mereka bisa langsung membuat pil.


Hinata dengan santai menyebarkan kekuatan mentalnya ke arah kaldron, kemudian dia menyalurkan api spiritual miliknya. Dia memaksakan kaldron hingga dia merasa jika suhunya pas.


Pertama dia mengambil 2 inti bintang spiritual dan langsung memasukkan ke dalam kaldron. Meski dia memasukkan secara bersamaan, tentu dia memurnikan keduanya dengan terpisah.


Setelah memurnikan 2 inti binatang spiritual tersebut menjadi cairan, Hinata mengambil semua herbal dan langsung melemparkan ke dalam kaldron. Ada sekitar 20 herbal yang dia masukan, dan dia harus memurnikan semuanya secara berurutan.


Caranya yang sembrono itu membuat beberapa alkemis senior tidak dapat berkata-kata, tapi melihat ketenangan yang dimiliki Hinata, mereka tahu jika Hinata tidak melakukan hal ceroboh.

__ADS_1


Hinata serius dengan pil yang dia buat, tapi dia sangat santai, bahkan dia tidak memiliki keringat saat memurnikan setiap herbal hingga berkali-kali. Tentu saja hal ini sudah biasa baginya.


Bai Wei Xiang dia juga sangat tenang dan tidak terlalu serius. Bisa dikatakan dia sangat santai, karena resep yang dia dapatkan merupakan resep tingkat basik yang sudah lama dia lampaui.


Melihat aura santai beberapa orang di arena, Kaisar mau tidak mau melihat beberapa peserta dari benua Beiling yang sangat serius dalam membuat pil, dan dia hanya bisa menghela napas.


“Sepertinya alkimia di benua Beiling agak menurun daripada peserta dari 2 benua lainnya.”


“Ya, Yang Mulia, sepertinya alkimia di benua kita agak menurun, tapi mungkin saja ada bakat yang tersembunyi yang tidak mengetahui tentang turnamen ini.”


Tangan kanan Kaisar menjawab, dia tidak tahu apakah yang dia katakan benar atau tidak, dia hanya berharap selama beberapa tahun ke depan tingkat alkimia di benua Beiling tidak menurun drastis.


“Lihat, dia adalah putriku.”


Zhu Jian sangat bangga melihat Hinata yang bisa tenang, dia juga bangga dengan 2 murid sekte bulan darah yang berhasil lolos.


“Jangan lupa, putriku juga bersaing dengan putrimu.”


3 pemimpin sekte dari benua yang sama memiliki bibir berkedut melihat tingkah keduanya.


Bang


Suara benturan di dalam kaldron mengalihkan pandangan mereka semua dan kembali menatap ke arah arena. Mereka bisa melihat Hinata mengambil botol porselen kemudian mengulurkan tangannya ke arah kaldron hingga membuat 10 pil melayang ke arah tangannya. Selepas itu, Hinata memasukkan pil tersebut ke dalam botol porselen sambil berkata.


“Aku selesai.”


Dia kemudian duduk dengan tenang di tempatnya sambil menunggu peserta lain menyelesaikan pembuatan pil mereka.


Waktu yang diberikan adalah 4 barang dupa yang setara dengan 2 jam.


Beberapa saat setelah Hinata selesai, Bai Wei Xiang juga selesai disusul oleh Ji Xuan dan Meng Qi Ying yang selesai secara bersamaan. Mereka berempat hanya menggunakan 2 batang dupa untuk menyelesaikan membuat pil.

__ADS_1


Untuk menunggu 1 jam berikutnya, Hinata tertidur sambil merebahkan kepalanya di atas meja. Hal itu tentu membuat orang yang mengenal dirinya menghela napas dan terkekeh pelan.


“Hahaha saking bosannya, dia sampai tertidur.”


“Tertidur di tengah pertandingan hanya bisa dilakukan oleh orang jenius seperti mereka yang telah menyelesaikan membuat pil sebelum waktu habis.”


Ao Xue di bangku peserta memiliki bibir berkedut. Dia berpikir jika Hinata menjalankan ujian di dunia modern, tentu dia akan menyerahkan kertas lebih dulu. Tidak perlu berbicara tentang Hinata, dirinya saja akan merasa bosan untuk menunggu waktu habis sebelum menilai.


‘Dengan kondisi seperti ini, aku sungguh merindukan dunia modern.’


Ao Xue hanya bergumam di dalam benaknya, karena sangat tidak mungkin orang di dunia ini tahu bagaimana perasaannya saat ini.


Begitu waktu 2 jam akhirnya tiba, ada 3 orang lagi yang gagal menyelesaikan membuat pil. Mereka bertiga tidak menunggu penilaian dan langsung kembali ke tempat peserta.


Beberapa rekan mereka hanya bisa menghibur dengan kata-kata meski tidak terlalu memiliki efek, tapi setidaknya mereka telah memperlihatkan rasa peduli mereka.


Segera seorang alkemis senior maju untuk menilai, tentu saja dia bagian dari juri yang menilai alkemis muda yang sedang bertanding.


Dia lebih dulu melangkah ke arah Hinata. Dia mengambil botol porselen yang ditaruh oleh Hinata di atas meja tanpa membangunkan Hinata yang masih tertidur pulas.


Begitu dia membuka tutup botol, dia bisa mencium aroma herbal yang begitu kuat. Dia kemudian mengeluarkan pil dari dalam botol dan dia sangat terkejut dengan kemurnian pil yang Hinata buat.


“Tidak buruk.”


Dia kemudian mengetuk meja Hinata untuk membangunkan Hinata yang tertidur.


Hinata yang mendengar jika ada yang mengetuk mejanya, dia bangun dengan linglung menatap tetua yang memiliki senyum lucu di bibirnya.


Dia kemudian merutuki dirinya yang tidak bisa menahan kantuk di saat pertandingan, beruntung dia telah menyelesaikan pil miliknya.


“Gadis, kau lulus.”

__ADS_1


“Terima kasih, Tetua.”


__ADS_2