Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Sampai


__ADS_3

Setelah perjalanan selama berbulan-bulan, kapal terbang itu akhirnya tiba di benua Beiling. Tepat saat akan memasuki gerbang kota Kekaisaran, mereka dihentikan oleh beberapa orang yang juga menggunakan artefak terbang.


Langsung saja mereka semua turun dan orang yang menghentikan mereka juga turun.


“Maaf, kendaraan terbang tidak diizinkan di dalam kota.”


Zhu Jian mengangguk mengerti dan langsung memasukkan kapal terbangnya kembali ke dalam cincin penyimpanan.


“Maaf, kami baru tiba di benua Beiling dan akan bersaing dalam turnamen. Kami tidak mengerti aturan, tolong bimbing.”


Seorang tetua bergegas maju. Tidak peduli seberapa kuat mereka, mereka hanya tamu dan harus menghormati tuan rumah.


Beberapa orang itu segera memiliki wajah yang baik, dan mempersilakan kelompok sekte bulan darah untuk memasuki kota dan menuju lokasi yang telah disediakan.


Tentunya mereka tidak langsung dibawa ke lokasi turnamen diadakan, tapi dibawa ke penginapan di mana para peserta dari benua Weixiang berada.


Ada 3 penginapan disediakan oleh pihak penyelenggara, tentunya untuk memisahkan peserta dari setiap benua agar tidak terjadi konflik yang tidak diinginkan.


Begitu kelompok sekte bulan darah akan memasuki penginapan, mereka menghentikan langkah mereka dan menatap bingung pada Zhu Jian yang saat ini menatap tajam pada seorang pria paruh baya yang juga sedang menatap tajam sambil menyembunyikan seorang gadis di belakangnya.


Namun, gadis itu malah mengintip dari balik punggung sambil tersenyum cerah pada Hinata dan Ao Xue dan melambaikan tangannya untuk memanggil kelompok peserta.


Hinata dan Ao Xue saling memandang dan menatap rekan mereka yang lain. Mereka semua mengangguk dan memutuskan untuk mengikuti gadis itu. Mereka tidak peduli dengan Zhu Jian yang saling menatap tajam dengan pria paruh baya lainnya.


Zhu Tian Mo sendiri menggeleng tak berdaya. Ayahnya selalu seperti itu ketika bertemu musuh bebuyutannya yang tidak lain adalah pemimpin dari sekte seribu racun.


Dia tidak tahu alasan mengapa keduanya menjadi musuh, padahal dia ingat dengan benar jika keduanya dulu adalah sahabat yang saling berbagi hidup dan mati.


Murid sekte bulan darah mengikuti gadis yang tadi disembunyikan oleh Meng Feng, hingga mereka sampai di wilayah yang telah disediakan khusus untuk sekte bulan darah.


“Nah, ada 5 kamar, 1 kamar diisi dengan 2 orang, kunci kamar juga telah tergantung di pintu.”


“Terima kasih, namamu siapa?”


“Aku Meng Qi Ying dari sekte seribu racun.”

__ADS_1


Meng Qi Ying menjawab pertanyaan Lin Tian, dia menatap semua peserta sekte bulan darah yang terlihat cantik dan tampan, terutama Hinata dan Ao Xue yang tampak kalem dan tenang.


“Jangan berpikir mereka sangat tenang saat ini, karena mereka hanya menjaga gambar mereka. Terutama Hua'er dan Xue'er, kelakuan mereka berbanding terbalik dengan sikap tenang mereka saat ini.”


Sontak Hinata dan Ao Xue menata tajam Zhu Tian Mo, hingga membuat yang lainnya tertawa, begitu juga dengan Meng Qi Ying.


Meng Qi Ying tidak menyangka murid dari sekte yang begitu misterius akan berperilaku aneh, tapi yang dia lihat adalah perilaku mereka yang tampak biasa.


“Kalian bisa memilih kamar dan beristirahat, aku akan kembali dulu.”


“Uhm, Terima kasih.”


Meng Qi Ying langsung berbalik, tapi Meng Feng dan Zhu Jian masih saling menatap tajam dan hal itu membuat 2 tetua dari sekte bulan darah menghela napas.


“Aku akan mengawasimu, putri kesayanganku tidak cocok untuk menjadi pendampingmu.”


Bibir Zhu Jian berkedut dan tidak tahu harus berkata apa.


“Aku tidak tertarik pada putrimu. Putrimu terlalu muda untukku.”


“Cih, kau saja yang tidak ingin memberikannya padaku, padahal tujuanku membawanya ke sekteku untuk menjadikannya menantuku.”


Meng Feng terdiam, dia berusaha mencerna info yang dia dengar saat ini.


Dia memang ingat ketika dia dengan Zhu Jian sedang minum bersama, saat itu dia sangat marah karena Zhu Jian terus memuji Meng Feng dan seolah memberinya isyarat ingin membawa Meng Qi Ying sebagai istri muda.


Sebagai seorang ayah, dia tentu tidak ingin putrinya menikahi pria tua, terlebih itu adalah rekan seperjuangannya sendiri.


Namun, setelah mengetahui fakta sebenarnya, dia menertawakan dirinya yang salah paham pada sahabatnya itu.


“Seandainya saat itu kau mengatakannya dengan jelas, aku tidak akan marah.”


“Jadi?”


“Tentu saja kita berdamai.”

__ADS_1


“Hahahaha.”


Keduanya tertawa gembira dan itu membuat Meng Qi Ying yang baru saja datang merasa heran. Namun, dia terkejut dengan ucapan ayahnya.


“Ying'er, ayah berniat menjodohkanmu dengan Zhu Tian Mo, apakah kau bersedia?”


Zhu Jian sendiri terdiam, dia menatap Meng Feng dan Meng Qi Ying, terlebih dia mengetahui jika Meng Qi Ying menyukai salah satu menantunya.


Setelah terkejut, Meng Qi Ying tidak langsung menjawab. Dia sendiri telah melihat Zhu Tian Mo itu, dan memiliki kesan baik. Namun, dia tidak tahu apakah Zhu Tian Mo memiliki kesan baik padanya atau tidak.


“Ayah, aku tidak keberatan, tapi aku tidak ingin memaksa kehendakku padanya. Cukup pada Haocun membuatku membunuh semua gadis yang terobsesi padanya, karena dia telah memiliki kebahagiaannya, aku mundur. Jadi tolong tanyakan pendapatnya sebelum menjodohkan kami.”


Meng Feng lega mendengar pernyataan putrinya dan langsung menatap sahabatnya.


“Karena keinginanmu untuk menjodohkan mereka hingga membuat kau sempat menculik Ying’er sejak kecil, aku harap kau dapat meyakinkan Tian Mo, tapi jangan memaksanya. Anak-anak berhak memilih pasangan hidup mereka.”


Zhu Jian sendiri terdiam mendengar jawaban dan alasan Meng Qi Ying membunuh setiap gadis yang menginginkan Yuan Haocun. Bukan karena Meng Qi Ying terobsesi pada Yuan Haocun, tapi dia tulus pada mencintai salah satu menantunya dan membunuh merupakan tindakan untuk menjauhkan gadis yang gila akan harta dan status dari Yuan Haocun.


“Serahkan Tian Mo padaku. Selain bersama kedua adiknya, dia tidak pernah dekat dengan gadis lain.”


Melihat keduanya telah berdamai, 2 tetua dari sekte bulan darah menghela napas lega. Mereka juga tahu betapa baiknya hubungan pemimpin tua dengan pemimpin sekte seribu racun, tapi karena kesalahpahaman, mereka sempat menjadi musuh dan itu bukan waktu yang sebentar.


“Ketua, kami akan pergi ke kamar kami.”


Zhu Jian melihat 2 tetua yang masih bersamanya, dia kemudian mengangguk. Dia juga pamit pada sahabatnya untuk langsung mencari kamarnya guna untuk beristirahat untuk memulihkan diri dari perjalanan yang cukup jauh.


“A Feng, kalau begitu aku juga akan ke kamarku, kau tahu perjalanan yang kami tempuh terlalu jauh dan kau juga pasti butuh istirahat.”


“Baiklah.”


Zhu Jian menatap Meng Qi Ying yang masih memiliki senyum di bibirnya.


“Di pertandingan nanti, lakukan yang terbaik. Dan jangan buat ayahmu sedih, karena dia hanya memiliki dirimu.”


“Ya, Paman. “

__ADS_1


Zhu Jian tahu betapa menyakitkannya kehilangan anak perempuan, karena dia pernah mengalaminya, dan itu bukan 1 anak perempuan, tapi 2 sekaligus. Dia tidak ingin sahabatnya merasakan hal yang sama.


__ADS_2