Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Menjadi Murid


__ADS_3

Ji Xuan mengerutkan alisnya berpikir di mana tempat Hinata akan membawanya. Sambil berpikir, dia mengawasi Hinata yang sedang makan dengan lahapnya.


"Aku sudah selesai."


Hinata tanpa aba-aba memegang tangan Ji Xuan dan seketika pemandangan berubah drastis. Ji Xuan terpana dengan tempat yang dilihatnya.


Energi roh yang dirasakannya sangat kental, di bagian timur memiliki area di mana suhunya sangat dingin dan itu terpisah, seolah dihalangi oleh array.


Saat memandang danau, sukses membuat rahang Ji Xuan jatuh. Dia sangat yakin jika danau itu adalah Recovery Soul Water. Saat memalingkan wajahnya di bagian selatan, Ji Xuan melihat kebun herbal dan berbagai herbal yang cukup umum ditanam di sana, ada juga beberapa buah dan sayuran.


Begitu pandangannya fokus di bagian barat, dia melihat naga kecil kebiruan, rubah putih yang sedang tertidur serta ular es yang memiliki tanduk dan kristal yang cukup indah di kepalanya. Dia juga melihat gadis kecil yang sedang duduk sambil memakan pil dengan santai serta area pelatihan.


Ji Xuan bisa menebak jika 2 binatang lainnya tidaklah lebih rendah dari Zi Zi. Dia kembali memandang Hinata dari atas ke bawah dan kilatan cemas terlintas di kedua matanya.


Ji Xuan memegang kedua pundak Hinata dan menatapnya dengan serius.


"Jangan pernah mengungkapkan ini pada siapa pun sebelum kau mengetahui kepribadian mereka. Beruntung itu aku, tapi aku tidak tahu apa mereka akan melakukan hal yang sama setelah mengetahui rahasia ini."


"Zi Hua mengerti."


Hinata memperkenalkan Ji Xuan pada Zi Long, Zi Bai dan Zi Mo lalu mulai bersiap melatih kekuatan fisiknya.


Seperti biasa sebelum latihan, Hinata menambahkan beban di tubuhnya lalu mulai berlari beberapa putaran, merayap di bawah kawat berduri, memanjat tambang dan melakukan push up di atas pasir panas.


Latihan ekstre Hinata d saksikan oleh Ji Xuan dengan shok.


"Zi Hua selalu rutin melakukan latihan ini."-Zi Bai


"Perbedaan waktu di sini dengan dunia luar sangat jauh. 1 hari di sini sama dengan 1 jam di dunia luar dan merupakan tempat latihan terbaik." -Zi Long


Mata Ji Xuan berkilauan dengan minat kuat.


"Tunggu apa lagi, makan pil itu dan serap manfaatnya, terus berkultivasilah, karena kau harus menjadi lebih kuat untuk melindungi Huahua." Zi Zi


Tanpa membuang waktu lagi, Ji Xuan langsung menelan Channel Opening Pil, begitu semua manfaat pil telah diserap, dia melanjutkan dengan menelan Red Cleansing pil.


Berbeda dengan Channel Opening Pil yang hanya memperlebar saluran meridian tanpa merasakan sakit, Red Cleansing Pil yang mencuci seluruh bagian dalam tubuhnya membuatnya berkeringat dingin.


Waktu berlalu 2 hari, Ji Xuan akhirnya dapat merasakan perbedaan di dalam tubuhnya. Memperhatikan penampilannya yang berantakan, Zi Mo menyuruhnya untuk membersihkan diri di danau.


Meski dia pernah menyerap salah satu api surgawi, tapi api tersebut tidak seperti Rainbow Flame yang membuka semua Meridian kecil.


Hati Ji Xuan merasakan sakit dan perasaan aneh serta rasa kebanggaan, karena bisa membersihkan diri menggunakan Recovery Soul Water.


Mungkin karena keberuntungan Hinata yang terlalu kuat, membuat Ji Xuan juga merasakan manfaatnya.


Merasakan seluruh tubuhnya telah bersih, dia mengambil pakaian dan mencari tempat untuk mulai berkultivasi.


Perasaan yang memenuhi hatinya adalah kejutan dan shok, karena kecepatannya menyerap Qi sangat cepat, lebih cepat dibandingkan sebelum dia mengonsumsi pil yang diberikan Hinata.


Hinata sendiri sedang mempelajari keterampilan penjinak binatang ajaib. Saat melihat ke dalam pikirannya, dia tidak tahu nama keterampilan yang diberikan oleh Zi Long. Meski begitu dia terus mempelajarinya dengan semangat.


Jika berhasil, tidak hanya menjadi seorang ahli alkimia, tapi juga seorang beast tamer, betapa kerennya itu.


Senyum lembut dan penuh tekad terukir di bibir Hinata dan mulai memejamkan matanya untuk memahami kata demi kata yang dilihatnya di benaknya.


Selama dia datang ke dunia yang aneh menurutnya, Hinata seolah buta akan dunia itu, tapi setelah mendengar penjelasan Ji Xuan, dia mulai mengerti sebagian besar ditambah dengan keterampilan yang di berikan oleh Zi Long, meski bukanlah keterampilan pertarungan, tapi dia bahagia.


Senyum puas terukir di bibir pink alaminya, perlahan matanya terbuka menampakkan iris ungu yang memesona.


"Aku berhasil."


"Selamat."


4 kesayangannya juga terlihat bahagia atas keberhasilan Hinata.


"Tapi aku harus mencobanya."


"Akan ada waktu untuk kau mencobanya."


"Baiklah Zi Bai, tapi apakah kalian melihat Xuan Ge?"


"Akhirnya kau sadar akan keberadaannya yang tak terlihat."


Zi Zi dengan malas menunjuk ke sudut, dan Hinata bisa melihat Ji Xuan sedang berkultivasi. Perlahan senyumnya semakin lebar.


"Zi Hua cemilan kami telah habis."


Zi Mo mengingatkan Hinata tentang pil mereka yang sudah habis. Mereka juga tidak ingin mengambil pil yang telah Hinata jadikan persediaan.


"Baiklah kumpulkan aku herbal dan aku akan membuat banyak permen kacang untuk kalian."


Keempatnya sangat bahagia dan Zi Mo dengan cepat mengumpulkan herbal.


Hinata tentu ingin melihat semua sosok lucu miliknya bahagia, lagi pula jika semakin banyak dia memurnikan pil akan cepat juga dia dipromosikan ke tingkat selanjutnya.

__ADS_1


Ketika Zi Mo kembali dengan tumpukan herbal, Hinata sweatdrop dan tertawa canggung.


"Tunggulah di samping, aku akan menyuling permen kacang untuk kalian."


...


Guru Ji Xuan sangat bersemangat ketika menerima Recovery Soul Water. Dengan jumlah yang menurutnya luar biasa, dia dapat meningkatkan peringkatnya ke tingkat Grandmaster Alchemis.


Ketika dia meminum 3 tegukan, dia merasakan kekuatan rohnya telah mulai pulih, tapi karena tidak mau menyia-nyiakan efeknya, dia mulai berkultivasi agar energi mentalnya meningkat. Hanya dengan begitu dia dapat menerobos. Lagi pula, dia sudah lama tertahan di peringkat master tahap puncak.


Saat diambang menerobos, dia merasa keberadaan Ji Xuan dan gadis yang dianggap adik oleh Ji Xuan menghilang tanpa sisa. Dia panik, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa atau rohnya akan terluka lagi.


Orang tua itu terus berkultivasi selama 8 jam karena terlalu berkonsentrasi, dia tidak menyadari jika Ji Xuan dan Hinata kembali muncul.


Ji Xuan memandang Hinata dengan serius dan mendudukkannya di kursi.


"Setelah guru menerimamu menjadi murid, aku akan membawamu ke ibu kota Kekaisaran Taiyang untuk membeli kaldron biasa untukmu, tentunya kualitasnya juga harus tinggi, karena kau adalah adik perempuanku satu-satunya, kau harus mendapatkan sesuatu yang terbaik."


Hinata mengangguk, hatinya dipenuhi kehangatan, karena perhatian yang diberikan Ji Xuan, meski di kehidupan pertamanya dia juga memiliki kakak laki-laki, tapi dia tidak pernah diperlakukan seperti yang dilakukan Ji Xuan padanya.


"Aku juga akan memperkenalkanmu pada saudaraku tentunya, dan memberitahu orang tuaku jika aku membawakan mereka anak perempuan."


"Ya, Gege adalah yang terbaik."


Senyum Ji Xuan semakin lebar. Jika saudara dan ibu serta ayah Ji Xuan melihat senyum dan kelakuan Ji Xuan yang sangat ooc, bisa dipastikan mereka akan sujud syukur karena perubahan tersebut.


Ji Xuan yang biasa adalah Ji Xuan yang dingin, wajah tampan itu selalu tanpa ekspresi, membuat hingga tak tersentuh.


Jika seorang gadis memegang pakaiannya, tidak peduli apa, tangan gadis itu akan langsung meninggalkan tempatnya.


"Aku merasa guru telah selesai, hanya tinggal memulihkan sedikit energi mentalnya. Sekarang suling beberapa pil menggunakan Violent Star."


"Uhm."


Hinata tidak menolak, dia mengeluarkan kaldron kesayangannya dan tumpukan herbal serta botol porselen untuk mengisi pil yang telah jadi.


Dia mencari posisi nyaman dan duduk di depan kaldron, kemudian memulai menyuling pil.


Sementara Hinata larut dalam menyuling pil dengan santai, dia tidak memperhatikan jika Ji Xuan terus menatapnya serta guru Ji Xuan yang keluar dari kamar pribadinya.


Orang tua itu menyaksikan jika murid kesayangannya memperhatikan gadis di depannya sambil tersenyum tipis. Dia menggeleng tanpa daya, muridnya ini tidak pernah dekat dengan seorang gadis, tapi saat menemukan seorang gadis, dia malah menjadikannya seorang adik perempuan.


Memang dia melihat di mata Ji Xuan ada jejak kelembutan dan kasih sayang, tatapan tersebut hanyalah milik seorang kakak kepada adiknya.


Kemudian melihat Ji Xuan kembali dan tersenyum, muridnya ini tidak berbohong padanya. Tidak masalah jika menambah satu murid lagi.


Tanpa membuat suara, pria tua itu terus menyaksikan Hinata yang sedang fokus menyuling pil.


Meski Hinata tampak santai, tapi tidak bisa dipungkiri jika keringat perlahan membasahi dahinya.


Hinata yang terus menyuling merasakan jika dia akan menerobos, sedikit senang dan terus fokus pada pembentukan pil saat ini. Saat pemurnian bahan, dia berhasil memurnikan hingga 5 kali, membuat pilnya berkualitas tinggi. Untuk alkemis setingkatnya, paling bayak memurnikan 2 atau 3 kali.


Beberapa saat kemudian ketika pil hampir terbentuk dengan sempurna, Hinata merasakan dia telah maju ke Apprentice tahap menengah membuatnya sangat bahagia.


Bang


Pil telah terbentuk dengan sempurna, Hinata mengulurkan tangannya dan 20 butir pil terbang keluar. Hinata langsung memasukkan semua ke dalam botol porselen yang telah disediakan.


Dia memandang Ji Xuan dengan senyum lebar.


"Gege, aku berhasil menerobos."


Ji Xuan mengacak surai ungu Hinata dan memberinya ucapan selamat.


"Selamat."


"Siapa namamu?"


Hinata memandang pria tua yang menanyakan namanya dan memandang Ji Xuan.


"Zi Hua."


"Nama keluargamu?"


"Zi Hua dibesarkan oleh keluarga Nalan di kerajaan Qu."


Pria tua itu mengangguk, dia mengernyit memikirkan ucapan Hinata yang tampak ada yang salah, tapi dia bungkam.


"Aku guru Ji Xuan, orang di luar mengenalku dengan nama Old Mo. Hari ini aku akan mengangkatmu menjadi muridku."


Hinata menjadi cerah dan langsung berlutut.


"Murid menyapa guru."


"Bangun!"

__ADS_1


Old Mo memandang Ji Xuan yang tersenyum hangat, hingga membuatnya merinding. Pasalnya semenjak bersama Zi Hua, sikap dingin Ji Xuan perlahan mencair.


"Pergi sediakan teh!"


"Baik Guru."


Ji Xuan pergi membuat teh untuk Hinata menyajikannya pada Old Mo.


Setelah beberapa prosesi penerimaan murid dan guru selesai, Old Mo melambaikan tangannya, seketika di depan mereka muncul kaldron berwarna keemasan, meskipun bukan kaldron surgawi, tapi kualitasnya cukup tinggi.


"Selama aku belum mengenalkanmu pada dunia, kau memakai kaldron ini untuk membuat pil. Jangan memperlihatkan Violent Star di depan umum."


"Terima kasih guru, Zi Hua akan mengingat pesan guru."


Old Mo tidak hanya memberikan Hinata kaldron, tapi memberikan Hinata banyak pil peringkat master, membuat Hinata sangat bahagia dan dengan semangat memeluk lengan Ji Xuan.


Hinata meminta Zi Long untuk memberitahu pada Zi Mo menulis resep peringkat Grandmaster yang dia tahu. Meski Zi Long tidak rela, tapi dia tidak menolak.


Saat selesai, dia langsung memberitahu Hinata jika apa yang diinginkannya sudah jadi.


Hinata tersenyum dan gulungan muncul di tangannya.


"Guru selamat atas kenaikan peringkatmu, murid ingin guru menerima hadiah dari murid."


Ji Xuan menaikkan alisnya melihat gulungan di tangan Hinata yang telah beralih ke tangan Old Mo. Dia bisa melihat Old Mo yang gemetar setelah membaca gulungan tersebut.


"Apa yang kau berikan pada guru?"


"Hanya resep peringkat grand master, apa yang salah?"


Ji Xuan yakin jika resep itu tidak hanya resep peringkat grandmaster, melainkan resep yang agak istimewa.


"Karena guru sangat bahagia, lebih baik untuk tidak mengganggunya."


"Uhm, ge kapan kita ke ibukota Kekaisaran?"


"Kau ingin ke sana?"


"Ya."


"Kalau begitu ayo pergi. Kita pamit pada guru terlebih dahulu."


"Baik."


Keduanya pamit pada Old Mo, karena Old Mo sangat bahagia jadi dengan cepat memberi mereka izin.


Hinata dan Ji Xuan keluar dari kediaman Old Mo dan Ji Xuan memanggil Wyvren miliknya.


Hinata takjub melihat Xiao Hong di depan mereka. Dia bertanya pada Ji Xuan.


"Apakah dia bisa berubah menjadi manusia?"


"Tidak, dia tidak ingin terkena petir surgawi."


Xiao Hong hanya memutar matanya dan mendesak mereka untuk naik ke punggungnya.


"Naiklah, jarak dari sini ke ibu kota kekaisaran lumayan jauh. Jika ingin menikmati pemandangan dari atas, sebaiknya kita berangkat sekarang."


"Baiklah, Xiao Hong sabarlah sedikit."


"Maaf merepotkanmu."


Hinata mengeluarkan pil yang tadi disulingnya dan memberikannya pada Xiao Hong serta Recovery Soul Water.


Xiao Hong sangat gembira dan menggosok kepalanya di pipi Hinata.


"Setidaknya kau lebih baik dari pada dia."


Ji Xuan menjadi datar seketika, meski begitu sorot matanya dipenuhi kelembutan saat memandang Hinata dan Xiao Hong yang sangat cepat menjadi akrab.


"Ayo!”


Ji Xuan memegang pinggang Hinata dan melompat naik ke punggung Xiao Hong. Xiao Hong juga tidak membuang waktu dan langsung mengepakkan sayapnya.


Merasakan pemandang dari atas seolah berada di pesawat, tapi saat ini dia ada punggung seekor Wyfren. Andai saja ada kamera atau apa pun yang dapat mengabadikan momen, Hinata pasti akan sangat bahagia.


Dia merentangkan tangannya merasakan embusan angin yang meniup wajahnya dengan lembut.


Hinata tersenyum aneh dan menghubungi Zi Long di benaknya.


"Longlong apa kau bisa terbang?"


Zi Long sweatdrop, hatinya seolah ditusuk ribuan pedang saat mendengar cara Hinata memanggilnya.


Namanya saja sudah aneh ditambah dengan panggilan seperti itu membuat Zi Long tak berdaya, tapi tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia sangat berhutang pada Hinata.

__ADS_1


__ADS_2