Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Aura Seorang Jenderal


__ADS_3

Long Aoxue menggertakkan giginya berusaha untuk tidak bersuara. Rasa sakit ini melebihi apa yang bisa dia tanggung.


Bukan masalah sakit yang dialami oleh Aoxue, tapi karena buruknya konstitusi tubuh tersebut akibat racun serta bakteri saat hidup bersama para binatang, kotoran itu telah meresap hingga tulang-tulang.


Hanya menggunakan Soul Recovery Water belum tentu mengeluarkan semua kotoran tersebut. Maka dari itu, Hinata juga memberinya pil pembuka saluran dan pil merah pembersih.


Di saat kesadaran Long Aoxue akan menghilang, kalung yang tampak kuno dan karatan di lehernya perlahan bersinar. Kalung itu adalah satu-satunya kalung yang ditinggalkan sang ibu.


Beruntung sang ibu mengantisipasi keadaan buruk yang akan dialami sang putri, hingga membuat kalung itu tampak tidak berharga.


Entah itu kebetulan atau takdir. Di kalung itu terukir satu kata yang merupakan nama keluarga 'Long'


Kalung itu terus bersinar dan mengeluarkan sosok misterius. Sosok itu adalah seekor burung api, jika Long AoXue atau Hinata melihat. Mereka dapat yakin jika sosok itu adalah Suzaku. Suzaku sang penjaga mata angin Selatan.


Suzaku perlahan mengubah dirinya menjadi wanita cantik dan memandang Long Aoxue yang hampir kehilangan kesadarannya.


Dia selalu mengawasi Long AoXue dari bayi, dia tahu jika pemilik tubuh asli sebenarnya telah meninggal dan kini telah digantikan oleh jiwa yang entah datang dari mana. Dia tahu, karena dialah yang menarik jiwa itu.


Swuush


Dia membakar Long Aoxue, tapi bukannya terbakar, Long AoXue terlihat sembuh dari semua luka yang telah dia derita. Bahkan api itu mengurangi rasa sakit yang di alami Long Aoxue dan membantunya membersihkan semua tulang dan darah dari kotoran.


Dia mematuk kening Long Aoxue hingga mengeluarkan darah dan kontrak antara mereka terbentuk.


Dengan kontrak terbentuk, Suzaku juga mengirim keterampilan unik pada Long Aoxue seperti Beast taming, pemurnian senjata dan aray, serta beberapa teknik keterampilan unik.


Melihat Long Aoxue tidak lagi kesakitan, Suzaku kembali ke kalung yang menggantung di leher Long Aoxue. Long AoXue perlahan membuka matanya.


"Eh?"


Dia merasa tubuhnya sangat ringan dan semua lukanya telah sembuh tanpa bekas. Long Aoxue keluar dari bak mandi dan mengeringkan badannya kemudian dia memakai pakaian yang ditinggalkan Hinata


Melihat beberapa pil yang juga ditinggalkan Hinata, Long Aoxue memilih untuk menyimpannya, meski dia tidak tahu fungsi setiap pil, tapi menurutnya sangat berguna.


Di dunia yang asing ini, dia hanya bisa mempercayai Hinata yang datang dari era yang sama dengannya.


"Yang aku datangi pasti adalah dunia fantasi." Long Auxue memijat keningnya yang entah banyak sekali informasi dan beberapa pengetahuan memasuki benaknya.


"Eh?"


Awalnya dia bingung, tapi setelah memikirkannya berkali-kali, sukses membuat Long Aoxue menyeringai.


Merasa dirinya telah rapi, Long Aoxue keluar dari ruangan dan mendapati Hinata saat ini diperlakukan layaknya ratu oleh kelima pemuda yang mengaku jika mereka adalah saudara.


"Ada pantas Zi Hua kabur, perlakuan ini terlalu berlebihan."


Keringat sebesar biji jagung menetes di keningnya dan memberanikan dirinya menyapa orang-orang itu.


"Hua, Terima kasih."


Hinata berbalik dan melihat Long Aoxue yang telah bersih. Ji Liang dengan semangat menarik Long Ao Xue dan mendudukkannya di bangku kosong samping Hinata.


Kali ini tidak hanya Hinata yang di perlakukan bak boneka, Long Aoxue pun sama.


Beberapa macam makanan di suapkan ke dalam mulutnya oleh Ji Liang. Sejujurnya dia bahagia bisa merasakan kasih sayang dari seorang kakak, tapi apakah ini tidak berlebihan?


Dia memandang ke arah Hinata yang saat ini memiliki ekspresi datar di wajahnya, tapi mata itu tidak bisa berbohong jika Hinata senang dan ada sedikit ketidakberdayaan.


"Jangan protes, setelah makan kalian harus beristirahat agar besok kita bisa membawamu bertemu Ayah Kerajaan dan Ibu Kerajaan, tapi bisakah kau memberi tahu namamu?"


"Ao Xue."


"Nama keluargamu?"


"Aku tidak ingat."


Ji Jiu mengerutkan alisnya dan memandang Hinata yang terlihat tidak peduli.


"Dage, saat aku menemukan Ao Xue. Tubuhnya dipenuhi luka parah dan hampir tak bisa bertahan. Mungkin saja dia kehilangan sedikit ingatannya."


Long Ao Xue bukannya tidak ingin memberitahu nama keluarganya, tapi entah mengapa hatinya gelisah dan takut jika dia menyebutkan nama keluarganya, malah akan membuat kebingungan ataupun sesuatu yang lain.


Beruntung Hinata bekerja sama, menurut Hinata! Mungkin ada alasan khusus Long Ao Xue menyembunyikan marganya, sama halnya seperti dia.

__ADS_1


Merasa kedua adiknya telah makan dan memiliki energi, kelima pangeran itu mendaratkan kecupan di kening kedua gadis yang saat ini tidak memiliki ekspresi apa pun di wajahnya.


"Istirahatlah, kami akan kembali dan menjemput kalian besok pagi." Ji Xuan mengacak surai ungu Hinata dan mengajak keempat kakaknya meninggalkan istana Hinata.


Setelah merasa kelima pangeran itu pergi, barulah wajah tanpa ekspresi itu mencair.


Long Aoxue memandang Hinata ingin bertanya, tapi Hinata mencegahnya dan membawanya menuju kamar.


Beberapa pelayan membersihkan meja yang tadi berisi makanan untuk keduanya.


...


"Hua, dunia macam apa dunia ini?"


"Dengar Mayjend, kita saat ini berada di dunia yang kuat memakan yang lemah. Di mana kekuatan adalah segalanya, Mayjend apakah Anda pernah membaca novel tentang berpindah dunia di mana Anda bisa berkultivasi. Jika pernah, maka aku hanya bisa mengatakan jika dunia ini hampir sama dengan yang digambarkan dalam kebanyakan novel."


Long Aoxue merasa tercerahkan, jika apa yang dikatakan Hinata adalah kebenaran, maka dengan dirinya yang belum berkultivasi hanyalah semut bagi para ahli.


Hinata dengan senang hati membawa Long Aoxue ke dalam ruang antariksanya, membuat Long Aoxue percaya.


"Mayjend sepertinya kita seumuran jadi aku akan memanggilmu Aoxue! Bagaimana menurutmu?"


"Oke, tidak masalah."


"Nah pergilah ke gubuk! cari buku dan mulailah membaca, setelah itu latihlah fisikmu di area pelatihan, baru setelah itu, lanjut dengan berkultivasi. Waktu di sini lebih cepat dari pada waktu di luar. 1 jam di luar sama dengan 1 hari di sini.


Hinata meninggalkan Long Aoxue dan mulai berkultivasi hingga beberapa jam kemudian.


Selesai berkultivasi, Hinata mendekati Zi Long.


"Longlong, apakah kau memiliki teknik keterampilan?"


Zi long tidak lagi protes dengan sebutan Longlong. Dia mengangguk dan menaruh cakar di kening Hinata. Beberapa keterampilan memasuki benak Hinata.


Hinata bahagia dan langsung memeluk Zi Long yang saat ini dalam wujud naganya.


"Terima kasih, jika ada yang tidak aku mengerti! Aku akan bertanya padamu."


Hinata meninggalkan Zi Long dengan wajah ceria dan mencari tempat untuk bermeditasi dan memahami teknik keterampilan yang diberikan oleh Zi Long.


Zi Long memberikan Hinata 2 keterampilan Level Hitam tingkat menengah pada Hinata. Dia tidak memberikan level bumi atau Surga karena dengan kemampuan Hinata sekarang, dia belum bisa mempelajari teknik semacam itu.


...


Hari mulai pagi, Hinata dan Long Aoxue akhirnya keluar dari ruang antariksa.


Long Aoxue tidak pernah berpikir jika di dalam ruang, ada area pelatihan yang sangat mirip dengan pelatihan militer.


Dia juga berhasil maju ke Qi dasar tingkat 1 membuatnya sangat bahagia.


Hinata sendiri meski telah berusaha memahami salah satu teknik keterampilan, tapi masih belum memiliki pencerahan tentang itu. Meski begitu, dia belum menyerah untuk mempelajari teknik yang berhasil memikatnya.


"Bawa ini dan pergilah ke kamarmu untuk bersiap, sebelum kelima orang itu datang." Long Aoxue terkikik dan mengambil pakaian yang ada di tangan Hinata dan lagi-lagi berwarna ungu.


"Hua, apakah semua pakaianmu berwarna ungu?" Hinata mengangguk, dia sangat menyukai warna ungu.


Long Aoxue sweatdrop melihat itu. rambut, alis, mata dan pakaian semua ungu.


"Dasar maniak ungu." Hinata terkekeh pelan dan mendorong Long Aoxue agar kembali ke kamarnya


Tepat saat keduanya telah selesai bersiap dan seperti dugaan Hinata, kelima pangeran datang menjemput mereka.


"Imouto, meimei apa kalian sudah siap?" Keduanya mengangguk sebagai jawaban untuk pertanyaan Ji Hui.


Pelayan yang berada di istana Hinata terkikik melihat kedua gadis itu yang entah mengapa memiliki jejak keluhan di wajah mereka.


"Maaf jika kalian merasa tingkah kami agak berlebihan. Kami tidak pernah dekat dengan seorang gadis dan hanya kalian yang dekat dengan kami." Ji Chen tahu jika kedua gadis yang diangkatnya menjadi adik sangat tidak nyaman dengan mereka yang terlalu memanjakan


"Setelah perjamuan selesai, kami semua akan kembali ke Sekte masing-masing. Maka dari itu, biarkan kami memanjakan kalian."


Long Aoxue akhirnya mengerti sesuatu, Hinata juga hanyalah adik angkat kelima pangeran ini. Dia memandang Hinata secara kebetulan Hinata juga melihatnya. Keduanya mengangguk dan tersenyum.


"Kalian adalah kakakku, aku senang kalian memanjakanku, jadi aku tidak memiliki alasan untuk menolak."

__ADS_1


"Apa yang dikatakan Zi Hua benar, aku mungkin kehilangan sebagian ingatanku, tapi yang aku tahu, aku tidak memiliki saudara ataupun saudari, jadi aku bahagia karena kalian mau menerimaku sebagai saudari kalian."


Ji Chen menarik Long Aoxue ke dalam pelukannya. Dia tidak tahu seberapa besar penderitaan gadis di pelukannya, tapi mulai sekarang mereka ada dan akan memanjakan kedua gadis yang mereka angkat menjadi adik perempuan mereka.


"Hei ini masih pagi, ada apa dengan suasana murung ini?" Ji Liang berusaha mencairkan suasana yang menurutnya suram.


Mereka semua akhirnya kembali ceria, para pangeran seolah menjadi pengawal untuk kedua gadis itu. Mereka berjalan dengan santai menuju Istana Kekaisaran.


Meski ini masih waktu pertemuan Kaisar dan para penasihat serta pejabatnya. Mereka bisa menunggu sampai pertemuan selesai.


Saat ketujuh orang itu sampai di Istana Kekaisaran, persidangan pagi juga telah selesai. Kaisar saat ini sedang duduk di takhtanya didampingi oleh ketiga istrinya.


Ketiga wanita itu tampak rukun dan saling bercanda. Senyum yang mereka tunjukan bukanlah senyum palsu atau sebangsanya. Yang Long Aoxue tahu adalah Harem kekaisaran penuh dengan Skema dan tipu muslihat, tapi yang dia lihat sekarang sangat berbanding terbalik.


Saat kasim mengumumkan kedatangan mereka, Kaisar dan ketiga Istrinya melihat ke 7 sosok tersebut. Mereka mengerutkan alis saat melihat Long Ao Xue.


Pandangan itu membuat Long Aoxue gugup, tapi wajahnya tetap tenang dan memiliki senyum kecil.


Setelah mereka memberi salam, permaisuri memanggil Hinata duduk di sampingnya.


"Hua'er bagaimana tidurmu sayang?"


"Sangat nyenyak Hahaue."


"Bagus, lalu siapa gadis itu? Apakah calon wangfei dari salah satu kakakmu?"


Hinata dan para pangeran Sweatdrop sedangkan Long Aoxue tersenyum canggung.


"Uhuk, Ibu kerajaan. Kami berencana mengangkatnya menjadi adik kami yang ketujuh. Semalam Imouto menemukannya dalam keadaan luka parah dan hampir tak tertolong."


Ji Hui dengan cepat menjawab agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Keempat orang dewasa itu mengamati Long Aoxue dari atas hingga ke bawah.


"Hahahaha bagus, aku memiliki satu anak perempuan lagi. Kemarilah nak! Biarkan aku melihatmu."


Long Aoxue berjalan mendekat ke arah Kaisar. Kaisar kembali menilainya dan itu tidak mengecewakan meski kultivasinya sangat rendah, tapi konstitusi tubuhnya sangat baik.


"Nak, siapa namamu?"


"Ao Xue."


"Nama keluarga?"


"Maaf, aku tidak mengingatnya."


Sontak permaisuri, Selir Yun dan Selir An memandang iba pada Long Ao Xue.


"Gadis malang. Mulai saat ini, kami adalah keluarga dan Ao Xue kau juga bisa memanggilku seperti cara Hua'er memanggil kami, dan saat ini aku akan memberimu gelar sebagai Putri An Ping."


Long Ao Xue langsung berlutut memberi hormat layaknya seorang anak. Etiket yang dilakukan oleh Long Ao Xue yang biasa di lakukan oleh 5 pangeran. Hal itu membuat Kaisar dan ketiga istrinya senang. Meski etiket yang ditunjukan Hinata berbeda, tapi mereka tidak marah malah menganggap itu adalah hal baru dan unik.


"Terima kasih, Chichiue."


"Bagunlah, aku akan memerintahkan seseorang untuk datang mengukurmu agar kau memiliki pakaian resmimu dan pakaian sehari-hari."


Lagi-lagi Aoxue berterima kasih. Kelima pangeran sangat puas dan bahagia.


"Setelah ini aku akan pergi ke kamp militer untuk mengecek perkembangan mereka. Aku harap kalian semua bisa ikut."


Kelima pangeran tersenyum kecil dan mengangguk, Hinata sangat bersemangat ingin melihat seperti apa pelatihan militer di dunia ini, terlebih Long Aoxue yang merupakan seorang Mayor Jenderal di kesatuannya.


Seolah sesuatu mendorong di dalam batinnya, tiba-tiba aura seorang Mayor Jenderal menguar dari tubuh Long Aoxue yang kelewat bahagia saat mendengar jika Kaisar mengajak mereka ke Kamp pelatihan.


Aura itu membuat seisi ruangan tertegun kecuali Hinata yang tersenyum kecil


"Seorang Mayor Jenderal memanglah Seorang Mayor Jenderal meski itu hanyalah jiwa."


Tiba-tiba sebuah ide terbersit di benak Kaisar, tapi dia memilih menyimpannya untuk saat ini.


Kelima pangeran saling memandang dan memiliki pemahaman diam-diam kemudian memandang sang ayah.


"Mungkin Jenderal licik itu saatnya harus di gantikan." Ji Jiu sebagai Putra Mahkota tentu tahu tentang semua pejabat di bawah kepemimpinan sang ayah, termasuk Jenderal Ning yang sangat licik dan memiliki banyak skema di kepalanya.

__ADS_1


Tentunya keluarga Kekaisaran sangat sadar akan ambisi Jenderal Ning dan mereka tidak akan membiarkan itu terjadi. Awalnya Kaisar telah mempersiapkan para pangeran untuk mengambil posisi tersebut, tapi menurutnya tidak ada yang cocok. Para pangeran memiliki keahlian di bidang masing-masing. Maka dari itu, Kaisar tidak pernah memaksa semua anak-anaknya dan kedatangan Long Aoxue serta aura yang ditunjukkan membuatnya memikirkan jika Aoxue cocok untuk jabatan itu, meski masih harus dilatih dan diasah.


Namun, tidak ada yang tahu jika Ao Xue tidak akan menjadi Jenderal Kerajaan Taiyang.


__ADS_2