Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Memurnikan Pil


__ADS_3

Pemuda yang sangat tampan membuat setiap gadis dengan suka rela jatuh di pelukannya, tapi tidak berpengaruh pada Hinata.


"Eh, ada kejadian seperti itu? sepertinya Istana harus diperketat. Ah, terima kasih infonya."


Hinata sama sekali tidak menyadari percakapan absurdnya dengan pemuda tampan itu. Dia dengan ceria berjalan menuju pasar membeli beberapa kebutuhan lagi, dan berencana akan langsung meninggalkan kota kerajaan Qu.


Saat Hinata telah jauh, barulah pemuda itu sadar jika Hinata tidak terpengaruh oleh ketampanannya.


"Di kerajaan kecil ini ada seorang gadis yang tidak tertarik dengan ketampananku? Baguslah, dengan begitu berkurang 1 hal menjijikkan dan mengganggu pemandangan."


Melihat kepergian Hinata, dia sedikit merasa aneh ditambah lagi dia sangat penasaran dengan orang yang mencuri setengah isi perbendaharaan itu.


"Kira-kira siapa yang menaruh Recovery Soul Water itu sebagai kompensasi? Aku harus menemukannya, karena hanya dengan ini tidak akan cukup untuk menyembuhkan jiwa Guru yang terluka."


Pemuda itu berjalan menuju gerbang kota berniat meninggalkan kota, tapi dia kembali teringat dengan Hinata yang tidak terpesona oleh wajahnya.


"Hehehe, sebaiknya aku mengikuti gadis kecil itu untuk mencari tahu identitasnya."


Hinata telah membeli banyak botol porselen dan dia sangat bahagia. Saking bahagianya, dia menyanyikan sebagian lirik lagu dari kehidupan sebelumnya.


Hiime hime!! Hime!!


Suki suki daisuki


Hime!! Hime!!


Kirakirarin☆


Kimi to minna ireba watashi tte zettai muteki


Hiime hime!! Hime!!


Suki suki daisuki


Hime!! Hime!!


Kirakirarin☆


Ookiku naare mahou kakete mo


Hime wa hime na no hime na no da


Hime!! RABU★hime FAITO♪


"Zi Hua lagu apa yang kau nyanyikan?"


"Entah, aku asal menyanyikan saja. Eh, Sejak kapan kau keluar?"


"Baru saja."


"Zi Bai kau duduk di bahuku saja ya."


"Hah baiklah."


"Osh, saatnya kita meninggalkan kota kerajaan dan bertualang."


Hinata bukannya tidak ingin membalas apa yang dirasakan Zi Hua asli, tapi dia terlalu malas bermain plot dan lebih memilih untuk menjadi kuat agar bisa menemukan kedua orang tuanya. Lagi pula dia sudah menjarah semua harta benda Klan Nalan.


Begitu sampai di depan gerbang kota, Hinata mengerucutkan bibirnya memandang antrean yang sangat panjang.


"He antreannya panjang sekali."


"Itu wajar, para penjaga mencari orang yang mencurigakan."


Hinata merasa akrab dengan suara tersebut dan berbalik. Benar saja, itu pemuda yang ditemuinya saat keluar dari penginapan.


"Cih, baru juga hilang setengah sudah heboh seperti ini ckckck"


Hinata menggumam pelan membuat pemuda di sampingnya menaikkan alisnya.


"Apa yang kau katakan?"


"Bukan apa-apa."


Hinata dengan malas menjawab pertanyaan pemuda itu, seketika matanya berbinar dan senyumnya semakin lebar.


"Kakek tunggu, Zi Hua ikut."


Pemuda itu terperangah melihat Hinata yang lari dengan kecepatan tidak normal.


Kereta milik Nalan Hong berhenti saat mendengar suara Hinata menghentikannya.

__ADS_1


"Zi Hua?"


"Uhm, Kakek Zi Hua ikut kakek ya. Zi Hua malas antre."


"Hahaha gadis nakal, naiklah!"


Seketika Hinata melompat kegirangan dan menyeringai licik, langsung naik ke dalam kereta.


Di dalam kereta, Nalan Hong memandang Hinata dengan heran, tapi tidak mengatakan apa pun. Hinata dengan senang hati menikmati cemilan di kereta.


Tepat saat kereta Nalan Hong telah berhasil keluar dari gerbang kota, Hinata langsung mengucapkan selamat tinggal.


"Kakek hati-hati, Zi Hua akan merindukanmu."


Tidak membiarkan Nalan Hong berbicara, Hinata langsung melompat dari kereta dan berjalan dengan riang menuju hutan ajaib yang katanya banyak binatang buas.


"Nana nanana lalala"


Sepanjang perjalanan Hinata terus bersenandung, ia sudah tidak sabar ingin melatih kemampuan bertarungnya kembali.


"Zi Hua cari kesempatan untuk memasuki ruang, kami memiliki kejutan untukmu."


"Baiklah Momoku yang imut."


Hinata dengan cepat mencari tempat yang tidak mencolok dan langsung memasuki ruang antariksa 7 lapis.


"Ada apa?"


"Lihat! kami telah memoles harta yang kau curi dari perbendaharaan Istana."


Saat benda itu terlihat, Hinata tertegun tanpa bisa berkata-kata. Di depannya terdapat kaldron raksasa emas dengan pola bintang dan kura-kura yang tampak hidup. Selain warna emas yang mencolok, Hinata bisa melihat sedikit warna ungu berpendar dari kaldron tersebut.


"I..ini?"


"Zi Hua keberuntunganmu sangat bagus, kaldron ini disebut Violent Star. Violent star termasuk dalam kaldron surgawi dan berada di peringkat kedua. Violent star tidak hanya berfungsi untuk membuat pil, tapi juga membuat senjata. Tidak banyak yang pernah melihat Violent star ini, semenjak pemilik pertama telah wafat, Violent star juga menghilang. Aku tidak pernah mengira jika Violent Star akan muncul di Kerajaan kecil ini dan terlebih lagi, itu hanya menjadi tumpukan besi tua rusak di dalam perbendaharaan."


Hinata terdiam mendengar penjelasan Zi Mo, dia juga tidak pernah bermimpi jika keberuntungannya sangat bagus seperti ini dan mendapat kaldron surgawi yang berada di peringkat kedua.


"Apa yang kau tunggu? Teteskan darahmu di atasnya, dan dengan begitu, kau bisa memakainya sesuka hati serta kau bisa mulai berlatih membuat pil."


Hinata menggores jarinya dan meneteskan darahnya, tapi darah yang sedikit itu tidak bereaksi.


Hinata mengerutkan dahinya dan memandang Zi Mo serta Zi Long dan Zi Bai.


Bibir Hinata mengerucut dan memotong pergelangan tangannya. Segera darah segar menetes pada Violent star dan detik berikutnya Violent Star bersinar hingga membuat silau.


Perlahan cahaya menyilaukan itu pudar dan Hinata perlahan membuka matanya, ia merasakan ikatan batin dengan Violent Star di depannya.


"Mulai sekarang kita akan terus bersama-sama."


Seolah mengerti apa yang dikatakan Hinata, Violent Star menjawab dengan kedipan cahaya ungu.


"Sekarang cobalah menggunakannya!"


"Eh, bagaimana caranya?"


"Semprotkan Qi apimu pada Violent Star!"


"Apakah aku memiliki elemen api?"


Zi Long kesal dengan pertanyaan Hinata dan dengan ketus menjawab.


"Tentu saja, aku telah bersamamu semenjak kau lahir, jadi tentu aku tahu, dan kau memiliki semua elemen di dunia ini. Makanya aku dengan percaya diri ingin mengajarimu menjadi alkemis dan master persenjataan, apalagi kekuatan mentalmu juga sangat kuat."


Hinata berkonsentrasi mengeluarkan api dari tangannya, ternyata apa yang dikatakan Zi Long benar. Matanya berbinar cerah dan langsung melempar apinya ke Violent Star dan mulai membiasakan dirinya. Mengikuti langkah yang dia ingat dari pengetahuan yang dikirim oleh Zi Long ke dalam pikirannya, Hinata mulai mengalirkan energi mentalnya ke dalam kaldron. Dia tertegun, karena dia bisa melihat dengan jelas apa yang ada di dalam kaldron tersebut.


"Ini kereeen."


Hinata menarik kembali energi mentalnya dan api di kaldron juga padam. Dia tersenyum lebar menatap 3 sosok yang berada di dekatnya.


"Tetap di sini! aku akan mengambil bahan untukmu berlatih membuat pil."


Zi Mo dengan cepat pergi mengumpulkan bahan untuk membuat pil sesuai dengan tahap pemula.


"Pil apa yang akan kita buat?"


"Mari kita coba membuat pil pemulih stamina, pil ini merupakan pil tingkat pemula dan cocok untukmu berlatih."


Hinata mengangguk, dia berkonsentrasi mencari resep dari pil pemulih stamina yang tertanam di otaknya. Zi Mo tidak hanya mengirimkan pengetahuan tentang cara membuat pil, tapi juga berbagai resep dari tingkat pemula sampai tingkat legendaris.


Zi Mo datang membawa 5 set bahan yang diberitahu oleh Zi Long. Untuk membuat pil pemulih stamina hanya membutuhkan 4 herbal yang sangat umum ditemukan.

__ADS_1


Bahan yang dibutuhkan untuk membuat pil pemulih stamina adalah Three Petal Grass, Cinnamon Root, ginseng dan Green Jade Grass. Karena Hinata merupakan dokter dan juga sangat mengenal setiap bahan herbal di kehidupan lalunya, jadi tidak sulit untuk Hinata mengenali berbagai herbal di dunia ini yang memang sama dengan dunia sebelumnya, hanya namanya yang agak berbeda.


Hinata mengambil posisi di depan Violent Star dan menyemprotkan apinya ke dalam Violent Star, dia mengirim energi mentalnya dan berusaha menyesuaikan suhu serta nyala api agar sesuai.


Merasakan suhu sudah cukup, Hinata melempar Cinnamon Root ke dalam kaldron. Dengan konsentrasi dan langkah yang tertanam dalam pikirannya, Hinata mulai memurnikan Cinnamon Root hingga menjadi bubuk. Cinnamon Root dimurnikan oleh Hinata sebanyak 3 kali, hanya karena dia tidak dapat memurnikan yang keempat kalinya.


Hinata memisahkan bubuk Cinnamon Root dan dia memasukan green Jade Grass, dia juga memurnikan dengan 3 kali pemurnian. 1 jam berlalu, keringat membasahi kening Hinata. Api di kaldron berusaha dikontrolnya agar sesuai dengan suhu yang diperlukan. Saat selesai memisahkan Bubuk Green Jade Grass, Hinata memasukkan Ginseng, ginseng yang dimurnikan tidak menjadi bubuk melainkan cairan, napas Hinata mulai terputus-putus. Melihat itu, Zi Long dengan cepat membantunya dengan menyalurkan Qi spiritual pada Hinata.


Zi Long, Zi Bai dan Zi Mo tidak mengerti kenapa hanya dengan memurnikan bahan, Hinata sangat kelelahan, yang mereka tidak tahu adalah Hinata memurnikan bahan 3 kali yang menguras Qi spiritualnya.


Bahan terakhir yang Hinata murnikan adalah Three petal grass menjadikannya bubuk. Begitu semua telah selesai dimurnikan, Hinata mulai menyatukan semua bahan dan membentuknya menjadi pil.


Tiba-tiba, Hinata memiliki ide di dalam pikirannya, setiap bahan yang di murnikannya di bagi menjadi 3 bagian dengan ukuran yang sama. Perlahan dia mulai menyatukan semua bahan membentuknya menjadi pil.


Keringat semakin membasahi kening Hinata, kekuatan mentalnya hampir habis. Namun, dia masih berusaha untuk menyelesaikan pembentukan pil pertamanya.


Bang


Bang


Suara kaldron terdengar menandakan jika pil berhasil dibentuk, membuat 3 sosok yang selalu mendampingi Hinata merasa bahagia.


Shua


Hinata mengulurkan tangannya dan 3 pil berwarna hijau daun terbang keluar, dengan cepat Hinata memasukkan pil ke dalam botol porselen sebelum dia jatuh pingsan.


Zi Long dengan cepat mengubah wujudnya menjadi pemuda tampan dan mencegah Hinata agar tidak terjatuh di tanah.


Dia mengambil pil yang dimurnikan Hinata dan memanggil Zi Bai serta Zi Mo untuk menilai. Sementara Hinata masih berbaring dipelukannya, Zi Long mengamati pil tersebut. Mata ketiganya membulat tak percaya dan saling memandang.


"Zi Hua berhasil membuat pil untuk pertama kali, dengan 3 kali memurnikan bahan sebelum menggabungkan semua. Memang pantas dia sangat kelelahan."


Zi Mo sangat kagum dengan tingkat kemurnian pil pertama Hinata, padahal masih tahap percobaan dan berlatih, dia sudah berhasil membuat pil pertamanya, bahkan jika orang normal yang berhasil dengan 1 set bahan, dia hanya akan bisa membuat 1 pil, tapi Hinata berhasil membuat 3 pil dengan 1 set bahan.


"Sungguh gadis jenius, tidak salah menjadikannya master. Dengan begini, kita memiliki banyak permen untuk dimakan di masa depan."


Zi Bai sangat bahagia bahkan pernyataannya didukung oleh Zi Mo dan Zi Long.


"Zi Mo ambil beberapa tetes air danau dan minumkan pada Zi Hua! agar energi mentalnya cepat pulih dengan segera."


Zi Mo tanpa menunda langsung dengan cepat mengambil botol porselen yang berisi air danau, dan meminumkannya pada Hinata.


Merasakan Hinata akan sadar, Zi Long dengan cepat kembali ke wujud naga kecilnya membuat Zi Mo dan Zi Bai sweatdrop.


"Longlong kenapa kau tidak ingin Zi Hua melihat wujud manusiamu?"


Zi Long seketika dikelilingi aura gelap mendengar panggilan yang disematkan oleh Zi Bai untuknya.


"Belum saatnya dia melihat wujud manusiaku."


Tepat saat Zi Long menyelesaikan ucapannya, Hinata juga terbangun dan memandangi ketiga sosok yang mengelilinginya.


"Ugh membuat pil sungguh melelahkan."


Ketiganya dengan senang hati memandang Hinata dengan binar harapan terlihat jelas di mata ketiganya.


"Zi Hua berlatihlah lebih keras, dengan begitu kami memiliki permen di masa depan."


Zi Bai menyerahkan botol porselen yang berisi pil yang di buat Hinata dan mengatakan untuk terus berlatih.


Hinata merasa bingung dengan permen yang disebutkan oleh Zi Bai dan bertanya pada mereka.


"Maksud kami adalah pil yang kau murnikan. Asal kau tahu, kau itu sangat jenius, di percobaan pertamamu kau berhasil memurnikan pil dengan kemurnian tinggi seperti itu. Jika itu orang lain, aku yakin dia sudah pasti gagal."


Zi Bai sangat bangga melihat kemampuan Hinata, membuat Hinata tersenyum canggung.


"Baik, aku akan tinggal di sini selama sebulan untuk terus berlatih memurnikan pil untuk dijadikan permen kalian, tapi sisakan juga bagianku untuk berjaga-jaga."


Ketiga sosok lucu itu mengangguk dengan pasti, meski mereka sangat menyukai pil. Mereka tidak akan tega menghabiskan semuanya.


Selama sebulan Hinata berada di dalam ruang antariksa 7 lapis hanya untuk berlatih membuat pil, sesekali juga dia menyempatkan diri untuk berkultivasi serta melatih fisiknya.


Selama sebulan ini juga, Hinata telah berhasil membuat 3 jenis pil. Selain pil pemulih stamina, Hinata membuat pil pembekuan darah dan pil penambah darah.


Ketiga jenis pil ini masih termasuk pil di tingkat pemula. Semakin tinggi tingkat alkemis itu, semakin berkualitas pil yang dihasilkan meski pil adalah pil di tingkat pemula.


Secara umum, tingkatan Alkemis terbagi menjadi pemula/apprentice, Basic, Intermediate, High, Master, Grandmaster dan legendary. Untuk tingkatan seorang Weaponsmith juga sama.


Setiap tingkatan juga memiliki 3 level untuk maju ke tingkat berikutnya yaitu level Awal, Menengah dan Puncak.


Hinata hanya mengetahui tingkatan Alkemis dan master persenjataan secara menyeluruh, tapi dia tidak mengetahui tingkatan pembudidaya bela diri hingga tingkat tinggi.

__ADS_1


Yang diketahui Hinata tingkatan Qi Dasar adalah tingkat 1 sampai dengan 9 dan itu juga sama memiliki level awal, menegah dan puncak.


__ADS_2