Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Kemunculan Tang Hao dan Nalan Qingyu


__ADS_3

Keesokan harinya, Hinata dan Ao Xue keluar dari ruang dan itu masih awal, jadi mereka hanya duduk membaca beberapa manual keterampilan yang belum mereka kuasai sambil menunggu 6 kakak laki-laki mereka datang menjemput.


Tepat saat 1 jam berlalu, pintu mereka diketuk membuat mereka menyunggingkan senyum.


Membuka pintu, dan mereka disuguhkan 6 wajah tampan kakak laki-laki yang di atas rata-rata. Mereka berpikir jika mereka berada di dunia modern, 6 kakak laki-laki mereka pasti akan diburu oleh perusahaan pialang untuk dijadikan aktor, idola, dan model.


“Ayo!”


Suara Zhu Tian Mo memecah lamunan keduanya dan mereka mengangguk.


Hinata dan Ao Xue bergegas mengikuti 6 kakak laki-lakinya setelah mengunci pintu kamar mereka.


Berjalan bersama pemuda tampan dari sekte berbeda tentu ada beberapa orang yang memandang iri dan cemburu. Namun, mereka yang mengetahui identitas Hinata dan Ao Xue sangat santai ketika melihat mereka berjalan bersama.


Namun, karena peraturan turnamen yang sangat ketat, orang yang cemburu dan iri tidak akan memprovokasi lebih dulu. Jadi meski mereka merasa cemburu, mereka hanya bisa menahan sampai turnamen itu dimulai.


Lawan meninggal di arena, tidak akan ada yang menyalahkan mereka dan tentu itu akan menjadi ajang balas dendam bagi mereka yang memiliki dendam.


Jika Hinata adalah gadis yang gila urusan atau gadis yang peduli tentang sekitarnya, tentu dia akan melihat 2 orang yang tidak asing. 2 orang yang pernah menganggapnya sampah.


Ya, keduanya tidak lain adalah Tang Hai dan Nalan Qingyu. Tentu saja mereka berdua juga telah menikah dan berada di sekte yang sama, yaitu sekte Pedang Abadi.


Meski begitu, baik Tang Hao dan Nalan Qingyu sama sekali tidak mengenal Hinata sebagai Nalan Zi Hua sosok sampah dalam kultivasi.


Mereka berdua bisa berada di sekte pedang abadi, karena kebetulan saat keduanya selesai mengadakan upacara pernikahan mereka menyelamatkan salah satu tetua sekte tersebut hingga tetua tersebut membawa mereka sebagai murid.


Yang sangat kebetulan juga tetua tersebut melihat bakat keduanya. Andai kata mereka berdua tidak berada di Kerajaan kecil yang sangat miskin akan Qi spiritual, tetua saja keduanya akan memiliki kultivasi tinggi.


...

__ADS_1


Butuh waktu setengah jam berjalan kaki untuk Hinata dan yang lainnya sampai di depan gerbang paviliun harta karun. Ketika mereka sampai, mereka telah melihat antrean yang lumayan. Tentu saja lelang yang diadakan oleh paviliun harta karun saat ini adalah skala besar, dan mereka lebih siap.


Membutuhkan 1 jam lebih hingga tiba giliran Hinata dan yang lainnya.


“Undangan!”


Zhu Tian Mo mengeluarkan undangan dan memberikan pada penjaga tersebut, tapi penjaga tersebut mengernyit melihat jumlah rekan yang dibawa oleh Zhu Tian Mo, karena Zhu Tian Mo membawa 2 orang lebih dari jumlah yang tertera di undangan.


“Tuan, karena rekan yang Anda bawa lebih, Anda diharuskan membayar 100 koin emas untuk perorang.”


“Tidak masalah.”


Zhu Tian Mo juga tidak berdebat dan langsung mengeluarkan 200 koin emas kemudian memberikannya pada penjaga yang memeriksa undangan.


“Baiklah Tuan, Anda berada di ruangan pribadi nomor 10.”


“Ya.”


Di belakang mereka sosok berjubah hitam yang tidak lain sosok yang juga pernah memenangkan spirit soul water saat pembukaan rumah harta di Kekaisaran Taiyang benua Weixiang. Sosok tersebut menatap punggung Ao Xue dengan rumit, entah mengapa dia merasa jika dia memiliki kedekatan tertentu dengan gadis yang bahkan tidak dia kenali.


Tidak hanya saat ini, tapi saat dia melihat Ao Xue di rumah harta di Kekaisaran Taiyang.


Namun, dia tidak ingin memikirkan lebih dalam. Untuk saat ini dia masih harus mengumpulkan beberapa hal yang dia masih kurang. Dia berharap di pelelangan kali ini, dia bisa mendapatkan salah satu barang yang dia cari.


“Tuan, tempat Anda di lobi bangku nomor 436.”


“Ya.”


Seperti biasa, dia hanya mengambil tempat yang ada di lobi, dia tidak terlalu tertarik dengan ruang pribadi.

__ADS_1


Di sisi lain, Zhu Tian Mo dan yang lain telah memasuki ruang pribadi nomor 10, dan mereka bisa melihat orang-orang di lobi. Ruang pribadi juga tidak terlalu privasi sehingga jika kain tidak ditarik oleh orang yang berada di ruang pribadi, mereka juga bisa terlihat oleh orang di lobi dan mereka yang berada di ruang pribadi lainnya.


Mereka masih menunggu beberapa saat hingga kursi di lobi penuh dan semua ruang pribadi terisi.


“Ne Hua, Xue'er, jika ada yang kalian inginkan, katakan saja. Begitu juga dengan kalian yang mulia pangeran.”


Ji Jiu, Ji Chen, Ji Hui, Ji Liang dan Ji Xuan menatap Zhu Tian Mo dengan datar, tapi ada senyum di mata mereka.


“Karena kau yang mengajak kami, tentu saja kau juga yang harus membayar. Juga jangan panggil kami yang mulia pangeran, cukup panggil kami dengan nama, karena kita ini saudara yang dipersatukan oleh Hua'er dan Xue'er.”


Ji Chen menanggapi, dia juga meminta agar Zhu Tian Mo memanggil mereka dengan nama. Karena mereka tidak terlalu gila dengan gelar yang digunakan untuk menyebut mereka.


“Tidak masalah.”


Ada senyum di bibir Zhu Tian Mo, dia sudah lama mengetahui jika kepribadian pangeran dari Kekaisaran Taiyang tidak buruk.


Perlahan kursi di lobi mulai terisi dan ruang pribadi juga telah terisi.


Baik Hinata dan Ao Xue dapat merasakan atmosfer yang begitu tegang, mereka juga tentu sadar jika yang datang di pelelangan kali ini bukan orang yang sederhana, dan tentu mereka tidak bisa diremehkan.


Beruntung karena aturan turnamen, peserta semu dilindungi oleh pihak Kekaisaran Beiling, dan tentu tidak akan ada yang berani melukai mereka.


Jika pun ada yang berani, mereka tentu tidak takut dan akan melawan. Bukan mereka sombong, tapi siapa yang akan tinggal diam jika ada yang menyerang mereka? Terlebih mereka bukan jenis orang yang ingin diprovokasi.


Melihat kursi di lobi telah terisi penuh, dan sangat tertib, Hinata dan yang lainnya mulai merasa penasaran tentang apa saja yang dilelang oleh paviliun harta karun.


Mereka tentu berharap ada sesuatu yang menarik perhatian mereka. Mereka juga berpikir kemungkinan ada sesuatu yang dimiliki oleh paviliun harta karun, tapi tidak bisa didapatkan oleh rumah harta.


Karena lelang akan berlangsung dan barang yang dilelang tidak diketahui, tentu saja hal tersebut menjadi topik pembicaraan bagi mereka yang menghadiri lelang. Namun, keramaian yang terjadi kala mendiskusikan tentang item yang akan dilelang tiba-tiba berhenti begitu sosok pria paruh baya berdiri di atas panggung.

__ADS_1


Bagi mereka yang berada dari Kekaisaran Beiling tentu mengenali sosok tersebut.


__ADS_2