
Mereka berdua tidak bertanya lagi, setidaknya Sekte Bulan Darah tidak mempraktikkan ilmu sesat.
Zhu Tian Mo memberikan mereka token identitas untuk keduanya.
"Jika kalian ingin pergi ke sekte, cukup alirkan Qi spiritual kalian pada token di tangan kalian. Kalian akan muncul dengan sendirinya di depan pintu gerbang sekte, para murid dan Tetua juga mengetahui jika aku memiliki dua orang adik perempuan, tapi mereka tidak tahu jika kedua adikku itu telah meninggal."
Hinata dan Ao Xue tersenyum kecil dan mengangguk. Mereka tidak menyangka jika mereka membutuhkan token khusus untuk menemukan lokasi sekte.
"Setiap murid sekte bulan darah yang melihat kalian dan tato di kening kalian, mereka akan secara otomatis menghormati dan memperlakukan kalian dengan baik."
"Terima kasih Mo Ge, kami juga berencana memasuki sekte, tapi bingung dengan sekte apa yang cocok. Tidak menyangka jika saat ini kami menjadi nona muda Sekte Bulan Darah."
Ao Xue terkekeh pelan, di sampingnya juga Hinata tersenyum lembut.
"Tato bulan darah hanya Sekte bulan darah yang memiliki, tato tersebut tidak bisa dipalsukan, jadi tidak perlu khawatir jika kalian bertemu beberapa murid." Keduanya kembali mengangguk dan Zhu Tian Mo mengeluarkan dua pasang seragam sekte untuk diberikan pada Hinata dan Ao Xue.
"Ayo Istirahat, aku juga akan pergi besok, karena masih memiliki beberapa urusan. Jika kalian ingin pergi ke sekte, cukup alirkan Qi kalian ke token yang aku berikan."
"Uhm."
Mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat, Hinata dan Ao Xue juga menyimpan seragam sekte milik mereka.
Keesokan paginya saat Hinata dan Ao Xue bangun, mereka tidak mendapati keberadaan Zhu Tian Mo. Binatang ajaib juga tidak lagi mengelilingi tempat mereka.
Setelah merapikan diri, mereka segera melanjutkan perjalanan mencari herbal yang Hinata butuhkan.
...
Sekte Bulan Darah saat ini tengah ramai, karena kepulangan pemimpin mereka.
Meskipun sosok itu adalah pemimpin sekte, tapi sekte masih dikelola oleh ayah dari sosok tersebut.
"Selamat datang kembali tuan muda."
Banyak murid yang menyapa, tapi hanya diberi anggukan singkat olehnya. Sosok tersebut tidak lain adalah Zhu Tian Mo, senyum kecil yang ditunjukkan untuk Hinata dan Ao Xue tidak lagi terlihat, tapi wajah kaku dan aura sedingin es yang membuat setiap orang merasa takut.
Langkahnya mantap dan terus menuju di mana kediaman sang ayah berada.
Tok
__ADS_1
Hanya mengetuk sekali, pintu kediaman tersebut segera terbuka.
"Tian Mo menyapa Ayah.."
"Hentikan formalitasmu itu Mo.."
Zhu Tian Mo terkekeh dan duduk di kursi yang berhadapan dengan pria yang merupakan ayahnya.
"Apakah racun dinginmu telah sembuh?"
"Ayah tenanglah, aku telah terbebas dari racun dingin yang selalu menyiksaku setiap bulan purnama."
"Syukurlah." ada ekspresi lega di wajah pria tua itu saat mendengar anaknya tidak lagi menderita racun dingin.
"Ayah, aku telah menjadikan dua orang gadis sebagai adik perempuan. Salah satu dari merekalah yang membantuku mendetoksifikasi racun dingin yang aku derita sedari kecil.”
Pria yang disebut ayah memandang anaknya dan ada senyum di bibirnya.
"Lalu kenapa kau tidak membawa mereka kembali?"
"Mereka masih memiliki sesuatu untuk diurus, aku yakin mereka akan segera datang."
"Ayah tenang saja, oh nama kedua anak perempuan Anda adalah Ji Zi Hua dan Ji Ao Xue."
Mendengar nama kedua gadis yang telah menjadi anak perempuannya, bibir pria yang dipanggil ayah berkedut menahan kesal.
Pletak
Dia memandang anaknya dengan sengit seolah ingin menelannya hidup-hidup.
"Kau. Dari nama keluarga mereka, aku tahu jika mereka berasal dari keluarga kekaisaran Taiyang dan kau masih menjadikan mereka adikmu dengan ritual darah."
Sambil menggosok kepalanya, Zhu Tian Mo hanya tertawa canggung menyaksikan kemarahan ayahnya.
"Ayah jangan marah, mereka berdua hanya anak angkat Kaisar Taiyang, jadi tidak masalah, aku sudah menyelidiki semuanya sebelum kembali."
Pria yang disebut ayah itu akhirnya sedikit merasa tenang.
"Aku Zhu Jian akan menghukummu jika kau menggunakan darah kita lagi untuk mengangkat adik."
__ADS_1
"Aku janji tidak akan mengulangi lagi hal ini."
"Huh, itu bagus." Zhu Jian kemudian mengeluarkan sebuah gulungan dan menyerahkan pada Zhu Tian Mo.
"Coba lihat, mereka adalah kandidat yang aku pilih untuk menjadi peserta pertandingan 10 tahun sekali setelah mengamati mereka untuk waktu yang lama."
Zhu Tian Mo melihat nama-nama yang ada di kertas itu, dan hanya ada tujuh orang yang cukup relevan menjadi peserta.
Dia tidak meragukan penilaian ayahnya, tapi kenapa hanya tujuh orang?
"Ayah, apakah hanya mereka yang memenuhi persyaratan?"
"Ya hanya mereka. Keterampilan dan tingkat kultivasi serta sikap mereka yang selalu berpikir tenang, hanya itu saja yang cocok."
"Ayah tambah satu lagi saja."
"Mo, aku tidak memiliki kandidat lain lagi. Karena semua sekte belum mengetahui tentang kau yang telah menjadi pemimpin sekte, maka kau juga akan menjadi peserta dan untuk dua slot kosong yang tersisa, berikan saja pada kedua putriku itu."
Zhu Tian Mo tidak tahu harus menangis atau tertawa dengan sikap kekanakan ayahnya. Meski begitu, orang kekanakan tersebut adalah ayahnya dan dia hanya bisa patuh.
"Baik, aku akan menjadi peserta juga. Aku juga ingin bertanya, kapan kita berangkat ke benua Beiling?"
"6 bulan sebelum pertandingan dimulai, karena perjalanan ke sana membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 bulan."
"Kalau begitu, aku akan pergi dan mempersiapkan pelatihan untuk calon peserta. Untuk kedua adik perempuanku, tidak perlu khawatir. Mereka bahkan lebih kuat dari remaja seusia mereka dan dengan berani menjelajahi hutan mistik hanya dengan mereka berdua saja."
"Ya, ayah percaya pada penilaianmu terhadap kedua adikmu itu, tapi ayah semakin penasaran dan ingin bertemu mereka secepatnya."
"Tenang saja, ayah akan bertemu mereka cepat atau lambat." Menggenggam gulungan yang berisi nama calon peserta, Zhu Tian Mo berjalan keluar dan langsung memanggil ketujuh orang tersebut.
Zhu Tian Mo berniat melatih mereka dengan keras, karena pertandingan 10 tahun ini akan menentukan siapa sekte terbaik di seluruh benua.
Meskipun kabar tentang hadiah belum terdengar, tapi jika bisa menjadi sekte terbaik, itu sudah lebih dari cukup mengangkat nama baik Sekte Bulan Darah yang selalu memiliki reputasi jelek dengan mengatakan jika sekte bulan darah sangat misterius, karena mempraktikkan ilmu hitam dan bertentangan dengan moral manusia.
Karena orang-orang tersebut bukanlah bagian dari Sekte Bulan Darah, maka mereka tidak mengetahui wajah sesungguhnya Sekte Bulan Darah itu.
Hanya mendengar rumor dari orang yang tidak kompeten dan terus menyebar hingga masalah kecil menjadi besar.
*Aska.
__ADS_1