
Senyum manis tersungging di bibir Hinata dan Ao Xue begitu mereka menyelesaikan desain mereka.
Mereka berdua kemudian memandang Haocun dan Yuwen yang mengawasi mereka.
"Bisakah kalian meminta bawahan kalian untuk merenovasi bangunan utama kediaman Jenderal Ning dan salah satu toko miliknya yang kini telah menjadi milik kami sesuai desain ini?"
Hinata memberikan gambar desain bangunan yang dia gambar pada Haocun dan Ao Xue memberikan desain miliknya pada Yuwen.
Kedua pemuda itu menatap desain tersebut lama kemudian tersenyum.
"Baiklah, tapi akan butuh 3 bulan untuk selesai." Haocun tersenyum sembari membelai pucuk kepala Hinata.
Yuwen juga memperlakukan Ao Xue dengan lembut. Keduanya tidak lagi menolak seperti saat pertemuan pertama mereka.
Masih asyik bermanja-manja, salah satu anggota Death Flower datang melapor jika mereka telah mengumpulkan orang yang bisa dijadikan anggota baru.
Hinata mengeluarkan botol porselen berwarna Merah, jingga, Kuning, hijau, biru, Cyan dan ungu. Jumlah botol giok adalah 200 botol untuk setiap warnanya
"Di dalam botol porselen tersebut berisi racun yang telah aku modifikasi, berikan pada setiap calon anggota satu botol. Mulai dari botol berwarna merah, jika mereka sadar langsung berikan warna kuning dan seterusnya."
Mo Qing yang merupakan pelapor menjadi berkeringat dingin mendengar hal itu.
"Tidak perlu takut, aku melakukan ini agar mereka kebal terhadap racun sekaligus menguji tekad mereka." Mo Qing akhirnya mengerti, dia langsung menaruh kotak besar itu ke dalam cincin penyimpanan miliknya.
"Setelah mereka berhasil melewati sampai tahap botol ungu, segera temui Yin Yi dan Yin San! Minta mereka untuk melatih calon anggota baru."
"Ya Nona Xue, bawahan Anda patuh."
"Pergilah!"
Mo Qing segera menghilang dari hadapan keempat orang yang sedang bermesraan itu.
"Kalian juga segera pergi, kami masih memiliki urusan lain." Haocun sweatdrop mendengar pengusiran Hinata.
Dia kemudian tersenyum lembut dan mengecup bibir Hinata singkat dan menghilang.
Ao Xue belum melepaskan Yuwen dan itu membuat Yuwen mengernyit.
"Ada apa?"
"Hubby, bisakah kau mengumpulkan aku material ini? Aku sangat membutuhkan mereka." Ao Xue mengeluarkan kertas lain dan memberikannya pada kekasihnya itu.
__ADS_1
Yuwen membaca semua material yang ditulis oleh Ao Xue, dia tersenyum kecil. Meskipun beberapa material adalah material langka, tapi tidak mustahil baginya untuk mendapatkan.
"Baiklah Wifei, kau kerjakan urusanmu. Aku akan mengumpulkannya untukmu."
"Yei kau yang terbaik." Ao Xue segera mencium bibir Yuwen yang membuat Hinata memutar bola mata bosan.
Setelah berciuman cukup lama, Yuwen akhirnya pergi, Ao Xue langsung menghampiri Hinata.
"Apa yang kau minta dia kumpulkan Xue?"
"Hehehe, aku meminta dia mengumpulkan material yang akan aku gunakan untuk membuat gelas, cangkir, mesin pembuatan kopi, mesin pembuatan es krim dan mesin penggiling kopi serta material untuk beberapa perlengkapan lain."
Hinata tersenyum, dia hampir melupakan hal utama untuk cafe mereka.
"Hehehe aku hampir melupakan hal itu."
"Dasar kau ya, bagaimana? Apakah kita akan pergi ke hutan mistik sekarang?"
"Baiklah, aku membutuhkan beberapa herbal yang tidak tersedia di toko untuk membuat pil."
"Ya sudah, ayo pergi!"
Keduanya bergerak cepat keluar dari istana menuju hutan Mistik. Bagi mereka penduduk ibu kota, Hutan Mistik cukup berbahaya bagi praktisi yang lemah, tapi bagi mereka yang kuat, tidak akan menjadi halangan.
Jarak hutan mistik dari ibukota tidak cukup jauh. Keduanya pergi dengan menunggangi Singa Api Emas dan Zi Bai untuk menuju hutan Mistik.
Di gerbang, penjaga langsung mempersilakan mereka untuk pergi. Tidak ada yang tidak mengenali dua binatang ajaib yang ditunggangi Hinata dan Ao Xue.
Dengan kecepatan yang tidak normal, keduanya segera sampai di pinggiran hutan mistik.
Mereka turun dan memerintahkan binatang kontrak mereka untuk mengecilkan ukuran agar muda dibawa di pundak.
Mereka berdua memasuki hutan mistik dan kewaspadaan mereka juga meningkat.
Meski begitu mereka tetap terlihat santai saat memasuki hutan, Hinata terkadang mengambil herbal yang dilihatnya.
Dia tidak serakah hanya mengambil beberapa tangkai dan juga mengambil bibit untuk dia tanam di dalam ruang antariksa miliknya.
Terus memasuki hutan, hingga mereka mendengar pertempuran sengit.
Hinata dan Ao Xue saling memandang dan mencari lokasi pertempuran tersebut.
__ADS_1
Saat mendekati lokasi tersebut, mereka bisa melihat dua sosok yang saling bertarung. Satu sosok yang masih tampak muda dan satu sosok lagi yang tampak tua, keduanya adalah pria.
Saking sengitnya pertempuran tersebut, Hinata dan Ao Xue bahkan telah berada di puncak pohon dengan kotak pop corn yang entah mereka dapatkan dari mana bertengger manis di tangan mereka. Sambil memakan pop corn, mereka menyaksikan pertempuran yang cukup imbang itu, hingga pertempuran hampir mencapai akhir.
Kondisi kedua orang itu tidak terlihat baik, tapi kondisi pria tua agak lebih parah dari pemuda yang di lawannya.
"Cih, aku tidak akan menyerah sebelum membalas dendam cucuku."
"Hei pak tua, sudah aku katakan, aku tidak membunuh cucumu."
"Kau brengsek, aku tidak akan mempercayaimu."
Orang tua itu segera mengeluarkan keterampilan tinggi miliknya yang mungkin akan membuat dirinya hancur.
Pria yang tampak terlihat muda itu terkejut dan segera menghindar. Hinata dan AoXue segera memasuki ruang antariksa sebelum ledakan terjadi.
Dhuaaaaaar
Dhuaaaaaar
Blaaarrr
Ledakan besar terjadi di dalam hutan mistik sangat mengejutkan beberapa tentara bayaran dan para binatang.
Setelah asap memudar, sosok pria tua tidak lagi terlihat. Hanya pria yang tampak masih muda yang terlihat mengenaskan, meski masih memiliki kehidupan yang seperti seutas benang.
Merasa sudah aman, Hinata dan Ao Xue segera keluar dari ruang antariksa dan menghampiri pria yang tampak muda itu.
Keduanya saling memandang dan menggendong pria itu ke tempat yang agak baik.
Hinata mengeluarkan pil pembeku darah dan kotak medis untuk merawat pria itu.
Keduanya meneliti pria yang tampak muda. Di antara alis pria tersebut ada tato bulan berwarna merah yang tampak meneteskan darah.
Sangat tampan, tapi sayang, baik Hinata maupun Ao Xue tidak tertarik padanya melainkan penasaran pada pria itu.
Hinata dan Ao Xue dengan sabar merawat pria misterius. Entah apa yang mereka pikirkan hingga menolong orang yang tidak mereka ketahui apakah orang tersebut berbahaya atau tidak.
"Sepertinya kita harus menunda mencari herbal yang kau inginkan Hua."
"Uhm, merawat pasien lebih penting. Herbal yang aku cari juga tidak akan lari dari tempatnya kan?"
__ADS_1
Keduanya terkekeh lucu, mereka melihat langit yang mulai menggelap sehingga Ao Xue segera membuat Formasi untuk melindungi mereka dari bahaya malam hari.
*Aska