
Keesokan harinya, Hinata dan Ao Xue yang telah berlatih di dalam ruang antariksa keluar dengan penampilan segar.
Baru saja mereka keluar dari ruang antariksa 7 lapis, mereka mendengar pintu kamar mereka diketuk.
Keduanya saling menatap dan langsung melangkah membuka pintu untuk melihat siapa yang datang begitu pagi.
Saat pintu terbuka, mereka melihat wajah cantik seorang gadis dan dia tengah tersenyum sambil melambaikan tangannya. Tentu keduanya mengenali gadis tersebut, gadis yang tidak lain berasal dari sekte seribu racun.
Melihat gadis itu, tentu Hinata mengernyit, tapi ketika melihat mata gadis tersebut, dia kemudian terkekeh. Karena di mata gadis tersebut tidak menyimpan skema dan rencana licik lainnya, tapi murni ingin dekat dengan mereka.
Dia tentu mengenal gadis tersebut sebagai pengagum tunangannya, tapi karena gadis tersebut telah melepaskan hatinya, jadi dia dengan senang hati menyambut gadis tersebut.
“Hai, mau berkeliling bersamaku?”
“Tentu.” Hinata menjawab dengan lugas, dan Ao Xue memberikan anggukan.
Mereka bertiga melangkah menjauh dari kamar Hinata dan Ao Xue. Berdiri di luar penginapan, mereka melihat jalan sudah ramai orang berlalu lalang. Itu juga wajar karena akan ada turnamen besar.
Hinata melihat sekitar, tapi dia belum melihat tanda-tanda keberadaan 5 saudara kekaisarannya. Kemungkinan mereka belum sampai, karena penginapan untuk sekte dari benua yang sama berada dalam 1 gedung.
Hinata dan Ao Xue menatap Meng Qi Ying.
“Ke mana kita pergi lebih dulu?”
Mereka memang berencana berkeliling, tapi Ao Xue tidak tahu harus memulai dari mana.
“Bagaimana kalau kita ke paviliun harta karun? Aku mendengar karena akan diadakan turnamen, banyak barang bagus di sana. Siapa tahu kita beruntung bisa mendapatkan sesuatu yang baik.”
“Hm, bukan hal buruk.”
Mereka bertiga langsung pergi menuju paviliun harta karun, ingin tahu barang bagus seperti apa yang tersedia di sana.
Tidak lama setelah kepergian ketiganya, Zhu Tian Mo bersama 7 rekannya menghela napas karena terlambat menyusul Hinata dan Ao Xue, mereka takut jika 2 gadis itu akan tersesat. Namun, mereka tidak tahu jika Hinata dan Ao Xue telah mengenal ibukota Kekaisaran Beiling dengan baik, karena mereka berdua sempat berkeliling saat membantu Yun melahirkan.
__ADS_1
“Tuan Muda, bagaimana?”
“Sudahlah, kita pergi cari restoran untuk sarapan, mereka tidak perlu kita jaga. Toh, tidak ada yang berani memprovokasi mereka, tapi kalo ada yang berani, aku yakin mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri. Kalian juga tahu, mereka sudah lama berada di luar sekte dan keadaan mereka masih utuh dari rambut sampai kaki.”
“Baik.”
Mereka berdelapan langsung pergi mencari restoran untuk sarapan, tapi tidak menyadari jika Zhu Jian dan Meng Feng berdiri di belakang mereka.
“A Jian, apa kau tidak mengkhawatirkan putrimu itu?”
Zhu Jian terkekeh dan menggeleng.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, mereka, berdua lebih mengenal ibukota Kekaisaran Beiling ini daripada aku.”
Meng Feng menaikkan alisnya dan terkekeh, dia juga tahu jika Zhu Jian memiliki 2 putri, tapi dia tidak pernah melihat keduanya sejak keduanya masih kecil, itu karena Zhu Jian terlalu menyembunyikan putri berharganya agar tidak diketahui oleh musuh. Zhu Jian juga membiarkan keduanya tinggal di luar sekte yang tidak disangkanya membuat keduanya menjadi putri Kekaisaran Taiyang.
Di sisi lain, Hinata, Ao Xue dan Qi Ying tiba di depan paviliun harta karun. Mereka bertiga menatap tak percaya pada orang-orang yang berkumpul di depan pintu. Mengetahui berdoa banyak yang datang untuk ajang 10 tahunan, mereka tidak heran, tapi apakah harus sepagi ini?
Hinata berkata dengan tak berdaya. Jika ramai seperti itu, mereka tidak bisa masuk untuk sekadar melihat-lihat.
“Kalau begitu kita ke tempat lain saja.”
Ao Xue menyarankan, dan Meng Qi Ying langsung setuju. Meskipun mereka bisa menggunakan status mereka, tapi mereka tahu jika mereka tidak boleh pamer, terlebih ada banyak bakat dari 2 benua lainnya, dan tentu mereka harus terlihat elegan dan tampak misterius. Setidaknya itu yang dipikirkan oleh Meng Qi Ying yang tidak diketahui oleh Hinata dan Ao Xue.
“Kalau begitu ayo ke tempat penjualan binatang ajaib dan binatang iblis.”
Sekali lagi Meng Qi Ying menyarankan dan disetujui oleh Hinata dan Ao Xue, tapi melihat orang yang begitu banyak, entah mengapa Hinata merasa ingin menutupi wajahnya.
“Xue, Ying, bagaimana jika kita menutupi wajah kita, aku tidak ingin dikenali sebelum turnamen dimulai.”
“Ide bagus.”
Keduanya setuju dan langsung mengeluarkan cadar dari ruang penyimpanan masing-masing. Begitu mereka memakai cadar, aura mereka juga berubah dari gadis ceria dan lincah menjadi gadis dingin yang tidak bisa didekati.
__ADS_1
Merasakan aura masing-masing yang tiba-tiba berubah, mereka bertiga saling menatap dan kemudian saling menertawakan.
“Ayo pergi!!”
Mereka bertiga berbalik meninggalkan paviliun harta karun tanpa nostalgia menuju tempat penjualan binatang ajaib dan binatang iblis.
Namun, mereka bertiga tidak menyadari beberapa orang dari sekte berbeda dan benua berbeda menatap mereka dengan aneh. Mereka berpikir mengapa harus menyembunyikan wajah dengan cadar sekarang? Sedangkan mereka telah melihat wajah ketiganya.
“Ya 3 gadis aneh.”
“Cantik, tapi aneh.”
“Terserah.”
Dan masih banyak orang yang mengatakan kata-kata absurd untuk menggambarkan Hinata dkk.
Perjalanan menuju tempat penjualan binatang ajaib dan binatang iblis, mereka menyempatkan membeli jajanan yang dijajahkan di pinggir jalan untuk mengisi perut mereka. Maklum mereka belum sarapan ketika mereka keluar tadi, jadi wajar jika mereka agak lapar. Sampai di tempat penjualan binatang ajaib dan binatang iblis, mereka juga melihat cukup banyak pengunjung, tapi tidak sebanyak pengunjung di paviliun harta karun, dan itu membuat mereka lega.
Ketiganya memasuki toko, dan banyak binatang ajaib dan binatang iblis yang masih kecil berada di dalam sangkar. Mereka bisa melihat beberapa orang langsung membeli dan ada juga yang menawar.
Melihat Ao Xue dan Qi Ying langsung mencari binatang yang cocok untuk mereka, Hinata tidak bergerak, tapi dia melihat isi toko hingga pandangannya berhenti di salah satu sangkar yang mengurung seekor elang. Elang yang berada di dalam sangkar terlihat lemah dan sakit.
Hinata berkedip beberapa kali dan mendekati elang tersebut, tapi ketika jaraknya masih cukup jauh, seseorang menghentikan dirinya.
“Nona, jika Anda berniat membeli elang itu, sebaiknya batalkan niat Anda, karena elang tersebut sakit, dan tidak ingin patuh pada siapa pun.”
Hinata tertegun dan kemudian tersenyum sambil berterima kasih.
“Terima kasih, tapi aku ingin melihat lebih dekat.”
“Kalau begitu silakan.”
Orang tersebut yang tidak lain adalah salah satu pelayan di toko tersebut langsung mempersilakan Hinata untuk mendekati elang tersebut. Setidaknya dia telah melakukan kewajibannya dan telah memberi tahu pelanggan tentang kondisi setiap hewan/binatang yang mereka jual.
__ADS_1