Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Kasih Sayang Keluarga


__ADS_3

Melihat istana yang akan ditempatinya, Hinata tertegun. Istana itu tidak hanya luas, tapi sangat indah. Setiap lorong untuk mencapai Istana ditumbuhi pohon persik rindang makin memperindah pemandangan.


5 pangeran telah berhasil memilih pelayan untuk melayani Hinata. Hinata sih santai saja, karena sudah terbiasa dilayani saat menjadi pewaris Hyuuga.


Kedatangan Hinata dianggap keberuntungan oleh keluarga kerajaan dan dia sangat dimanjakan.


Kaisar juga mengundang seorang ibu bordir untuk bertanggung jawab atas pakaian Hinata. Dan semua harus berwarna ungu bahkan pakaian resmi Hinata juga memiliki sedikit warna ungu.


Berbanding terbalik dengan kehidupan Hinata yang kini terlihat sangat nyaman.


Kehidupan seorang gadis di kediaman Jendral besar kerajaan Taiyang sangat menderita. Penderitaan tersebut sama dengan yang apa dialami oleh Zi Hua sebelum Hinata menggantikannya.


Dan saat ini gadis itu kembali mengalami penyiksaan yang tidak sanggup lagi ditanggung oleh tubuhnya yang lemah.


"Kau hanya anak haram yang bahkan ibumu tidak mengetahui siapa ayahmu, hari ini kau harus mati dari pada harus menjadi aib kediaman Jenderal."


Ctak


Suara cambukkan terus menerus melukai tubuh gadis lemah itu. Dia meratap penuh kebencian dan mengutuk keluarga Jenderal yang memperlakukannya layaknya binatang, bahkan ibunya difitnah hingga mengakhiri hidupnya.


"Aku tidak pernah tahu apa salahku, hanya karena ibu mengandungku dan melahirkanku tanpa menikah, mereka menganggapku aib dan menyebabkan ibu meninggal."


Cambuk terus menghujani tubuhnya, tidak ada lagi rintihan atau erangan yang lolos dari bibirnya.


Dia sudah sangat akrab dengan rasa sakit, hingga membuatnya mati rasa.


2 orang gadis yang merupakan anak perempuan sah Jenderal yang merupakan pelaku penyiksaan gadis yang kini tak lagi bernyawa.


"Jie, sepertinya dia sudah mati. Ayo kembali! Aku sangat lelah."


"Baiklah Yu'er, setidaknya aib ini telah mati."


Kedua gadis itu berjalan kembali ke kediaman Jenderal dengan senyum lebar, merasa bangga karena telah membunuh seorang yang mereka anggap aib.


Di saat gadis malang itu meninggal, meski hari mulai gelap, tapi langit masih cerah, karena bulan purnama. Petir yang tiba-tiba muncul langsung menyambarnya.


Dhuaaar


Sang gadis dengan lemah kembali membuka matanya, mata yang tadi lembut dan penuh dendam digantikan oleh pandangan sedingin es tanpa sedikit pun emosi tercermin.


Dia ingin bergerak, tapi rasa sakit di tubuhnya langsung membawanya kembali ke kenyataan.


"Apa yang terjadi?"


Gadis itu kembali mengingat kejadian beberapa menit. Seolah dia tidak menyadari jika dia merupakan gadis bisu.


Dia dan regunya baru saja berhasil menyelesaikan tugas dan misi mereka, tapi sayang, pesawat yang membawa mereka kembali tiba-tiba meledak. Dia seorang Mayor Jenderal militer di abad 23, mahir dalam semua bidang seni beladiri maupun menggunakan berbagai senjata berbeda. akhirnya


Hingga beberapa fragmen ingatan yang bukan miliknya menyerbu masuk membuatnya kesakitan. Dari ingatan pemilik tubuh asli, dia mengerti jika dia menyeberang ke dunia lain yang bahkan tidak ada di dalam sejarah.


Dunia tempatnya berada saat ini disebut benua Weixiang memiliki 3 kekaisaran yaitu Yueliang, Taiyang, Xing. 3 kekaisaran memiliki 7 kerajaan kecil di bawah mereka, tapi tubuh yang ditempatinya saat ini tidak memiliki nama, bahkan hanya diperlakukan layaknya binatang di kediaman Jenderal, ibunya meninggal tepat saat melahirkannya dan tidak bisa menanggung beban fitnah ditambah tubuhnya ini adalah gadis bisu.


Bukannya tidak tahu cara berbicara, tapi karena dibesarkan layaknya binatang jadi dia tidak tahu caranya berbicara.


"Ckckck gadis malang, aku janji akan membalaskan dendammu pada mereka yang menyakitimu dan mulai detik ini kita adalah satu dan aku akan menggunakan namaku karena sebelumnya kau tak memiliki nama."


Dia sama sekali tidak bisa bergerak karena kesakitan, luka lama belum sembuh, tapi luka baru kembali diberikan. Dia adalah Long Aoxue, Mayot jenderal wanita termuda di generasinya. Hanya karena luka di tubuhnya tidak akan menghentikan niatnya.


Hingga langkah kaki memasuki pendengarannya membuat Long Aoxue menjadi waspada, tapi apa daya tubuhnya sangat lemah dan lukanya sangat parah.


Hanya bisa menggertakkan giginya dan mengutuk atas ketidakberdayaan tubuhnya, hingga seorang gadis dengan surai ungu berdiri kaku di depannya.

__ADS_1


"Malam-malam begini, ngapain gadis ini berada di hutan. Beruntung hutan ini sepertinya aman."


Long Aoxue dapat melihat jejak kepanikan dan khawatir di mata gadis itu. Dia melihat gadis itu melihat sekitar untuk mencari seseorang.


"Tenanglah aku tidak akan menyakitimu."


Gadis itu mengeluarkan kotak medis entah dari mana dan mengobati lukanya. Dia melihat gadis yang seluruhnya ungu kecuali kulitnya, mengeluarkan botol porselen.


"Ini telanlah."


Long Aoxue ragu, tapi dia memilih mempercayai gadis di depannya dan meminum pil yang diberikan gadis itu.


Sekejap tubuhnya terasa hangat dan dipenuhi energi membuatnya terkejut dan berpikir. Dunia macam apa yang didatanginya? Karena tubuh gadis yang ditempatinya tidak pernah keluar dari manor jenderal, bahkan dibesarkan bersama binatang membuatnya tidak tahu tentang kultivator dan sebagainya. Pemilik tubuh asli hanya tahu tentang benua dan negara, karena dia sering mendengar para pelayan bercerita.


"Apa kau bisa bergerak?"


"Tubuhku terlalu lemah."


Gadis itu mengangkat Long Aoxue dan menaruh di punggungnya.


"Tahan, aku akan membawamu ke kediamanku."


"Terima kasih."


Gadis itu kembali ke kediamannya dengan seorang gadis seusianya yang saat ini berada di punggungnya. Setengah jam lalu, dia kabur dari kediamannya karena kelakuan sang kakak yang terlalu berlebihan menurutnya.


Bayangkan saja, dia punya sepasang tangan, tapi itu tidak berguna, karena kakak ke tiganya ingin menyuapinya, pokoknya perlakuan tersebut kelewat berlebihan membuatnya tak berdaya.


Dia berjalan dengan kesal menuju hutan sambil bergumam tak jelas serta menghabisi beberapa binatang iblis yang menghalanginya, hitung-hitung latihan hingga dia mendengar suara rintihan dan berjalan menuju arah itu.


Dia melihat gadis yang dipenuhi luka di sekujur tubuhnya hingga membuatnya mematung dan khawatir. Hingga niat konyol terlintas di benaknya.


Long Aoxue yang malang tidak menyadari pikiran nista sang gadis yang menyelamatkannya, tapi yang jelas kasih sayang keluarga yang dulu sangat diinginkannya telah menunggunya.


"Kau bisa memanggilku Zi Hua dan siapa namamu?"


"Long Aoxue."


"Long Aoxue?"


Beo Hinata yang merupakan gadis yang menyelamatkan Long Aoxue yang saat ini berada di gendongannya.


"Hmmp"


"Namamu mirip dengan seorang mayor jenderal wanita yang sangat kukagumi, selain Mayjen AoXue ada Letnan Jing yang juga sangat kereen dan sangat tampan meski wajahnya sedatar tembok." ujar Hinata dengan menggebu-gebu tak menyadari reaksi gadis di gendongannya.


Di kehidupan pertamanya, Hinata sangat mengagumi kedua tokoh militer cina tersebut. Bukan karena penampilan mereka yang cantik dan tampan, tapi karena prestasi keduanya di usia muda.


"Kau kenal mereka?" Dengan rasa ingin tahu, Long Aoxue sedikit memancing Hinata untuk menguji apa yang dipikirkannya.


"Tentu, keduanya merupakan tokoh militer yang aku kagumi, karena prestasi mereka di usia muda mereka..."


Hinata perlahan menyebutkan apa saja prestasi yang pernah didapat oleh Long Aoxue dan Letnan Jing yang disebutnya, membuat Long Ao Xue yakin jika Hinata dari dunia yang sama dengannya.


"Apa yang kau katakan semua memang kebenaran, tapi saat ini aku tidak tahu kondisi Letnan Jing dan yang lainnya. Apakah mereka selamat atau tidak, karena pesawat yang akan membawa kami kembali dari misi meledak."


Hinata berhenti dan membatu di tempat, Long Aoxue menyeringai merasakan reaksi Hinata.


"Biar ku tebak! Kau juga berpindah dimensi sama sepertiku kan?" Hinata gelagapan dan panik seketika. Kemudian meminta Long Aoxue untuk diam.


"Dengar Mayor Jenderal! Jangan pernah membocorkan situasi kita pada siapa pun."

__ADS_1


Di dalam ruang antariksa, 4 sosok memasang wajah tak peduli saat tahu jika tuan mereka bukanlah dari dunia ini. Meski tak peduli, tapi mereka sempat terkejut, tapi dengan cepat ditutupi.


"Baiklah, aku janji ini hanya rahasia kita berdua."


Hinata melanjutkan langkahnya keluar dari hutan, hingga tiba di tepi hutan dan mendapati 5 sosok yang kini berdiri menjulang memasang wajah dingin ada pula yang tersenyum, tapi senyumnya sangat menyeramkan bagi Hinata.


Long Aoxue memilih diam dan waspada melihat 5 sosok pemuda di depannya memandang Hinata dengan raut kekhawatiran dan wajah galak.


Hinata kini telah memasang wajah memelas pada kelima kakaknya itu. Berharap mereka tidak menceramahinya.


"Dage, Anii-ue, Anii-sama, Aniki, gege tolong jangan marah! Lihat, aku menemukan adik perempuan untuk kalian."


Keluarga kerajaan telah sepakat dengan Hinata untuk panggilan yang akan digunakan Hinata untuk mereka. Hinata akan memanggil Kaisar dengan sebutan Chichi-ue dan Ratu dengan sebutan Haha-ue, selir Yun dengan sebutan Kaa-sama dan Seliar An dengan sebutan Kaa-san.


Menurut Hinata penyebutan ibu selir sangatlah merendahkan derajat perempuan, maka dari itu dia menyarankan cara penyebutan seperti itu pada Kaisar. Bahkan untuk kelima pangeran, Putra Mahkota dia memanggilnya dengan Dage yang berarti kakak pertama atau kakak besar, pangeran Kedua dengan sebitan Anii-ue, pangeran Ketiga adalah Anii-sama, pangeran keempat Aniki, sedangkan untuk Ji Xuan tidak berubah dan dia akan memanggilnya Gege.


Dengan segala macam alasan Hinata utarakan, hingga Kaisar setuju dengan penyebutan seperti itu. Lagi pula penyebutan seperti itu memang digunakan untuk para bangsawan Jepang.


Kelima pangeran itu melirik Long Ao Xue yang berada di punggung Hinata, wajah garang mereka kini diliputi oleh kekhawatiran jelas. Apalagi Ji Xuan, dia tiba-tiba mengingat apa yang dialami Hinata menurut cerita Hinata sendiri, tapi sepertinya yang dialami gadis ini jauh lebih kejam.


Sekejap rasa posesif dan ingin melindungi gadis di punggung Hinata menyeruak di hati para pangeran. Dan diam-diam berpikir dalam benak mereka.


"Hehehehe bagus bagus bagus, kami memiliki satu lagi adik perempuan yang harus di manjakan."


"Baiklah Imouto, berikan meimei padaku!" Hinata memandang Ji Hui dengan aneh dan tak yakin.


"Anii-sama apa kau yakin? Kau kan terobsesi dengan kebersihan."


Seketika wajah Ji Hui yang dipenuhi senyuman berubah datar dengan apa yang dikatakan Hinata.


"Kalau untuk meimei, aku tidak keberatan." Hinata memandang Long Aoxue sejenak lalu kembali memandang Ji Hui dan mengangguk.


"Baiklah."


Kini Long Ao Xue berada di gendongan Ji Hui, tapi bukan di punggung. Long Aoxue yang masih tampak linglung karena dia dipanggil meimei oleh pemuda yang Hinata sebut Anii-sama.


Dia tahu jika Hinata dari dimensi yang sama dengannya, tapi dari penyebutan mereka gunakan adalah dari negara Jepang. Di kehidupan pertamanya, Long Ao Xue merupakan yatim piatu dan hanya dibesarkan oleh kakeknya hingga dirinya berusia 15 tahun dan kakeknya meninggal.


Dia sangat menginginkan kasih sayang dari orang tua lengkap serta beberapa saudara, tapi dia sadar itu hanya impian kosong. Linglungnya Ao Xue karena dia takut jika semua itu hanya mimpi.


"Kita bawa dia ke Istanaku, dan mungkin perjamuan untukku akan kita tunda dulu."


Semua memandang Hinata, mereka setuju dengan apa yang dikatakan Hinata, karena mereka kedatangan satu gadis lagi untuk dijadikan adik, maka perjamuan harus ditunda.


"Oke, itu bukan ide buruk. Lagi pula kita memiliki seorang adik perempuan lagi." Ji Jiu dengan cepat menyuarakan dan menyetujui apa yang diucapkan Hinata.


"Ugh, aku lelah. Gege gendong!!" mendengar rengekan Hinata sukses menyadarkan Ao Xue dari linglungnya, membuatnya hampir tertawa, tapi karena semua badannya masih sakit jadi ditahannya, meski tidak sesakit saat pertama dia bangun, karena telah meminum pil yang diberikan Hinata.


Ji Xuan yang memasang wajah poker kini melembut mendengar rengekan Hinata. Baru saja dia ingin menggendong Hinata, tapi dia di dahului oleh Ji Chen.


Ji Xuan hanya bisa menghela napas dan tersenyum kecil, meski sedikit kesal karena tidak bisa menggendong sang adik.


Sangat cepat ketujuh sosok itu kini telah berada di Istana milik Hinata. Hinata memerintahkan pelayan mengambil bak mandi dan menyiapkan kamar kosong untuk Long Ao Xue. Bak mandi itu yang diminta Hinata itu kosong tanpa air.


Hinata tanpa pikir panjang mengisi bak mandi itu dengan Recovery Soul Water. Dia memerintahkan kelima kakaknya untuk menunggu di luar dan dia memasukkan Long Ao Xue ke dalam bak mandi itu.


Hinata juga menyiapkan pakaian untuk Long Ao Xue dan memberinya beberapa pil lagi, agar Long Ao Xue pulih dengan cepat. Hinata juga meminta pelayan untuk membuatkan bubur. Dia tahu jika tubuh Long Ao Xue saat ini sangat lemah dan belum bisa mencerna makanan normal dan hanya bubur yang cocok.


Long Ao Xue yang saat ini berendam dalam bak mandi merasa lega dan segar serta nyaman hampir membuatnya tertidur hingga rasa sakit yang seolah mengiris dagingnya serta tulangnya yang Seolah disikat oleh parut, membuatnya meringis.


Keringat membasahi dahinya, dia berusaha menahan rasa sakit yang dirasakannya hingga semua kotoran dalam tubuh dan tulangnya berhasil dikeluarkan.

__ADS_1


__ADS_2