
Keesokan harinya, meski masih cemas, Ao Xue dan yang lainnya masih pergi ke arena, karena saat ini adalah pertandingan pemurnian senjata. Mereka hanya berharap Hinata cepat bangun.
Bukan hanya mereka yang khawatir, tapi juga murid Sekte Angin Musim Semi, mereka mencemaskan keadaan Bai Wei Xiang. Namun, mereka tidak menunjukkan di wajah mereka dan berusaha untuk tenang menghadapi turnamen, lagi pula mereka siap untuk pemurnian senjata.
Selain Qi Lan Xia, ada juga 2 lagi yang akan turun ke arena untuk bertanding.
Setibanya mereka di Koloseum, mereka melihat aura gelap dari peserta Sekte Bulan Darah dan beberapa orang dari sekte lain yang berasal dari benua Weixiang.
Mereka juga melihat 2 kursi Demon Lord kosong yang berarti kedua orang itu mungkin sedang bersama Bai Wei Xiang dan murid dan Sekte Bulan Darah. Mereka kemudian melihat ke arah Qi Lan Xia.
“Xia'er, apakah kau juga merupakan kekasih salah satu Demon Lord?”
Qi Lan Xia melihat ke arah rekannya dan tersenyum tipis. Walaupun dia tidak menjawab, tapi senyumnya telah mewakili jawabannya.
Beberapa orang itu menghela napas, dan tidak pernah menyangka jika 2 rekan mereka mampu membuat 2 Demon Lord takluk.
Ketika semua peserta telah lengkap, Lu Bai naik dan memandu jalannya pertandingan kali ini.
“Baiklah semua, seperti biasa. Hari ini merupakan hari ketiga pertandingan dan merupakan hari pertandingan pemurnian senjata. Kita semua tahu, selain pil yang menjadi kebutuhan hidup kita para praktisi, tentunya senjata tidak jauh berbeda. Pemurnian senjata kali ini tidak terlalu rumit, hanya ada 2 sesi. Sesi pertama adalah membuat senjata dari formula yang disediakan oleh penyelenggara, dan sesi kedua kalian bisa menggunakan formula kalian masing-masing. Untuk materi, pihak penyelenggara juga telah menyediakan dan kalian hanya perlu mengambil materi yang kalian perlukan. Peserta yang ingin bertanding di pemurnian senjata, silakan maju!”
Kali ini dari Sekte Bulan Darah mengirim Ao Xue dan Lin Tian. Mereka berdua maju dengan tenang dan menilai beberapa orang dari sekte lainnya yang menjadi lawan mereka kali ini.
Pemurnian senjata sangat berbeda dengan pembuatan pil meski mereka juga menggunakan kaldron. Jika pil dibuat dari herbal dan inti binatang spiritual, ketika pil itu jadi, itu bisa langsung dikonsumsi, tapi senjata berbeda. Walaupun senjata telah selesai dibuat, tapi itu tidak bisa digunakan, karena para pemurnian senjata masih harus menerapkan formasi array pada senjata yang membuat senjata bisa disebut senjata spiritual.
Senjata tanpa formasi array tidak lebih dari tumpukan besi semata.
__ADS_1
Formasi Array ini terbagi menjadi 2, yaitu ofensif dan defensif. Semakin tinggi penguasaan terhadap penguasaan formasi array, semakin kuat juga senjata yang dihasilkan.
Tingkatan formasi array sendiri dimulai dari tingkat 1 sampai tingkat 9, dan itu sangat sulit untuk dikuasai. Jika seorang pemurni senjata dapat menguasai formasi array tingkat 9, maka orang itu mampu menciptakan senjata yang disebut senjata Dewa.
Bahkan Ao Xue yang sangat berbakat dan bahkan menggunakan ruang antariksa 7 lapis untuk berlatih, dia saat ini hanya mampu menguasai formasi array tingkat 6, dan tentu saja saat ini dia telah berada di tingkatan intermediate puncak.
Menurut Ao Xue mempelajari formasi array terbilang sulit, tapi jika dia diberi waktu lebih lama, bukan tidak mungkin dia akan menguasai formasi array tingkat 9. Setidaknya itu yang dipikirkan Ao Xue.
“Baiklah, kalian bisa memilih kaldron yang akan kalian gunakan. Setelah itu kaldron lain akan disingkirkan.”
Begitu ucapan Lu Bai kembali terdengar, peserta pemurnian senjata segera maju, tapi beberapa orang tidak terburu-buru dan salah satu adalah Ao Xue dan Qi Lan Xia.
Setelah mereka semua memilih, Lu Bai mengangkat tangan dan beberapa orang langsung datang untuk menyingkirkan kaldron yang tersisa.
Mendengar waktu yang diberikan, tidak ada yang terkejut, karena mereka tahu jika pemurnian senjata secara alami akan memakan waktu untuk menerapkan formasi array.
Beberapa orang segera berjalan menuju meja besar di mana material ditempatkan.
Ao Xue sendiri masih tenang menyaksikan beberapa orang memilih material, setelah beberapa saat barulah dia maju untuk memilih.
Selesai memilih material, Ao Xue langsung melangkah menuju kaldron yang dia pilih. Pertama, dia menerapkan formasi di sekitarnya, baru setelah itu dia mulai proses membuat senjata.
Pertama dia menyebarkan kekuatan mentalnya ke arah kaldron, kemudian menggunakan api spiritual untuk memanaskan kaldron sampai suhu tertentu.
Merasa suhunya pas, Ao Xue mulai memasukkan material satu persatu dan meleburkan secara berurutan. Kali ini bayangan senjata yang ingin dia buat telah terpatri di dalam benaknya. Sementara dia meleburkan material, dia terlihat sangat santai bahkan dia masih tersenyum.
__ADS_1
Setelah semua material telah melebur, dia mulai menyatukan semuanya dan membentuk menjadi senjata.
Ini adalah sesi pertama jadi tentu senjata yang dia buat merupakan senjata yang ditentukan oleh pihak penyelenggara. Maka dari itu dia tidak perlu repot untuk memikirkan bentuk senjata yang akan dia buat.
Melihat dengan kekuatan mental miliknya, senjata yang berbentuk pedang pendek hampir selesai dan Ao Xue segera menggunakan tangan kirinya yang bebas untuk mengukur formasi array di udara. Dari kecepatannya mengukir, beberapa tetua dan ahli persenjataan menatap takjub.
Kecepatan Ao Xue mengukir formasi array sama dengan kecepatan Qi Lan Xia. Kedua gadis itu sangat mengejutkan pemimpin dan tetua dari lembaga persenjataan.
Di usia yang begitu muda, kedua gadis kecil itu telah mampu mengukir formasi tingkat 6, bahkan pemimpin lembaga persenjataan saat ini hanya mampu mengukir formasi array tingkat 7.
Tentu saja Ao Xue tidak mengetahui kebenaran ini, dan Qi Lan Xia sendiri tentu saja dia tahu, hanya dia menganggap jika orang-orang itu tidak bekerja lebih keras.
Menurutnya, jika kau bekerja keras, kau akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Untuk mendapatkan sesuatu, kau harus berjuang. Di dunia, tidak ada yang diperoleh tanpa usaha.
Setelah selesai mengukir formasi array di udara, Ao Xue langsung memandu formasi tersebut untuk diterapkan dalam senjata yang dibuatnya.
Begitu formasi array bergabung dengan senjata, Ao Xue membuat segel tangan rumit kemudian mengarahkan kekuatan spiritualnya ke arah senjata.
Pedang pendek itu tentu tidak lagi berada di dalam kaldron, tepi telah melayang di atas kaldron dan terus berdengung seiring dengan Ao Xue terus mengalirkan kekuatan spiritual dan mentalnya agar formasi array dan senjata menjadi singkron.
Langkah ini adalah yang tersulit, jika konsentrasi terganggu, itu akan gagal dan senjata hanya bisa menjadi tumpukan besi rusak.
...
__ADS_1