Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Tidak Layak


__ADS_3

"Aaaaaahhh"


Selepas kepergian Hinata, kedua pasangan itu berteriak, karena celana yang mereka kenakan melorot.


Nalan Qingyu langsung terduduk dan sangat malu, bahkan Tang Hao yang merupakan tunangan Nalan Zi Hua juga terkejut, karena celana yang mereka kenakan melorot tanpa alasan.


Karena suara teriakan mereka terlalu keras, semua keluarga inti Nalan, bahkan pemimpin Clan Nalan juga datang melihat.


"Apa yang kalian lakukan?"


Nalan Ye sangat marah melihat perilaku anaknya menggoda tuan muda Tang yang merupakan tunangan Nalan Zi Hua, meski dia mengabaikan gadis itu, tapi dia masih menghormati ayah dari Nalan Zi Hua.


"Kenakan kembali celana kalian, lalu temui aku di aula depan!”


Suara Nalan Hong sangat dingin sehingga membuat kedua orang tersebut merinding.


Nalan Qingyu merupakan gadis berbakat di Kekaisaran Qu, di usianya yang 16 tahun dia telah berada di Qi dasar tingkat 3, perlu diketahui jika seseorang berkultivasi akan memakan bertahun-tahun untuk dapat naik tingkat. Seseorang akan mulia berkultivasi begitu menginjak usia 5 tahun dan melalui tes bakat untuk mengetahui unsur apa saja yang dimiliki seseorang sebelum mulai berkultivasi.


Yang artinya untuk menyelesaikan 1 tingkat, Nalan Qingyu harus berlatih selama 5 tahun. Rata-rata orang di kekaisaran Qu harus berlatih selama 6 atau 7 tahun untuk naik tingkat. tidak hanya itu, Nalan Qingyu juga sangat berbakat dalam bidang kedokteran yang merupakan profesi Klan Nalan, bahkan sang ayah, Nalan Ye berusaha mencari guru agar Nalan Qingyu dapat belajar alkimia.


Tang Hao sendiri yang saat ini usianya 22 tahun hanya berada di tingkat 4 Qi dasar dan merupakan seorang jenius di kekaisaran Qu.


Keduanya berjalan mengikuti para penatua menuju aula depan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.


Tang Hao dan Nalan Qingyu keduanya berlutut di depan Nalan Hong.


"Pemimpin Nalan maaf atas kejadian tadi. Junior ini sangat mencintai Qingyu, jadi junior akan bertanggung jawab dan membawa Qingyu sebagai istri."


Bang


Nalan Hong memukul meja, karena sangat marah dengan apa yang dikatakan oleh Tang Hao.


"Tang Hao, kau adalah tunangan Zi Hua, jika pun kau ingin membawa Qingyu, itu hanya bisa membawanya sebagai selir."


"Pemimpin, Junior tidak menyukai Zi Hua dan tujuan Junior kesini adalah untuk membatalkan pertunangan dengan Zi Hua bukan untuk menetapkan hari pernikahan."


Prok prok prok


Suara tepuk tangan terdengar dari pintu, membuat semua mengalihkan pandangannya.


Mereka bisa melihat seorang gadis cantik mengenakan hanfu putih bercampur ungu dan wajahnya yang ditutupi oleh cadar.


"Tuan muda Tang, Nona ini tidak keberatan, tapi bukan Anda yang akan membatalkan pertunangan ini."


Hinata melangkah menuju di mana Nalan Hong duduk dan memberi hormat.


"Zi Hua memberi hormat pada Kakek."


"Hahahaha Hua'er, kemari duduk di samping kakek, kakek sangat merindukanmu."


"Terima kasih kakek, Kakek tolong beri aku alat tulis."


"Bawa alat tulis untuk nona keempat."


Setelah mengucapkan perkataan tersebut semua tercengang, yang mereka tahu adalah Nona keempat Nalan tidak tahu cara menulis bahkan membaca. Jadi untuk apa alat tulis itu?"


Begitu seorang pelayan membawa alat tulis, Hinata langsung menyambarnya dan mulai menulis surat perceraian.


'Aku Nalan Zi Hua, nona muda keempat Klan Nalan dengan ini menceraikan Tang Hao, tuan muda ke 2 dari Klan Tang, karena tidak layak untuk menjadi suami nona ini.'


Hinata menggigit jarinya dan meneteskan darahnya pada kertas tersebut.


"Kakek, aku sudah menuliskan jika aku Nalan Zi Hua menceraikan Tang Hao, jadi di antara kami tidak ada hubungan."


Nalan Hong mengambil kertas perceraian tersebut dan tercengang melihat betapa indahnya tulisan Nalan Zi Hua.


"Tidak masalah, jika kau menginginkannya, maka kakek tidak akan melarangnya."


"Terima kasih kakek. Zi Hua juga ingin menyampaikan pada semua yang ada di sini, jika mulai saat ini Nalan Zi Hua bukan lagi bagian dari klan Nalan."


Hinata berbalik dengan anggun dan meninggalkan semua yang tercengang dengan deklarasinya.


"******, berani-beraninya menceraikanku."


"Sampah tak berguna sejak kapan dia bisa menulis, dan aku sangat senang jika kau meninggalkan klan Nalan, karena sesungguhnya kau bukanlah bagian dari klan Nalan melainkan bajingan yang tidak diinginkan oleh keluargamu sendiri."


"Zi Hua tunggu, apa maksudmu dengan bukan bagian klan Nalan?"


Nalan Hong mengejar Hinata dan menghentikannya.


"Kakek, terima kasih karena telah membesarkanku meski mengabaikanku. Aku sudah tahu semuanya, jika aku bukanlah bagian dari klan Nalan. Aku berniat pergi untuk mencari tahu asal usulku serta mencari kedua orang tuaku."


Nalan Hong menghela napas dan menarik Hinata ke ruang kerjanya.


"Duduk!"

__ADS_1


"Kakek."


Nalan Hong mengeluarkan kotak kecil dari lacinya dan memberikan pada Hinata.


"Zi Hua, di dalam kotak ini adalah benda yang ditinggalkan ayahmu saat membawamu padaku. Setelah menitipkanmu padaku, dia pergi untuk mencari ibumu."


Hinata mengambil kotak tersebut dan ingin membukanya, tapi dicegah oleh Nalan Hong.


"Bukalah saat kau lagi sendiri."


"Baik, kakek kalau begitu Zi Hua pergi."


"Berhati-hatilah, karena kau belum cukup kuat."


"Ya."


Hinata memberi hormat pada Nalan Hong, lalu pergi tanpa berbalik lagi. Dia berjalan meninggalkan kediaman Nalan.


"Zi Hua, pergilah membeli herbal serta kaldron sementara untukmu belajar membuat pil."


"Baik, apa perak dan emas itu cukup?"


"Bicara apa kau? Kau mencuri semua emas dan perak dari perbendaharaan Klan Nalan. Itu lebih dari cukup jika kau ingin membeli kaldron tingkat rendah."


"Uhm, tapi aku rasa ini belum cukup untuk menghidupiku selama perjalanan."


"Jika kau merasa belum cukup, pergilah ke perbendaharaan kerajaan. Aku jamin di sana lebih banyak harta berharga."


"Woaah Zi Long, idemu cukup menakjubkan."


Hinata berbinar, sedangkan Zi Bai memutar bola matanya dan bergumam.


"Pencuri tak bermoral."


Hinata berkeliling kota kerajaan Qu, menikmati hari terakhirnya di kerajaan kecil ini. Pergi ke pasar membeli semua bumbu dan persediaan makanan serta membeli banyak herbal.


Hinata telah berkeliling, tapi tidak menemukan satu pun toko yang menjual kaldron pemurnian.


"Cari penginapan dulu untuk beristirahat sebelum kita merampok perbendaharaan istana nanti malam."


"Hehehe baik."


Hinata tersenyum lebar membayangkan harta apa saja yang ada di istana.


"Kenapa kaldro sangat susah di dapat?"


"Seperti itu, tapi kau tahu banyak ya Zi Long?"


"Itu karena aku telah menerima warisan dari leluhurku sejak aku pulih, meski pun aku mengetahui banyak, tapi aku juga harus merahasiakan hal yang belum bisa kau tahu demi keselamatanmu."


"Aku mengerti."


Hinata memasuki penginapan dan menyewa kamar untuk satu malam. Hinata memasuki kamarnya dan mengunci pintu dengan rapat, lalu dia memasuki ruang antariksa 7 lapis.


Di dalam ruang, Hinata membuka kotak yang diambilnya dari Nalan Hong. Di dalam kotak ada token identitas dengan ukiran 'Nangong', ada juga surat yang ditinggalkan oleh orang tuanya serta 2 batu yang bersinar.


Zi Long, Zi Bai dan Zi Mo mendekat untuk melihat, tapi mereka tidak berbicara.


*Untuk putriku Nangong Zi Hua,


Jika kau membaca surat ini, itu menandakan kau telah mengetahui jika kau bukanlah seorang Nalan. Maafkan ayah dan ibu yang tidak merawatmu, semua di luar keinginan kami dan kami harus menjagamu agar tetap aman.


Putriku, token identitas itu milikmu, tapi jangan pernah membocorkan identitas aslimu dan 2 batu jiwa itu milik kami. Jika batu jiwa masih bersinar, berarti kami masih dalam keadaan baik dan hidup.


Jadilah kuat dan temukan kami, jika kau tak mampu, maka hiduplah bahagia.*


Hinata melipat kembali surat tersebut dan memandangi batu jiwa yang masih bersinar terang.


"Ayah, ibu, tunggu Aku. Meski aku bukan lah Zi Hua kalian, tapi aku masihlah Zi Hua."


Hinata menyimpan semua kembali ke dalam kotam, dan meminta Zi Mo menyimpan dengan baik benda berharganya.


"Zi Hua pejamkan matamu!"


Hinata menaikkan alisnya saat mendengar Zi Long memintanya untuk menutup mata.


"Mau apa?"


"Sudah tutup saja."


Hinata menutup matanya tanpa berniat mengintip, Zi Long berubah menjadi wujud manusianya dan mengetuk kening Hinata.


Sontak cara pemurnian pil dan senjata dari pemula, semua memasuki benak Hinata, serta cara menjinakkan binatang buas.


Hinata membuka matanya dan menatap Zi Long yang kini kembali di bentuk naganya.

__ADS_1


"Pelajari itu, aku memberimu pengetahuan tingkat tinggi yang di mana jika kau memurnikan, tingkat keberhasilan akan mencapai 100% tanpa sedikit pun racun pil."


"Terima kasih Zi Long, kalau begitu, aku akan melatih fisikku lebih dulu."


Hinata melompat ke atas kuali yang berisi pasir yang di bawahnya ada nyala api yang cukup panas. Dia berdiri di atasnya, melakukan Push up dan latihan fisik lainnya.


3 makhluk hanya menatap Hinata dengan takjub, karena mampu menahan suhu panas tersebut.


Hinata di kehidupan sebelumnya dilatih dengan keras oleh ibunya sebelum ibunya meninggal, bahkan nyawa pun dia hampir kehilangan hanya untuk menjadi kuat. Hasilnya dia mampu melindungi klan Hyuuga dari kehancuran selama bertahun-tahun.


Hinata menghabiskan 5 hari di dalam ruang antariksanya dan di luar hari sudah malam. Hinata keluar dari ruang dan duduk di bangku yang berada di dekat jendela.


Dia memandang keluar dengan senyum kecil di bibirnya. Zi Mo juga telah memberitahu dirinya tentang perbedaan antara di dalam ruang dan dunia luar.


"Beberapa jam lagi hehehe."


Dia telah membayangkan keberhasilannya mencuri harta dari perbendaharaan. Perlahan malam mulai larut dan Hinata juga mulai bersiap.


"Zi Long bantu aku menyembunyikan keberadaanku."


"Baiklah."


Hinata yang dibalut pakaian hitam ketat melompat keluar dari penginapan, dan dengan cepat menyelinap menuju istana kerajaan.


Ketika dia sampai di Istana, dia mendapati Istana bagian timur dalam kekacauan dan beberapa prajurit sedang bertarung dengan beberapa orang berpakaian hitam.


"Hehhehe, rencanaku akan semakin lancar."


Hinata menyelinap pergi tanpa diketahui oleh orang-orang yang bertarung di bawah, dan pergi menuju perbendaharaan secara langsung.


Melihat tidak ada yang menjaga, Hinata mengeluarkan kawat dan membuka pintu perbendaharaan. Meski terlihat aman, tapi Hinata tetap waspada.


Begitu dia masuk, dia disambut dengan tumpukan emas yang mungkin akan menunjang hidupnya sampai bertahun-tahun. Tanpa berpikir panjang, dia langsung mengirim semua masuk ke dalam ruangnya.


Hinata berjalan ke arah sudut gelap, dia hanya mendapati tumpukan senjata rusak dan usang, berniat meninggalkannya, tapi dia mendengar suara Zi Mo di benaknya.


"Nona, ada harta karun di situ. Coba carilah, mungkin Anda bisa menemukan sesuatu."


Hinata terlalu malas mencari dan langsung mengirim semuanya masuk ke dalam ruangnya, karena merasa agak bersalah, Hinata meminta Zi Mo memasukkan air danau yang menurutnya bukan air biasa ke dalam botol porselen yang berukuran sedang dan menaruhnya di rak. Tidak lupa menulis sebuah surat permintaan maaf.


Zi Bai sweatdrop melihat tingkah Hinata, karena baru mendapat pencuri yang meninggalkan kompensasi dan surat permintaan maaf.


"Sudah tidak ada yang berharga, Zi Hua tinggalkan tempat ini! Aku merasa seseorang akan datang."


"Baik."


Hinata dengan cepat meninggalkan perbendaharaan. Tepat beberapa detik Hinata pergi, seorang pemuda tampan muncul di tempat Hinata berdiri tadi.


Pemuda itu melihat perbendaharaan yang setengah kosong menaikkan alisnya. Dia berkeliling mencari sesuatu yang dibutuhkannya.


"Kerajaan Qu ini sungguh miskin, sepertinya barang yang aku cari tidak di sini."


Saat akan pergi, mata pemuda itu teralihkan di sebuah rak di mana botol porselen dan surat permintaan maaf Hinata berada.


Pemuda itu mendekati rak, dia mengulurkan tangannya mengambil botol porselen dan membukanya.


Sekejap aroma manis yang dipenuhi Qi spiritual memasuki indra penciumannya.


"Ini dia, hahahaha akhirnya aku menemukannya."


Matanya teralihkan pada kertas yang tadi berada di bawah botol porselen, dia mengambilnya dan membacanya.


"Hehehehe Yang Mulia, aku meninggalkan sesuatu untukmu sebagai kompensasi dan permintaan maafku, karena menjarah sebagian isi dari perbendaharaanmu, tolong jangan marah."


Pemuda itu tersenyum kecil setelah membaca surat yang ditinggalkan Hinata dan memandang botol porselen di tangannya.


"Jadi ini adalah kompensasi setelah merampok setengah isi perbendaharaan ini. Harta apa yang dia dapatkan hingga meninggalkan Recovery Soul Water sebagai kompensasi? Sayangnya barang inilah yang aku cari, dan maaf saja aku akan mengambilnya."


Pemuda itu mengambil surat dan botol porselen yang ditinggalkan Hinata dan menghilang dari tempat tersebut.


Keesokan paginya, istana kerajaan dihebohkan dengan perbendaharaan yang d kosongkan.


Hinata yang berada di penginapan tertawa terbahak-bahak. Dia berencana membeli banyak botol porselen sedang untuk mengisi air danau yaang kata Zi Mo merupakan air yang sangat berharga, tapi dia tidak menyesal karena memberikannya pada raja, toh di ruangnya sangat banyak bahkan bisa di pakai mandi.


"Yosh, saatnya membeli banyak botol porselen untuk persiapan jika aku berhasil memurnikan pil, dan untuk tempat mengisi air danau hehehe."


Hinata keluar dari penginapan dengan senyum ceria. Wajahnya tidak ditutupi cadar membuat orang-orang yang memandangnya terpesona, karena kecantikannya.


"Eh, kok banyak prajurit yang berpatroli?"


Hinata memegang dagunya agak bingung dengan kota kerajaan yang terlihat sangat ketat seolah mencari seseorang.


Dia berpikir, karena dia telah menyimpan kompensasi yang begitu berharga, seharusnya pencarian tidak begitu ketat seperti ini.


"Gadis, apa kau tidak mengetahui jika semalam ada yang mencuri sebagian harta di perbendaharaan istana?”

__ADS_1


Hinata berbalik ke asal suara yang menjawab pertanyaan konyolnya, dan dia melihat seorang pemuda yang kira-kira berusia 16 atau 17 tahun.


__ADS_2