Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Yun Melahirkan


__ADS_3

Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia tidak peduli lagi, mereka segera memacu kuda dengan cepat kembali ke sekte.


Lu An Ran, Yin Xu Jin dan Xu Han Ming saling melirik dan tersenyum tipis.


Melihat kedua gadis itu agak jauh dari mereka, mereka kembali berdiskusi.


"Hohohoho aku tidak menyangka jika kedua sepupu ipar kita berbeda dengan gadis manja lainnya."


"Ran'er, jika mereka tidak berbeda, lalu kenapa sepupu Yi dan Hao sampai bertekuk lutut pada mereka."


"Apakah kita telah selesai menguji mereka?" Xu Han Ming mulai terlihat bosan.


"Selesai." jawab Lu An Ran dan Yin Xu Jin serempak.


"Kalau begitu ketika sampai ke sekte, kita harus pergi. Toh, lagi pula wujud ini hanya penyamaran dan sesungguhnya telah meninggal beberapa bulan lalu oleh pembunuh bayaran kan."


"Uhm, cukup melihat mereka selamat dan kita kembali untuk memberitahu pada paman dan bibi."


"Ide bagus."


Percakapan ketiga sosok itu tidak disadari oleh Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia yang ternyata hanyalah sosok yang menyamar dan merupakan sepupu dari Hell Lord dan Devil Lord.


....


Hinata dan Ao Xue saat ini telah turun tangan langsung melatih 200 calon anggota Death Flower.


Pelatihan keras yang lebih keras dari generasi pertama Death Flower dialami oleh calon Death Flower saat ini.


Setelah diberikan racun berkali-kali, mereka di minta untuk mengangkat beban dan berlari hingga batas mereka. Melakukan Push Up dan latihan lainnya di dalam kuali besar yang berisi pasir, tentunya ada api di bawah kuali besar itu.


Pelatihan mereka bisa dikatakan adalah pelatihan Neraka dalam menempa fisik mereka.


Setelah selesai dengan segala pelatihan fisik, Hinata dan Ao Xue meminta mereka untuk mulai berkultivasi.


Hinata mengeluarkan semua pil peningkat Qi untuk mereka agar dengan cepat naik level.


Mereka tidak khawatir dengan kecepatan tersebut karena fisik mereka telah ditempa lebih dulu.


Hinata terus mencekoki mereka dengan berbagai pil agar mereka cepat naik level.


Waktu terus berjalan hingga saat ini di benua Beiling, Naruto aka Mu Liu Yun telah mengalami Kontraksi dan akan segera melahirkan.


Sontak Shadow Lord panik dan segera meminta Haocun dan Yuwen untuk membawa Hinata dan Ao Xue.


Hinata dan Ao Xue yang tengah menikmati waktu santai mereka bersama adik bayi mereka dikejutkan dengan kedatangan kekasih mereka.


Permaisuri, selir Yun dan Selir An hanya tersenyum melihat kedatangan dua calon menantu mereka.


Mereka tidak lagi terkejut dengan kedatangan tiba-tiba seperti saat ini.


"Haocun menyapa ibu mertua."


"Yuwen menyapa ibu mertua."


"Tak perlu seperti itu. Jika ada perlu, langsung saja bawa mereka." Dengan senyum mengembang, permaisuri langsung memerintahkan kedua pemuda itu untuk membawa Hinata dan Ao Xue pergi.


Setelah sampai di luar, Hinata melototi Haocun.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Yun kesakitan, mungkin akan segera melahirkan."


Hinata seketika melotot dan kemudian tersenyum cerah.


"Bawa kami sekarang!"


Ao Xue juga tersenyum, setidaknya dia bisa melihat sosok Naruto aka Yun.


Mereka berempat segera menghilang dari posisi mereka dan dalam sekejap mereka muncul di halaman yang cukup asri dan nyaman.


Melihat sekeliling, Hinata dan Ao Xue mengangguk puas.


"Jadi di sini Yun'er tinggal?"


"Begitulah." Yuwen segera menjawab keingintahuan Ao Xue.


"Ayo masuk! Yun mungkin sangat tersiksa di dalam."


Haocun tidak menunggu lama lagi dan mengajak mereka masuk.


Di dalam kediaman, Yun terus berteriak kesakitan dan mengumpat.


"F*ck arrrrg ini sakiiit."


"Tuhan, Neraka macam apa ini?"


"Njiiiiirrrr, sakit woi sakit."


Di luar ruangan, Hinata hampir saja tertawa terbahak-bahak mendengar segala macam kutukan yang dilontarkan oleh sahabatnya itu.


Dia dan Ao Xue segera masuk, sedangkan Haocun dan Yuwen tetap berdiri di luar pintu.


Hongli yang melihat Hinata dan Ao Xue segera mengangguk.


"Sudah berapa lama dia seperti ini?"


"Dua jam."


Hinata mengangguk, dia segera mengeluarkan wadah yang berisi banyak air dan kain dari ruang antariksanya.


"Terus berada di sampingnya, aku akan memulai proses persalinan." Hongli hanya mengangguk.


Hinata dengan cekatan membuat Naruto meng*ngkang dan melepas semua bawahannya termasuk dalaman Naruto.


Tidak ada ekspresi jijik dari wajahnya. Hinata segera mengambil sarung tangan karet dari ruang miliknya dan memakainya.


Dia melirik sejenak dan menghela napas. Meskipun sakit, tapi Naruto masih di tahap pembukaan kedua dan itu masih jauh dari pembukaan 10.


Hinata mengeluarkan air pemulih jiwa dan pil penahan sakit. Dia meminumkannya pada Naruto.


"Yun minum ini jangan terus mengutuk seperti itu, bukankah saat membuatnya kau malah keenakan?" Naruto melototi Hinata dengan tak puas, tapi masih mendengar apa yang diminta oleh Hinata.


"Xue, setelah Yun meminum air pemulih jiwa. Pembukaannya akan di percepat, ketubannya juga telah pecah jadi kita harus cepat. Kau lihat caraku dan ikuti."


Ao Xue mengangguk dan memperhatikan Hinata yang menaruh tangannya di perut Naruto dan melakukan gerakan mendorong keluar dengan lembut.

__ADS_1


"Paham?"


"Aku paham."


Segera Yun kembali merasa kesakitan dan terus berteriak.


"Berhenti berteriak kuning si*laaaaaan! Ikuti instruksiku!"


Naruto kembali mengangguk dan Hinata kembali melihat jalan lahir yang telah mencapai pembukaan terakhir.


"Ini saatnya, mengedan!"


Naruto mengikuti apa yang dikatakan Hinata dan Ao Xue terus mendorong pelan pada bagian perut Naruto.


"Dobe, mengedan jangan sampai keluar suara dari tenggorokan! Lakukan seperti jika kau ingin BAB."


"Bertahanlah Yun, setelah ini aku akan melakukan semua yang kau inginkan."


Hongli terus menyemangati Naruto, kadang juga dia harus menahan tawanya saat melihat Hinata yang mengomel pada Naruto.


"Tarik napas dan mengedan."


Naruto kembali melakukan hal yang diminta Hinata. Hal tersebut terus berlangsung hingga suara tangisan terdengar.


Hinata tersenyum, ketika ingin membersihkan bayi itu. Dia mengutuk perlahan dan menyerahkan bayi pada Ao Xue.


"Si*lan masih ada satu, lakukan lagi seperti tadi dobe."


Naruto Shok seketika, karena mendengar Hinata mengatakan jika masih ada satu.


Dia segera melakukan instruksi Hinata. Dengan begitu bayi kedua akhirnya lahir.


Hinata mengambil bayi kedua dan segera memotong tali pusar kedua bayi tersebut.


"Kembar?" Hongli tertegun lalu kemudian tersenyum. Dia memandang Naruto penuh kelembutan.


Setelah membersihkan kedua bayi kembar tersebut, Hinata melanjutkan dengan mengeluarkan plasenta dari rahim Naruto.


Setelah proses persalinan selesai, Hinata memberikan pil pembekuan darah dan pemulih stamina pada Naruto.


Setelah membersihkan kedua bayi kembar tersebut, Hinata tersenyum.


"Selamat dobe, kakak Li. Anak kalian kembar perempuan dan laki-laki." Hinata memberikan kedua bayi kembar pada Naruto.


"Berikan ASI pertama pada mereka!"


Segera Naruto mengikuti permintaan Hinata.


"Terima kasih Hua'er, Xue'er."


"Bukan apa-apa, baiklah aku akan keluar dulu."


"Aku juga."


Hinata dan Ao Xue keluar dan segera dihujani banyak pertanyaan dari Haocun dan Yuwen.


*Aska

__ADS_1


__ADS_2