
Hinata dan Ao Xue terpesona dengan Haocun dan Yuwen yang tertawa lepas dan keduanya juga tersenyum kecil.
"Karena kalian akan membawa hadiah pertunangan untuk kami, kami akan membawa kalian untuk bertemu Chichiue."
"Chichiue?"
"Ya, Chichiue sama artinya dengan Fuhuang."
Haocun dan Yuwen mengangguk, mereka tersenyum melihat tingkah gadis mereka.
Ternyata meski pun kadang terlihat dingin dan tegas, tapi gadis yang mereka klaim, memiliki sisi lucu mereka.
Perlahan mereka berempat berjalan menuju Istana di mana Kaisar tinggal. Sepanjang perjalanan, para pelayan dan prajurit yang berpatroli membungkuk hormat dan bertanya-tanya dalam hati, siapa gerangan kedua pemuda tampan yang dengan setia mendampingi tuan putri mereka.
Tepat saat mereka sampai di depan pintu Istana Kaisar, Hinata tidak menunggu prajurit mengumumkan kedatangannya dan langsung berteriak dengan suara cemprengnya, membuat Haocun dan Yuwen terperangah sedangkan Ao Xue terkekeh pelan.
"Chichiue, kami datang."
Para prajurit yang menjaga seketika terjungkal, meski sudah sering dan terbiasa dengan sikap bar-bar putri pertama mereka, tapi mereka masih sangat kaget dan shok.
Di dalam Istana, Kaisar yang kebetulan sedang bercengkerama bersama ketiga Istrinya sangat terkejut, ketiga wanita cantik itu pun telah memiliki perut yang sudah lumayan membuncit dan telah memasuki bulan ketujuh.
Namun, beberapa saat kemudian mereka tersenyum mengetahui jika putri kesayangan mereka datang untuk berkunjung.
Tidak menunggu lama hingga Hinata dan Ao Xue muncul bersama 2 pemuda tampan yang tidak asing bagi mereka.
Tubuh Kaisar gemetar melihat kedua pemuda tersebut.
"Yuan Haocun memberi hormat pada Kaisar, semoga diberi umur panjang, dan permaisuri serta para selir diberi kesehatan."
Hal yang sama juga dilakukan oleh Zhang Yuwen dan sukses membuat Kaisar dan para Istrinya terperangah.
5 Demon Lord juga mengetahui hanya keluarga Kerajaan Taiyang yang memiliki kasih sayang keluarga sangat tulus dibanding kerajaan lain yang selalu bertempur untuk takhta, dan banyak skema di dalam harem.
Hinata dan Ao Xue tidak menyapa Kaisar dan langsung menuju ketiga wanita yang dianggapnya ibu dan menyapa calon adik kerajaan mereka.
"Hei, apakah kalian bertiga baik di dalam sana?"
__ADS_1
"Jangan terlalu lama di dalam ya, dan kalau mau keluar, jangan menyulitkan ibu kita."
Seolah menjawab pertanyaan Hinata dan Ao Xue, bayi di dalam perut 3 wanita cantik itu pun bergerak, hingga menimbulkan senyum geli di bibir para ibu.
"Bagus, jadi anak baik dan aku akan memberikanmu cemilan setiap hari." Hinata lagi-lagi mengeluarkan Recovery Soul Water dan diberikan pada ketiga wanita yang telah dianggap ibunya sendiri.
Bayi di dalam perut bergerak semangat seolah mengerti apa itu cemilan yang disiapkan Hinata, dan sukses membuat Kaisar tertawa, bahkan Haocun dan Yuwen tersenyum kecil.
Kemudian perhatian mereka semua teralih pada dua pemuda tampan yang dikenal sebagai Night Lord dan Dark Lord.
"Suatu kehormatan Dark Lord dan Night Lord datang mengunjungi kerajaan kami, bolehkah kami mengetahui tujuan Anda berdua?"
Haocun dan Yuwen tersenyum kecil dan mulai mengutarakan niat mereka.
"Yang mulia, Anda tidak perlu memanggil kami dengan gelar, cukup dengan nama saja. Kami di sini untuk mengajukan proposal pertunangan. Aku Yuan Haocun mencintai Putri Anda Putri Rui dan berniat membawanya sebagai Istri."
Kaisar, Permaisuri, Selir An dan selir Yun terkejut, sosok berkuasa dan kuat mencintai Putri mereka.
"Aku juga memiliki niat yang sama untuk membawa Putri An Ping sebagai Istriku satu-satunya. Jika Anda setuju, kami akan membawa hadiah pertunangan untuk kedua putri Anda dalam 3 hari."
Kaisar tidak bisa berkata-kata, dalam pikirannya dia memutar otak bertanya-tanya kapan kedua putrinya ini mengenal sosok kuat seperti ini.
"Aku sebagai seorang ayah hanya ingin yang terbaik untuk semua anak-anakku, jadi semua keputusan biarkan mereka yang memutuskannya."
Semua memandang Hinata dan Ao Xue yang sedang memakan buah yang disajikan untuk 3 wanita cantik, seketika mereka memiliki ekspresi tak terbaca.
"Hua, Xue. Bagaimana menurut kalian? Keputusan semua ada di tangan kalian?"
"Chichiue tidak usah bertanya lagi, mereka sudah tahu keputusan kami." Ujar Ao Xue dengan santai dan Hinata hanya mengangguk saja.
Yuwen dan Haocun tersenyum tipis dan mengangguk.
"Baiklah, 3 hari dari sekarang hadiah pertunangan akan dikirimkan."
Hinata dan Ao Xue tiba-tiba teringat belum membalas surat Naruto, dan keduanya berdiri membuat seisi ruangan bertanya-tanya.
"Chichiue, Hahaue, Kaa-sama, Kaa-san, ada yang ingin aku urus terlebih dahulu, kami pamit."
__ADS_1
"Ya, pergilah."
Hinata dan Ao xue menyempatkan mengecup pipi ketiga ibunya dan Kaisar, lalu mereka keluar dengan wajah riang.
Yuwen dan Haocun berpamitan pada Kaisar dan Istrinya kemudian mengikuti Hinata dan Ao Xue.
Kaisar, Permaisuri, Selir An dan Selir Yun saling memandang beberapa menit kemudian mereka tersenyum lembut.
"Agh, aku merasa akan menjadi nenek secepat ini." Permaisuri mendesah.
"Jangan pikirkan untuk menjadi nenek, jika Putra Mahkota belum memiliki Putri Mahkota begitu pun dengan yang lain." Meski begitu, Kaisar memiliki senyum di matanya.
"Lupakan, kita harus mencari cara agar 5 pangeran tertentu tidak akan frustrasi mendengar kabar jika kedua adik perempuan mereka akan segera bertunangan."
Ucapan Selir Yun menyadarkan mereka semua, di dalam Istana bukan rahasia umum lagi jika 5 pangeran sangat menyayangi kedua adik perempuannya, terlebih Ji Xuan yang sangat memanjakan Hinata.
Mereka merinding membayangkan reaksi kelima pangeran itu, saat mendengar tentang pertunangan kedua adik mereka.
"Paling-paling mereka akan segera pulang detik itu juga." Selir An terkikik pelan
....
di Istana bulan, Hinata menggambar desain pistol kesayangan Naruto, sedangkan Ao Xue menyiapkan kaldron pemurnian dan segala macam material dan semua disaksikan oleh Yuwen dan Haocun.
Ao Xue mengambil gambar rancangan dari tangan Hinata, seketika tangannya gemetar melihat gambar tersebut.
"Remington 1875?" Hinata tersenyum melihat reaksi Ao Xue.
"Kau salah, meskipun itu mirip Remington 1875,tapi ini dunia yang tidak mengenal senjata api, jadi aku memberi nama Huaxue 003."
Ao Xue menjatuhkan rahangnya mendengar nama yang diberikan Hinata pada senjata api itu, tapi kemudian dia tersenyum.
"Bagaimana dengan HuaYunXue 003, bukankah hanya kita bertiga yang mengetahui ini."
"Hehehe, kalau begitu mulailah membuatnya, dan aku akan menulis surat untuk Yun."
Ao Xue mengangguk dan dia dengan lihai melemparkan Api Phoenix ke dalam kaldron dan mulai berkonsentrasi memurnikan senjata itu.
__ADS_1
Hinata sendiri mulai menulis surat dengan kata-kata candaan dan ejekan serta kata-kata penghiburan.