Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Masalah


__ADS_3

"Kakak Li dan Yun memiliki anak kembar laki-laki dan perempuan."


Ao Xue menjelaskan dengan penuh senyum.


"Eh? Eeeeeeeh?" Yuwen shok mengetahui jika Hongli yang terkenal paling dingin dan kejam di antara mereka berlima telah menjadi seorang ayah dan hanya sekali cetak langsung dapat dua.


"Sudahlah, tidak perlu terkejut seperti itu. Mari tunggu keduanya keluar, dan oh aku lapar." Hinata mengusap perutnya yang keroncongan. Sungguh dia belum makan dan harus mengeluarkan tenaga ekstra membantu Naruto melahirkan, sebab beberapa kali Naruto mengedan, dia selalu mengeluarkan suara dari tenggorokannya.


Haocun menengok pelayan dan memerintahkan mereka untuk menyediakan makanan.


Setelah makanan siap, Hinata dan Ao Xue makan dengan lahapnya. Walaupun mereka sangat lahap, tapi cara makan mereka tetap terlihat elegan.


Haocun dan Yuwen hanya memperhatikan dalam diam, sesekali membantu kekasih mereka untuk menghilangkan tulang dari daging ikan dan menaruhnya untuk kekasih mereka, hingga Hongli dan Naruto keluar. Mereka masing-masing menggendong seorang bayi.


Hinata langsung menghentikan makanannya dan menatap kedua orang tersebut.


"Jadi siapa namanya?"


"Hua, yang laki-laki kami memberikannya nama Zhao Li Zhan dan yang perempuan adalah Zhao Li Zhi."


"Woaaah nama yang bagus."


Hinata memberi Jempol pada pasangan tersebut.


"Kalian nikmati waktu bersama kalian, kami ingin berkeliling dulu menilai tempat yang akan menjadi tuan rumah dari pertandingan sekte besar."


"Pergilah."


Setelah mendapat izin dari Naruto, Hinata langsung pergi menarik Ao Xue tidak lupa memberikan hadiah pada kedua ponakan kecilnya yang dibuat sendiri olehnya.


...


Keempat sosok itu berkeliling menikmati suasana perkotaan di benua Beiling, membeli apa saja yang mereka suka sebagai suvenir.


Puas dengan berkeliling, mereka melangkah menuju rumah harta. Kebetulan bertepatan dengan adanya lelang mingguan.


Melihat desain dari luar, mereka mengangguk puas, tapi saat akan melangkah memasuki wilayah rumah harta, mereka dihentikan oleh para penjaga.


"Tolong bayar biaya masuk 50 keping emas."


Hinata dan Ao Xue mengerutkan dahinya dan memandang Haocun dan Yuwen.


Keduanya mengangguk, karena memang ada hal semacam membayar untuk memasuki pekarangan rumah harta.


Ketika, Hinata dan Ao Xue akan mengeluarkan biaya masuk, mereka mendengar cibiran berasal dari belakang.


"Hmp orang udik yang tak tahu apa-apa sebaiknya minggir."


Hinata dan Ao Xue berbalik melihat seorang gadis dengan Hanfu yang terbuat dari brokat terbaik, kepalanya dipenuhi dengan perhiasan.


Karena tak ingin mengundang keributan, Hinata dan Ao Xue mengeluarkan kantong uang dari cincin ruang mereka dan membayar biaya masuk.

__ADS_1


Tepat saat mereka akan masuk, gadis tadi kembali berteriak.


"Beraninya kalian mendahului putri ini."


"Nona, kami tidak tahu siapa Anda. Apa Anda tidak pernah mendengar yang pertama yang dilayani."


"Kau Jal*ng, beraninya kau mengusik putri kedua kekaisaran Beiling." seorang pelayan dari tuan putri manja itu segera memarahi Ao Xue.


Wajah Haocun dan Yuwen juga semakin menggelap, tapi mereka ditahan oleh Hinata dan Ao Xue agar keduanya menahan diri.


Plak


Hinata maju menampar wajah pelayan tersebut.


"Kau hanya seorang pelayan dan berani mengatakan saudariku seperti itu. "


Keributan di pintu masuk menyebabkan banyak orang berkumpul dan menonton.


Tamparan yang dilayangkan Hinata pada pelayan tersebut semakin membuat putri kedua dari kekaisaran Beiling sangat marah.


Dia mengeluarkan senjatanya dan menyerang Hinata dan Ao Xue. Sebelum senjata putri kedua mengenai Hinata dan Ao Xue, angin bertiup meniup poni yang menutupi dahi keduanya menampakkan tato bulan sabit dengan tetesan darah terukir dengan indah.


Seketika putri kedua kekaisaran Beiling menghentikan serangannya dan memandang dua gadis di depannya dengan horor.


"Hmm, ada apa? Kenapa berhenti?" Ejek Ao Xue dengan seringai membentuk di bibir tipisnya.


Wajah putri kedua semakin pucat. Dia tidak pernah mengira jika kedua gadis cantik di depannya ini adalah nona muda Sekte bulan darah yang dirumorkan sangat misterius.


Mereka langsung maju dan memberi hormat.


"Salam nona muda."


"Siapa kalian?" Hinata bertanya penuh selidik, orang-orang tersebut mengangkat lengan baju mereka yang memiliki tato.


Hinata dan Ao Xue mengerti dan mengangguk.


"Apakah kau mengenal dia?" Tunjuk Hinata pada Putri kedua Kerajaan Beiling.


"Kenapa wajahnya pucat saat melihat tanda yang kami miliki?” lanjut Ao Xue.


"Menjawab Nona muda, dia adalah Putri kedua kekaisaran Beiling Xiao An Yue, dia terpilih menjadi salah satu murid sekte yang harus datang 6 bulan kemudian untuk menjadi murid serta dia juga sangat menyukai tuan muda."


"Oooh." keduanya mengangguk mengerti dan seringai mereka semakin lebar.


"Batalkan surat perekrutan untuknya dan jauhkan dia dari Gege. Gadis egois dan arogan serta sombong tidak diperlukan di dalam sekte apalagi menjadi selir Gege, itu akan mustahil."


"Tapi nona muda."


Putri kedua sudah menggigil ketakutan dan anggota sekte tersebut juga tidak segera melakukan keinginan Hinata dan Ao Xue.


"Turuti apa perintahku atau kau akan tahu akibatnya, karena menentangku. Awalnya kami tidak ingin berurusan dengannya, tapi dialah yang lebih dulu mencari masalah."

__ADS_1


Anggota itu merasa ketakutan, tapi dia juga tidak bisa, karena putri kedua adalah pilihan ketua sekte terdahulu.


"Tapi nona muda, ketualah yang memilihnya."


Tatapan Hinata semakin menajam dan Ao Xue semakin tidak senang.


"Berani membantah heh, bahkan ayah akan menuruti apa pun yang kami inginkan tanpa terkecuali dan kau berani membantah kami?" Ketika Ao Xue ingin menghajar bawahan tersebut, dia ditahan oleh Hinata.


"Siapa namamu?"


"Yan Xiu."


Hinata mengangguk dan mengeluarkan batu komunikasi yang menghubungkan pada ayah mereka.


Batu komunikasi bersinar dengan cahaya hijau menandakan jika telah terhubung.


"Ada apa Hua'er?" suara seorang pria sepuh di seberang terdengar bahagia, karena dihubungi oleh anak gadisnya.


"Ayah, aku ingin kau membatalkan perekrutan Xiao An Yue dan jauhkan dia sejauh mungkin dari Gege!"


"Baik sesuai keinginanmu, tapi bisakah kau ceritakan apa yang terjadi!"


"Huh, kami awalnya tidak mengenal dirinya dan ingin mengikuti lelang di rumah harta, tapi dia dengan sombongnya menghentikan kami masuk dengan alasan harus mendahulukan dirinya."


Ao Xue segera merebut batu komunikasi dari tangan Hinata dan melanjutkan permintaannya.


"Aku juga menginginkan hidup Yan Xiu."


"Apa yang dilakukan keparat itu pada kalian Xue'er?"


"Dia terus menghalangi keinginan kami.”


"Baik, ayah setuju dan lakukan sesuka kalian. Ayah juga akan membatalkan surat perekrutan Xiao An Yue dan menjauhkan Mo'er darinya."


Hinata dan Ao Xue tersenyum puas kemudian memandang Yan Xiu dan Xiao An Yue.


"Kalian dengar, ayah bahkan tidak melarang kami." Yan Xiu semakin ketakutan.


Hinata memanggil Zi Yao dan memerintahkannya untuk menyengat Yan Xiu. Setelah tugasnya selesai, dia kembali meninggalkan Yan Xiu yang perlahan membusuk, hingga menyisakan tulang.


Sedangkan Xiao An Yue telah pingsan ketakutan. Beberapa anggota bulan darah lainnya sedari tadi menunduk hormat dan hanya memandang Yan Xiu yang telah menjadi tulang dengan datar.


"Akhirnya si muka dua itu mati juga." Salah satu dari mereka bergumam puas dan didengar oleh Hinata dan Ao Xue.


"Kalian lanjutkan kegiatan kalian."


"Ya, Nona muda."


Setelah mereka bubar, Hinata dan Ao Xue telah kehilangan mood minta diantar untuk kembali ke istana.


*Aska

__ADS_1


__ADS_2