
“Apakah kau ingin pergi?”
“Kalian berdua pergi saja, aku masih memiliki banyak pekerjaan.”
Naruto tidak menyetujui ajakan Hinata, bukan dia tidak ingin pergi, tapi karena dia masih memiliki banyak pekerjaan terlebih berkas yang berhamburan.
“Oke, tapi panggil seseorang untuk membantumu.”
Setelah mengatakan hal tersebut, Hinata dan Ao Xue meninggalkan Naruto yang saat ini melanjutkan kegiatan mengumpulkan berkas yang berhamburan.
Hinata dan Ao Xue berdiri di luar gedung Rumah Harta, mereka menatap kejauhan dan menarik napas.
“Ayo! Aku tahu kau merindukan Letnan Jing.”
“Uhm.”
Keduanya kembali menyusuri jalan ibukota Kekaisaran Beiling yang ramai itu. Berhubung mereka tidak tahu di mana penginapan yang dikhususkan untuk peserta dari benua Xiling. Mereka bertanya pada beberapa orang dan akhirnya menemukan di mana penginapan yang ditempati peserta dari benua Xiling berada.
Waktu yang mereka butuhkan untuk sampai di penginapan tersebut adalah setengah jam lebih, itu juga telah termasuk dengan bertanya pada beberapa orang.
Mereka berdua kini berdiri di depan penginapan yang bertuliskan Peserta Benua Xiling, dan mereka agak ragu untuk masuk.
Namun, karena Ao Xue sangat merindukan Letnan Jing yang tidak lain adalah kakak sepupunya, dia memberanikan diri untuk masuk dan bertanya pada seseorang yang mengenakan token berbentuk pagoda berwarna putih di pinggangnya.
“Permisi, apakah aku bisa bertanya?”
Orang yang dia tanyai juga merupakan seorang gadis yang cukup cantik dengan temperamen lembut. Gadis tersebut berbalik menatap Ao Xue yang terbilang sopan.
“Silakan?”
“Apakah Anda mengetahui kamar sepupuku dan istrinya?”
Gadis itu mengangkat alis dan kembali bertanya.
“Siapa nama sepupumu?”
Ao Xue terdiam, dia tidak tahu apakah nama sepupunya di dunia ini masih sama atau tidak, tapi dia masih menyebutkan nama sepupunya itu berdasarkan namanya di dunia modern dengan sedikit keraguan.
“Jing Lei.”
“Kamar mereka ada di lantai 3 nomor 20.”
__ADS_1
“Terima kasih, aku Ao Xue, salam kenal.”
“Sama-sama, Aku Xu Ning.”
“Kalau begitu aku pergi.”
“Ya.”
Ao Xue berbalik dan memberi kode pada Hinata, dan keduanya langsung naik ke lantai 3 diiringi dengan tatapan keingintahuan dari orang-orang yang ada di lantai 1.
Sampai di lantai 3 dan kamar 20. Mereka berdua berdiri dengan kaku, dan Hinata memutuskan untuk mengetuk pintu.
Saat pintu terbuka, itu memperlihatkan sosok wanita cantik yang tampak bingung ketika melihat mereka berdua.
“Ya, Kedua Nona Muda ingin bertemu siapa?”
Untuk sesaat Hinata dan Ao Xue tercengang dan terpesona dengan kecantikan dan suara Lan Yue, tapi mereka dengan cepat sadar.
“Sepupu ipar, aku ingin bertemu dengan sepupuku. Katakan padanya jika Ao Xue mencarinya.”
Lan Yue terdiam, dia sendiri tahu latar belakang suaminya baik dari pihak ayah ataupun ibu, tapi mengapa dia tidak tahu jika suaminya memiliki sepupu perempuan dan terlebih sepupu itu mengetahui hubungan mereka. Namun, dia tidak ingin berpikir terlalu dalam dan membiarkan keduanya masuk.
Lan Yue tidak ragu, karena dia tidak melihat titik kebohongan atau kelicikan dari mata Ao Xue dan Hinata.
Ketika keduanya masuk, mereka melihat Jing Lei sibuk mengamati senjata api yang dibeli di rumah harta tadi.
“Suami, Sepupumu Ao Xue datang menemuimu.”
Deg
Jing Lei yang sibuk mengamati pistol di tangannya langsung mematung, dan dengan kaku mengangkat kepalanya.
Dia bisa melihat 2 gadis asing yang menatapnya, tapi tentu dia tahu siapa di antara mereka adalah Ao Xue.
Pandangannya jatuh pada Ao Xue sambil berkata dengan senyum tipis.
“Adik kecil, lama tak bertemu.”
“Ya, lama tak bertemu.”
Ao Xue mendekat ke arah Jing Lei dan keduanya terus berbicara tentang sudah berapa lama mereka berada di dunia ini. Tentu saja agar Lan Yue tidak mengetahui pokok pembicaraan mereka, mereka menggunakan bahasa inggris untuk berkomunikasi.
__ADS_1
Merasa bingung dengan bahasa keduanya, Lan Yue menatap Hinata yang juga memiliki ekspresi bingung, baru kemudian dia merasa lega, karena berpikir tidak hanya dia saja yang tidak mengerti apa yang dibicarakan keduanya.
Hinata tersenyum kecil begitu menyadari jika Lan Yue akhirnya tidak berkecil hati. Dia juga melakukan hal tersebut agar Lan Yue tidak salah paham, dan merasa dikucilkan.
Yang menjadi pembahasan keduanya adalah sejak kapan mereka tiba di dunia ini dan ternyata Jing Lei tiba 5 tahun lalu di saat usia tubuhnya 17 tahun, dan sekarang dia telah berusia 22 tahun. Tidak hanya sekadar membahas kapan mereka sampai, tapi juga tentang latar belakang mereka saat ini. Setelah pembahasan tersebut selesai, mereka tidak lagi menggunakan bahasa Inggris, tapi bahasa normal.
“Jadi kalian juga peserta?”
“Ya, kami dari sekte Bulan Darah di benua Weixiang.”
Lan Yue tercengang, dia berpikir bagaimana ceritanya sampai keduanya berhubungan sepupu dengan jarak sejauh itu?
Melihat istrinya seperti itu, Jing Lei terkekeh.
“Yue’er, kami memang sepupu, tapi tubuh kami tidak berhubungan darah. Jika aku menjelaskannya, itu terlalu rumit untuk kau mengerti. Setelah turnamen selesai, aku akan menjelaskannya padamu. Jika aku menjelaskannya sekarang, kau tidak akan fokus di turnamen.”
“Baiklah.”
Ao Xue tersenyum karena merasa bahagia. Sepupunya yang dulu tidak dekat dengan seorang gadis, di dunia ini akhirnya memiliki seorang istri.
Ao Xue menatap Hinata sejenak, ketika mendapatkan anggukan dari Hinata, dia terkekeh. Dia tanpa basa-basi mengeluarkan 1 botol porselen berukuran sedang yang berisi spirit soul water, dia lalu memberikannya pada Lan Yue. Setelah itu dia kembali mengeluarkan 2 set perhiasan yang tidak lain adalah senjata pertahanan yang dibuat oleh Ao Xue sendiri. Terlihat sederhana, tapi fungsinya tidak main-main.
“Ipar sepupu, mohon terima ini, ini adalah hadiah pertemuan untukmu. Semoga hubungan kalian selalu baik, dan apa yang menjadi milikmu jangan biarkan orang lain merebutnya.”
Lan Yue menerima semua yang diberikan oleh Ao Xue, ucapan Ao Xue juga membuatnya terkekeh geli. Tentu dia tahu apa yang dimaksud Ao Xue, karena dia tidak ingin seseorang mendekati Jing Lei jadi dia membawa Jing Lei kabur dari Kekaisaran Chu.
“Aku tahu, aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut milikku. Jadi kau bisa tenang.”
“Baiklah, kalau begitu kami pamit.”
Begitu mereka ingin pergi, Lan Yue kembali berbicara.
“Ngomong-ngomong Ao Xue, siapa yang bersamamu itu?”
Hinata tersenyum dan Ao Xue berkedip beberapa kali, karena dia sendiri lupa memperkenalkan Hinata pada pasangan tersebut.
“Aku Zi Hua, kakak perempuan Ao Xue, salam kenal. Kalau begitu kami pamit, jika butuh sesuatu datang saja ke penginapan kami.”
“Ya.”
Jing Lei dan Lan Yue melambaikan tangan pada Hinata dan Ao Xue lalu menutup pintu. Dengan kepergian mereka, Lan Yue membuka apa yang diberikan Ao Xue padanya dan seketika dia terkejut dengan tangan gemetar.
__ADS_1