Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Keluarga Nyata


__ADS_3

Ji Liang yang merupakan pangeran yang didukung oleh Jenderal Ning. Saat ini tengah tersenyum tipis, tapi siapa pun yang melihat senyumnya, mereka akan merasa dingin di dalam tulangnya.


"Ada apa? Kaget? Hahahaha. Bagus, bagus, bagus. Inikah cara kalian mendukungku? Kalian menyerang Istana tanpa memberitahuku. Oh, aku ingin tertawa melihat kebodohanmu."


Ji Jiu dan yang lainnya tersenyum. Pernyataan yang diucapkan oleh Ji Liang merupakan tamparan bagi Jenderal Ning.


"Pangeran keempat?"


"Anda tahu, aku tidak membutuhkan takhta. Takhta hanya untuk mereka yang memang cocok."


"Aniki, tidak perlu membuang energi dengan berbicara dengan pemberontak sepertinya." Ao Xue mengedip pada Ji Liang.


"Kau." Jenderal Ning mengerutkan dahi, sudah dua kali dia melihat gadis di depannya ini. Dia merasa jika, putri kedua sangat familier.


"Apakah Jenderal besar mengingatku? Aku pikir, itu tidak mungkin."


Semua pangeran memandang Ao Xue, mereka ingin tahu apa yang akan dikatakan adik ketujuh mereka selanjutnya.


Mereka juga tidak mengetahui jika Ao Xue berasal dari kediaman Jenderal.


"Aku tidak mengenal Anda Putri kedua."


"Oh, aku tahu itu. Kediaman Jenderal kalian memang cepat melupakan keberadaan seorang aib yang dibesarkan bersama anjing-anjing di kediaman Jenderalmu. Kurang lebih setahun lalu, kedua putri kesayanganmu menyiksaku di hutan, hingga aku hampir kehilangan nyawaku."


Jenderal Ning sangat terkejut, kelima pangeran merasa hati mereka diremas oleh sesuatu tak kasat mata, mendengar pernyataan yang dikeluarkan oleh Ao Xue.


"Dari aku kecil, kalian tidak memperlakukanku layaknya manusia. Setelah ibu meninggal, kau dan istrimu melemparku untuk menjadi makanan Anjing. Yang tidak kalian prediksi adalah para anjing membesarkanku layaknya anak mereka. Ibu yang meninggal karena melahirkanku. Aku tahu, kau dan Istrimu meracuninya karena tidak ingin menjadi malu oleh adikmu yang hamil tanpa menikah, bahkan tidak tahu siapa yang menghamilinya. Aku beritahu padamu, istri tercintamu yang menjebak ibuku, sialaaan."


Beruntung Ao Xue mengetahui kebenaran, kebenaran yang disampaikan oleh pasukan yang mengintai kediaman Jenderal.


"Waktu itu, pria yang dikirim oleh Istrimu tidak datang. Entah apa yang terjadi padanya, tapi Istrimu yang mengintai di kegelapan melihat seorang pria yang mengenakan pakaian brokat yang entah datang dari mana, pria itu tampaknya terkena racun yang sama dengan ibu. Keduanya bertemu dalam keadaan ingin menyalurkan. Setelah kejadian itu, Istrimu pergi meninggalkan ibu dan pria tersebut yang tak sadarkan diri dengan keadaan berantakan."


Jenderal Ning terdiam mencerna informasi yang didengarnya dengan tubuh gemetar.


"Mustahil kau aib itu, aib adalah gadis bisu."


Seringai Ao Xue semakin tampak mengerikan.


"Kau tahu, meski aku dibesarkan oleh anjing. Aku juga belajar cara berbicara dari pelayan yang selalu bergosip, aku juga menyiapkan hadiah untukmu."


Dari gerbang Istana, seekor singa dan Kalajengking membawa beberapa tubuh yang tidak lagi bernyawa.

__ADS_1


"Mulai saat ini, keluarga Jenderal tak ada lagi."


Jenderal Ning melihat anak dan Istrinya dalam keadaan, tak bernyawa, tubuhnya gemetar, tapi dia bersyukur, karena salah satu anak perempuannya tengah berada di sekte dan terbebas dari pembantaian.


"Kau tak perlu khawatir, Ning Liu Yu akan segera menyusul kalian."


Jenderal terdiam kaku dan langsung bersujud di kaki Ao Xue. Ao Xue tersenyum dingin.


"Apakah kau juga mengampuni ibu, saat ibu bersujud di kakimu? Aku pikir tidak mungkin." Ao Xue terdiam dan kemudian memanggil Zusaku yang masih melayang di langit Kerajaan Taiyang.


"Hong Mei, bakar dia! Jangan biarkan jiwanya bertemu ibu."


Hong Mei tidak menunggu lama, langsung membakar Jenderal Ning. Bisa dipastikan dengan api milik Zusaku, Jiwa Jenderal Ning juga musnah dan tidak bisa bereinkarnasi.


Menyaksikan Jenderal Ning terbakar hingga menjadi debu, akhirnya tubuh Ao Xue melemah dan hampir jatuh terduduk. Beruntung dia ditopang oleh semua saudara laki-lakinya.


"Kau masih memiliki kami, kau juga masih memiliki Yuwen. Kita akan mencari tahu siapa ayahmu."


Ao Xue yang tidak kuasa menahan tangis, akhirnya mengeluarkan semua kesedihannya yang selalu dipendam.


Kelima pangeran sangat sakit mendengar kenyataan jika Meimei mereka tumbuh bersama anj*ng peliharaan.


Prajurit yang setia diberi pemakaman yang layak sedangkan para pemberontak langsung dibakar oleh Hong Mei dan Zi Bai.


Setelah puas mengeluarkan kesedihannya, Ao Xue memandang semua pangeran dengan tulus, senyum manis juga tersungging di bibirnya.


"Tidak peduli apa, kalian adalah keluarga yang sangat aku sayangi."


Para pangeran juga tersenyum dan mengajak kedua adik perempuan mereka untuk kembali ke Istana bulan. Binatang kontrak juga langsung kembali pada tuan mereka.


Di kegelapan, Yuan Haocun dan Zhang Yuwen juga menitikan air mata mendengar kenyataan pahit tentang Ao Xue. Mereka juga berterima kasih pada keluarga kekaisaran Taiyang yang sangat menyayangi kedua gadis kesayangan mereka layaknya anak kandung mereka.


"Ayo pergi, biarkan mereka bersenang-senang tanpa kita."


Yuwen memandang sahabatnya dan tersenyum.


"Baik."


Keduanya menghilang di udara tipis seolah mereka tak pernah ada.


Setelah semua terkendali. Kaisar dan ketiga Istrinya serta ketiga anaknya yang baru lahir segera kembali ke Istana masing-masing.

__ADS_1


Rumor tentang Jenderal Ning melakukan Kudeta menyebar dengan cepat. Kekaisaran Yueliang dan Kekaisaran Xing juga mendengar berita tersebut.


Di kekaisaran Xing, Long Ao Rong mempelajari Informasi yang diperoleh bawahannya.


Informasi itu adalah Informasi yang dibeberkan oleh Ao Xue sendiri.


"Jadi mereka bukan anak kandung Kaisar dan selir Qing, tapi anak angkat. Keluarga Kekaisaran Taiyang ini, mereka saling menyayangi dan melindungi tidak seperti yang ditampakkan di depan umum."


Long Ao Rong tersenyum miris, andai saja anggota kekaisaran Xing bisa seperti Anggota kekaisaran Taiyang. Pamannya tidak mungkin pergi meninggalkannya dan kekaisaran Xing.


Dia bahkan tidak mengetahui jejak keberadaan sang paman.


"Aku juga ingin memiliki keluarga yang saling menyayangi bukan keluarga yang saling bermain skema untuk mendapatkan takhta."


Dia membakar kertas yang berisi informasi tersebut menjadi abu, tidak ingin informasi tersebut bocor.


Long Ao Rong memegang dadanya yang tampak sakit saat membaca kebenaran tentang Ao Xue, ia seolah bisa merasakan kesedihan gadis itu.


"Siapa sebenarnya dirimu, Putri An Ping?"


Long Ao Rong memandang bawahannya tersebut.


"Selidiki semua tentang Putri An Ping serta tentang adik si pemberontak itu."


"Ya, tuan."


Bawahan tersebut segera menghilang, tapi kekhawatiran untuk Ao Xue di hatinya belum juga menghilang.


Long Ao Rong menghembuskan napas kasar, ia memilih keluar untuk menenangkan diri.


...


Sebulan telah berlalu setelah kudeta yang dilakukan oleh Jenderal Ning, Kaisar berniat mengangkat Ao Xue menjadi Jenderal tapi Ao Xue menolak.


"Chichi-ue, kau bisa memilih dari Jenderal muda. Aku rasa, mereka sangat loyal pada kekaisaran. Maaf aku tidak bisa mengemban tanggung jawab yang Chichi-ue berikan, aku masih ingin mencari tahu siapa ayah kandungku."


Kaisar menghela napas dan memandang Ao Xue penuh kelembutan.


"Baik, Chichi-ue tidak akan memaksamu. Kau berhak menentukan jalan hidupmu, tapi ingat pesan Chichi-ue. Tidak peduli apa, kami tetap keluargamu dan akan menyayangimu, selamanya kau adalah Putri An Ping dari kekaisaran Taiyang.


...

__ADS_1


__ADS_2