Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Cristal Snow Phyton


__ADS_3

Selama Hinata berada di dalam ruang antariksa 7 lapis, dia juga berhasil meningkatkan kultivasinya ke Qi dasar tingkat 2.


Jika dihitung dengan akumulasi dunia luar, Hinata untuk meningkat ke Qi dasar tingkat dua tidak membutuhkan waktu satu minggu. Dia berada di dalam ruang selama 1 buan berarti di dunia luar waktu hanya berlalu 30 jam.


Jika ada yang mengetahui Hinata baru-baru saja berkultivasi dengan kecepatannya sangat cepat, pasti mereka hanya akan merasa iri dan memuntahkan darah.


Di usianya, Qi dasar tingkat 2 masihlah kecepatan yang lambat jika dihitung sesuai dengan lama waktu yang diperlukan rata-rata penduduk kerajaan Qu.


Jenius Kerajaan Qu saja membutuhkan waktu 4 tahun untuk meningkatkan level kultivasi mereka.


"Zi Mo berapa banyak pil yang sudah berhasil aku buat selama satu bulan ini?"


"Lebih dari 200 butir tidak termasuk yang sudah kami konsumsi."


"Lalu bisakah kau beritahu ada pil apa saja yang tersimpan di pondok dan tingkat apa pil itu?"


Zi Mo terdiam untuk beberapa saat lalu berkata dengan ragu.


"Purple Spirit pil yang hanya dimurnikan oleh Alkemis tingkat basic dan fungsinya membantu meningkatkan kultivasi, tapi aku tidak menyarankan kau menggunakan pil untuk meningkatkan kultivasimu."


Zi Hua mengangguk dan kembali bertanya.


"Selain itu apa lagi?"


"Ada Channel opening pil yang berfungsi membuka saluran meridian 2 kali lipat, dan dapat mempercepat pelatihan kultivasi seseorang dan juga hanya Alkemis tingkat High yang dapat memurnikannya, yang terakhir adalah Red Cleansing pil yang dapat mencuci meridian maupun tulang dan meningkatkan kecepatan kultivasi. Pil ini juga dimurnikan oleh alkemis tingkat High serta pil pembekuan darah dan pil penambah darah yang dimurnikan oleh Alkemis intermediate. Jumlah semua pil adalah 50 butir."


Hinata tercengang dengan jenis pil yang disebutkan oleh Zi Mo, bahkan jumlahnya yang cukup banyak.


Diam-diam Hinata memutuskan untuk menggunakan semua pil tersebut di saat penting saja dan untuk cemilan 3 sosok imut yang selalu menemaninya, cukup dengan pil yang dia murnikan sendiri.


"Kau tidak membutuhkan 3 jenis pil pertama yang aku sebutkan, karena meridian dan tulang telah dibersihkan saat kau berendam di dalam danau. Oh aku lupa memberitahumu, jika darahmu juga mengandung racun."


Lagi-lagi Hinata tercengang, dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa mendengar informasi terakhir yang dikatakan Zi Mo.


"Da..rahku beracun?"


Hinata merasa rambutnya berdiri, karena ketakutan mendengar jika darahnya yang beracun.


"Ya, itu karena racun yang kau keluarkan saat berendam secara tak terduga menjadi pil dan memasuki mulutmu. Pil hitam itu melebur dan bercampur ke dalam darahmu menjadikan darahmu sangat beracun."


"Hanya darahku saja kan yang beracun?"


Zi Mo terkekeh pelan melihat wajah Hinata yang tampak pucat.


"Tenang saja hanya darahmu yang beracun, dan penawarnya juga adalah darahmu sendiri."


Hinata menghela napas lega, karena dia bukanlah manusia racun itu sendiri.


"Baiklah, aku akan keluar dan langsung menuju hutan untuk melatih kemampuan bertarungku sekaligus mengkonsolidasikan kultivasiku."


Hinata keluar dari ruang antariksa 7 lapis dan langsung melangkahkan kakinya menuju arah hutan.


Saat sampai di bagian luar hutan, Hinata bisa melihat beberapa binatang ajaib tingkat rendah yang memancarkan aura merah. Hinata dengan gampang menghabisi mereka.


"Cih kurang menantang."


Hinata melanjutkan langkahnya lebih dalam dan mendapati beberapa binatang tingkat rendah yang memiliki aura jingga dan kuning.


Hanya dengan dua tipe itu, Hinata merasa sangat kelelahan, ditambah fisik dan kultivasinya belum cukup kuat.


Melihat hari telah gelap, Hinata mencari gua, meski dia memiliki ruang antariksa, dia tidak ingin terus berada di sana.


Berjalan hingga satu jam, barulah Hinata menemukan gua. Gua tersebut tertutup oleh rumput sehingga tak terlihat, Hinata membersihkan rumput tersebut dan memasuki Gua. Di luar harapannya, ternyata gua tersebut tidak sekecil yang dipikirkannya.


Hinata melangkah lebih jauh ke dalam, dan merasakan suhu semakin panas..


"Gua ini aneh, sebaiknya aku kembali."


Hinata ingin kembali, tapi dia dihentikan oleh suara Zi Bai dan menyuruhnya tetap maju.


"Tetap maju, aku merasakan di dalam sana ada esensi api yang sangat langka."


Hinata terus maju, semakin dekat dengan lokasi semakin tinggi pula suhu yang dirasakan Hinata. Tepat beberapa langkah lagi, Hinata merasakan ada udara dingin yang meniupnya dari samping kiri.


Hinata merasa dilema ingin terus maju atau pergi ke lorong sebelah kiri terlebih dahulu. Dengan segala pertimbangan, Hinata memilih melangkah ke lorong sebelah kiri.


Semakin jauh dia melangkah, suhu juga semakin menurun. Di pinggiran lorong ,banyak herbal yang memiliki sifat es tumbuh.


Hinata tanpa berpikir langsung mencabutnya beserta akar dan menyimpan di ruang antariksa. Beruntung Zi Mo tahu apa yang harus dilakukan.


Saat sampai di ujung lorong, Hinata berhenti dan menatap ke depan di mana seekor phyton putih besar melingkar dan sedang tertidur.

__ADS_1


"Sial aku salah memilih langkah."


Hinata yang masih berada di Qi dasar tingkat 2 ,tidak mungkin bisa melawan phyton di depannya yang mungkin adalah binatang ajaib yang berada di peringkat Saint.


"Hei Zi Hua, mumpung dia tidur kenapa tidak mengontraknya?"


"Longlong, aku masih waras dan tidak ingin mati."


"Cih pengecut."


"Justru mengontrak diam-diam adalah tindakan pengecut."


"Terserah kau saja."


Hinata memandang ular phyton itu dengan tenang, tapi jantungnya berdebar kencang.


"Maaf aku salah memilih lorong, beristirahatlah! aku tidak akan mengganggumu."


Zi Mo, Zi Long dan Zi Bai terjungkal mendengar permintaan maaf Hinata pada Phyton yang sedang tertidur.


Setelah mengatakan apa yang ingin dikatakan, Hinata berbalik dan berniat meninggalkan tempat ular phyton itu.


1 langkah


2 langkah


3 langkah


"Manusia berhenti di tempatmu!”


Hinata membeku, kakinya menjadi kaku dan memaksa dirinya untuk berbalik.


"Aku tidak berniat mengganggumu, aku hanya tersesat."


Glek


Hinata menelan paksa air liurnya dan memandang phyton di depannya.


"Cih hanya manusia dengan tingkat kultivasi Qi dasar level 2 tidak mungkin datang untuk menantangku, apa lagi ingin merebut sesuatu yang aku jaga."


Hinata menghela napas lega dan memandang phyton besar yang masih dalam posisi malasnya.


"Kalau begitu, aku bisa pergi kan?"


Hinata sweatdrop dengan permintaan ular Phyton tersebut, tapi dia tetap diam dan mengambil posisi duduk nyaman di depan phyton.


"Aku mungkin tidak bisa bertahan dengan suhu di sini."


Hinata mengeluh, dan tanpa sadar berdiri mendekati phyton tersebut membuat 3 sosok terdekatnya melotot horor. Hinata bersandar pada phyton besar itu merasa sedikit hangat.


"Baik, aku akan menemanimu bercerita."


Ular phyton tersebut menatap Hinata dalam diam dan berpikir dari mana akan memulai ceritanya, ia mengabaikan Hinata yang bersandar di tubuhnya.


"Beberapa tahun lalu, aku diserang oleh seseorang yang kemampuannya setara denganku, tujuannya adalah untuk mengambil empedu dan hatiku. Dia terus menyerangku hingga roh milikku terluka cukup parah."


"Tunggu! Apa maksudmu dengan mengatakan semua itu?"


"Manusia, sejak kau melangkah masuk ke sini, aku sudah merasakan kehadiranmu dan lagi, kau tidak memiliki niat buruk, maka dari itu aku tidak memiliki perlawanan apa pun. Tadi juga saat kau melihatku tertidur kau bisa saja mengontrakku, tapi kau malah meminta maaf karena mengganggu dan berniat pergi. Jadi aku percaya padamu dan dengar ceritaku selanjutnya."


Hinata melongo memandang phyton tersebut. Zi Long dan Zi Bai keluar dari ruang antariksa dan masing-masing mengambil posisi di bahu Hinata seolah menunggu cerita yang menarik.


Phyton tersebut terkejut melihat Zi Long dan Zi Bai, tapi dengan cepat tenang dan melanjutkan ceritanya.


"Orang itu tidak berhasil membunuhku, tapi berhasil mengambil sesuatu yang berharga milikku. Aku tidak tahu sampai kapan aku bertahan, jadi aku ingin meminta bantuanmu untuk mengambil kembali benda itu."


"Hei apa maksudmu dengan tidak bisa bertahan? Lalu benda apa yang kau maksud?"


"Benda itu seharusnya bisa mengobati jiwaku yang rusak, tapi berhasil jatuh di tangan orang yang memiliki niat jahat itu. Manusia, benda itu sangatlah berharga dan sangat sulit didapatkan. Aku beruntung waktu itu, karena ada seseorang yang memberikannya padaku."


"Coba katakan apa benda itu?"


Hinata merasa gemas dengan ucapan Phyton yang seolah sangat misterius.


"Benda itu adalah Recovery Soul Water."


Hinata, Zi Long dan Zi Bai terdiam dengan tatapan bodoh. Ketiganya saling memandang seolah memiliki pemikiran yang sama.


"Jika aku tidak kehilangannya, mungkin aku bisa pulih, tapi sekarang waktuku hanya tersisa sebulan jadi aku memintamu untuk menemaniku di sini."


Merasa kasihan dengan phyton di depannya, Hinata berdiri dan menepuk moncong phyton itu.

__ADS_1


"Aku tidak tahu seberapa berharganya Recovery Soul Water itu, tapi kau masih bisa sembuh jika kau mengikutiku."


"Manusia, Recovery Soul Water sangat berharga bahkan bisa membeli 3 kerajaan kecil untuk 2 tetesnya."


Hinata tertegun dengan apa yang dikatakan oleh phyton dan memandang kedua binatang imutnya.


"Bukankah air danau itu adalah Recovery Soul Water?"


"Kau baru sadar."


"Jadi aku mengalami kerugian besar dengan memberikan Kompensasi pada istana. Siaaaaal."


"Betapa bodohnya."


Zi Long dan Zi Bai menggeleng pasrah dengan kebodohan Hinata.


"Agh sesekali berbuat baik tidak masalah."


Hinata langsung membuang semua kekecewaannya dan mengeluarkan 1 botol Recovery Soul Water dari ruang antariksanya.


"Mati di sini atau mengikutiku dan kau bisa pulih. Bukankah itu hanya Recovery Soul Water?"


Phyton tersebut terdiam mendengar Hinata mengucapkan Recovery Soul Water tanpa sedikit pun keserakahan.


"Baik, aku akan mengikutimu."


Hinata tersenyum lebar dan menggigit tangannya. Darah merah kehitaman menetes di kepala Ular Phyton itu.


"Dengan kontrak darah ini, aku Cristal Snow Phyton bersedia mengikuti dan terikat denganmu. Hidup dan matiku adalah bersamamu."


"Aku Zi Hua melalui kontrak darah ini, berjanji akan memperlakukanmu layaknya keluargaku. Hidup dan mati selalu bersama."


Swiiiing


Mata ungu Hinata bersinar dengan cahaya putih dan di mata kiri Hinata, manik ungu itu memiliki ukiran berbentuk ular dan dengan cepat memudar


Lagi-lagi Zi Long terkejut dengan kejadian yang dilihatnya, tapi dia memilih diam.


Setelah kontrak selesai, phyton itu mengubah dirinya menjadi seorang pemuda tampan dengan rambut peraknya. Hinata tercengang melihat perubahan tersebut dan memandang Zi Long dan Zi Bai.


"Apa kalian juga bisa mengambil bentuk manusia?"


Keduanya mengangguk dan mengatakan sesuatu yang membuat Hinata tak berdaya.


"Kami bisa, tapi kami terlalu malas mengambil bentuk manusia kami, karena akan merepotkan jika wujud manusia kami terlihat."


Hinata terlalu malas menanggapi dan melempar botol porselen pada Pemuda di depannya.


"Ini minumlah dan sembuhkan roh milikmu yang rusak! dan mulai sekarang kau akan disebut Zi Zi."


Sang phyton yang malang hanya bisa mengiyakan membuat Zi Long dan Zi Bai tertawa terbahak-bahak.


Zi Zi membuka botol itu dan aroma akrab tercium dari dalam botol. Dia menatap Hinata penuh tanya dan tidak langsung meminumnya.


"Tunggu apa lagi? Kau tak perlu merasa sungkan, karena aku punya banyak dan tidak terbatas."


Zi Zi berbinar dan tanpa membuang waktu, ia langsung meminum air danau yang ada di tangannya. Zi Zi mengambil bentuk ularnya dan bermeditasi, sedangkan Hinata tanpa moral dan rasa bersalah mengambil semua harta berharga yang dilindungi oleh Zi Zi.


"I..ini Lotus es?"


Herbal yang sangat berharga ada di depannya. Tanpa menunda lagi, Hinata memasukkan ke dalam ruang antariksanya.


Lotus es hanya akan tumbuh setelah seratus tahun pembekuan suhu di sekitarnya. Maka dari itu Hinata sangat bahagia saat menemukannya.


Zi Mo yang berada di dalam ruang antariksa telah selesai dengan area yang cukup dingin dan menanam semua herbal yang memiliki sifat es termasuk Lotus es yang baru saja dimasukkan oleh Hinata.


Beberapa jam kemudian, Zi Zi membuka matanya dan menghembuskan udara hitam dan memandang sekelilingnya.


"Tak perlu mencari, Zi Hua telah mengambil semuanya."


Zi Zi tidak tahu harus bersikap seperti apa, saat mengetahui semuanya diambil oleh Hinata.


"Ayo, aku masih ingin melihat lorong yang memiliki suhu panas itu."


Ketiga binatang ajaib itu mengikuti Hinata dengan bentuk binatang mini mereka, Hinata tidak pernah berpikir atau mengetahui jika ketiga binatang miliknya adalah binatang Mitologi yang telah hidup ribuan tahun kecuali Zi Long yang entah bagaimana berada di tubuh Hinata.


Hinata juga melupakan sesuatu yang sangat penting sebelum melakukan kontrak dengan binatang ajaib, binatang ajaib terlebih dahulu harus dijinakkan. Hinata bahkan belum mempelajari penjinakan binatang ajaib, karena dia hanya meniru Zi Bai melakukan Kontrak darah sehingga dia juga melakukannya pada Zi Zi.


Hinata bahkan tidak tahu jika kontrak darah hanya bisa dilakukan pada 1 binatang ajaib. Saat Zi Bai melakukan kontrak darah, Zi Long sangat terkejut karena dengan melakukan kontrak darah maka manusia dan binatang ajaib tidak akan pernah terpisahkan. Zi Long sendiri dan Hinata memiliki ikatan kontrak kelahiran, karena dia muncul di dalam tubuh pemilik asli tepat setelah pemilik sebelumnya lahir.


Kontrak sendiri ada 3 cara yaitu kontrak Jiwa, Kontrak darah dan kontrak biasa. Namun, ada kontrak yang tidak diketahui, yaitu kontrak kelahiran seperti yang terjadi pada Zi Long.

__ADS_1


Kontrak biasa mengharuskan binatang ajaib patuh pada sang master. Oleh sebab itu, banyak binatang ajaib tidak ingin melakukan kontrak dengan manusia.


Yang paling membuat Zi Long terkejut adalah Hinata dapat mengontrak binatang ajaib lebih dari satu dengan menggunakan kontrak darah.


__ADS_2