
Hinata dan Ao Xue, keduanya tengah duduk di kamar masing-masing, karena mereka saat ini sedang didandani oleh para pelayan.
Bahkan pakaian yang mereka kenakan juga merupakan pakaian resmi seorang tuan putri.
Tepat malam nanti, perjamuan untuk mereka akan dilakukan. Keduanya juga tahu jika Kaisar akan mengenalkan mereka sebagai anak kandung Kaisar yang telah lama disembunyikan di luar Istana.
Karena keduanya memiliki usia dan tanggal lahir yang sama, maka Kaisar akan mengumumkan jika keduanya adalah anak kembar.
Hinata maupun Ao Xue tidak jadi masalah, toh Ao Xue selalu mengenakan cadar saat mereka menampakkan diri di depan umum.
Setelah didandani selama lebih dari 4 jam, akhirnya keduanya selesai dirias oleh pelayan pribadi mereka.
Dengan senyum cerah dan keanggunan serta aura seorang bangsawan diperlihatkan oleh keduanya.
"Yang mulia Putri Rui dan Yang Mulia Putri An Ping, gerbong Anda telah disiapkan. Silakan mengikuti hamba."
Hinata dan Ao Xue mengangguk patuh dan mengikuti kasim tersebut yang memang ditugaskan untuk melayani di Istana Bulan.
...
Di Istana Phoenix. Kaisar, Permaisuri, Selir Yun dan Selir An sedang mendiskusikan sesuatu yang entah apa itu.
"Baiklah, karena tanggal dan tahun lahir kedua putri angkat kita sama di mana saat itu Selir Qing yang sedang hamil tua ingin mengunjungi kedua orang tuanya, tapi malah mengalami musibah. Maka keputusannya adalah keduanya adalah anak Yang Mulia yang berhasil dilahirkan oleh selir Qing sebelum selir Qing meninggal."
Permaisuri tentu setuju dengan usulan Selir Yun.
Mereka juga melihat sendiri jika Selir Qing melahirkan 2 orang putri kembar, tapi sayang, selain nyawa Selir Qing tidak bisa diselamatkan. Nyawa kedua putrinya juga tidak bisa diselamatkan.
Kejadian di mana Selir Qing melahirkan sebelum meninggal juga dirahasiakan. Hanya Kaisar dan ketiga istri serta kasim kepercayaan mereka yang mengetahui kejadian tersebut.
"Jadi untuk sekarang, kedua gadis itu akan menyandang nama keluarga kerajaan." Kaisar tidak pernah berpikir jika ide seperti ini akan muncul dari ketiga istrinya.
Hanya kekaisaran Taiyang yang memiliki Harem kecil. Meski di luar sana, harem miliknya seolah selalu bermain Skema bahkan para pangeran juga ambil andil di dalamnya, tapi hanya mereka dan pelayan Istana yang telah disumpah untuk setia pada keluarga kerajaan mengetahui persis jika pertempuran yang ditampakkan di dunia luar tidak sesuai dengan apa yang terjadi di dalam keluarga Kerajaan yang sangat rukun dan saling melindungi.
"Aku harap kedua gadis tersebut tidak memiliki keberatan di dalam hati mereka." ujar Selir An sambil mengelus perutnya yang masih datar.
"Sebaiknya kita bersiap, aku yakin aula telah ramai oleh tamu undangan."
....
Di aula di mana perjamuan diselenggarakan, banyak tamu yang merupakan pejabat kerajaan dan bahkan beberapa merupakan perwakilan dari Kekaisaran Yueliang dan Kekaisaran Xing.
Kedua kekaisaran tersebut mengirim pangeran yang memang sangat pandai untuk menjadi perwakilan.
Ada juga perwakilan dari Kerajaan kecil yang dinaungi oleh Kekaisaran Taiyang termasuk kerajaan Qu sendiri yang mengirim putra Mahkotanya.
Kedua pangeran yang merupakan perwakilan dari kekaisaran Yueliang dan kekaisaran Xing tetap dengan wajah tenang mereka.
Pangeran dari Kekaisaran Xing memiliki nama Long Ao Rong dan pangeran dari kekaisaran Yueliang memiliki nama Nangong Fu Tian.
Jika boleh jujur, keduanya sangat penasaran dengan Tuan Putri kembar yang merupakan protagonis dalam perjamuan ini.
Mereka juga pernah mendengar desas-desus tentang Selir Qing yang meninggal dihamil tuanya saat mengunjungi orang tuanya.
Saat Kaisar mengirim undangan perjamuan untuk mengenalkan kedua putri kembarnya pada dunia, mereka semua terkejut dan tidak menyangka jika kedua anak Selir Qing ternyata selamat dan disembunyikan oleh Kaisar hingga usia mereka mencapai 15 tahun.
Jendral Ning bahkan memiliki wajah gelap, saat mendengar Kaisar akan mengumumkan tentang putri kembarnya yang merupakan anak dari selir Qing yang telah lama meninggal.
Sedang asyiknya mereka membicarakan tentang kedua putri Kaisar Taiyang tersebut, Seorang Kasim mengumumkan kedatangan Putra Mahkota dan keempat pangeran lainnya.
Kelima pangeran tersebut terlihat tampan dan elegan, 2 di antara mereka memasang wajah datar nan dingin dan 3 lainnya memasang senyum hangat dan tampilan ramah.
Kelima pangeran tersebut mengangguk pada 2 pangeran yang merupakan perwakilan dari Kekaisaran Yueliang dan kekaisaran Xing.
__ADS_1
Jika Hinata dan Aoxue mengetahui nama kedua pangeran tersebut, bisa dipastikan jika keduanya akan terkejut.
Setelah kelima pangeran kerajaan Taiyang menempati kursi mereka masing-masing, dari luar terdengar suara seorang Kasim
"Yang Mulia Kaisar tiba, permaisuri tiba, Selir Agung Yun tiba, Selir terhormat An tiba."
Sontak semua berlutut, tapi tidak untuk kelima pangeran dan 2 pangeran dari kerajaan tetangga, mereka hanya memberi hormat sewajarnya.
Saat Kaisar sampai di Takhta Naga miliknya, dia langsung memerintahkan semua orang untuk bangun dari posisi bersujud mereka.
Kaisar dan permaisuri tersenyum kecil melihat Hinata dan Aoxue belum tiba.
Karena protagonis belum tiba, jadi Kaisar tidak segera memulai perjamuan.
"Putri Rui memasuki Ruangan, Putri An Ping memasuki ruangan."
Semua mata mengarah pada Hinata dan Ao Xue. Keduanya berjalan menuju tengah Aula dengan penuh martabat dan keanggunan seorang bangsawan. Aura penyendiri dan bangga serta tatapan tajam yang hanya diperlihatkan pada musuh mereka.
Langkah keduanya tidak cepat ataupun lambat dan itu teratur. Bahkan Hinata juga menggunakan etiket kerajaan yang memang diketahuinya.
Kaisar dan permaisuri tersenyum lembut melihat keduanya tiba.
Hinata dengan pakaian Resminya yang berwarna hitam dengan pola Naga dan Phoenix yang disulam dengan warna ungu menambah kesan keagungan seorang Putri. Rambutnya yang biasa hanya digerai dan sedikit hiasan kini telah dibentuk sedemikian rupa dengan jepit rambut Phoenix serta riasan tipis menambahkan kecantikannya. Hinata tidak peduli dengan wajahnya, maka dari itu dia tidak menutupinya menggunakan cadar seperti saat di kerajaan Qu.
Ao Xue yang biasanya tidak ingin repot dengan segala perhiasan dan dandanan. Sekarang tubuhnya dibalut dengan pakaian resmi kerajaan berwarna Hitam dengan pola naga dan phoenix yang disulam dengan benang merah. Wajah cantiknya yang biasa diperlihatkan pada Kaisar serta keluarga kerajaan dan pelayan Istana, saat ini telah ditutupi menggunakan cadar tipis yang senada dengan warna pakaiannya.
Selir Qing yang memang semasa hidupnya memiliki rambut berwarna ungu, jadi para tamu tidak mempermasalahkan rambut Hinata.
"Anak perempuan Zi Hua memberi hormat pada Ayah kerajaan dan Ibu kerajaan semoga diberi umur panjang dan kesehatan."
Hal yang sama juga di lakukan oleh Ao Xue membuat Kaisar dan Permaisuri tersenyum bangga.
Kaisar bahkan sangat bahagia saat Hinata tidak menggunakan etiket uniknya. Bahkan memanggilnya dengan ayah kerajaan dan bukan Chichiue.
Kedua pangeran itu menggeleng berusaha mengenyahkan pemikiran Absurd mereka.
"Untuk semua pejabat dan rakyat serta tamu undangan. Terima kasih, karena berkenan hadir di perjamuan penyambutan kedua putri kembarku yang sengaja aku besarkan di luar istana Kerajaan, mungkin tidak ada yang tahu bahwa Putri Rui, Ji Zi Hua dan Putri An Ping, Ji Ao Xue adalah putri kembar dari mendiang selir Qing." Hinata dan Ao Xue tersenyum kecil, tapi kesan bangga dan penyendiri tetap terpancar dari keduanya.
Beberapa orang berbisik mengenai temperamen mereka yang memang layak menjadi seorang Putri dari kerajaan Taiyang.
"Dengan hadirnya mereka, maka perjamuan penyambutan telah dimulai." dengan Kaisar mengumumkan perjamuan telah dimulai, beberapa penari mulai keluar dan menari bahkan mereka juga bisa menikmati hidangan yang telah disediakan.
Hinata dan Ao Xue juga telah menempati bangku mereka dan terkadang mengobrol ringan dengan selir An yang memang kursi mereka saling berdekatan.
Beberapa saat kemudian, beberapa pejabat maju secara bergiliran menyerahkan hadiah kepada Putri Rui dan Putri An Ping, meski putri An ping mengenakan cadar, banyak yang berasumsi jika wajahnya sangat mirip dengan Putri Rui.
Hadiah berturut-turut diterima oleh Hinata dan Ao Xue, bahkan dari perwakilan kerajaan kecil.
Hingga tiba giliran kedua pangeran dari kerajaan tetangga.
Nangong Fu Tian dari tadi gelisah karena kedua senjata yang baru saja dibuatnya entah mengapa sangat ingin keluar dari cincin penyimpanannya.
Dia juga telah menyediakan 2 hadiah untuk putri kembar tersebut. Hingga kedua senjata yang telah disempurnakannya beberapa tahun lalu mendadak keluar, senjata tersebut bukanlah senjata sembarangan, karena Nangong Fu Tian memasukkan 2 roh yang dia sendiri tidak ketahui roh macam apa itu.
Swuuuusssh
Kedua senjata itu melesat ke arah Hinata dan Ao Xue membuat Nangong Fu Tian berkeringat dingin. Kejadian mendadak ini membuat ruangan yang tadi meriah tiba-tiba terdiam.
Entah insting atau apa, Hinata dan Aoxue langsung menangkap senjata yang mengarah padanya.
Hinata menangkap sabit besar yang menurutnya mirip dengan senjata milik Grim Reaper yang dikenal di zamannya.
Saat menyentuh sabit besar itu, sebuah pengetahuan memasuki benaknya, dan dengan alami Hinata mulai menari menggunakan sabit besarnya.
__ADS_1
Hinata tidak sadar jika tarian yang dilakukannya membuat seisi ruangan pucat seolah jiwa mereka secara perlahan terisap.
Devil Dance Art
Merupakan tarian yang dilakukan Hinata.
Zi Long yang merasakan sesuatu yang aneh memilih keluar, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Hinata menari tanpa sadar dengan sabit besar di tangannya.
Dia dengan cepat membentuk segel dan membuat penghalang untuk mengurung Hinata yang sedang menari sehingga tidak melukai orang-orang di sekitarnya dan buru-buru masuk kembali ke ruang antariksa 7 lapis.
Setelah penghalang terbentuk di sekeliling Hinata, perlahan seisi ruangan mulai merasakan kelegaan.
Nangong Fu Tian tidak menyangka jika senjata yang dibuatnya memilih tuannya sendiri.
Hinata terus menari hingga tangannya yang memegang sabit mulai berdarah, bahkan darah tersebut seolah terisap oleh sabit besar itu. Perlahan tarian Hinata mulai melambat dan semua bisa melihat jika Hinata sangat kelelahan dengan keringat yang mengucur.
Tepat saat berhenti menari, Hinata mendapatkan kembali kesadarannya dan menatap sabit di tangannya.
Dia dengan lemah kembali ke tempat duduknya. berbeda dengan Hinata, Ao Xue yang memegang senjata yang merupakan cambuk hanya menatap kosong pada cambuk tersebut. Tepat saat Hinata mendapatkan kembali kesadaran setelah menari, Ao Xue juga tersadar dari lamunannya.
Nangong Fu Tian berdiri dari tempat duduknya dan membungkuk memohon maaf pada Kaisar.
"Yang mulia, maafkan kelancangan yang dilakukan oleh pangeran ini. Pangeran ini tidak menyangka jika kedua senjata yang pangeran ini memiliki jiwa sehingga mereka memilih tuan mereka sendiri."
Kaisar dan permaisuri tertegun. Di benua Weixiang tidak ada yang tidak tahu tentang pangeran kedua Kekaisaran Yueliang yang memiliki usia muda, tapi pencapaiannya dalam pemurnian senjata sangat di luar nalar, bahkan senjata yang dibuatnya tidak diperjualbelikan. Jika dia menginginkan, dia bisa memberikan sebagai hadiah.
"Tidak masalah, itu merupakan berkah untuk Putri Rui dan Putri An Ping."
Nangong Fu Tian akhirnya bisa lega dan menghampiri Hinata dan Ao Xue.
"Putri Rui, Putri Anping. Perkenalkan aku merupakan pangeran kedua dari Kekaisaran Yueliang yang memiliki nama Nangong Fu Tian. Pangeran inilah yang menyempurnakan kedua senjata tersebut, karena mereka memilih Anda berdua maka terimalah sebagai hadiah dari pangeran ini."
Saat mendengar nama pangeran kedua dari kekaisaran Yueliang, Hinata sangat terkejut bahkan jantungnya terus berdebar dan menatap pangeran kedua penuh makna.
Hinata bahkan menggumamkan nama 'Nangong' dengan suara lirih yang hanya bisa didengar olehnya.
Menyingkirkan semua prasangka, Hinata tersenyum kecil dan berterima kasih. Ao Xue bahkan tersenyum cerah menampakkan gigi putihnya di balik cadar hitam miliknya.
"Senang jika Putri Rui dan Putri An Ping menyukai mereka."
Melihat Nangong Fu Tian kembali ke tempatnya, Long Ao Rong maju menyerahkan hadiahnya pada Hinata dan Ao Xue.
"Selamat bergabung kembali dalam keluarga Kekaisaran Taiyang, Putri Rui dan anda Putri An Ping. Pangeran Ini merupakan Pangeran keempat bernama Long Ao Rong dari Kekaisaran Xing. Meski hadiah pangeran ini tidak sebagus hadiah pangeran kedua kekaisaran Yueliang, tapi tolong terimalah."
Long Ao Rong memberikan cincin pada Hinata dan Ao Xue yang sangat terkejut begitu mendengar nama pangeran keempat dari kekaisaran Xing.
"Cincin tersebut merupakan cincin ruang tingkat atas yang dapat menyimpan banyak hal di dalamnya."
"Terima kasih." kedua gadis itu hanya tersenyum kecil, karena mereka tidak tahu tentang nilai dari kedua cincin tersebut.
Keluarga kekaisaran tidak mempermasalahkan, tapi pejabat dan tamu undangan lainnya tentu tahu tentang nilai cincin ruang tingkat atas yang dapat membeli 3 Kerajaan kecil.
Melihat hadiah telah diterima, Long Ao Rong kembali ke kursinya dan menikmati hidangan perjamuan.
Perjamuan terus berlanjut dan mereka melupakan tentang tarian Hinata yang hampir merenggut nyawa mereka.
Hinata dan Ao Xue yang memiliki persepsi tinggi tiba-tiba menegang hingga sebuah anak panah menerjang ke arah Kaisar dengan kecepatan tinggi.
Swuuuusssh
Tanpa menunggu lama, Zi zi keluar dan mengibaskan ekornya untuk menghalangi anak panah tersebut.
Tentu kejadian tersebut menimbulkan kekacauan diperjamuan tersebut.
__ADS_1