Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Enam Kakak Yang Protektif


__ADS_3

Niat membunuh yang begitu pekat terpancar dari aura Hinata dan Ao Xue, niat membunuh seperti itu tidak akan memudar sebelum mereka puas membunuh. Dengan niat membunuh yang pekat seperti itu langsung membuat Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia membaik. Sejujurnya mereka agak ngeri dengan niat membunuh sebesar itu.


“Hua, Xue, kami sudah tidak apa-apa, mereka juga sudah mati di tangan kami, tidak perlu khawatir.”


Bai Wei Xiang berusaha menenangkan keduanya, tapi dia tahu jika kedua gadis itu tidak bisa tenang begitu saja.


“Bisa kalian tarik aura kalian? Aura kalian bisa mengejutkan penghuni penginapan.”


Setelah ucapan Qi Lan Xia, akhirnya Hinata dan Ao Xue tenang. Mereka merasa tidak enak ketika menyadari jika mereka kelepasan.


Mereka berempat langsung duduk dan berbicara sambil menikmati teh dan cemilan yang ada di meja. Beruntung mereka telah menarik aura mereka dan tampak sedang bercanda ketika pintu kamar Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia didobrak dengan tidak elitnya.


Pelaku yang mendobrak pintu yang tak bersalah tentu merupakan tetua dari sekte Angin Musim Semi, tapi ketika melihat pemilik kamar dan 2 gadis yang tidak mereka kenali sedang menikmati teh dan cemilan, mereka kehabisan kata-kata. Namun, mereka dengan cepat pulih dan melihat sekitar.


“A Xiang, Xia'er, apakah kalian tidak apa-apa? Tadi kami merasakan aura membunuh yang pekat berasal dari kamar kalian ini.”


Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia saling bertatapan, mereka kemudian menjawab dengan tenang.


“Memang tadi ada beberapa orang bertopeng sedang berkelahi, tapi mereka hanya lewat dan kebetulan melewati balkon kamar kami.”


“Ya sudah kalau kalian tidak apa-apa, tapi tetap berhati-hati untuk tidak terlibat perkelahian dengan peserta lainnya, karena jika kalian terlibat, kalian akan didiskualifikasi.”


Setelah mendapatkan jawaban dari Bai Wei Xiang, tetua tersebut juga tidak lupa untuk memperingatkan keduanya. Dia juga menatap Hinata dan Ao Xue, sontak tatapannya mengejutkan Hinata dan Ao Xue hingga kedua gadis itu menyapa sebagai tanda hormat generasi muda pada generasi yang lebih tua.


Tetua tersebut segera memiliki kesan baik pada Hinata dan Ao Xue. Ya, baru kali ini dia mendapati generasi muda selain dari sekte musim semi menyapa dirinya dengan sopan. Biasanya murid dari sekte lain hanya menatap sejenak dan langsung pergi begitu saja setelah menyapa dengan asal-asalan.


“Lanjutkan kegiatan kalian.”


“Ya, Guru Nie.”

__ADS_1


Setelah tetua tersebut pl bersama tetua lainnya, tentu saja Bai Wei Xiang langsung memperbaiki pintu yang rusak akibat didobrak dengan kemampuan kayunya.


Setelah selesai dan Bai Wei Xiang kembali ke tempatnya, Hinata langsung bertanya.


“Bagaimana kalian bisa memiliki trauma berat seperti itu?”


Qi Lan Xia dan Bai Wei Xiang menghela napas, sejujurnya mereka tidak ingin menceritakan tentang kisah tragis mereka sebelum mereka terlahir kembali, tapi mereka tidak ingin membuat Hinata dan Ao Xue merasa terbebani.


Dengan pertimbangan yang mendalam, mereka akhirnya memutuskan untuk menceritakan kisah mereka.


Begitu Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia selesai bercerita secara bergantian, Hinata dan Ao Xue sangat marah, tapi mereka berusaha menahan amarah.


“Cih, mereka itu lebih buruk dari iblis. Beruntung sekali mereka mati dengan mudah, jika itu aku, aku akan membuatnya merasakan neraka dan trauma sesungguhnya.”


Ao Xue yang tadi tenang kembali marah, tapi dia berusaha menekan aura membunuhnya.


Hinata sedih, tapi dia juga mendukung keputusan keduanya. Cara yang lebih baik menghilangkan trauma adalah menghadapi trauma itu sendiri.


“Cara itu lebih baik, tapi kalian tidak perlu memaksakan diri. Kami juga akan mencari cara lain untuk menyembuhkan kalian.”


Hinata menyemangati kakaknya dan juga sahabat kakaknya. Dia sendiri berasumsi seperti itu karena cerita yang dia dengar dari keduanya.


Sangat jarang memiliki sahabat yang begitu baik dan setia yang merelakan dirinya untuk tidak berkultivasi hanya untuk menemani sosok yang disebut sahabat, bahkan mereka mati bersama dengan cara yang mengenaskan dan terlahir kembali ke masa lalu bersama pula.


“Baik.”


Merasa jika mereka telah pergi cukup lama, Hinata dan Ao Xue memilih untuk kembali ke penginapan mereka. Namun, sebelum itu, dia mengeluarkan token yang sama persis yang diberikan pada 5 pangeran.


“Kakak, Saudari Xia, ini adalah token pengenal, jika kalian memerlukan sesuatu dan tidak dapat menemukan kami, kalian bisa pergi ke rumah harta. Karena rumah harta dikelola olehku, Ao Xue dan Yun, tapi Yun yang turun tangan langsung untuk mengelolanya, sedangkan kami hanya menyediakan barang yang akan dilelang.”

__ADS_1


Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia tidak tahu seberapa berpengaruhnya rumah harta dan organisasi yang disebut Bunga Kematian, tapi setelah menerima token pengenal, mereka memiliki bayangan samar.


“Kami sudah lama keluar. Awalnya hanya ingin bertemu sepupuku, tapi kami tidak menyangka akan bertemu kalian. Jika kalian sempat, datang juga ke penginapan kami.”


“Ya.”


Setelah beberapa kata lagi, Hinata dan Ao Xue akhirnya berpisah dengan Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia.


Begitu keduanya kembali ke penginapan mereka, mereka tercengang dengan 6 sosok berdiri di depan pintu penginapan dan menatap mereka dengan keluhan.


6 sosok tersebut tidak lain adalah Ji Jiu, Ji Chen, Ji Hui, Ji Liang, Ji Xuan dan Zhu Tian Mo.


“Kakak sekalian, bisakah kalian memberikan kami jalan? Kami ingin masuk.”


Twich


Keenam sosok itu berkedut mendengar ucapan Ao Xue, mereka berpikir kedua adik perempuan yang mereka manjakan terlalu tidak memiliki hati nurani. Sudah membuat mereka khawatir, tapi masih tidak menyadari kesalahan masing-masing.


Mereka berenam maju bersama dan memberikan kita kan lembut di kepala Hinata dan Ao Xue.


“Kalian memang tidak ada akhlak. Sudah membuat kami khawatir, tapi kalian sama sekali tidak menyadari kesalahan kalian. Kita ini berada di benua Beiling, bagaimana jika kalian tersesat dan tidak tahu jalan pulang. Tidak hanya itu, kita hanya tamu di sini, bagaimana jika kalian diculik oleh orang tua mesum.”


Belum sempat para pangeran menceramahi Hinata dan Ao Xue, tapi mereka telah didahului oleh Zhu Tian Mo yang telah berbicara panjang lebar untuk menceramahi Hinata dan Ao Xue.


Sudut mata Hinata dan Ao Xue berkedut, meski begitu mereka masih memiliki senyum yang menghiasi bibir mereka meski senyum itu agak kamu.


“Mo Ge, dan kakak sekalian, kami bukan anak kecil, lagi pula kami akrab dengan jalanan ibukota Kekaisaran Beiling. Juga tidak akan ada bajingan mesum yang akan berani pada kami.”


Ao Xue berbicara dengan tak berdaya. Sementara itu peserta dari sekte lainnya yang berada di penginapan yang sama hanya terkekeh geli.

__ADS_1


__ADS_2