
Hiruk pikuk penduduk seperti biasa, 2 orang gadis memandang bangunan di depannya, bangunan tersebut tidak lain adalah Asosiasi Alchemis.
Lambang Alchemis yang merupakan kaldron pemurnian berdiri tegak di atas gerbang Asosiasi Alchemis.
Tidak ada yang menjaga gerbang tersebut, hingga Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia berjalan masuk tanpa hambatan.
Saat memasuki gedung Asosiasi Alchemis yang berada di kota Wei, keduanya terpana dengan apa yang ada di dalam gedung tersebut.
Sebelum mendaftar, mereka berkeliling melihat-lihat herbal yang dipajang sebagai barang dagangan.
Herbal yang diperdagangkan di Asosiasi Alchemis bisa dibayar dengan barter maupun koin emas.
Beberapa waktu berkeliling, tapi tidak ada yang menarik minat keduanya, jadilah mereka menuju meja di mana seorang gadis cantik duduk dengan pena bulu di tangannya sambil mencatat sesuatu.
"Permisi." Gadis tersebut mengalihkan perhatiannya dari buku dan menatap 2 gadis cantik yang berdiri di depannya.
"Ya?"
"Aku ingin menguji dan mendapatkan lencana Alchemis."
Gadis itu memandang sejenak 2 orang gadis di depannya yang tampak masih muda, meski agak ragu, tapi tetap memberikan formulir pada mereka.
Bai Wei Xiang dengan teliti mengisi formulir dan tingkatan apa yang ingin diujinya.
Bai Wei Xiang menuliskan nama serta umur dan tingkat basic yang ingin diujinya. Setelah menuliskan semuanya, dia menyerahkan kertas tersebut pada gadis yang telah sibuk menulis.
"Biayanya 10 Koin emas." Tanpa membuang waktu, Bai Wei Xiang membayar biaya pendaftaran.
Gadis tersebut kembali membaca apa yang tertulis di formulir tersebut, saat membaca tahap apa yang ingin diuji oleh Bai Wei Xiang, matanya melotot horor, tapi kemudian dia menggeleng dan memandang kepergian kedua gadis itu dengan pandangan merendahkan.
Perlu ditahu, untuk menerobos memerlukan waktu bertahun-tahun dan berapa usianya yang ingin menguji di tingkat Basic sekaligus?
Bai Wei Xiang tidak mengetahui pikiran gadis resepsionis tersebut, dan melangkah pergi. Dia bertanya pada orang sekitar keberadaan tempat pengujian.
dan di sinilah mereka, di depan pintu sebuah ruangan yang tampak mewah dan boros.
Bagaimana tidak, pintu tersebut terbuat dari emas dengan Jade Dew Spirit sebagai hiasan, rahang kedua gadis itu terbuka lebar karena keterkejutan mereka.
__ADS_1
"Apa pemborosan ini?"
"Cih, dari mana asal udik ini?"
Tepat saat Qi Lan Xia entah bertanya pada siapa, pertanyaan yang seolah mengolok-olok mereka terdengar kemudian.
Qi Lan Xia dan Bai Wei Xiang menoleh ke asal suara, keduanya mendapati seorang gadis dan pemuda tampak mesra memandang mereka dengan jijik.
Baik Bai Wei Xiang maupun Qi Lan Xia langsung mengabaikan kedua orang itu, hingga pintu yang terbilang mewah itu terbuka menampilkan seorang penatua.
"Kalian yang ingin menguji tolong serahkan formulir kalian padaku." pasangan yang memandang Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia menyerahkan formulir mereka, diikuti oleh Bai Wei Xiang.
Penatua itu mengerutkan dahinya melihat tingkatan apa yang ingin diuji oleh Bai Wei Xiang dan memandangnya penuh penilaian.
"Gadis, apa kau serius?"
"Ya." Jawaban yang diberikan Bai Wei Xiang terdengar acuh tak acuh tapi dipenuhi ketegasan.
"Kalian ikuti aku!"
Mereka segera mengikuti penatua tersebut memasuki ruangan, sekali lagi, mereka dibuat takjub dengan dekorasi ruangan.
Hinata dan Ao Xue memandang puas pada bawahan mereka yang sangat giat berlatih.
Selama mereka tiba di istana, keduanya tidak pernah melangkah keluar dari halaman Istana, hanya waktu Kaisar mengajak mereka untuk melihat Kamp Militer.
Keduanya yang sedang bersantai tiba-tiba menjadi waspada, Hinata dan Long Ao Xue melihat ke sekeliling, tapi tidak menemukan apa-apa, meski begitu kewaspadaan mereka makin meningkat. Aura hangat keduanya kini tergantikan dengan aura dingin mencekam, niat membunuh begitu tebal.
"Keluar!" Suara Hinata serak dan dalam terdengar menakutkan, di dalam ruang dan kalung Ao Xue, semua binatang kontraktual telah meringkuk ketakutan.
Secara perlahan muncul 2 sosok dari transparan menjadi jelas dan itu sukses membuat Hinata dan Ao Xue terkejut.
"Siapa kalian?" Meski Ao Xue bertanya, tapi nada suaranya seolah memerintah.
Kedua pemuda tersebut menyeringai kecil, pemuda berambut perak menghilang dan muncul di samping Hinata, kemudian memeluk pinggangnya erat dan menghilang meninggalkan Ao Xue yang tercengang.
Sebenarnya ada seseorang yang berani menculik saudarinya di bawah hidungnya?
__ADS_1
Aura membunuh yang sangat tebal semakin tebal dan itu sedikit membuat pemuda yang tersisa berkeringat.
"Tidak akan terjadi apa-apa pada kembaranmu jadi tenanglah." Long Ao Xue tidak memedulikan kata-katanya dan maju menyerang pemuda yang menurutnya adalah musuhnya.
Setiap serangan yang dikeluarkan Ao Xue dapat dihindari oleh pemuda itu.
"Andai saja aku memiliki pistol, sudah aku pecahkan isi kepalanya."
Sekarang Ao Xue sangat menyesal, kenapa dia tidak membuat pistol saja? Kan lebih simpel. Memikirkan kebiasaannya yang pelupa, membuatnya frustrasi.
Hingga serangannya kali ini diblokir oleh sang pemuda membuat Long Ao Xue tidak berkutik.
Pemuda yang bisa di bilang sangat tampan saat ini mengunci semua pergerakannya. Tangan pemuda tersebut membelai wajah cantik Long Ao Xue.
"Istri, beginikah caramu menyambut kedatangan suamimu, hm?" Mata Long Ao Xue melotot horor.
Istri?
Sejak kapan dia menjadi istri seseorang? Baik kehidupan pertama dan sekarang, Long Ao Xue sangat yakin jika dia belum menikah.
"Istri pantatmu, aku tidak mengenalmu dan apalagi menikah denganmu. What the F*ck, enyah dari hadapanku sialan."
Entah ke mana ketenangan yang dimiliki Long Ao Xue saat ini, yang ada hanya raut kemarahan dan kebencian. Meski begitu, dia tidak lagi memiliki niat membunuh.
"Istri, kau tidak boleh terlalu galak pada suamimu ini." pemuda itu masih membelai wajah cantik Ao Xue dan perlahan mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Ao Xue.
Tubuh Ao Xue membatu, matanya melotot kosong. Dia tidak pernah berciuman dengan seseorang di kehidupan pertamanya, tapi sekarang ada yang berani mencuri ciuman pertamanya.
"F*ck, bajingan. Aku akan memusnahkanmu." Ao Xue hanya bisa mengutuk pemuda yang berani mencuri ciuman pertamanya dalam benaknya.
Ciuman tersebut sangat mendominasi dan menuntut, Ao Xue mau tidak mau harus mengimbangi permainan pemuda yang menciumnya saat ini.
Perlahan Aoxue hampir kehabisan napas, beruntung pemuda tersebut segera menyelesaikan ciumannya.
Dia menatap puas pada Ao Xue, dari cara Ao Xue membalas ciumannya yang mendominasi. Dia bisa yakin jika gadis yang diklaimnya baru pertama kali melakukan ciuman. Ya walaupun dia mengakui jika dia pernah mencuri ciuman saat Ao Xue tidak sadarkan diri.
Ao Xue menghirup oksigen dengan rakus dan memandang tajam pada pemuda di depannya.
__ADS_1
"Istri bersikaplah baik." Yang namanya Ao Xue tidak akan menurut begitu saja. Apalagi pada orang yang tidak dikenalnya di tambah pemuda tersebut adalah pemuda cabul yang secara acak mencuri ciuman seorang gadis lemah.
perasaan ini hanya Seolah ditelah di intimidasi.