Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Ji Xuan


__ADS_3

Hinata melompat langsung ke samping pemuda itu dan menopang tubuhnya, sementara Zi Zi dengan ukuran yang tidak terlalu besar menyerang 10 pembunuh yang tersisa.


Hanya dengan embusan napas Zi Zi, para pembunuh dibekukan dan hancur berkeping-keping.


Pemuda tampan itu memandang Hinata yang menopang tubuhnya dan tersenyum.


"Bertahanlah!"


"Tidak mungkin, semua pil penyembuhku telah habis aku makan, karena pembunuh sialan itu."


Pemuda itu memandang Zi Zi yang mendekati mereka. Dia melihat jika Zi Zi membekukan para pembunuh hanya dengan embusan napas.


Zi Zi memperkecil ukurannya dan naik ke bahu Hinata. Hinata dengan tekun membersihkan luka pemuda itu dan mengeluarkan pil pembekuan darah serta pil pemulih stamina.


"Telan ini dan istirahat sebentar, dengan begitu kau akan pulih, aku akan berjaga di sini."


Pemuda itu mengambil 2 pil yang diberikan Hinata. Dia memandang pil pembekuan darah dengan penuh arti dan pil pemulih stamina yang tingkatnya jauh berbeda dan kembali memandang Hinata.


"Ada apa? Cepat telan dan pulihkan dirimu. Aku tidak memiliki banyak waktu dan masih ingin melanjutkan petualanganku."


Pemuda itu tidak lagi membuang waktu dan menelan pil yang diberikan Hinata. Dia tersenyum tipis memulihkan dirinya.


Dia tidak pernah menyangka jika akan bertemu gadis yang selalu ceria di hutan binatang ajaib ini.


Selama pemuda itu memulihkan diri, Hinata menggunakan waktu untuk memanggang daging binatang ajaib yang dia bunuh.


Merasa sudah matang, Hinata mengirim beberapa potong ke dalam ruang antariksa memberikan pada Zi Long dan Zi Bai. Zi Mo sendiri tidak suka memakan makanan seperti itu. Satu-satunya yang akan dia makan hanyalah pil.


Hinata memakan daging panggang sambil menjaga pemuda yang memulihkan dirinya. Perlahan pemuda itu membuka matanya, merasakan semua lukanya telah disembuhkan bahkan beberapa luka internal juga telah sembuh.


Memang layak disebut pil peringkat tinggi. Pemuda itu melihat Hinata yang sedang makan dengan lahap tersenyum kecil.


"Kau sudah sembuh? Makanlah, aku tahu kau lapar."


"Terima kasih."


"Tidak masalah. Toh aku hanya sekadar lewat dan melihatmu dikepung."


Pemuda itu hanya diam dan juga ikut menikmati daging panggang di depannya. Dia terus memandang Hinata penuh arti.


"Bukankah saat pertama kali aku melihatnya, dia hanya berada di Qi dasar tingkat 1, bagaimana bisa maju begitu cepat?"


"Aku Ji Xuan, katakan berapa harga pil yang kau berikan padaku, aku tidak ingin berhutang."


Hinata mengelap bibirnya yang berminyak dan memandang pemuda di depannya. Dia menggeleng dan mengalihkan pandangannya pada Zi Zi yang sedang menikmati dagingnya.


"Tidak perlu, itu hanya pil pembekuan darah dan pemulih stamina. Aku Zi Hua akan menolong jika suasana hatiku baik."


Hinata memandang pemuda di depannya dengan bingung.


"Kenapa para pembunuh mengejarmu?"


"Mereka menginginkan benda berharga milikku yang tidak sengaja mereka temukan."


"Apa benda itu?"


Hinata merasa de javu saat mendengar kata 'benda berharga'.


"Hehehe awalnya itu bukan milikku, tapi aku mencurinya di perbendaharaan istana."


Hinata tercengang dan memandang aneh pada Ji Xuan.


"Jadi kau yang mencuri harta di istana."


"Cih, mereka terlalu miskin, bahkan benda ini hanya kompensasi dari pencuri yang sebenarnya."


Hinata melotot horor, Zi Long dan Zi Bai yang berada di dalam ruang antariksa tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan pemuda itu, dan mengasihani raja Qu yang sangat tidak beruntung.


"Ada apa?"


Merasakan reaksi aneh Hinata, Ji Xuan tidak bisa tidak bertanya. Dia khawatir dengan tingkah aneh Hinata.


"Tidak, aku hanya penasaran dengan benda berharga itu."


Ji Xuan mengacak surai ungu Hinata dan tersenyum lembut.


"Sebenarnya aku hanya beruntung, aku juga telah berkeliling mencari benda tersebut untuk menyelamatkan guruku. Roh miliknya terluka saat dia berusaha memperbaiki pil tingkat master, tapi saat itu dia terganggu."


Hinata memegang dagunya dan menilai Ji Xuan dari atas ke bawah.


"Jadi kau seorang alkemis?"


Ji Xuan sedikit salah tingkah dan mengangguk.


"Oh ya, kau mendapatkan pil tadi dari siapa? Karena setahuku di kerajaan Qu tidak memiliki alkemis tingkat tinggi."


"Sebulan lalu aku terluka dan seseorang memberikan pil tersebut padaku, tidak banyak yang aku miliki."


Ji Xuan tidak ragu dengan apa yang dikatakan Hinata dan kembali bertanya.

__ADS_1


"Ke mana kakekmu?"


"Aku kabur darinya dan ingin bertualang sendiri. Ya, meski aku sangat lemah sekarang, tapi dengan pertempuran sebenarnya aku bisa menjadi kuat."


Ctak


Ji Xuan menyentil dahi Hinata membuat Hinata menggerutu tak suka.


"Kau itu seorang gadis, tidak baik jika kau berkeliaran sendiri."


Hinata menunduk sedih tidak ingin memandang Ji Xuan.


"Aku hanya tidak ingin membusuk di kerajaan Qu yang kecil itu, aku ingin melihat dunia yang lebih luas dan tentunya mencari kedua orang tuaku."


Ji Xuan terkejut mendengar pernyataan Hinata dan berusaha menghiburnya. Dia sangat tertarik dengan Hinata meski itu bukan ketertarikan antara pria dan wanita.


Dia memiliki perasaan ingin melindunginya seolah menganggap Hinata adalah adiknya.


"Jika kau tidak keberatan, kau bisa ikut denganku dan kembali bersamaku. Aku akan memperkenalkanmu pada guru, tapi meski aku sudah membawa harta berharga ini, aku masih tidak yakin jika guru bisa pulih."


Hinata mengeluarkan botol porselen yang agak besar dari botol porselen yang ditinggalkan di perbendaharaan istana, dan memberikannya pada Ji Xuan.


"Benda berharga yang kau ambil di perbendaharaan istana sebenarnya ditinggalkan olehku. Jika memang kau ingin menyembuhkan gurumu, aku akan memberimu yang lain."


Ji Xuan sangat ketakutan memandang Hinata dan memandang sekitarnya untuk memastikan jika tidak ada yang menguping.


Ctak


Lagi-lagi Ji Xuan menyentil kening Hinata. Perlakuan tersebut membuat Hinata merasa hangat, karena melihat kekhawatiran yang terlihat jelas di raut wajah Ji Xuan.


"Hua meimei, lain kali jangan asal mengeluarkan benda ini.. eh? Jadi kau yang mencuri sebagian isi perbendaharaan?"


Ji Xuan berniat memarahi Hinata, tapi akhirnya sadar jika Hinata yang mencuri isi perbendaharaan.


"Ya itu aku, lagian harta yang aku dapat lebih berharga dari pada air ini."


Hinata entah bagaimana dapat merasakan jika pemuda di depannya ini dapat dipercaya, jadi dia tidak ragu mengatakan harta yang di dapatnya apa bila Ji Xuan bertanya.


"Agh sudahlah, lain kali jangan asal mengeluarkan benda ini lagi."


"Ya."


Hinata mengangguk patuh membuat Zi Zi memandang aneh padanya.


"Huahua, aku akan bergabung dengan yang lainnya, kau tidak masalahkan kalau aku tinggal?"


"Uhm pergilah."


Zi Zi dengan cepat menghilang dari pandangan keduanya, membuat Ji Xuan kembali memandang Hinata.


"Binatang kontrakmu?"


"Ya.”


"Peringkat berapa?"


"Aku tidak tahu, tapi dia bisa berubah menjadi pemuda tampan."


Ji Xuan ternganga melihat tempat di mana tadi Zi Zi berada.


"Peringkat Divine?"


"Aku tidak tahu pasti."


Ctak


Ji Xuan sekali lagi menyentil dahi Hinata dan memandang Hinata layaknya seorang idiot.


"Itu binatang kontrakmu, tapi kau tidak jelas tentangnya."


"Aku tidak peduli, toh dia yang ingin mengikutiku. Ayo kita keluar dari sini, aku sudah sangat bosan berada di hutan selama lebih dari sebulan."


"Baiklah, tapi mulai sekarang panggil aku Xuan gege."


"Baiklah, tidak masalah."


Hinata yang memang pada dasarnya lembut dan hanya akan berubah dingin pada musuh atau seseorang yang mengincar hidupnya.


"Tapi Xuan Ge, sebaiknya kau mengganti pakaianmu."


Ji Xuan agak malu melihat penampilannya yang berantakan. 5 menit kemudian Ji Xuan telah selesai berganti pakaian.


"Woaaah Xuan Ge kau lumayan tampan, aku sampai terpesona loh."


Hinata memandang Ji Xuan dari atas ke bawah dan kembali lagi ke atas sambil menaik turunkan alisnya. Ji Xuan terkekeh pelan.


"Mana ada orang terpesona macam dirimu."


"Hehehe."

__ADS_1


Hinata tertawa-tawa pelan sambil mengaitkan tangannya di lengan Ji Xuan.


"Sebenarnya kau gadis pertama yang tidak terpesona dengan ketampananku ini."


"Narsis, Xuan Ge bisakah kau beritahu aku tentang benua ini. Aku selama 15 tahun tidak pernah meninggalkan keluarga Nalan, maklumlah aku hanyalah sampah di mata mereka."


Merasa kasihan dengan hidup Hinata dan tidak merasakan keanehan padanya, Ji Xuan mulai menjelaskan tentang benua mereka tinggali.


"Benua di mana kita berada adalah benua Weixiang, memiliki 3 Kekaisaran, yaitu Yueliang, Taiyang, Xing. 3 Kekaisaran ini memiliki 7 kerajaan kecil di bawah mereka. Kerajaan Qu sendiri berada di bawah Kekaisaran Taiyang."


Hinata menyimak apa yang dikatakan Ji Xuan. Dia mengingat percakapannya tadi, Ji Xuan sangat memandang rendah kerajaan Qu membuat Hinata berasumsi jika Ji Xuan merupakan seorang tuan muda dari salah satu keluarga bangsawan di Kekaisaran Taiyang.


Namun, masa bodoh, apa pun identitas Ji Xuan. Hinata tidak peduli asal tidak menghalangi tujuannya.


Selama perjalanan keluar dari hutan, Hinata menghabisi cukup banyak binatang ajaib tingkat rendah sampai menengah. Ji Xuan sendiri hanya menonton dari samping tanpa ikut campur. Bukannya dia tidak ingin membantu, tapi Hinata yang tidak ingin Ji Xuan campur tangan.


Selama Hinata bersama Ji Xuan, dia tidak pernah memasuki ruang antariksa 7 lapis. Bukannya tidak percaya pada Ji Xuan, tapi dia baru saja mengenal pemuda ini, tentunya dia masih harus merahasiakan beberapa rahasia.


Saat ini Hinata dan Ji Xuan sedang beristirahat, sudah 5 hari mereka berjalan keluar dari hutan, tapi Hinata masih harus mengkonsolidasikan kultivasinya.


Mereka duduk di bawah pohon dengan Ji Xuan memanggang daging. Untuk mengisi waktunya, Hinata mengeluarkan Violent Star dan beberapa ramuan herbal. Hinata berencana membuat pil pengumpul Qi yang sesuai dengan peringkatnya.


Hinata menarik napas dan mengembuskannya perlahan.


Serrrr


Dia melempar Rainbow Flame ke dalam Violent Star, lalu perlahan mengirim energi mentalnya dan mulai mengontrol suhu serta apinya.


Daging yang di panggang Ji Xuan telah matang, tapi saat dia ingin mengajak Hinata makan, dia tercengang melihat Hinata yang berkonsentrasi memurnikan pil.


Gerakan Hinata cukup lihai untuk tingkat apprentice. Melihat cara Hinata yang cukup santai dalam memurnikan pil dan setiap langkah. Ji Xuan kagum, dia juga seorang Alkemis yang telah berada di tingkat Intermediate level awal.


Ji Xuan mengerutkan alisnya saat memperhatikan kaldron Hinata yang tampak familier.


"Sepertinya kaldron itu tidak asing, tapi di mana aku melihatnya?"


Sesaat kemudian Ji Xuan tersenyum misterius dan matanya dipenuhi binar aneh, tapi tiba-tiba dia kembali membeku saat melihat api di dalam kaldron.


Dia tentunya mengenali api itu, karena dirinya juga termasuk pengguna Flame surgawi. Tentunya peringkat nyala api milik Hinata beberapa tingkat lebih tinggi dari api miliknya.


Ji Xuan memandang Hinata dan menggeleng. Tekadnya semakin kuat untuk melindungi adik kecilnya ini.


"Ckckckck, sungguh harta karun berjalan."


Hinata tersenyum melihat pil pengumpul Qi yang dibuatnya. Dia memperbaiki sekitar 5 set bahan dan menghasilkan 80 pil pengumpul Qi. Hinata memurnikan semua dalam satu waktu.


Dia mengeluarkan botol porselen dan membaginya dalam setiap botol berisi 20 pil dan melemparnya ke dalam ruang antariksa 7 lapis untuk menjadi cemilan 4 kontraktualnya.


Hinata berpikir untuk memberikan Channel Opening Pil dan Red Cleansing Pil pada Ji Xuan. Pemikiran tersebut disetujui oleh keempat kesayangannya.


Dia memasukkan Violent Star kembali ke dalam ruang antariksa dan mengeluarkan 2 botol porselen yang berisi Channel Opening Pil dan Red Cleansing Pil.


"Xuan Ge, ada apa denganmu?"


Ctak


Hinata memegang dahinya dan mengerucutkan bibirnya.


"Jangan menyentil dahiku, sakit tahu."


"Jadi kau seorang alkemis juga dan kaldronmu serta nyala apimu jangan perlihatkan pada siapa pun, sebelum kau cukup kuat!"


Hinata mengangguk mengiyakan jika dia juga seorang alkemis, tapi dia bingung kenapa tidak boleh memperlihatkan kaldron miliknya.


"Memangnya ada apa dengan kaldron dan nyala apiku?"


Ctak


"Ge, apa dahiku ini adalah kaleng? sehingga membuatmu hobi menyentilnya.


Ji Xuan mengelus kepala Hinata dan tersenyum menjelaskan.


"Hua meimei dengar, kalau aku tidak salah, kaldron milikmu adalah Violent Star yang berada di peringkat 2 kuali surgawi. Tidak hanya itu, Violent Star juga mampu memurnikan senjata dan api milikmu merupakan api surgawi yang bernama Rainbow Flame berada di peringkat ke 5 Flame surgawi. Jika kau tidak cukup kuat atau memiliki pendukung yang bisa melindungimu, jangan pernah tunjukan kedua hal ini di depan umum. Kalau kau tetap nakal, bisa jadi para ahli yang serakah akan membunuhmu dan merebut kedua hal ini."


Mata ungu Hinata yang awalnya terlihat lembut dan hangat menjadi sangat dingin dan dipenuhi niat membunuh, bahkan Hinata tanpa sadar mengeluarkan nafsu membunuhnya.


"Jika datang satu, aku akan membunuh mereka jika datang 2 maka aku juga akan membunuh mereka. Ge bisa tenang, aku tidak sebodoh itu mengeluarkan barang berhargaku di depan orang yang tidak aku percayai."


Ji Xuan tertegun melihat sinar dingin di manik ungu Hinata, bahkan ada niat membunuh di dalamnya. Tidak cuma itu, nafsu membunuh yang cukup pekat menyelimuti Hinata.


"Kehidupan macam apa yang dilalui gadis ini? sehingga aura membunuh miliknya sangat kental."


Kemudian dia tersenyum lembut saat mendengar kalimat terakhir Hinata yang menandakan Hinata sangat mempercayainya.


Dia menarik Hinata ke dalam pelukannya dan membelai kepalanya.


"Aku tidak tahu kehidupan macam apa yang kau lalui, tapi percayalah selama masih ada kakakmu yang tampan ini, aku berjanji akan melindungimu."


Hinata tertegun dan ingin mendorong Ji Xuan yang asal memeluknya, tapi dia membeku saat mendengar apa yang diucapkan Ji Xuan.

__ADS_1


__ADS_2