
Gadis Cantik dan Pemuda Tampan mengamati Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia dari atas ke bawah.
Melihat dari umur keduanya, mereka bisa menebak jika Qi Lan Xia dan Bai Wei Xiang ada di usia sekitar 15 atau 16 tahun.
Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia menyapa keduanya dengan sopan, membuat kedua orang itu merasa puas, karena tidak ada jejak arogan pada 2 gadis di depan mereka.
"Apakah kalian ingin mendaftar?"
"Ya." Qi Lan Xia menjawab pertanyaan pemuda itu dengan singkat.
"Silakan beritahu nama kalian, umur dan profesi serta tingkat kalian!"
Bai Wei Xiang menaikkan alisnya dan sedikit cemberut.
"Bai Wei Xiang 15 tahun, seorang Alchemis tingkat Basic dan Kultivasi berada di Profound Master Tingkat 4."
Pemuda tampan dan gadis cantik memandang Bai Wei Xiang dengan tatapan tak percaya, hingga Bai Wei Xiang mengeluarkan Lencana Alchemis miliknya.
Meski pun masih sedikit ragu, tapi mereka tetap menulis di buku pendaftaran. Jujur mereka susah untuk percaya, bahkan mereka berdua bisa disebut berbakat di ibu kota Kekaisaran hanya bisa memasuki Profound Spiritist di usia yang sama dengan Bai Wei Xiang.
Tidak memedulikan reaksi keduanya, Qi Lan Xia maju dan menyebutkan namanya.
"Qi Lan Xia, 16 Tahun seorang Master Persenjataan tingkat Basic dan Kultivasi berada di Profound Master Tingkat 3."
Tidak ingin mengetahui reaksi keduanya, Qi Lan Xia mengeluarkan 10 Koin emas dan memberikan pada kedua orang yang bertugas itu.
Sadar dari keterkejutan mereka, mereka akhirnya menerima 10 Koin emas dan memberikan nomor urut pada kedua gadis yang menurut mereka sangat menentang surga ini.
Setelah menerima nomor urut, Qi Lan Xia dan Bai Wei Xiang meninggalkan Paviliun Harta Karun. keduanya berniat mencari penginapan untuk sementara.
selepas kepergian Qi Lan Xia dan Bai Wei Xiang, seorang Penatua yang tadi menyamar menjadi warga biasa muncul dan mengagetkan kedua orang yang bertugas.
"Murid menyapa guru."
Penatua itu mengangguk seraya memerintahkan keduanya untuk kembali dari posisi hormat mereka.
"Bagaimana pendaftaran di bagian kalian? Apakah ada yang menarik?"
"Guru, sebelum Anda datang, ada 2 orang gadis, mereka mendaftar sebagai peserta dan pangkat kultivasi mereka sangat mengejutkan kami."
__ADS_1
Penatua itu tersenyum Misterius dan meminta melanjutkan penjelasannya.
"Guru, semua ada di sini." Penatua itu menatap buku pendaftaran dan betapa terkejutnya dirinya melihat tingkatan kedua gadis itu.
Saat pertama kali melihat, dia seolah tidak dapat melihat tingkat kultivasi keduanya, tapi setelah melihat buku pendaftaran, dia dapat yakin jika kedua gadis tersebut tidaklah sederhana kelihatannya.
"Karena keduanya mendaftar pada kalian dan jika mereka lolos, keduanya akan menjadi Shimei kalian."
Pendaftaran memang tidak hanya di Paviliun harta Karun, tapi masih ada di beberapa tempat.
Di tempat lain yang mendaftar sangat banyak, tidak seperti di Paviliun Harta Karun yang memiliki minat pendaftar paling sedikit dikarenakan Divisi tersebut merupakan divisi paling ketat dengan segala peraturan.
Tidak banyak yang tahu jika Festival tersebut adalah pengujian untuk memasuki Sekte Angin Musim Semi tahap awal.
"Guru, Kami akan merawat mereka." puas dengan jawaban kedua muridnya, Penatua itu akhirnya menghilang di udara tipis meninggalkan kedua muridnya yang tampak senang.
....
Hari yang dijanjikan oleh Yuwen dan Haocun untuk membawa hadiah pertunangan akhirnya tiba.
Di jalan Ibu Kota Taiyang saat ini tengah ramai dari biasanya dikarenakan Yuwen dan Haocun beserta pengawal mereka membawa banyak kotak yang berisi hadiah pertunangan.
Di Istana, Kaisar dan para pangeran telah berdiri menantikan kedua pemuda yang ingin membawa hadiah pertunangan untuk kedua gadis yang mereka sayangi.
Ji Xuan memasang wajah datar nan dingin, tidak hanya dia, tapi kali ini tidak ada senyum main-main di wajah pangeran lainnya. Yang ada hanya raut wajah yang serius, hingga 2 orang pemuda tampan muncul dengan pengawal yang membawa banyak kotak yang bisa ditebak merupakan hadiah pertunangan.
Melihat itu, para Pangeran tidak bisa berkata-kata, bukan karena banyaknya kotak, tapi dari tunggangan yang ditunggangi oleh pemuda tampan yang tidak lain merupakan binatang spiritual.
Dan mereka akhirnya melihat siapa dua pemuda yang menjadi tunangan kedua adik perempuan mereka.
Tidak ada yang tidak mengenal Demon Lord di alam Nirvana ini, dan dua di antara mereka, datang dengan kerendahan hati membawa hadiah pertunangan untuk kedua adik mereka.
Para pangeran merasa sungguh luar biasa dan tidak menyangka jika kedua adik perempuan kesayangan mereka, dapat menarik minat dua demon Lord yang dikenal sangat membenci wanita.
2 orang pengawal maju dengan kerendahan hati memberi gulungan daftar hadiah pertunangan pada Kaisar.
Kaisar membuka dan memberikan pada para pangeran. Melihat daftar tersebut, kelima pangeran lagi-lagi dibuat bungkam.
Hadiah pertunangan tersebut merupakan harta yang sulit di dapat di alam Nirvana, tapi dijadikan sebagai hadiah pertunangan.
__ADS_1
Hinata dan Ao Xue berjalan keluar bersama para ibu. Saat melihat banyaknya hadiah pertunangan, mereka hanya bisa menatap dengan takjub.
Apalagi Hinata yang melihat banyak sekali herbal dan Ao Xue juga mendapati material persenjataan, membuat keduanya berbinar dan langsung melemparkan diri ke dalam pelukan pemuda yang akan menjadi suami mereka, membuat keluarga Kekaisaran melototi keduanya dan menangis dalam hati.
"Adik Perempuanku yang imut, kini telah melupakanku."
"Hua Meimei bahkan tidak memandangku."
"Apakah kita hanya pangeran yang terlupakan."
secara alami Hinata dan Ao Xue tidak menyadari pikiran batin kakak laki-laki mereka.
"Ini bukan hadiah utamanya." Haocun menepuk tangan hingga 2 kandang besar yang ditutupi oleh kain hitam dibawa ke depan Hinata dan Ao Xue.
Saat kain hitam dibuka, di dalam kandang tersebut ada 2 Demonic Best yang telah memasuki peringkat Mitologi.
Demonic Beast tersebut secara alami adalah Singa Api Emas dan Kalajengking Api Merah yang sangat beracun.
Hinata dan Ao Xue saling memandang dan keduanya memandang Haocun dan Yuwen.
Keluarga Kekaisaran dan para prajurit telah menjadi kaku melihat Demonic Beast yang terkurung di dalam kandang. Tidak ada yang berbicara, karena mereka tahu betapa ganasnya kedua Demonic Beast tersebut.
"Apakah mereka untuk kami?"
"Tentu, Itu untuk kalian Hua, asalkan kalian bisa menjinakkan mereka." Hinata menyeringai dan mendekati kandang yang berisi Kalajengking Api Merah.
"Manusia lemah jangan berharap aku akan tunduk padamu." Melihat Hinata mendekatinya, Kalajengking menjadi sangat marah.
"Hmmp?" Hinata melihat Kalajengking sangat bangga malah tertawa ringan.
"Apa yang manusia lemah sepertimu tertawakan?"
"Tidak ada, aku hanya berpikir jika kau itu lucu."
Disebut Lucu, Kalajengking menjadi sangat marah dan hampir menyerang Hinata menggunakan racun miliknya.
Semua yang melihat itu menahan napas, merasa khawatir dan panik.
"Kalajengking jelek, mari bertaruh!"
__ADS_1
Memikirkan Rencananya, Hinata tiba-tiba tertawa gembira yang membuat semua menjadi berkeringat dingin.