Ibu, Aku Juga Anakmu

Ibu, Aku Juga Anakmu
Bab 13. Handphone


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 13


Saat Pelangi pulang dari sekolah bersamaan dengan datangnya paket yang dikirimkan oleh Tama untuknya. Betapa bahagianya dia dan penasaran akan isi di dalam kotak itu.


"Ini isinya apa, ya?" gumam Pelangi sambil mengguncangkan kotak berukuran sedang itu.


"Lumayan ada berat," lanjutnya.


Pelangi diam-diam membuka isi paket itu di dalam kamarnya. Kebetulan Lembayung belum pulang ke rumah, jadi tidak ada yang melihat Pelangi membuka paket kiriman itu.


"Ini?" Mata Pelangi terbelalak saat membuka dus yang di dalamnya terdapat dus lainnya yang bergambar sebuah handphone keluaran terbaru.


"Ini beneran 'kan, handphone?" tanya Pelangi pada dirinya sendiri.


Lalu, dia pun dengan perlahan membuka plastik yang membalut dus itu. Saat Pelangi membuka isi dus, terdapat sebuah handphone berwarna hitam. Tangannya bergetar saat memegang benda persegi panjang dan pipih. Dia melihat ada sebuah kertas bersamaan dengan isi paket tadi.


Untuk Pelangi Si Gadis Ceria


Kakak berikan handphone ini untukmu agar kita bisa berkomunikasi meski jarak memisahkan kita. Di dalam handphone itu sudah ada nomor kakak dan nomor kamu juga sudah aku simpan. Jangan sampai diganti lagi, ya!


Gunakan dan manfaatkan handphone ini untuk membantu kamu dalam belajar juga. Jangan keseringan mainan handphone, ya. Sewajarnya saja di saat-saat tertentu. Hati-hati jika bermain sosmed, jangan kebablasan.


Dari Tama.

__ADS_1


Betapa bahagianya Pelangi kini mempunyai benda yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya di sekolahnya. Dia pun memulai bermain handphone untuk membuat akun sosial media yang kira-kira dia perlukan.


Pelangi juga mengirimkan pesan singkat kepada nomor Tama untuk mengucapkan rasa terima kasihnya. Entah bagaimana lagi dia mau ekspresikan kebahagiaannya saat ini.


Kak, terima kasih handphone-nya. Aku senang sekali. Tapi, ini benda mahal. Apa nggak akan dimarahi sama orang tua Kakak?


^^^Aku senang jika kamu juga senang.^^^


^^^Tidak akan dimarahi. Karena itu beli memakai uang pribadi.^^^


Tapi, ini terlalu berlebihan, Kak. Aku tahu ponsel ini harganya sangat mahal. 


^^^Kamu jangan pikirkan harganya. Tapi, pikirkan perasaan tulus aku yang ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk kamu.^^^


"Pelangi!" Senja memanggil dari balik pintu.


Pelangi menyimpan handphone itu di laci meja belajar miliknya. Dia pun cepat-cepat keluar kamar.


"Kamu itu sedang apa di kamar? Cepat bantu ibu dulu buatkan pesanan Bu RT!" pinta Senja dengan muka masam.


"Aku ganti baju dulu, Bu," balas Pelangi dan bergegas masuk ke kamar.


***


Setelah selesai membuatkan pesanan bolu dan puding untuk acara syukuran di rumah Bu RT nanti malam, Pelangi kembali ke kamarnya. Dia melanjutkan membuat sosial media yang tadi terjeda karena mengirim pesan kepada Tama.


Saat asyik membuat akun sosial media tanpa Pelangi sadari Lembayung pulang ke rumah dan kangsung masuk ke kamar. Dia terkejut saat melihat kakaknya sedang bermain handphone.

__ADS_1


"Kak, itu ponsel punya siapa?" tanya Lembayung penasaran.


Pelangi yang terkejut langsung memberikan badan dan melihat ke arah Lembayung. Dia pun meletakkan jari telunjuknya di mulut.


"Saat, diam. Nanti Kak Embun dengar," kata Pelangi.


"Dia belum pulang sekolah," balas Lembayung.


Mengulangi pun menceritakan kalau handphone itu pemberian dari Tama. Agar mereka masih bisa berkomunikasi dan saling menanyakan kabar.


"Tapi ini handphone yang sangat mahal, 'kan?" tanya Lembayung.


"Iya, aku juga bilang seperti itu padanya tadi. Tapi, dia malah bersikukuh dan meminta aku untuk menggunakannya dengan sebaik mungkin. Biar bisa buat bantu untuk belajar juga katanya," jelas Pelangi.


Pelangi dan Lembayung pun bermain sosial media. Keduanya lupa dengan makan dan mandi. Tentu saja ini membuat marah Senja.


***


Sudah seminggu berlalu dan handphone selalu dikuasai oleh Lembayung jika malam hari dan itu membuat kuota cepat habis. Tentu saja bagian Pelangi yang mengisi kuota itu.


Saat Lembayung asyik main handphone, Embun masuk ke kamar itu. Dia terkejut saat melihat Lembayung sedang memegang sebuah handphone.


"Itu handphone milik siapa?" tanya Embun dengan tatapan mata penuh selidik.


***


Akankah Embun kembali iri dan meminta handphone untuknya? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2