Ibu, Aku Juga Anakmu

Ibu, Aku Juga Anakmu
Bab 56. Alasan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya! Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.


***


Bab 56


"I-tu, aku tidak mau hubungan kita direcoki oleh orang lain. Apalagi sama yang suka kepo dengan urusan orang. Cukup Kakak tahu saja kalau aku cinta sama Kak Tama dan aku juga tahu kalau Kak Tama juga cinta sama aku. Meski banyak orang lain yang suka sama Kakak, tapi aku percaya kalau Kakak tidak akan selingkuh," ujar Pelangi.


Ada perasaan senang saat Tama mendengar ucapan Pelangi, kalau dia percaya dirinya tidak akan selingkuh. Sebab, dia itu tipe orang yang tidak mudah jatuh cinta.


"Kalau begitu apa kamu juga tidak akan selingkuh?" tanya Tama karena dia sering cemburu saat melihat foto-foto Pelangi saat bersama teman-temannya.


Pelangi mengerutkan kening dan memicingkan matanya. Dia suka dengan prasangka kekasihnya ini.


"Apa Kak Tama tidak percaya kepadaku?" tanya Pelangi dengan melotot dan bertolak pinggang.


Melihat Pelangi yang berekspresi seperti itu malah membuat Tama gemas. Lalu, dia mengecup bibir yang sedang manyun itu. Tentu saja itu membuat Pelangi terkejut dan malu.


"Kak Tama~, kenapa menciumnya tidak bilang-bilang dulu," rengek Pelangi sambil melihat ke sekitar mereka takut ada yang lihat. 


Ternyata ada beberapa orang yang menatapnya kini. Betapa malunya dia mengetahui kenyataan ini.

__ADS_1


"Kakak, malu dilihat orang." Pelangi menyembunyikan wajahnya di punggung Tama, sebelumnya bersembunyi ke belakang tubuh lelaki itu.


Tama malah tertawa dan membiarkan gadis itu menempelkan wajahnya di punggung. Mereka jadinya jalan seperti anak kecil yang sedang main kereta-keretaan.


"Sini duduk! Sudah tidak ada orang-orang yang memperhatikan kita," ucap Tama sambil menarik tubuh Pelangi.


Pelangi melihat ke sekitar, memang ada beberapa orang di sana, tetapi mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Maka, Pelangi pun duduk di kursi besi yang berhadapan dengan taman bunga. Membuat matanya dimanjakan dengan indahnya warna-warni bunga yang sedang bermekaran.


"Kak Tama juga seharusnya percaya sama aku, sebagaimana aku percaya sama Kakak. Aku punya banyak teman laki-laki di sekolah. Meski mereka baik dan sering membantu aku, tapi hubungan kami hanya teman dan tidak ada perasaan spesial. Seperti apa yang aku rasakan terhadap Kakak. Aku merasa kecewa jika Kak Tama tidak mempercayai aku," lirih Pelangi dengan wajah sendu.


Melihat itu, muncul rasa bersalah dalam hati Tama. Dia percaya dengan perasaan cinta Pelangi kepadanya. Hanya saja dalam hati dia ada ketakutan kalau akan ada laki-laki yang berhasil memalingkan hati sang pujaan hatinya ini. Hubungan jarak jauh dan tidak terpublikasi pastinya banyak hal yang menjadi hambatan dalam hubungan mereka.


"Aku harap kamu melakukan itu bukan karena tidak ingin diketahui oleh Embun. Justru aku ingin dia tahu kalau aku sudah punya kekasih dan sangat mencintainya, sehingga jangan mengganggu aku dengan hal-hal yang membuat aku kesal," aku Tama dan membuat Pelangi terasa tercubit hatinya.


"Kak Embun sejak dulu sudah suka sama Kak Tama, jauh sebelum aku suka sama Kakak. Dia bahkan sudah minta aku untuk tidak jatuh cinta sama Kak Tama. Jadi, aku harap kita seperti ini dulu, sampai aku bisa menjadi perempuan yang hebat dan layak untuk menjadi pasangan Kakak," ucap Pelangi dengan mata yang berkaca-kaca. Dia takut dituduh suka sama Tama, karena Embun juga suka kepadanya.


Melihat ekspresi wajah Pelangi yang menunjukan kesedihan, ketakutan, dan tidak percaya diri. Membuat Tama ikut merasakan sakit dihatinya. Lalu, dia pun memeluk Pelangi.


"Kenapa kamu selalu, memikirkan orang lain. Bahkan jelas-jelas orang itu tidak peduli dengan perasaan kamu," bisik Tama dan tanpa sadar air matanya jatuh.


"Bapak dulu selalu bilang kepadaku, apa yang kita perbuat, maka kita pun akan mendapatkan balasan hal yang sama. Jika, kita berbuat baik kepada orang lain, maka akan banyak kebaikan yang kita dapatkan, meski bukan dari orang itu. Jangan membalas kejahatan orang yang sudah berbuat jahat kepada kita, karena balas dendam tidak akan mendatangkan kebahagiaan bagi kita," ujar Pelangi yang masih dalam pelukan sang kekasih.

__ADS_1


"Ya, kamu benar. Inilah yang aku pelajari dari kamu sejak dulu. Kamu tidak pernah membalas perbuatan buruk orang lain dan selalu berpikiran optimis," tutur Tama.


Kedua sejoli itu pun jalan-jalan sampai matahari terbenam. Baru Tama mengantarkan Pelangi pulang dan langsung menuju bandara setelah mengantarkan mobil rental yang dia pinjam tadi.


***


Melihat Pelangi yang sedang berbahagia, membuat Lembayung curiga. Dia pun mendekati Kakaknya itu setelah mandi.


"Kakak sudah bertemu sama siapa?" tanya Lembayung dengan tatapan penasaran.


Pelangi yang ditanya seperti itu hanya mencembikkan bibirnya dan berkata, "Kepo."


"Ish, aku adukan sama Kak Tama, kalau Kakak baru saja melakukan ketemuan sama laki-laki," ancam gadis remaja itu dengan wajah yang di buat sangar, tapi malah membuatnya lucu karena Lembayung itu punya wajah baby face.


"Sana laporkan sama Kak Tama! Bilang Kakak pulang dengan senyum terus menghiasi wajahnya," lanjut Pelangi dan itu membuat Lembayung menganga.


"Beneran akan aku laporkan, loh!" teriak Lembayung sambil mengambil handphone miliknya saat melihat Pelangi ke luar kamar mengabaikan ancamannya.


***


Apakah Lembayung akan mengadu kepada Tama? Apa Senja tahu kalau Pelangi pergi menemui Tama? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Dukung buat crazy up 🤗


__ADS_2