Ibu, Aku Juga Anakmu

Ibu, Aku Juga Anakmu
Bab 21. Kepergok


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.


***


Bab 21


"Loh, Pelangi! Kamu sedang apa di sini?" seorang wanita yang memiliki tubuh gempal menyapa Pelangi.


Pelangi yang terkejut melihat ada Bu RT di sana bingung harus terjawab apa. Selain itu ada ibu-ibu lainnya yang merupakan tetangga mereka juga ada di sana.


"Sedang beli nasi goreng seafood. Bu RT sendiri sedang apa di sini? Tumben datang beramai-ramai," balas Pelangi.


"Biasa ibu-ibu arisan, kita akan pergi ke suatu tempat dan mengadakan arisan di sana. Kebetulan hari Minggu ini kita datang ke rumah makan nasi goreng seafood sesuai keinginan pemenang Minggu kemarin," ujar Bu RT.


"Oh." Pelangi tahu kalau ibunya tidak ikut grup arisan ini, karena mereka berasal dari keluarga kaya.


"Lalu, laki-laki ini siapa? Ganteng banget!" tanya Bu RT sambil melihat ke arah Tama.


Pelangi pun boleh ke arah Tama. Dia bingung harus mengatakan apa kepada ibu-ibu yang selalu kepo akan kehidupannya.


"Kenalkan saya Tama, pacarnya Pelangi," sapa Tama diiringi senyum tampannya dan membuat ibu-ibu itu histeris.


"Pelangi kamu punya pacar tampan sekali, gimana ceritanya?" tanya ibu-ibu lainnya yang merupakan tetangga di samping rumah Pelangi.


Pelangi bingung harus mengatakan apa, apalagi dia tahu kalau wanita ini suka sekali bergosip dengan para tetangga lainnya. Lagi-lagi dia melirik ke arah Tama dan meminta bantuannya.

__ADS_1


"Aku dulu tanpa sengaja menabrak Pelangi. Setelah itu kita baca di dekat. Aku menyukai Pelangi, karena dia adalah gadis yang jujur dan baik hati," balas Tama.


Untuk menghindari banyak pertanyaan lainnya dari ibu-ibu yang kepo itu, Tama pun ajak pergi Pelangi. Selain itu mereka juga sudah selesai makan.


***


Pelangi dan Tama pergi ke acara bazar makanan yang digelar setiap hari Minggu di alun-alun kota. Mereka mencicipi berbagai macam jajanan yang ada di sana.


Mereka berkeliling di sana sampai hampir tengah hari. Saking menikmati kegiatan itu membuat mereka lupa waktu.


"Kita akan kemana lagi, Kak?" tanya Pelangi.


"Kita pergi ke tempat wisata yang ada di sini, yuk!" ajak Tama.


***


"Ini pertama kalinya aku ke sini," kata Pelangi dengan senyum lebar yang mengungkapkan betapa senangnya bisa datang dan menikmati tempat itu.


"Oh ya? Ini entah ke berapa kalinya aku datang ke sini," aku Tama. Dulu saat dia sedang melakukan tugas PKL sering datang ke sini bersama teman-temannya.


"Keluarga aku 'kan tidak punya uang untuk pergi tamasya. Saat hari liburan pun aku isi untuk membantu ibu," ucap Pelangi.


"Setidaknya dengan hal itu, kamu menghabiskan waktu untuk yang bermanfaat," tukas Tama dan dibenarkan oleh Pelangi.


Kedua orang itu pun berfoto di tempat yang kira-kiranya bagus menurut mereka. Namun, Pelangi meminta jangan mengunggah foto itu ke sosial media milik mereka dan Tama pun menyetujuinya.

__ADS_1


Bagi Pelangi hari itu merupakan hari yang sangat bahagia karena dalam hidup dia. Sejak bertemu dengan Tama tadi pagi, senyum bahagia terus terukir di wajahnya.


"Kak ini sudah sore, aku harus pulang. Nanti bapak dan ibu marah kalau tahu aku bermain sangat lama," kata Pelangi.


"Maaf, ya. Aku ajak kamu mainnya kelamaan," ucap Tama dengan penuh penyesalan, walau dalam hati kecilnya dia masih ingin bersama Pelangi.


"Aku justru merasa sangat bahagia bisa menghabiskan waktu dengan Kakak. Tapi, ibu dan kak Embun akan marah-marah kalau aku main seharian. Tadi pagi saja, aku cepat-cepat mencuci baju, menyapu, mengepel, dan masak agar bisa cepat-cepat pergi menemui Kakak. Sekarang giliran mencuci piring, menyapu halaman dan menyiram tanaman. Kadang menyapu dan mengepel kembali jika lantai kotor," jelas Pelangi.


"Pagi-pagi kamu sudah melakukan pekerjaan sebanyak itu?" Tama tidak percaya.


"Aku rendam dulu baju, lalu ditinggal menyapu dan mengepel, baru deh, mencuci baju. Setelah itu memotong sayuran sambil meredakan lelah dan lanjut masak," ujar Pelangi, yang menurut dia pekerjaannya itu biasa saja karena dikerjakan hampir setiap hari.


Pelangi pulang di antar oleh Tama, tetapi sampai jembatan karena tidak mau ketahuan oleh Embun. Bisa-bisa mereka akan bertengkar lagi, nanti.


***


"Dari mana saja kamu?" tanya Senja begitu Pelangi masuk ke dalam rumah.


Pelangi melihat muka ibunya yang memerah tanda kalau sedang marah besar. Dia tidak tahu apa yang menyebabkan wanita yang sudah mengandung dan melahirkan dirinya, sampai seperti ini.


"Jawab!" bentak Senja dengan mata melotot.


***


Akankah Pelangi jujur kepada Senja? Apa yang menyebabkan Senja sampai marah seperti itu kepada Pelangi? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya. yuk, baca juga karya teman aku. Ini Ceritanya bagus dan menarik, loh. Cus meluncur ke karyanya.



__ADS_2