
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 55
Hari ini Pelangi senang karena Anindita akan datang. Bahkan dia sudah menyiapkan bolu srikaya bakar kesukaannya.Â
"Bu, aku ingin dibuatkan bubur sumsum," pinta Lembayung yang baru kemarin pulang dari rumah sakit.
Tanpa banyak bicara Senja pun membuatkan makanan keinginan putrinya itu. Dia hanya membuat sedikit di sebuah panci kecil yang sering dipakai untuk merebus mie.
Pelangi menyadari kalau Senja agak berubah menjadi lebih pendiam. Kakeknya kemarin sempat bilang kalau ibunya harus dijaga dan diawasi. Dia baru tahu riwayat tentang depresi ibunya dahulu mulai saat mulai mengandung dirinya. Tentu saja ini membuat anak gadis itu terkejut dan sedih.Â
Pelangi juga jadi tahu kenapa ibunya memperlakukan dirinya seperti ini. Sebab, dirinya yang sudah membuat ibunya kesusahan selama ini.
"Bu, hari ini sampai tiga hari kedepannya aku menutup pesanan. Biar ibu bisa istirahat. Ibu kelihatan sangat lelah," kata Pelangi.
"Ya," jawab Senja singkat.
Pelangi dan Lembayung saling menatap. Mereka merasa aneh karena biasanya Senja melarang Pelangi untuk menutup pesanan itu. Sebab, sekarang hanya dari inilah mereka bisa mencari uang.
***
Siang hari Anindita datang ke rumah Senja. Dia membawa banyak oleh-oleh untuk Pelangi dan yang lainnya.
"Mami, datang sama siapa?" tanya Pelangi saat melihat wanita yang berpenampilan anggun.
"Sendiri," jawab Anindita.
"Bagaimana urusan kemarin?" tanya Senja saat berpelukan dengan calon besan.
"Lancar, jadi cepat selesai," jawab Anindita.
Kedua wanita paruh baya itu pun duduk di sofa panjang yang ada di ruang tamu. Sementara itu, Pelangi duduk di sofa tunggal.
__ADS_1
"Mami, kemarin pergi ke mana? Aku kira pergi ke Jakarta," tanya Pelangi.
"Pergi ke Singapore," jawab Anindita.
"Oh, Jeng Anindita pergi ke luar negeri. Bukannya dulu bilang akan pergi ke Jakarta?" tanya Senja sambil mengerutkan keningnya.
"Tentu saja aku harus ke Jakarta dulu untuk bawa paspor di rumah. Baru setelah itu pergi ke Singapure," jawab Anindita.
Sebenarnya Pelangi penasaran kenapa Anindita pergi ke Singapore. Sebab, dia tidak pernah menduga akan hal ini.
Mami, tahu tidak kalau aku sakit dan dirawat di rumah sakit," kata Lembayung yang baru ikut gabung.
"Tahu, saat mami telepon Pelangi dan bilang kalau dia sedang berada di rumah sakit sedang menunggui kamu yang sakit karena kelelahan," jawab Anindita dengan seulas senyum.
"Makanya mami belikan oleh-oleh itu untuk kamu," tunjuk Anindita pada sebuah paper bag berwarna pink.
Mendapat oleh-oleh dari luar negeri membuat Lembayung senang. Dia pun bergegas membuka paper bag itu dan mengeluarkan isinya. Ternyata sebuah sweater hoodie yang cantik dan gadis remaja itu merasa senang saat melihat model dengan kain yang terasa lembut.
"Mami, terima kasih. Bagus sekali, aku sangat suka," kata Lembayung dengan girang, lalu memeluk Anindita sebagai ungkapan terima kasih.
"Syukurlah kalau kamu suka," ucap Anindita sambil tersenyum.
"Pelangi, coba punya kamu juga sana pakai! Mami ingin melihatnya," kata Anindita.
Pelangi pun dengan gesit pergi ke kamar dan mencoba baju yang dibelikan oleh calon mertuanya sebagai oleh-oleh itu. Namun, saat dia membuka paper bag itu ada sebuah surat. Lalu, dia pun membuka surat itu.
Salam rindu,
Apa kabar Pelangi? Aku berharap kamu dalam keadaan baik. Aku sangat merindukan kamu, rasanya sangat sesak. Aku ingin menemui walau hanya sebentar. Jika, kamu juga merindukan aku, datanglah ke rumah kontrakan mami. Aku akan menunggu sampai malam hari, karena aku harus kembali ke Surabaya.
Dari Kekasihmu, Tama.
Senyum Pelangi langsung terukir di wajahnya. Dia dengan cepat memakai baju yang diduga itu pilihan Tama. Lalu, dia memoles wajahnya dengan bedak dan lip ball. Menyisir rambut dan memakai jepitan untuk menata agar rapi dan cantik.
"Ibu … Mami, aku pergi dulu. Ada urusan mendadak." Pelangi mencium kedua tangan wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Senja menatap aneh pada Pelangi yang berpenampilan cantik dan rapi, apalagi baju yang dipakainya sangat bagus. Sebuah dress selutut dan tangan sampai siku dengan hiasan bunga di pinggang.Â
Sementara itu, Anindita yang tahu mau ke mana Pelangi pergi, hanya tersenyum tipis. Tadi, putranya bilang ingin menemui Pelangi dahulu sebelum kembali ke Surabaya. Bahkan minta titip surat segala.
***
Perasaan senang, deg-degan, rindu, dan malu kini dirasakan oleh Pelangi yang sedang di peluk oleh Tama di tengah jalan. Untungnya tidak ada orang yang lewat.
"Kok, Kak Tama ada di sini? Katanya menunggu di rumah kontrakan mami," tanya Pelangi.
"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kamu. Aku terlalu bosan lama menunggu di sana," jawab Tama.
"Tapi, ini di jalanan. Sebaiknya lepaskan dulu pelukan ini. Nanti ada yang lihat. Bagaimana kalau digiring ke rumah Kepala Desa," ujar Pelangi.
"Tidak apa-apa. Justru bagus itu. Biar kita cepat dinikahkan," balas Tama menggoda kekasihnya ini.
"Kakak~!" Pelangi merengek, sedangkan Tama malah tertawa senang.
Akhirnya Tama membawa Pelangi pergi berkencan. Mereka makan dan menonton bioskop di mall yang ada di kota. Juga pergi ke tempat-tempat dulu yang pernah mereka datangi. Tama hanya ingin berduaan bersama Pelangi tanpa ada yang mengganggu acaranya.
"Kak kita berfoto di sini!" pinta Pelangi agar Tama mau ikut di foto dekat sebuah lukisan langit yang dipenuhi awan dan ada pelangi.
Tama pun mengikuti keinginan kekasihnya itu. Bahkan dia mengambil gambar yang sedang mencium pipi si gadis, tentunya itu membuat wajah Pelangi menjadi merona dan menambah kecantikannya.
"Aku ingin mengumumkan pada orang-orang, kalau kamu adalah kekasih aku," ucap Tama sambil memandang wajah Pelangi.
Mendengar ucapan itu, Pelangi menolaknya. Dia masih belum siap jika nanti harus bertengkar dengan Embun yang juga menaruh hati pada Tama.
"Jangan dulu ya, Kak," tolak Pelangi dengan halus.
"Kenapa?" tanya Tama sambil memegang kedua bahu kekasihnya.
"I-tu, aku tidak mau hubungan kita direcoki oleh orang lain. Apalagi sama yang suka kepo dengan urusan orang. Cukup Kakak tahu saja kalau aku cinta sama Kak Tama dan aku juga tahu kalau Kak Tama juga cinta sama aku. Meski banyak orang lain yang suka sama Kakak, tapi aku percaya kalau Kakak tidak akan selingkuh," ujar Pelangi.
***
__ADS_1
Bagaimana tanggapan Tama atas keinginan Pelangi ini? Apakah akan ada pertengkaran antar kekasih atau tidak? 😊 Tunggu kelanjutannya, ya!
Dukung untuk crazy up 💪💪💪