Ibu, Aku Juga Anakmu

Ibu, Aku Juga Anakmu
Bab 27. Akhir Liburan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


Bab 27


"Pelangi … aku mencintaimu!" ucap Tama dengan lembut dan merdu.


Tatapan mata yang menjerat kuat diri Pelangi sehingga dia tidak bisa menolak saat benda lembut dan hangat itu menyentuh bibirnya. Dia pun membalas ciuman pertama ini dengan kaku dan gugup.


Jantung Tama berdetak dengan kencang, saat merasakan ciuman balasan dari gadis yang dicintainya. Ini adalah ciuman pertama yang pernah dia lakukan.


Ciuman itu terlepas setelah mereka merasakan sesak di dada dan memerlukan oksigen untuk mengisi kembali paru-paru mereka. Namun, beberapa detik kemudian bibir mereka kembali saling bertautan, menye_sap dan melu_mat.


"Apa kamu juga mencintaiku?" tanya Tama dengan berbisik, meski dia sudah tahu apa yang dirasakan oleh Pelangi.


"I-ya. Aku juga suka sama Kak Tama," balas Pelangi menahan malu. Ini pertama kalinya dia bilang seperti itu pada laki-laki.


***


Pelangi sangat menikmati kunjungannya ke rumah strawberry. Mereka memesan jus strawberry dan kue tart strawberry. Saat pulang pun mereka membeli strawberry beberapa kilo untuk Anindita dan teman-teman Pelangi di penginapan.


"Strawberry ini rasanya manis segar. Apa nanti sebelum pulang aku bisa beli untuk oleh-oleh?" tanya Pelangi.


"Tentu saja boleh. Kita nanti datang lagi ke sini sebelum pulang," jawab Tama dan ini membuat perempuan itu sangat senang.


Pelangi dan Tama sudah kembali ke penginapan sebelum matahari tenggelam. Mereka benar-benar bahagia karena sudah menghabiskan waktu bersama.


"Aku pasti akan merindukan kamu," bisik Tama saat akan berpisah dengan Pelangi.


"Kita bisa video call nanti. Tidak ada ibu yang akan mengawasi," ujar Pelangi sambil tertawa kecil.


"Benar juga." Tama merasa sangat senang dan bersadar dia pun mencium pipi Pelangi.

__ADS_1


"Kak Tama, nanti ada yang melihat," bisik sang gadis dengan pipi yang merona.


***


"Pelangi, kamu habis dari mana? Kenapa saat aku bangun tidur kamu tidak ada di penginapan?" tanya Rima dengan gusar karena dia tadi sempat panik dan mencari keberadaan teman yang ini.


"Maaf, aku jalan-jalan ke rumah strawberry. Aku sungguh penasaran sekali ingin tahu seperti apa di sana. Ternyata tempatnya sangat bagus dan nyaman," jawab Pelangi dengan antusias.


Pelangi pun menyerahkan buah strawberry yang masih segar. Tentu saja hal ini membuat mereka senang. Dalam sekejap mengurus strawberry itu habis.


***


Selama dua hari itu, Pelangi dan teman-temannya sangat menikmati liburan mereka. Semua tempat wisata di area pegunungan itu mereka kunjungi satu persatu.


Selain itu Pelangi dan Tama juga masih diam-diam saling bertemu sampai selesainya liburan itu. Saat semua akan pulang, Pelangi meminta izin untuk berpisah bersama mereka. Dengan alasan punya janji dengan saudaranya yang ada di sana.


Anindita dan Tama menyebut kedatangan Pelangi dengan penuh suka cita saat sampai ke penginapannya. Mereka bertiga mengisi liburan selama dua hari itu berkeliling pegunungan.


Pelangi merasakan kalau ini adalah sebuah keluarga impiannya. Di mana ada orang tua dan saudara yang selalu memanjakan dirinya serta memperhatikan dirinya. Juga akan mengingatkan dirinya jika dia melakukan kesalahan.


"Suatu pemandangan yang sangat jarang ditemui di Jakarta," ucap Tama yang kini memeluk tubuh sang gadis dari belakang.


Hubungan keduanya sudah diketahui oleh Anindita. Bahkan ibunya itu sudah memberikan restu kepada para Pelangi dan Tama untuk hubungan yang serius. Tentu saja ini membuat keduanya merasa sangat senang.


"Kalau di kampung aku masih bisa melihat langit malam yang berbintang," pungkas Pelangi karena dia sering duduk di teras sambil menengadah ke arah langit, jika hatinya sedang merasa sedih dan terasa sesak dadanya.


"Entah kenapa rasanya aku tidak ingin malam ini cepat berakhir," ucap Tama semakin mengeratkan pelukannya.


Sekarang adalah malam terakhir mereka di sini dan besok rencananya akan pulang saat siang hari. Pelangi juga merasakan hal yang sama. Dia masih ingin menghabiskan waktu bersama dengan pemuda yang dicintainya.


"Apa malam ini kita akan begadang?" tanya Pelangi diiringi kekehan.

__ADS_1


"Apa kamu bersedia malam ini begadang bersama dengan aku? Aku ingin terus selalu bersama dengan kamu," balas Tama jujur.


"Tidak boleh! Besok Kakak akan mengemudi. Jadi, jangan sampai ngantuk saat besok pulang. Pokoknya Kakak harus tidur lebih cepat malam ini," ujar Pelangi menolak keinginan lelaki itu.


Tama tersenyum tipis dengan tatapan yang jenaka. Lalu, dia berbisik kepada Pelangi, "Berikan aku ciuman selamat malam, maka aku pun akan pergi tidur."


Mendengar ucapan pemuda yang kini sudah menguasai hatinya membuat pipi Pelangi merona. Dia tidak menampik kalau suka saat berciuman dengan lelaki ini. Namun, saat ini dia merasa malu dan gugup, kalau harus dirinya duluan yang memulai.


Tama yang mengerti akan keadaan Pelangi saat ini, dia pun berinisiatif mencium duluan. Bibirnya menyapu lembut bibir milik Pelangi. Lalu, menye_sapnya lembut dan berubah menjadi luma_tan yang membuat Pelangi merasa tubuhnya meleleh menjadi jelly.


Setelah puas merasakan kelembutan bibir Pelangi, maka Tama pun melepaskan ciuman itu. Apa lagi dia merasa kalau Pelangi sudah kehabisan napas.


Senyum tampan diperlihatkan oleh Tama kepada Pelangi. Dia mengusap bibir gadis yang kini agak membengkak.


"Berjanjilah kalau kamu tidak akan pernah berpaling hati kepada laki-laki lain!" pinta Tama dengan tatapan sendu. Dia sudah begitu mencintai gadisnya ini.


"Iya. Kak Tama juga harus bisa menjaga hati ini dan jangan biarkan ada perempuan hanya memasukinya," balas Pelangi.


Tama merasa sangat senang mendengar ucapan balasan dari Pelangi ini. Dia pun memeluk tubuh Pelangi dan berkata, "Aku berjanji kepadamu. Hanya kamu satu-satunya perempuan yang aku cintai."


***


Keesokan harinya mereka pun pulang setelah makan siang bersama terlebih dahulu. Mereka juga singgah dulu ke rumah strawberry untuk membeli oleh-oleh.


Pelangi, Tama, dan Anindita merasa sangat bahagia menghapuskan waktu liburan kali ini. Maminya Tama meminta jadwal liburan nanti Pelangi harus memberitahunya jauh-jauh hari, agar mereka bisa mengagendakan liburan bersama lagi.


Meski dengan berat hati, Tama harus menurunkan Pelangi di dekat jembatan. Sebab, akan menjadi masalah besar jika dia mengantarkan sampai ke rumahnya.


Begitu Pelangi menginjak kakinya di teras rumah, terdengar tawa canda dan senda gurau kedua saudaranya bersama ibu mereka. Hati Pelangi terasa teriris, dia tidak pernah terlibat hal seperti itu bersama mereka.


'Kuat Pelangi! Ada orang-orang yang benar-benar tulus sayang dan cinta juga kepada kamu.' (Pelangi)

__ADS_1


***


Bagaimana reaksi keluarganya saat melihat Pelangi pulang? Tunggu kelanjutannya ya!


__ADS_2