
Teman-teman baca sampai selesai, ya.b Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Jangan lupa juga untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, dam vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 49
Senja mendatangi rumah sakit untuk menjenguk Pelangi. Dia belum mengetahui kondisi putri keduanya dari kemarin. Senja diantar oleh Pak RT dan Kakek Indra.Â
Air mata senyum Lulu saat melihat pelangi yang sedang terbaring di atas brankar dengan kepala yang dibalut oleh kain kasa. Dia pun berjalan dan duduk di samping Pelangi. Disentuhnya kepala gadis yang sedang terluka itu dengan lembut.
"Apa ini sangat sakit?" tanya Senja.
"Pelangi baru saja tidur karena habis minum obat," jawab Anindita yang berdiri di dekat jendela.
Senja mengalihkan perhatiannya ke arah samping, di mana Anindita sedang berdiri sambil melihat ke arah luar jendela. Dia pun merasa heran kenapa ibunya Tama ada di sana.
"Sejak kapan Anda berada di sini?" tanya Senja yang perhatiannya masih ke arah wanita paruh baya yang berpenampilan anggun itu.
"Sejak kemarin aku berada di sini menunggu gadis itu," jawab Anindita yang gini perhatiannya mengarah pada Senja.
"Saya ucapkan terima kasih banyak atas perhatian Anda," balas ibunya Pelangi.
Kakek Indra dan Pak RT hanya duduk tidak jauh dari brankar. Keduanya memperhatikan keadaan Pelangi yang dalam keadaan tidur.
__ADS_1
Terlihat jelas dari sorot mata mereka ada rasa iba. Keduanya tidak menyangka kalau Pelangi yang selalu ceria dan berbaik hati kepada siapapun, kini benar-benar dalam keadaan lemah tak berdaya.
Anindita berjalan mendekati Senja. kedua wanita paruh baya itu saling menatap.
"Saya ingin membawa Pelangi untuk menjalani pengobatan di Jakarta," kata Anindita.
Tatapan mata Senja yang tadi penuh kini berubah menjadi nyalang. Dia sangat marah mendengar ucapan ibunya Tama barusan. Dia tidak ingin ada yang menjauhkan anak-anak dari dirinya.
"Tidak boleh! Aku tidak akan mengizinkan siapapun membawa Pelangi jauh dari diriku," bentak Senja.
"Tapi Pelangi sangat membutuhkan pengobatan di sana untuk mempercepat proses pemulihan kondisinya kembali," timpal Anindita.
"Biarkan Pelangi melakukan pengobatannya di sini. Aku sendiri yang akan mengurusnya," kata Senja masih menatap tidak suka pada Anindita.
"Apa Ibu Senja tahu, apa yang diderita Pelangi saat ini?" tanya wanita berkulit putih mulus.
"Akan ada banyak dokternya menanganinya di sini," balas Senja.
"Pelangi saat ini dalam keadaan trauma berat dan tidak bisa bicara," ujar Anindita
Mendengar ucapan Anindita barusan Senja sangat terkejut. Dia tidak tahu kalau Pelangi mengalami hal ini. Baik Embun ataupun Lembayung tidak ada yang memberitahunya apa yang sudah terjadi kepada putri keduanya ini.
Kakek Indra juga baru tahu kalau barangnya saat ini tidak bisa di bicara. Dia semakin merasa kasihan pada cucunya ini. Seakan kemalangan terus menghampirinya.
__ADS_1
Pak RT sudah tahu akan keadaan Pelangi karena istrinya memberitahu kondisi gadis remaja ini. Bahkan istrinya juga bercerita semua yang dia lihat dan dengar ketika Embun dan Lembayung bertengkar. Hati dia juga ikut miris saat mengetahui kebenaran dari keluarga Awan. Semua warga sangat mengagumi dan mengelu-elukan Embun sebagai sosok gadis remaja yang pantas diidolakan. Bahkan menjadi sosok pacar idaman bagi para pemuda di sana.
Sementara itu Pelangi banyak dikenal sebagai gadis yang mata duitan dan tidak berkelas karena suka jualan di sekolah. Justru gadis itu punya alasan yang kuat kenapa dia harus sampai melakukan hal ini.
Senja kembali menangis tergugu, dia tidak menyangka kalau keadaan Pelangi sampai seperti itu. Dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Tiba-tiba saja Ibu dari Pelangi itu berdiri dan pergi meninggalkan ruang inap.
***
Senja mendatangi dokter yang menangani Pelangi. Dia ingin tahu kondisi sebenarnya akan keadaan putrinya saat ini.
Dokter itu menjelaskan kalau Pelangi mengalami trauma akibat dari kecelakaan kemarin. Dan membutuhkan penanganan yang khusus untuk mempercepat proses penyembuhannya.
Senja yang mendengar penjelasan Dokter tadi berharap Pelangi bisa melakukan pengobatannya di rumah sakit ini. Dia tidak mau kalau Pelangi sampai jauh dari dirinya.
"Itu bisa dilakukan asal ada kemauan dari dalam diri Pelangi sendiri. Karena bagaimanapun mahalnya harga sebuah obat, jika dalam diri pasien tidak ada keinginan untuk sembuh, maka hal itu pun mustahil akan bisa sembuhkan penyakitnya.
Senja pun menginginkan pengobatan Pelangi akan dilakukan di rumah ini. Dia sendiri yang akan memastikan kalau Pelangi bisa menjalani hari ini keluar normal seperti dulu.
***
Akankah Senja melakukan hal ini? Tunggu, kelanjutannya ya!
😫😫😫 Lagi-lagi hilang naskah aku. Setelah tadi pagi pung Ning Annisa, 1000 kata lebih. Ini Pelangi aku sampai mengulang 3X.
__ADS_1