
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 52
"Bu, Ibu! Gawat!" teriak Lembayung dari kamarnya.
"Ada apa?" tanya Pelangi dan Senja bersamaan.
Senja dan Pelangi pun menghampiri Lembayung yang masih berada di dalam kamar. Mereka hampir bertabrakan ketika di pintu kamar.
"Ada apa, Lembayung?" tanya Pelangi Dan Senja secara bersamaan.Â
Wajah Lembayung terlihat pucat pasi dan itu membuat khawatir Kakak dan ibunya. Keduanya pun mendudukkan gadis itu di kursi.
"Pelangi, ambilkan air minum!" perintah Senja.
Lembayung menangis sesenggukan. Setelah minum dia baru bisa bicara.
"Bu, Kak Embun menabrak seseorang dan orang itu masuk ke rumah sakit karena keadaannya kritis," ucap Lembayung.
__ADS_1
"Apa?" Senja dan Pelangi sangat terkejut mendengar kabar ini.
"Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Senja dengan mata yang berkaca-kaca.
"Katanya, Kak Embun bawa motor milik temannya untuk pergi ke kampus. Karena dia kesiangan. Namun, saat di pertengahan jalan ada anak kecil yang berlari mengambil bola dan tanpa sengaja Kak Embun menabrak anak malang itu," jawab si putri bungsu.
Senja mengelus dadanya saat mendengar cerita dari Lembayung. Dia tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini menimpa diri Embun.Â
"Lalu bagaimana keadaan Embun saat ini?" tanya janda beranak tiga itu.
"Katanya, kedua orang tua bocah itu tidak terima dan akan melaporkan Kak Embun ke pihak yang berwajib," jawab Lembayung.
Pelangi dan Senja semakin tidak menentu perasaannya saat ini. Mereka takut kalau Embun benar-benar akan dipenjarakan oleh orang tua bocah kecil itu.
"Kita harus pergi ke Jakarta untuk menemui Embun dan kedua orang tua anak kecil itu," jawab Senja.
Senja berpikir ini adalah cara yang terbaik saat ini yang bisa dia pikirkan. Yaitu, berdamai dengan pihak keluarga korban. Meski mereka harus mengganti dengan uang yang banyak, hal ini tidak masalah yang penting Embun bisa lepas dari laporan itu.
"Lalu, bagaimana dengan pesanan orang-orang yang sudah memberikan uangnya pada kita?" tanya Pelangi.
Jika, Senja mengembalikan uang itu pada pelanggannya, maka akan banyak kerugian yang dia terima. Selain materi, ada juga yang akan berpengaruh besar kepadanya, yaitu kepercayaan sebagai pelanggan akan dipertaruhkan.
__ADS_1
Senja terlihat sedang berpikir. Dia mempertimbangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada keluarga mereka nantinya. Setidaknya, dia jangan sampai salah pilih dalam melangkah yang akan dia ambil.
"Sebaiknya Ibu pergi saja sendiri ke Jakarta. Biar pesanan Pelangi dan Lembayung yang mengurusnya," ucap Pelangi memberikan solusi.
"Apa tidak apa-apa jika Ibu pergi sendirian ke Jakarta?" tanya Lembayung yang masih terisak.
"Tidak apa-apa. Ibu melakukan ini demi kakak kalian," jawab Senja sambil mengusap air mata yang payung yang membasahi pipi chubby miliknya.
'Seandainya kak Tama masih tinggal di Jakarta, pasti aku akan meminta bantuan terhadapnya.'
'Tunggu. Bukannya kak Tama dan mami Anindita sedang berada di Jakarta saat ini? Apa aku hubungi dulu mereka, apa bisa membantu mama dalam menyelesaikan masalah kak Embun.' (Pelangi)
Pelangi menundukkan pandangannya, takut ibunya menyuruh dia untuk menghubungi keluarga Kak Tama. Dia tahu kalau kamu dan Mami tidak suka terhadap kak Embun.
"Oh, iya. Pelangi, bukannya ibu Anindita saat ini sedang di Jakarta?" tanya ibunya sambil menatap sang anak.
Saat ini Pelangi menjadi bingung sendiri. Di satu sisi kakaknya yang terlibat masalah yang tidak suka terhadap kelakuan kakaknya.
"Iya, Bu. Tapi tidak tahu apakah masih di Jakarta atau sedang berada di tempat yang lainnya," balas Pelangi.
"Kalau begitu sana kamu tanyakan sekarang, syukur-syukur kalau mereka masih berada di sana ujar ibu dan pergi meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
***
Apakah Tama dan keluarganya mau membantu Embun? tunggu kelanjutannya, ya!