Ibu, Aku Juga Anakmu

Ibu, Aku Juga Anakmu
Bab 9. Study Tour


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi, Vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 9


Pelangi aktif di Paskibraka yang sering membuatnya pulang sore hari apalagi sebentar lagi adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia. Dia dan teman-temannya harus latihan baris berbaris karena masuk ke pasukan pengibar bendera. Mereka dijemur di bawah panasnya terik sinar matahari, sehingga membuat kulit mereka terbakar dan berubah jadi sawo matang. Hal ini pun berlaku pada Pelangi. Kulit kuning langsat dia berubah, membuatnya menjadi anak yang dekil. Ini membuat dia di sindir oleh Embun.


"Kamu ini anak gadis, tapi tidak bisa mengurus diri sendiri," ucap Embun.


"Ini tubuh aku dan aku sendiri tahu bagaimana cara mengurusnya," balas Pelangi sambil berlalu.


Meski Pelangi sudah menggunakan sunblock dan melindungi kulit lainnya, tetap saja kulitnya jadi hitam. Bahkan kulitnya menjadi belang di bagian tertentu. Kulit yang tertutup oleh baju dan yang tidak, terlihat jelas sekali perbedaannya.


Senja pun membelikan sabun pencuci wajah dan pelembab untuk Pelangi. Itu karena kulit wajahnya sangat jelas terlihat menjadi hitam. 


"Rajin-rajin pakai itu biar warna kulit wajah kamu bisa kembali lagi, nggak hitam begitu," ucap Senja sambil menyerahkan keresek mini kepada Pelangi.


"Terima kasih, Bu," kata Pelangi senang.


"Bu, aku nggak dibelikan juga kosmetik?" tanya Embun.


"Itu ibu beli karena kulit muka Pelangi hitam terbakar sinar matahari. Kulit wajah Kakak baik-baik saja," balas Senja.


"Tapi, kakak juga mau, Bu," ucap Embun dengan merengek.


Lembayung yang mendengar itu pun meminta dibelikan minyak wangi untuk anak-anak. Dia juga ingin terlihat bisa mengurus dirinya, meski masih kelas 6 Sekolah Dasar.

__ADS_1


Senja mau tidak mau membelikan membelikan keinginan kedua putrinya yang lain. Begitulah jika punya anak perempuan yang jarak usianya berdekatan. Jika satu dikasih, maka yang lainnya akan meminta.


***


Pelangi dan saudara-saudara yang lain melewati hari-harinya seperti biasa. Pekerjaan rumah yang menumpuk, aktivitas sekolah yang sangat banyak. Lalu, hari yang sering di tunggu-tunggu oleh para murid adalah study tour. Sekolah Pelangi akan melakukan kunjungan wisata yang ada di ibu kota. Tentu saja membutuhkan uang yang lumayan banyak karena mereka akan mengunjungi banyak tempat, sehingga akan menginap satu malam di penginapan.


"Kamu jangan ikut, karena ibu tidak punya uang," kata Senja saat Pelangi menyerahkan selembar pemberitahuan mengenai study tour.


"Dulu saat Kak Embun pergi ke Bali yang jauh membutuhkan uang banyak, Ibu mengizinkannya untuk ikut. Bahkan aku harus mengalah masuk ke sekolah negeri. Kini giliran aku mau ikut study tour, kenapa Ibu melarang?" Pelangi menahan sesak di dadanya.


"Sudah Ibu bilang tadi, kalau sedang tidak punya uang. Kalau kamu mau pergi, pakai uang kamu saja," balas Senja.


"Bukannya setiap aku dapat uang semuanya selalu di kasihkan kepada Ibu," ucap Pelangi.


Senja terdiam dan membenarkan apa yang diucapkan oleh Pelangi itu adalah benar adanya. Setiap Pelangi dapat uang, mau berapapun jumlahnya, selalu diberikan kepada dirinya.


Pelangi pun mengambil jualan keripik lebih banyak pada Bi Eneng. Dia tidak malu jualan keripik pada teman-temannya. Bahkan semua dagangan dia habis saat istirahat. Dia juga rela tidak jajan, karena uangnya ditabungkan untuk pergi study tour nanti. 


***


"Pelangi mau study tour? Berapa ongkosnya?" tanya Awan yang kini badannya sedang di pijat oleh Pelangi.


"Dua ratus ribu, Pak. Itu untuk dua hari satu malam," jawab Pelangi.


"Kapan terakhir pembayarannya?" tanya Awan lagi.


"Itu sudah Pelangi bayar. Kebetulan hasil jualan keripik Bi Eneng, lumayan," jawab Pelangi. Dia tidak memberi tahu pada bapaknya kalau dia juga mengambil buruh di rumah tetangganya. Ini dikarenakan Awan tidak suka kalau Pelangi melakukan hal itu.

__ADS_1


"Kenapa tidak minta uang sama ibu?" tanya Awan merasa heran.


"Karena Ibu bilang tidak punya uang," jawab Pelangi jujur.


"Apa? Perasaan bapak sekarang memberikan uang jauh lebih banyak karena dagangan selalu ramai," ujar Awan terkejut mendengar ucapan Pelangi.


Pelangi terdiam, dia tidak tahu alasan ibunya bilang tidak ada uang. Selama ini Pelangi selalu enggan jika minta uang kepada bapaknya. Sebab, dia tahu kalau semua keuntungan dari hasil dagangnya selalu diberikan kepada ibunya.


Awan pun memanggil Senja dan menanyakan alasan tidak memberikan uang study tour kepada Pelangi. Alasan yang diberikan oleh Senja kepada suaminya adalah dia sedang mengumpulkan uang untuk Lembayung masuk ke SMP ajaran baru berikutnya. Senja merencanakan Lembayung untuk masuk ke sekolah yang sama dengan Embun.


Perasaan Pelangi saat ini seperti sudah ditimpa batu besar berukuran besar, ditimpa lagi dengan batu yang jauh lebih besar dari yang tadi. Ironis sekali, dulu dia harus mengalah masuk ke sekolahan itu karena tidak ada uang. Sebab, uangnya akan dipakai untuk study tour Embun ke Bali. Namun, saat ini keadaannya terbalik, dia harus mengalah tidak pergi study tour, karena Lembayung mau masuk ke sekolahan favorit itu.


Sebagai ganti uang study tour, Awan memberikan uang bekal pada Pelangi dan sempat diprotes oleh Senja. Sebenarnya itu uang juga disimpan oleh Pelangi di tabungan sekolah untuk biaya masuk SMA nanti.


***


Sesuai keinginan Senja, Lembayung pun sekolah di SMP tempat yang sama dengan Embun. Lagi-lagi Pelangi harus menerima memakai seragam dan tas bekas Embun. Ini dikarenakan uang habis untuk daftar masuk Lembayung ke sekolahan itu.


Sementara itu, semua barang untuk Lembayung adalah baru. Jika, mereka bertiga duduk bersebelahan, maka akan terlihat perbedaan warna baju mereka. Seragam yang dipakai Pelangi sudah terlihat bladus, berbeda dengan kedua saudara yang lainnya. Seragam mereka masih bersih bersinar dan enak dipandang. Jika, Pelangi protes itu malah akan menambah beban pikiran orang tuanya. Jika, mau Pelangi bisa membeli seragam sendiri dengan uang jualan keripik. Namun, bapaknya menyuruh uang itu disimpan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak.


"Simpan uang itu dan jangan beri tahu siapapun. Itu milik kamu dan manfaatkan untuk keperluan kamu nanti," ucap Awan.


Awan baru tahu kalau Pelangi sering menggunakan uangnya sendiri untuk memenuhi keperluannya. Dia tidak menyangka kalau Senja sering tidak berbuat adil kepada Pelangi.


***


Apa yang akan terjadi pada Pelangi yang sudah beranjak remaja? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh. Cus meluncur ke karyanya.



__ADS_2