
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 22
"Dari mana saja kamu?" tanya Senja begitu Pelangi masuk ke dalam rumah.
Pelangi hanya menunduk dan memikirkan kata-kata yang pas untuk diucapkan agar ibunya tidak salah paham. Dia pun menarik nafasnya dalam-dalam untuk menenangkan kegugupan di dalam hatinya.
"Pergi bersama Kak Tama, karena dia ingin berkeliling mencari makanan yang sedang viral saat ini. Selain itu dia juga mengajak ke tempat wisata yang belum pernah aku datangi selama ini," jawab Pelangi dengan suara yang pelan.
Senja masih menatap tajam ke arah putri keduanya. Dia tadi mendengar kabar dari Bu RT dan beberapa tetangga lainnya, mereka mengatakan kalau Pelangi sedang pergi berkencan dengan seorang laki-laki tampan. Sementara itu, yang dia tahu Pelangi tidak punya pacar. Tentu saja hal ini membuatnya terkejut.
Dia tadi sempat menduga kalau laki-laki yang bersama dengan Pelangi adalah Tama. Ternyata itu adalah benar, kalau putrinya dengan laki-laki itu sekarang menjalin hubungan.
"Bukannya sudah ibu dan bapak bilang kalau kamu tidak boleh berpacaran dahulu!" tegas Senja dan masih saja menatap tajam ke arah gadis berambut pendek itu.
"Aku dan Kak Tama tidak berpacaran. Kami tadi hanya pergi jalan-jalan bersama. Kak Tama bilang berpacaran agar itu terlihat wajar di depan orang lain. Ibu silakan tanya saja kepada kak Tama. Apakah benar kalau kami pacaran? ujar Pelangi.
Tidak jauh dari mereka atau lebih tepatnya di balik pintu ada Embun sedang mendengarkan semua percakapan antara Senja dan Pelangi. Dia sempat terkejut saat mendengar kalau Pelangi pergi bersama Tama tadi.
'Pantas saja pesan dari aku tidak dibalas olehnya.'
__ADS_1
'Ini pasti gara-gara Pelangi sudah menghasut Kak Tama.'
'Dasar Pelangi, selalu saja berbuat sesuatu yang membuat aku kesal. Benar-benar licik!'
Embun terus menggerutu dalam hatinya dan marah terhadap Pelangi. Selama ini dia memandang perasaan cinta terhadap Tama. Laki-laki itu selalu saja menolak ungkapan perasaannya dengan alasan kalau Embun harus konsentrasi belajar dan jangan memikirkan pacaran terlebih dahulu. Namun, saat hari ini dia mendengar Si Pencuri Hatinya dan adik kandungnya berpacaran membuat dia marah karena merasa sudah dibohongi dan dikhianati.
***
Setelah tadi sore Pelangi di sidang oleh Senja, kini saat malam hari giliran Awan yang mencerca dia dengan bermacam pertanyaan. Tentu saja Pelangi bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh bapaknya itu. Dia juga tadi sempat berbicara dengan Tama apa yang terjadi padanya saya pulang dari acara jalan-jalan bersama. Lalu, dia minta kepada laki-laki itu untuk mengatakan kepada orang tuanya kalau mereka tidak berpacaran.
Disaat Awan menanyai Pelangi, Tama pun datang ke sana. Kehadirannya di sana untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi pada Pelangi.
"Jadi sebenarnya kami berdua tidak berpacaran. Hanya saja pertemuan dengan Bu RT dan teman-temannya, terpaksa aku harus berbohong demi menjaga nama baik Pelangi dan keluarga di sini. Pasti orang-orang mengira kalau Pelangi pergi dengan pacarnya itu bisa dipercaya. Dibandingkan pergi dengan laki-laki kenalan karena sudah menabrak dirinya. Nanti kesannya Pelangi mau dibawa pergi oleh sembarang laki-laki. Ujung-ujungnya akan membawa nama burung bapak dan ibu," jelas Tama yang sebenarnya hanya modus saja. Agar Pelangi tidak terus dimarahi, apalagi terlihat Embun menatapnya dengan tidak suka.
"Tidak. Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu kepada Pelangi. Aku ingin mendukung dia agar menjadi orang yang sukses. Dan bisa membanggakan kedua orang tua dan juga saudaranya," bantah Tama.
Awan pun senang mendengar hal ini. Dia juga ingin Pelangi dan Tama memegang janji ucapan mereka, yang tidak akan berpacaran selama putri keduanya masih sekolah.
Tama pun minta izin pulang karena hari sudah sangat larut malam. Namun, saat di depan pintu dia berbisik sesuatu kepada Awan.
***
Satu bulan sudah berlalu sejak kejadian itu, Pelangi disibukan dengan kegiatan sekolahnya. Namun, komunikasi dengan Tama masih tetap berjalan dengan baik.
__ADS_1
^^^"Sayang sekali akhir papan bulan ini kita tidak bisa bertemu."^^^
"Maaf ya, Kak. Gara-gara kejadian dulu, jadinya rencana kita untuk bertemu sebulan sekali tidak bisa kita realisasikan."
^^^"Tidak apa-apa. Asal kamu bisa menjaga diri dengan baik. Meski aku harus melawan rasa rindu ingin bertemu denganmu. Hanya dengan berkomunikasi lewat telepon seperti ini bisa mengobati walau hanya sedikit."^^^
"Aku juga sebenarnya ingin bertemu dengan kakak. Kadang ada rasa rindu jika melihat foto kita bersama. Saat itu adalah waktu yang sangat membahagiakan buat aku."
^^^"Apa sebaiknya kita bertemu diam-diam lagi, ya?"^^^
Terdengar suara tawa Tama yang nyaring di seberang sana. Meski Pelangi menginginkan hal itu, tetapi mereka tidak boleh melakukannya, karena sudah berjanji kepada Awan.
Saat keduanya asyik berbicara lewat telepon, Senja sudah berdiri di belakang Pelangi tanpa dia sadari. Dia sangat marah mengetahui kalau berani masih diam-diam menjalin hubungan dengan Tama.
"Jadi seperti ini kalian di belakang kami?" tanya Senja dan membuat Pelangi terkejut.
***
Apa yang akan terjadi kepada Pelangi? Apakah Senja dan Awan akan marah terhadapnya lagi? tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan menarik. Cus kepoin novelnya.
__ADS_1