
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 38
Lembayung menatap tajam pada Embun. Terlihat panacaran matanya yang penuh amarah.
"Semua ini tidak akan terjadi jika bapak dan Kak Pelangi tidak mengantarkan handphone milik Kak Embun. Ini semua salah Kak Embun!" hardik Lembayung menuding kakak sulungnya itu.
Embun terperangah mendengar ucapan adik bungsunya itu. Dia berpikir semua yang menimpa bapak dan saudaranya itu bukan akibat dirinya. Namun, pengendara motor yang ngebut saat melajukan kendaraannya.
"Bukan aku yang salah. Tapi, orang yang ngebut itu yang salah. Dia sudah menabrak bapak dan Pelangi!" bantah Embun tidak terima dengan tuduhan adiknya itu.
Lembayung berdiri dan berjalan dua langkah ke arah Embun. Dia mendorong bahu kakaknya itu.
"Heh, jika saja kakak tidak meninggalkan handphone dan meminta bapak dan Pelangi untuk mengantarkan. Maka, semua ini tidak akan pernah terjadi!" bentak gadis bersurai hitam lurus mirip dengan rambut Embun.
Embun jelas-jelas tidak terima dipojokan oleh Lembayung. Dia pun balas mendorong tubuh adiknya itu dengan menggunakan kedua tangannya. Sampai gadis itu terhuyung ke belakang beberapa langkah.
"Kalian berdua, berhenti!" pekik Bu RT sambil menahan tubuh Lembayung.
__ADS_1
Wanita paruh baya itu memegang kedua lengan Lembayung agar jangan memberikan balasan lagi kepada Embun atas perbuatannya itu. Dia sangat terkejut melihat tingkah kedua kakak beradik ini.
"Karena keegoisan kakak, sudah membuat banyak orang menderita! Kenapa kakak tidak pernah berpikir sama kali akan semua ini?" teriak Lembayung dengan derai air mata.
"Kakak yang selalu memaksakan keinginan agar semua sesuai keinginan Kakak, tidak peduli dengan keadaan orang lain. Kakak yang seharusnya menjadi contoh bagi kami. Kakak yang seharusnya bisa menjaga adik-adiknya. Kakak yang seharusnya memberikan dukungan dan semangat kepada adik-adiknya. Tidak ada satu pun sosok seperti itu di dalam diri Kak Embun." Lembayung masih berteriak dengan penuh emosi sarat akan luka di hatinya.
"Tapi, Kak Embun adalah orang yang sangat egois, tidak mau dikalahkan oleh adik-adiknya. Menjegal prestasi yang ingin dicapai oleh kami. Kak Embun tidak pernah memberikan contoh yang baik bagi kami. Kakak sering bermalas-malasan dalam membantu ibu, dengan alasan belajar padahal cuma baca komik dan novel. Selalu minta hadiah akan prestasi yang di capai, tanpa mau tahu kedua orang tua kita sedang kesusahan atau tidak," racau Lembayung.
"Kamu egois, Kak! Egois!" teriak gadis itu lagi.
Bu RT terkejut mendengar pengakuan Lembayung barusan. Sebab, yang orang tahu, Embun adalah sosok anak gadis idaman. Cantik, pintar, sopan, dan selalu membantu ibunya. Senja juga selalu memuji Embun dengan segudang prestasi yang dimilikinya.Â
Tidak akan ada yang percaya, jika orang lain yang bicara. Namun, ini Lembayung yang bilang sendiri. Anak yang tinggal satu rumah dengannya dan menghabiskan waktu bersama dalam satu tempat.
Lembayung semakin tersulut emosinya. Dia pun berusaha melepaskan diri dari pegangan Bu RT.Â
"Katakan siapa yang suka iri dengan orang lain? Kakak! Kak Embun juga paling iri pada Kak Pelangi. Banyak kecurangan yang Kakak lakukan untuk lebih unggul dari Kak Pelangi. Siapa yang merusak piagam juara bercerita sewaktu Kak Pelangi baru masuk sekolah dasar? Siapa yang merusak hadiah piano kecil milik Kak Pelangi yang mendapat juara saat ikut lomba di mall? Siapa yang menukar formulir lomba buat puisi? Siapa yang menyuruh ibu melarang Kak Pelangi masuk ke sekolah yang sama dengan Kak Embun? Semua itu jawabannya adalah Kak Embun!" Lembayung pun berteriak dan tanpa mereka sadari kalau Pelangi kini sudah membuka matanya.
Embun tidak terima boroknya di buka oleh Lembayung. Dia pun melakukan serangan balik.
"Lalu, siapa orang yang selalu meminta mainan milik Pelangi? Siapa yang selalu merengek agar Pelangi memberikan barang miliknya? Siapa orang yang sering menangis agar bisa jajan dan uang jajan milik Pelangi harus diberikan kepadanya? Siapa yang selalu memakai barang-barang milik Pelangi sesuka hati? Semua itu adalah kamu! Kamu, Lembayung!" teriak Embun.
__ADS_1
Bu RT menatap kedua gadis bersaudara itu dengan perasaan tidak percaya. Dia sangat terkejut kalau selama ini Pelangi di perlakuan seperti itu oleh kedua saudaranya. Padahal kabar yang beredar adalah Pelangi suka jajan dan membeli barang yang sedang trend di kalangan teman-temannya. Makanya, dia suka minta barang dagangan kepada para tetangga untuk dijual di sekolahnya.
Bu RT menilai kalau Pelangi adalah sosok yang pekerja keras, berprestasi meski masih jauh dari prestasi milik Embun, dan ramah. Banyak orang yang suka kepadanya karena kebaikan hati dan bagus tingkah lakunya.
Pelangi yang mendengar pembicaraan mereka berdua dan merasa sakit hati. Semakin terluka saja perasaannya. Meski dia dulu sempat berpikir seperti itu. Namun, dia tidak berani menuduh orang lain jadi membiarkannya saja.
***
Bagaimana perlakuan Pelangi kepada kedua saudaranya itu nanti? Apakah memaafkan atau tidak mau lagi mengalah? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk, Baca juga karya aku yang lainnya ini.
Blurb:
      Yusuf, seorang duda beranak satu yang baru saja ditinggal oleh Aisha–istrinya yang meninggal karena kecelakaan. Dia harus membesarkan Asiah–putrinya– seorang diri karena ibunya harus merawat ayahnya yang sakit stroke. Yusuf dan Asiah tinggal di apartemen milik perusahaan yang khusus diberikan oleh Sarah, CEO sekaligus putri pemilik perusahaan tempat dia bekerja sebagai Direktur Keuangan. Yusuf juga bertetangga dengan Zulaikha, seorang siswi SMA yang kurang kasih sayang orang tua dan suka menggoda dirinya, tetapi begitu sayang kepada Asiah. Zulaikha juga selalu terang-terangan bilang cinta dan sayang sama Yusuf. Namun, Yusuf selalu menganggapnya angin lalu.
     Asiah selalu dititipkan di sebuah penitipan anak yang merangkap dengan lembaga pendidikan anak dini. Di sana mereka bertemu dengan Bilqis, mahasiswi magang yang mengingatkan pada sosok Aisha. Membuat Yusuf mulai terpaut hatinya karena kealiman dan kelembutan sifatnya. Namun, cintanya mendapat pertentangan dari keluarga Bilqis karena statusnya duda beranak satu.
Bagaimana kisah Yusuf dalam membesarkan Asiah yang aktif dan sering membuatnya mati kutu?
Siapa yang mendapatkan cinta Yusuf?
__ADS_1
Sarah anak perawan yang anggun dan cerdas? Zulaikha anak perawan penggoda dan jahil? Atau Bilqis anak perawan yang sholehah dan penyabar?