Ibu, Aku Juga Anakmu

Ibu, Aku Juga Anakmu
Bab 25. Pergi Liburan (2)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 25


Pelangi, Tama, dan Indira berjalan bersama sampai ke sebuah penginapan yang tidak jauh dari tempat Pelangi dan teman-teman menginap. Tentu saja ini membuat Tama merasa sangat senang.


"Penginapan aku yang itu," kata Pelangi menunjuk ke arah bangunan yang ada di ujung deretan penginapan.


"Kita bisa sering bertemu," ucap Tama senang.


"Semoga saja, Kak. Tapi selama aku bersama teman-teman, mungkin akan sulit menemui Kakak," pungkas Pelangi dengan memasang wajah sendu.


"Tidak apa-apa. Nanti kita bisa habiskan liburan bersama, setelah teman-teman kamu pulang," ujar Tama menghibur Pelangi.


Gadis bersurai panjang itu tersenyum bahagia karena pemuda itu sangat mengerti dan memahami dirinya. Pelangi pun tanpa sadar memeluk tubuh Tama, lupa kalau ada Indira juga di sana bersama mereka.


"Terima kasih, Kak Tama."


"Kamu tidak perlu berterima kasih. Justru aku yang seharusnya berterima kasih kepada kamu," ucap Tama.


Pertemuan ini bisa mengobati rasa rindunya kepada sang pujaan hati. Betapa sengsaranya dia ketika ingin melihat wajahnya dan mendengarkan suaranya, selama ini. Dikarenakan ada larangan dari kedua orang tua si gadis, membuat dirinya tidak bisa bertemu.


Kedua sejoli itu saling menatap satu sama lain. Merasakan rindu yang sangat dalam dan perasaan ingin bertemu yang kuat. Membuat mereka saling melempar senyum kebahagiaan.


Saat Tama memajukan wajahnya dan hendak mencium Pelangi. Anindita batuk dengan sangat keras. Tentu saja hal ini malah membuat kedua sejoli itu malu dan langsung menjauh memisahkan diri mereka.


"Aku pergi dulu, Kak. Mau bergabung bersama teman-teman," kata Pelangi.


Lalu, dia berbalik ke arah Anindita.

__ADS_1


"Mami, aku pergi dulu. Aku sudah siapkan telor asin, Mustofa, dan Sukri untuk Mami. Nanti aku antarkan ke sini," lanjut Pelangi sambil memeluk tubuh Anindita.


"Terima kasih, Sayang. Kamu selalu buatkan makanan kesukaan mami," ujar Indira dengan perasaan senang.


***


Pelangi menghabiskan waktu bersenang-senang bersama teman-temannya. Mereka berendam dan bermain air di sungai. Tidak sampai satu jam karena terlalu lama berendam di air panas membuat pusing. Setelah itu, mereka ke penginapan di mana banyak makanan sudah tersedia.


"Setelah lelah bermain dan berendam, sekarang waktunya makan," ucap Rima dan di sambut suka cita oleh semua teman-temannya.


"Mama dan papa kamu, nggak makan bareng kita?" tanya Pelangi saat mereka sedang antri mengambil makanan.


"Mereka sudah makan barusan. Tinggal kita saja yang belum, karena keasikan main," jawab Rima.


Penginapan itu ramai dengan suara canda tawa para anak gadis yang beranjak dewasa itu. Apalagi seusia mereka sedang suka-sukanya membicarakan tentang laki-laki yang disukai olehnya.


"Sepertinya tinggal Pelangi yang belum pernah pacaran, ya?" tanya Rima.


"Aku, berusaha menjaga perasaan orang tua dan keinginan mereka. Jika, sudah waktunya aku bertemu dengan jodohku, mungkin aku akan langsung menikah saja, nggak perlu pacaran," jawab Pelangi.


"Aku masih ingin menikmati masa muda sampai merasa puas. Lalu, baru memikirkan tentang pernikahan," ujar Rima.


"Yap, benar! Nikmati masa-masa muda sampai merasa tidak penasaran. Jangan sampai nanti kita merasakan penyesalan karena perasaan penasaran," ucap Dina teman sebangku Rima.


Pelangi tidak merasa minder jika membicarakan tentang pacar bersama teman-temannya. Sebab, dalam hati dia kini sudah terisi oleh seseorang. Hanya saja dia tidak mau memberi tahu kepada siapapun. Dia tidak mau kalau harus dijauhkan lagi dari Tama.


Saat hari sudah mendekati sore, Pelangi mendatangi penginapan tempat Tama dan Anindita akan menginap. Dia membawa paper bag yang berisi makanan buatannya.


"Kak Tama," panggil Pelangi saat melihat laki-laki itu sedang duduk sambil meminum kopi.


"Pelangi? Sudah selesai main-main bersama teman?" tanya Tama sambil berjalan menghampiri sang gadis.

__ADS_1


"Mereka semua sedang tidur. Mungkin karena kelelahan bermain tadi," jawab Pelangi.


"Lalu, kamu tidak merasa lelah?" tanya Tama dengan senyum tampannya menggoda Pelangi.


Pelangi merasa sangat malu. Entah kenapa sekarang kalau melihat senyum Tama selalu membuat jantungnya berdebar-debar.


"Kenapa tidak menjawab?" Tama masih senang menggoda Pelangi. Terlebih setelah terlihat pipi Pelangi merona.


"Karena aku ingin bertemu dengan Kakak," jawab Pelangi dengan lirih.


Betapa bahagianya Tama mendengar pengakuan Pelangi. Dia langsung memeluk gadis itu ke dalam dekapan hangatnya.


"Aku juga selalu ingin bertemu dengan kamu. Tadi aku datang ke sungai. Melihat kamu sedang bersenang-senang dengan yang lainnya, aku merasa cemburu. Karena aku juga ingin menghabiskan waktu dengan kamu seperti itu. Bercanda, tertawa, dan saling menatap. Rasanya aku ingin memanggil kamu untuk mengizinkan aku bergabung bersama kalianβ€”"


"Jangan!" potong Pelangi spontan.


"Kenapa?" tanya Tama tidak mengerti.


"Eh, i-tu ... nanti mereka akan suka sama Kak Tama," jawab Pelangi dengan pelan sambil menunduk.


Tama terdiam sesaat. Dia mencerna kembali ucapan Pelangi. Lalu, senyum langsung menghiasi wajahnya. Dia merasa kalau Pelangi juga akan cemburu jika dirinya bersama dengan wanita lain.


"Kamu ... cemburu?" bisik Tama dan membuat Pelangi tersentak karena terkejut.


***


Pelangi cemburu jika ada cewek lain yang memperhatikan Tama 🀭🀭. Bagaimana mereka menghabiskan liburan bersama? Tunggu kelanjutannya.


Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan menarik. Cus kepoin karyanya.


__ADS_1


__ADS_2