
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 28
Kepulangan Pelangi mendapatkan tatapan sinis dari keluarganya. Gadis itu meletakkan oleh-oleh yang dia beli dari Rumah Strawberry di atas meja makan. Rasa lelah yang sedang melandanya, membuat dia tidak ingin berdebat atau ada mulut saat ini.
Pelangi memilih masuk ke dalam kamar dan langsung tidur. Dia bangun sebelum matahari tenggelam. Dilihatnya ada Lembayung yang sedang membaca komik di sampingnya.
"Kak Pelangi tidur apa pingsan? Aku bangunkan berkali-kali tidak bangun juga," kata Lembayung.
"Sekarang ini jam berapa, Dek?" tanya Pelangi.
"Jam lima sore," jawab Lembayung.
Pelangi pun bangun lalu pergi mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Saat akan ke kamar mandi dia melewati kamar Embun. Terdengar Embun sedang bicara dengan seseorang di telepon.
"Aku ingin Kak Tama menjemput aku di terminal. Aku tidak tahu keadaan di kota Jakarta."
Pelangi menduga kalau orang yang dimaksud kak Tama oleh Embun itu adalah Tama yang merupakan kekasihnya saat ini. Namun, Pelangi percaya akan perasaan cinta Tama terhadap dirinya adalah benar dan tulus.
Setelah selesai mandi dia melihat pesan masuk di handphone-nya. Pelangi membaca pesan yang dikirim oleh Tama beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Sayang, apa benar kedua orang tua kamu tidak bisa mengantarkan Embun ke Jakarta? Tadi dia minta aku untuk menjemputnya dan mencarikan kost-an.
Pelangi pun lirik ke arah Lembayung. Lalu, dia bertanya, "Dek, katanya Kak Embun mau pergi ke Jakarta, ya?"
"Iya. Lusa dia akan pergi bersama beberapa temannya yang melanjutkan kuliah di ibu kota," jawab Lembayung tanpa mengalihkan perhatiannya dari komik yang sedang dia baca.
"Kenapa bapak atau ibu tidak menemani Kak Embun?" tanya Pelangi.
"Kata Kak Embun itu tidak perlu, karena dia akan ke pergi ke ibu kota beramai-ramai dengan temannya," jawab Lembayung.
Pelangi pun diam sesaat. Lalu, dia membalas pesan dari Tama.
Aku tanya dulu sama bapak dan ibu dulu.
***
"Tapi, kamu tidak kedinginan atau kelaparan saat di sana, 'kan?" tanya Awan penuh perhatian karena beberapa hari hatinya tidak merasa tenang.
"Tentu saja tidak, Pak. Karena orang tua Rima juga sudah menyiapkan segala keperluan kita di sana," jawab Pelangi.
"Tuh, dengar Pak! Apa yang ibu bilang, tidak perlu mengkhawatirkan Pelangi. Dia itu sudah besar dan tahu apa yang harus diperbuatnya. Ini malah terus saja mencemaskan keadaan orang yang sedang bersenang-senang," ujar Senja.
"Ya, wajar, dong. Kita selaku orang tua mengkhawatirkan anaknya yang sedang tidak ada di rumah. Lagian Embun tidak mau menanyakan keadaan Pelangi di sana," balas Awan.
__ADS_1
Sebenarnya Embun pernah kirim pesan sekali kepadanya. Menanyakan keadaannya saat hari ke dua liburan. Pelangi sendiri sebelumnya mengirim pesan begitu sampai di sana. Juga saat menanyakan ingin dibawakan oleh-oleh apa. Akan tetapi tidak ada balasan dari Embun.
"Makanya lain kali kalau pergi itu kasih kabar tiap hari, agar orang tua tidak cemas. Bapak kamu sampai jarang tidur karena terus mengkhawatirkan keadaan kamu," kelas Senja.
"Aku tiap hari kirim pesan sama Kak Embun," kilah Pelangi. Dia tidak mau lagi jadi anak yang terus disalahkan dan dipojokan.
Terlihat jelas sekali rasa terkejut dari sorot mata Awan dan Senja, saat mendengar kata-kata Pelangi barusan. Mereka tidak tahu sama sekali akan hal ini.
Kini kedua orang tua itu mengalihkan perhatian kepada si anak sulung. Mereka ingin mendengar penjelasan, kenapa tidak memberitahu pesan dari si anak kedua.
"Lupa," jawab Embun singkat.
Ada rasa kesal dalam diri Pelangi kepada Kakaknya ini. Selama ini dia selalu mengalah pada Embun. Menuruti semua keinginannya. Namun, dia selalu saja memperlakukan dirinya seperti kepada musuh saja.
"Lalu, kenapa Kakak tidak membalas pesan dari aku?" tanya Pelangi.
Embun yang merasa terpojok pun akhirnya menjawab, "Aku terlalu sibuk untuk membalas pesan dari kamu," kilah Embun dengan mendelikkan matanya sebal.
"Sibuk apanya? Baca komik? Baca novel? atau sibuk mencari tahu tentang kegiatan kak Tama?" ejek Lembayung dengan nada sindiran.
Semua mata tertuju kepada Embun saat ini. Mereka semua seakan meminta pertanggungjawaban kepadanya.
***
__ADS_1
Kali apa lagi yang akan dilakukan oleh Pelangi demi masa depannya? Tunggu kelanjutannya, ya!
Kalau ada typo tolong tandai, ya 🙏🏻. Soalnya pas mau up hp jatuh, efek ngantuk.