Ibu, Aku Juga Anakmu

Ibu, Aku Juga Anakmu
Bab 65. Interogasi


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 65


'Apa Kakak sering berciuman dengan Kak Tama?" tanya Lembayung tiba-tiba.


Jantung Pelangi terasa mau copot saat mendengar pertanyaan dari adiknya. Dia tidak menduga kalau Lembayung akan bertanya seperti itu. Gadis remaja itu pun bingung harus menjawab apa.


Jika dia menjawab jujur takutnya Lembayung memberitahu hal itu kepada sang ibu. Namun, jika dia berbohong dan mengatakan tidak pernah. Bagaimana kalau ada bukti yang menunjukkan dirinya sedang berciuman dengan Tama.


Pelangi menelan air liurnya karena mendadak terasa kering. Dia pun meletakan telunjuknya di bibir. 


"Kenapa kamu tanya seperti barusan?" Pelangi balik bertanya.


"Aku ingin tahu sejauh mana kalian dalam berbuat saat pacaran," kata Lembayung.


"Kakak akan jawab tapi kamu jangan bilang apa-apa ke orang lain," ucap sang kakak.


"Baik. Aku janji tidak akan memberi tahu kepada siapa pun," balas sang adik.


"Kakak dan Kak Tama pernah ciuman," bisik Pelangi dengan malu-malu dan mukanya memerah.


"Sudah aku duga. Berarti dulu yang aku lihat saat di rumah sakit itu kalian beneran berciuman," pungkas Lembayung manggut-manggut, lalu tersenyum jahil.


"Bagaimana rasanya?" tanya Lembayung penasaran.


"Ya, gitu deh!" jawab perempuan yang saja berusia 17 tahun itu.


"Isssh, Kakak pelit!" pekik Lembayung dan Pelangi tertawa terkekeh.

__ADS_1


"Tapi, baru sebatas itu, 'kan? Tidak sampai melakukan yang lebih dan melanggar norma," lanjut Lembayung.


Pelangi mengangguk, sebab Tama bukanlah laki-laki budak nap_su. Dia justru selalu menjaga dirinya. 


"Kalau boleh tahu, kapan kalian pertama kali berciuman?" tanya Lembayung sambil tersenyum jahil.


Pelangi menutup mukanya dan menggelengkan kepalanya. Dia sangat malu dan tidak akan memberi tahu kenangan dia dan kekasihnya.


"Kapan, Kak?" tanya Lembayung lagi karena dia sangat penasaran. Gadis remaja itu menginterogasi kakaknya.


"Rahasia," jawab Pelangi dengan tersenyum geli.


Lembayung memanyunkan bibirnya karena sebal sama Kakaknya. Namun, dalam hatinya dia ikut merasa senang melihat senyum bahagia yang terukir di wajah sendu Pelangi.


'Semoga saja Kak Tama benar-benar tulus mencintai kamu, Kak.' (Lembayung)


***


Kak Tama, tolong jawab dengan jujur. Apa kamu dan Pelangi berpacaran?


^^^Iya. Kenapa?^^^


DEG


Embun merasa sakit sekali dadanya. Hatinya patah merasakan kegagalan cinta pertama dalam hidupnya. Gadis itu memegang dadanya dan menepuk-nepuk berusaha mengurangi rasa sesak.


"Kalian jahat! Kalian tidak akan pernah merasakan kebahagiaan!" umpat Embun sambil menangis tergugu.


"Kalian jahat!" Embun duduk di lantai sambil menekuk kedua lututnya dan menenggelamkan kepalanya.


Justru ini malah membuat Embun terbayang kembali gambaran-gambaran foto yang diunggah oleh Bagaskara. Foto mereka semua sedang berlibur bersama dan terlihat bahagia. Pelangi dan Tama selalu berada saling berdekatan dan kadang merangkulnya.

__ADS_1


***


Waktu terus bergulir sudah satu bulan sejak kejadian itu. Tidak ada lagi yang membahas masalah pacaran Pelangi dengan Tama. Hal itu karena Pelangi menunjukan kalau semua akun media sosial miliknya sudah memblokir akun milik Tama. Bahkan nomor handphone miliknya pun dia blokir.


Setelah itu Senja pun kembali menjadi biasa lagi pada Pelangi tidak mendiamkan dirinya saat tahu putrinya itu berpacaran. Dia merasa senang jika ketiga anaknya itu menjadi penurut.


"Bu, aku mulai sekarang pulang akan sore hari karena sudah mulai ada kegiatan les untuk persiapan ujian," kata Lembayung saat mereka sarapan.


"Apa mau bekal nasi?" tanya Senja.


"Sebaiknya bawa bekal, daripada nanti kamu kelaparan," lanjut Embun.


"Iya, kali kalau nggak ada makanan di kantin. Perasaan kantin sekolah komplit mau makan apapun," bantah Lembayung mencibir kakak sulungnya.


Pelangi memilih diam. Dia tidak mau adu mulut dengan kakaknya pagi-pagi seperti ini. Nanti malah merusak moodnya. Semenjak kejadian itu Embun semakin tidak suka kepada Pelangi. Selalu saja ada hal yang menjadi perdebatan di antara keduanya.


"Kamu itu di bilangan sama yang sudah berpengalaman malah begitu," ujar Embun tidak suka.


"Isssh, kapan sih, Kakak akan masuk ke kampus lagi? Lama banget liburnya," tanya si bungsu.


"Masih lama, jika sudah masuk, kakak juga akan balik lagi ke Jakarta. Buat apa lama-lama di sini dekat orang dungu. Bikin emosi saja," jawab Embun.


"Sesama orang dungu jangan saling berselisih. Jika itu terjadi nanti Kakak sendiri yang akan rugi," ejek Lembayung membalas hinaan kakaknya.


Pelangi tahu kalau orang dungu yang di maksud oleh Embun itu adalah dirinya. Namun, dia membiarkan saja tidak mau menanggapi karena dirinya tidak merasa dungu.


Saat terjadi perdebatan kecil di waktu sarapan, terdengar suara bel pintu depan. Selain itu ada seorang yang memanggil namanya.


"Pelangi!"


***

__ADS_1


Siapa nih, kira-kira orang yang datang ke rumah 😁. Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2