Ibu, Aku Juga Anakmu

Ibu, Aku Juga Anakmu
Bab 14. Ketahuan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 14


Embun masuk ke kamar Pelangi dan Lembayung, niatnya mau pinjam kamus. Namun, dia terkejut saat melihat adiknya sedang bermain handphone.


"Dek, itu handphone milik siapa?" tanya Embun yang kini berjalan mendekati Lembayung.


Gadis yang baru beranjak remaja itu sangat terkejut dengan kedatangan Embun yang tiba-tiba dan tanpa disadari olehnya. Padahal Lembayung sudah berhati-hati agar tidak ketahuan oleh Embun.


"'Eh, i-ni … punya orang lain, Kak," jawab Lembayung gugup.


"Bohong! Kalau itu milik orang lain tidak akan dipinjamkan begitu saja. Mana itu handphone keluaran terbaru dan mahal harganya. Jujur, punya siapa itu?" tanya Embun dengan suara tinggi.


"Aku jujur. Ini bukan punya aku. Aku hanya pinjam untuk membantu dalam belajar. Aku cari informasi di gogel untuk mengerjakan tugas. Kakak pikir aku punya uang dari mana untuk beli handphone," balas Lembayung dengan berani, tidak mau diintimidasi oleh Embun.


Suara mereka sampai terdengar ke luar kamar dan membuat Senja kesal karena mendengar cekcok kedua putrinya itu.


"Ada apa lagi? Kenapa kalian saling berteriak?" tanya Senja yang masuk ke dalam kamar.


Kedua anak gadis itu langsung terdiam. Mereka melihat ibunya melotot, tanda sedang marah. Baik Embun dan Lembayung, sama-sama tidak mau membuat ibunya lebih marah lagi, karena sering mengalami celaka jika sudah membuat ibunya murka.


"Kenapa kalian diam saja?" tanya Senja sambil memperhatikan kedua putrinya karena mereka sama-sama diam.


"Jawab ibu!" titah Senja.

__ADS_1


Embun pun akhirnya berbicara, "Lembayung punya handphone, Bu."


"Tidak. Ini bukan punya aku," bantah Lembayung tanpa jeda.


"Bohong! Kalau bukan punya kamu, lalu punya siapa?" tanya putri sulung dari pasangan Awan dan Senja.


Ditanya seperti itu membuat Lembayung bingung harus menjawab apa. Sementara dia sudah janji pada Pelangi kalau akan menyembunyikan keberadaan handphone itu.


"Jawab, Lembayung!" titah Senja dengan mendesis.


Mental Lembayung langsung menciut. Akhirnya mau nggak mau dia jujur juga.


"Kak Pelangi," cicit si bungsu dengan perasaan merasa bersalah pada kakaknya itu.


"Apa?" Senja dan Embun memekik karena terkejut.


"Dari mana Pelangi dapat handphone itu?" tanya Embun dengan perasaan shock.


"Aku tidak tahu. Tanya saja langsung pada orangnya," balas gadis yang baru duduk di kelas 1 SMP.


"Katakan pada ibu, dari mana Pelangi dapat handphone itu!" pinta Senja.


"Sudah aku katakan tadi, sebaiknya ibu tanya langsung saja kepada Kak Pelangi. Dia yang lebih tahu dari mana dia mendapatkan," ujar Lembayung bersikukuh tidak mau memberi tahu.Β 


Senja merasa kesal pada putri bungsunya itu. Lalu, dia pun meminta handphone itu.


"Sini, biar ibu simpan sampai Pelangi pulang!" titah Senja dan Lembayung pun terpaksa menyerahkan handphone miliknya.

__ADS_1


***


Pelangi yang baru pulang sekolah sore hari menjelang senja karena les bersama teman-temannya. Dikejutkan dengan berita yang diberi tahu oleh Lembayung, kalau handphone itu sekarang berada di tangan ibunya.


"Kenapa kamu ceroboh, sih, Dek!" Pelangi merasa kecewa pada adiknya itu.


"Maaf, Kak. Aku tidak tahu kalau kak Embun datang," ucap Lembayung dengan lirih penuh penyesalan.


Pelangi pun mendatangi Senja yang sedang menonton televisi sambil menunggu kepulangan suaminya. Meski agak ragu-ragu karena takut, Pelangi memberanikan diri.


"Bu," panggil Pelangi.


Senja melirik ke arah Pelangi. Dia tahu maksud kedatangan putrinya itu.


"Apa?" tanya Senja.


"Kata Lembayung, Ibu sudah ambil handphone milik aku," balas PelangiΒ 


Embun yang baru selesai mandi ikut bergabung bersama mereka. Tentu ini yang tidak disukai oleh Pelangi. Jika, dia memberi tahu siapa yang sudah memberikan handphone untuknya, pasti akan semakin marah padanya.


"Kamu dapat handphone itu dari mana?" tanya Senja.


***


Akankah Pelangi jujur atau berbohong? Tunggu kelanjutannya, ya!


Cuap-cuap sedikit, ya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Maaf teman-teman up sering sedikit, ada pembaca yang jahil seenaknya saja kasih nilai buruk ke novel aku dan itu membuat aku kesal, efeknya aku sering tidur lama untuk memulihkan kondisi mood. Dia itu memberi nilai buruk, tapi masih aja lanjut baca. Jika, kalian tidak suka saat membaca suatu karya milik author mana pun, sebaiknya langsung tinggalkan saja tanpa memberikan nilai yang buruk. Selain itu ada yang lapor juga, katanya masalah gambar. Padahal aku tempel promo karya teman sesama Author. Aku merasa aneh, ternyata bukan hanya aku saja yang mengalaminya, teman-teman sesama Author juga belakangan mengalami hal ini. Kenapa banyak terjadi hal seperti ini? Aku juga tidak tahu. Aku pembaca Mangatoon dari tahun 2015/2016 awal, lebih tepatnya aku lupa. Karena saat itu masih komik saja bacaannya. Lalu, ada novel. Aku baca, jika tidak suka, ya tinggal saja. Tidak memberikan nilai buruk atau komentar buruk. Semoga teman-teman pembaca setia karya-karya aku yang recehan ini tidak berbuat seperti itu di mana pun/ punya karya siapa pu yang kalian baca.


__ADS_2