
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 46
Keadaan kamar rawat inap tempat Senja dirawat dalam keadaan berantakan.
"Kenapa kamu membuat aku hamil lagi?" teriak Senja dengan histeris.
Kakek Indra dan Nenek Dewi yang baru saja datang bersama Embun, dikejutkan dengan keadaan di sana. Mereka saling melirik, karena merasa datang di waktu yang tidak tepat.
"Embun kita jalan-jalan ke taman dulu, yuk!" ajak Kakek Indra sambil menggendong sang cucu.
"Ada apa ini?" tanya Nenek Dewi dengan lembut dan membelai rambut Senja.
"Aku sudah tidak sanggup lagi, Bu," jawab Senja sambil menangis tergugu.
Nenek Dewi melihat ke arah putranya. Seakan meminta penjelasan atas apa yang sedang terjadi di antara mereka.
"Senja merasa kehamilannya kali ini sangat berat dia lalui," ujar Awan dengan lirih.
Nenek Dewi yang masih membelai rambut Senja kini memberinya pelukan. Dia merasa kasihan melihat keadaan menantunya saat ini.
"Ibu percaya kalau kamu adalah wanita yang hebat dan kuat. Pasti akan bisa melalui kehamilan ini. Awan, bapak, dan ibu pasti akan selalu ada di sisimu untuk memberikan dukungan dan kekuatan," ucap Nenek Dewi dan ini semakin membuat Senja menangis tergugu dan membalas pelukan Ibu mertuanya.
__ADS_1
"Aku tidak kuat, Bu." Senja menyembunyikan wajahnya di dada perempuan paruh baya.
"Tidak. Kamu adalah wanita yang hebat dan kuat yang pernah ibu dan Awan temui," bantah Nenek Dewi.
Senja pun akhirnya tidur terlelap dalam pelukan Ibu mertuanya. Mungkin karena kelelahan menangis atau memang kondisi tubuh dia yang lemah setelah kehamilannya.
Nenek Dewi pun mendatangi dokter dan menanyakan keadaan sang Menantu. Dia ingin tahu apa yang sudah membuat Senja berubah menjadi seperti ini.
"Ibu Senja sedang mengalami baby blues syndrom," kata dokter kandungan yang menangani Senja.
"Baby blues syndrom?" Nenek Dewi mengulang.
" Benar. Sindrom baby blues adalah gangguan suasana hati yang dapat dialami wanita setelah melahirkan atau saat masih kehamilan.
Gejala baby blues selama masa kehamilan umumnya sama dengan yang terjadi setelah melahirkan. Ini biasanya berupa perasaan sedih, kecemasan, mood swings, mudah tersinggung, hingga sulit untuk tidur dan makan.
Gejala baby blues pun bisa muncul bersamaan dengan perubahan suasana hati di atas. Berikut adalah gejala-gejala lainnya yang mungkin terjadi. Sulit berkonsentrasi. Kurang tidur atau terlalu banyak tidur. Tidak tertarik untuk melakukan kegiatan yang biasanya disuka. Perasaan bersalah. Perubahan kebiasaan makan. Muncul pikiran tentang kematian, bunuh diri, atau putus asa. Menarik diri dari keluarga dan teman.
Cara mengatasinya, dengan istirahat yang cukup. Konsumsi makanan bergizi dan hindari makanan berkafein, tinggi gula, karbohidrat olahan, berpengawet, dan rendah protein. Tetap aktif secara fisik, seperti olahraga saat hamil. Menenangkan dan merilekskan diri, misal dengan sekadar menikmati udara segar. Bicara dengan orang yang dipercaya, seperti keluarga atau teman. Mengikuti psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif (CBT) untuk mengubah cara berpikir dan berperilaku, sehingga dapat mengelola masalah dengan cara yang lebih positif." Dokter kandungan itu menjelaskan.
"Jadi, ini yang menyebabkan Senja berubah," gumam Nenek Dewi.
***
Sejak saat itu nenek Dewi pun selalu berada di samping senja untuk memberikan dukungan. Begitu juga dengan Awan dia pergi dagang hanya beberapa jam saja, tidak sampai sore hari, karena tidak mau meninggalkan senja terlalu lama.
__ADS_1
Untuk sementara waktu Kakek Indra dan Nenek Dewi tinggal di rumah Awan. Mereka menjaga dan memantau keadaan Senja. Selain itu juga membantu mengurus Embun yang masih berusia 1 tahun.
Kondisi Senja pun berlangsung baik dan dia sudah bisa makan dan menjalankan aktivitas seperti menyapu dan memasak. Meski kadang tubuhnya cepat mengalami kelelahan. Namun saat malam hari dia masih belum bisa tidur dengan lelap. dia masih sering mengalami insomnia.
Setelah usia kandungan Senja menginjak 4 bulan, kondisi dia sudah jauh lebih baik. Perempuan itu juga sudah bisa melakukan semua aktivitasnya sehari-hari. Hanya saja sekarang dia menjadi suka tidur.
"Senja, Bapak dan ibu akan pulang dulu. Karena anak pamannya Awan akan menikah minggu depan. Ibu harus ikut bantu-bantu di sana," kata Nenek Dewi.
"O-iya, Bu. Terima kasih karena sudah menjaga Senja dan Embun selama ini," ucap wanita yang sedang berbadan dua.
"Kalian hati-hati ya. Nanti setelah acara di sana selesai, ibu dan Bapak akan usahakan untuk segera kembali lagi ke sini dan melihat keadaan kalian," ujar Nenek Dewi sambil memeluk Senja.
"Ibu jangan terlalu capek, istirahat saja di rumah. Senja dan Embun akan baik-baik saja di sini," balas wanita yang kini sedang menggandeng tangan balita.
***
Setelah kau bahagia ayah dan ibu mertuanya sehingga pun menerima bobokan Embun. Tanpa terasa dia pun ikut tertidur sambil menyusui anaknya.
Saat Senja terjaga dari tidurnya, dia baru menyadari kalau Embun sudah tidak ada bersamanya. Lalu, dia pun mencari keberadaan putrinya itu.
"Embun! Embun! Kamu di mana, Nak?" Senja berjalan ke luar kamar dan mencari keberadaan Embun.
***
Ke mana perginya Embun, ya? Tunggu kelanjutannya, ya! Kalian akan tahu kenapa Embun begitu di sayang oleh Senja di part berikutnya 😁.
__ADS_1