Ibu, Aku Juga Anakmu

Ibu, Aku Juga Anakmu
Bab 64.


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan dalam segala urusan.


***


Bab 64


Senja menatap foto Awan, air matanya mengalir. Ada rasa rindu dan luka yang dia rasakan saat ini.


"Pak, sepertinya aku tidak bisa menjadikan anak-anak kita seperti yang kamu pinta. Senja yang masih saja berbuat semaunya dan keras kepala. Pelangi yang sering membangkang dan tidak mau mendengar ucapan aku. Lalu, Lembayung yang masih saja manja dan tidak mau diatur."


"Mereka saat ini sedang masa puber, di mana seumuran mereka mulai mengenal pacaran dan jatuh cinta. Pelangi salah satunya. Ternyata anak itu tidak pernah memutuskan hubungan cinta dengan Tama. Bahkan kini mereka sudah berani secara terang-terangan saling menyukai," ucap Senja bermonolog.


Sebagai seorang Ibu tunggal dengan tiga orang putri di usia remaja yang rentan akan pergaulan bebas, Senja seringkali ketakutan. Pikirannya sering dibayangin oleh hal-hal yang tidak-tidak. Dia takut ketiga anaknya jatuh terjerumus dalam jalan yang sesat dan menghancurkan masa depan mereka sendiri.


"Meski aku percaya mereka tidak akan melakukan hal yang seperti itu, Tapi tetap saja hati dan pikiranku selalu dibayangi rasa takut. Seandainya kamu masih ada, pasti akan ada orang yang bisa bertindak tegas kepada mereka," lanjut Senja.


Ternyata di balik pintu kamar ada Pelangi yang mendengarkan ucapan ibunya barusan. Dia merasa sangat bersalah, karena sudah tidak mengindahkan perkataan ibunya yang melarang pacaran selama dirinya masih sekolah.


'Maafkan aku ibu ... maafkan aku bapak!' (Pelangi)

__ADS_1


Pelangi memegang dadanya yang sesak. Dirinya merasa bingung, di satu sisi dia begitu mencintai Tama dan hanya pria yang selalu memberikan kekuatan dan dukungan untuknya. Kekasihnya itu sumber kekuatan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, di satu sisi lain, ibunya menjalankan amanat bapaknya, laki-laki yang selalu disayangi dan berkorban untuk dirinya semasa hidupnya.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang?' (Pelangi)


***


Pelangi mengirim pesan kepada laki-laki yang dicintainya. Dia mencurahkan perasaannya saat ini.


Apa sebaiknya kita putus dan menjalin hubungan setelah aku lulus?


^^^Apa-apaan itu, Sayang. Aku tidak terima! Menolak dengan keras.^^^


^^^Nanti aku sendiri yang akan bicara kepada ibu. Pokoknya aku tidak mau hubungan kita putus.^^^


Ya sudah kalau begitu. Aku tunggu kabar dari kakak.


^^^Aku mencintaimu. Jangan pernah berpikir untuk menjauh dariku. Atau aku akan menculik kamu.^^^


Kak Tama, memangnya tidak takut ditangkap sama polisi sudah menculik anak gadis orang.

__ADS_1


^^^Biar sekalian dinikahkan sama Pak Polisi^^^


"isssh, apa-apaan. Nanti yang ada malah masuk penjara." Pelangi mengakhiri berkirim pesan pada sang pujaan hati.


Lembayung pun masuk ke dalam kamar. Dia duduk di samping palang sambil menatapnya.


"Ada apa, Dek?" tanya Pelangi kepada Lembayung yang masih saja menatap dirinya tanpa berkedip.


"Apa Kakak sering berciuman dengan Kak Tama?" tanya Lembayung tiba-tiba.


DEG!


Jantung Pelangi terasa mau copot saat mendengar pertanyaan dari adiknya. Dia tidak menduga kalau Lembayung akan bertanya seperti itu. Gadis remaja itu pun bingung harus menjawab apa. Jika dia menjawab jujur takutnya Lembayung memberitahu hal itu kepada sang ibu. Namun, jika dia berbohong dan mengatakan tidak pernah. Bagaimana kalau ada bukti yang menunjukkan dirinya sedang berciuman dengan Tama.


***


Apa yang akan dikatakan oleh Pelangi? Tunggu kelanjutannya, ya!


😓 NT lagi error up dari kemarin baru tengah malam Lolos. Up tengah malam sampai siang belum juga lolos. Malah membuat malas ngetik 😭😭

__ADS_1


__ADS_2