Ibu, Aku Juga Anakmu

Ibu, Aku Juga Anakmu
Bab 59. Mengunjungi Kakek Indra


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 59


Pelangi bersama keluarganya pergi mengunjungi rumah kakek Indra yang jaraknya hanya 50 km. Sangat terlihat jelas dari wajah Embun dan Lembayung yang kecewa. Meski begitu Pelangi tidak mempedulikannya dia hanya ingin bertemu dengan kakek yang kini tinggal bersama dengan keluarga pamannya.


"Kenapa, sih, malah liburan ke rumah kakek?" Embun menggerutu.


"Gara-gara Pelangi meminta liburan ke rumah kakek, jadinya didukung oleh Ibu," tambah Lembayung.


Senja yang mendengarkan itu hanya terus ketahuan dalam hati. Dia mencoba belajar untuk tidak menuruti semua keinginan putrinya. Selama ini dia tidak pernah bisa menolak apapun yang diinginkan oleh Embun atau Lembayung.


"Kalian jangan mengeluh. Justru mendatangi rumah orang tua itu sangat baik," timpal Senja.


Mereka berempat pergi dengan menggunakan bus antar kota. Waktu yang diperlukan sekitar 1 jam dan paling lama 1,5 jam.


Mereka berangkat setelah sarapan, mengajar keberangkatan bus pagi-pagi. Agar tidak terlalu panas saat sampai di sana.


Begitu mereka turun di terminal, ternyata sudah ada Mega dan Candra yang datang menjemput. Mereka sangat senang menyambut kedatangan keponakannya.


"Paman … Bibi!" Ketika gadis itu beralih dan memeluk kedua orang itu.


"Kita semua senang kalian mau menghabiskan liburan kali ini main ke rumah kakek," ucap Candra sambil mengusap kepala Embun dan Lembayung.


"Bibi sudah membuatkan makanan kesukaan kalian, loh!" kata Mega sambil memusat pipi Pelangi.


"Wah, benarkah, Bi?" Lembayung langsung berbinar-binar.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke mobilnya dan makan waktu perjalanan sekitar 15 menit dari terminal sampai ke rumah. ternyata kakek Indra sudah menunggu di depan rumah.


"Kakek!" Pelangi berlari dan memeluk tubuh lelaki tua itu.


"Cucuku," balas Kakek Indra sambil memeluk Pelangi.


Embun dan Lembayung pun memeluk tubuh Kakek Indra secara bergantian. Lalu, terakhir giliran Senja memeluk ayah mertuanya itu.


Ternyata Mega sudah membuat ayam betutu dan sate lilit kesukaan ketiga keponakannya itu. Masakan buatan Mega sudah terkenal sangat enak.


"Bagaskara ke mana, Paman?" tanya Lembayung.


"Dia sedang ada kegiatan bersama teman-teman kampusnya. Biasanya sore atau malam hari dia baru pulang," jawab Candra.


Chandra dan Mega mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Bagaskara. Pemuda itu berusia 1 tahun di atas Embun. Dia merupakan laki-laki yang cerdas dan juga aktif dalam berbagai kegiatan kepemuda.


***


"Bu, ayo, pulang!" ajak Embun dengan wajahmu memelas dan memohon.


"Aku juga sudah ingin pulang," lanjut Lembayung yang duduk di samping Senja.


Senja merasa tidak enak jika mereka pulang hari ini. Akan tetapi, kedua putrinya sejak pagi terus saja merengek.


"Ada apa? Kenapa mereka berdua?" tanya Kakek Indra pada Senja, begitu dia masuk ke ruang keluarga dan mendengar rengekan cucunya.


"Aku ingin pulang ke rumah, Kek!" serobot Embun, sebelum ibunya berbicara.


"Kenapa sudah ingin pulang? Padahal kalian baru liburan beberapa hari di sini," balas Kakek Indra dengan wajah sendu.

__ADS_1


Pelangi merasa kasihan kepada Kakek Indra. Padahal dia begitu antusias dan gembira saat mengetahui ketiga cucunya akan datang untuk liburan dia rumahnya.


"Jika Kak Embun dan Lembayung mau pulang, aku masih akan tinggal di sini sampai habis waktu liburan nanti," timpa Pelangi.


Kakek Indra merasa senang saat mendengar ucapan Pelangi ini. Dia memang mengharapkan kehadiran Pelangi di sana. Untuk menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama dengannya.


'Yes. Bisa pulang hari ini!' (Embun)


'Maaf, Kak Pelangi. Aku merasa bosan di sini dan lebih baik di bulan bersama teman-teman saja.' (Lembayung)


Jadinya, Senja bersama kedua putrinya pulang saat hari menjelang sore. Mereka diantar oleh Chandra ke terminal. 


Sementara itu, Pelangi sedang duduk berdua dengan kakeknya di halaman belakang. Keduanya sedang membicarakan Tama.


"Kakek suka dengan pemuda itu. Dia terlihat begitu menyayangimu," kata Kakek Indra.


"Syukurlah jika Kakek suka sama kak Tama. Hanya saja ibu melarang aku menjalin hubungan dengan siapapun selama aku masih sekolah," ucap Pelangi dengan lirih, tersirat kesedihan dari raut wajahnya.


Lelaki tua itu pun melihat ke arah kanan di mana Pelangi duduk di sampingnya. Dia lalu memegang tangan sang cucu dan berkata, "Percayalah, jika jodoh tidak akan ke mana pun. Meski dia pergi ke ujung dunia, jika kalian berjodoh akan tetap bersama juga."


"Iya, Kek. Sebenarnya Kak Tama dan Maminya, mengajak aku liburan bersama. Tetapi, aku tidak mau membuat masalah baru dengan ibu." Pelangi menatap sang Kakek.


Kalau kamu ingin pergi liburan dengan Tama dan ibunya, panggilah mereka kemari. Di sini banyak tempat yang bagus untuk pergi berwisata," ucap Kakek Indra.


"Bolehkah, Kek?" Mata Pelangi berbinar saat mendengar ucapan kakeknya ini.


"Tentu saja boleh. Asal kamu bisa menjaga diri dan jangan berbuat melewati batas. Ingat kalian belum bisa menjadi pasangan suami istri. Kakek tidak mau kamu jatuh terjerumus ke dalam lembah dosa," ucap Kakek Indra.


"Terima kasih, Kakek!" Pelangi memeluk tubuh Indra dengan sangat erat. Senyum manisnya pun langsung tercipta dari wajahnya yang kini merona.

__ADS_1


***


Akankah Pelangi bisa liburan bersama Tama dan Anindita? Selagi Embun dihempaskan, pulang kandang 😁😆. Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2