
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan 🌟🌟🌟🌟🌟. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 58
Hari ini adalah pembagian raport menurut Pelangi dan Lembayung. Orang tua murid atau wali murid harus datang ke sekolah untuk mengambil. Biasanya wali kelas akan membicarakan sesuatu tentang siswa itu kepada orang tua atau wali mereka masing-masing.
"Ibu saja yang datang ke sekolah Pelangi. Biar kakak yang pergi ke sekolah Lembayung," kata Embun saat Senja meminta mengambil salah satu raport milik adiknya.
"Ya sudah kalau begitu, ibu yang akan mengambil dapat milik Pelangi," balas wanita paruh baya yang baru selesai menyiapkan sarapan untuk mereka bersama.
Pelangi merasa bersyukur karena ibunya yang akan mengambil raport miliknya. Sebab, dia tahu kalau Embun yang mengambil, pasti akan mengejek keadaan sekolah atau teman-temannya.
"Kenapa sih malah Kak Embun yang mengambil raportku ke sekolah," gumam Lembayung hampir tidak terdengar oleh orang lain.
***
Terlihat pancaran rasa bangga dan puas dari wajah Senja. Sebab Pelangi berhasil mendapatkan ranking satu bahkan juara umum di sekolahnya. Meski awal semester kemarin dia tidak masuk sekolah dan hanya belajar dan mengerjakan semua tugasnya di rumah.
"Anak ibu merupakan murid yang pandai dan bekerja keras. Selain itu, dia juga sering membantu teman-temannya dalam belajar. Kami harap Pelangi bisa sekolah setinggi-tingginya, Sayang sekali kalau dia berhenti hanya sampai tingkat SMA saja. Jangan biarkan potensi yang ada pada diri putri Anda tersia-siakan," ucap Wali Kelas Pelangi.
"Semoga saja apa yang dicita-citakan Pelangi bisa terwujud," balas Senja.
Pelangi pun merasa senang karena dia bisa mempertahankan prestasinya. Padahal semester ini dia tidak terlalu banyak berharap. Sebab awal ajaran tahun dia mengalami kecelakaan dan membuatnya harus tinggal lama di rumah sakit.
***
"Selamat ya, Lembayung. Kamu memang pantas menjadi adiknya Embun. Kalian sama-sama anak pintar," puji Wali Kelas Lembayung.
Tidak beda jauh dengan Pelangi. Lembayung pun mendapat juara pertama di kelas meski bukan juara umum di sekolahnya.
__ADS_1
"Kamu malu-maluin kakak saja. Kamu tahu 'kan, kalau kakak selalu jadi juara umum," ucap Embun kepada Lembayung.
"Aku sekolah untuk mencari ilmu bukan mencari prestasi," balas Lembayung dengan ketus.
Sejak dulu Awan mengatakan kepada anak-anaknya untuk terus mencari ilmu dan belajar serta mengamalkannya. Jangan sampai demi prestasi melakukan segala cara bahkan berbuat curang.
"Yang penting itu ilmu yang kita dapat dan kita amalkan. Tentang prestasi yang di dapat itu hanya bonus aja," lanjut Lembayung dengan kesal karena kakaknya selalu membandingkan dengan dirinya.
"Bilang saja kamu iri dengan prestasi yang kakak raih," balas Embun.
"Siapa juga yang iri," bantah Lembayung.
***
Hari libur pun tiba, untuk mengisi waktu liburan ini, Lembayung meminta kepada Senja untuk pergi libur sekeluarga, karena dia merasa suntuk kalau terus bekerja membantu membuat kue.
"Ya, Bu. Kita liburan bersama," pinta si bungsu.
"Beneran ini, Bu? Kita akan liburan," tanya Embun dengan senang.
"Iya, beneran. Sekali-kali kita liburan bersama," jawab Senja.
Pelangi bukannya tidak mau pergi liburan bersama keluarganya. Padahal dulu jauh-jauh hari dia sudah membicarakan liburan ini bersama Tama.
Sebenarnya Anindita mau mengajak Pelangi liburan ke Surabaya. Namun, hal ini tidak jadi karena adanya Embun di rumah. Perempuan itu tahu kalau gadis ini punya rasa suka terhadap putranya. Bahkan dulu saat tahu Embun akan pulang liburan, Anindita tidak pernah datang ke rumah senja lagi. Kalau ada apa-apa dia menyuruh Pelangi datang ke kontrakannya. Tentu saja dengan alasan kalau dia sedang sibuk atau tidak enak badan kepada Senja.
"Kita liburan ke pegunungan, yuk! Kita menginap semalam di sana," ajak Embun.
"Aku mau pergi ke pantai," kata Lembayung.
Senja menghalang napasnya, dia tahu tidak ada hal yang kompak dari ketiga putrinya ini. Pasti mereka punya keinginan dan pikiran masing-masing, dengan hal yang berbeda-beda.
__ADS_1
"Pelangi, kamu ingin pergi ke mana?" tanya Senja.
"Kalau aku ingin pergi ke tempat yang tenang dan tidak terlalu banyak orang," jawab Pelangi.
Lembayung dan Embun pun melirik ke arah Pelangi. Lalu, dengan cepat mereka menyebutkan tempat liburan yang ingin mereka tuju secara bersama.
"Pantai!"
"Pegunungan!"
Pelangi malah melirik ke arah Senja. Kita pergi ke rumah kakek saja, Bu. Sudah lama kita tidak mengunjunginya," kata Pelangi akhirnya.
Senja pun manggut-manggut selain menjenguk Ayah mertuanya biaya liburan ke sana pun sangat murah. Senyum pun terukir di wajah wanita paruh baya itu.
"Kita akan liburan ke rumah kakek," ujar Senja.
"Apa?" pekik Embun dan Lembayung.
Pelangi hanya bisa tertawa dalam hati. Dia tahu kalau kondisi keuangan Senja sangat terbatas. Sementara itu, kedua saudaranya hanya ingin bersenang-senang dan itu memerlukan uang yang banyak.
"Baiklah, besok kita pergi ke rumah kakek!" Senja sudah memutuskan hal ini.
"Ibu!" teriak Embun dan Lembayung.
***
Akankah mereka jadi liburan ke rumah Kakek Indra? Tunggu kelanjutannya, ya! 😁
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya.
__ADS_1