
Lily segera naik ke atas tak lupa membawa paper bag yang sudah di belikan sama mamahnya.
Liliy menyiapkan 2 koper besar dan 1 koper kecil semua barang sudah ia masukan tanpa kecuali. Dan sebentar lagi ia menunggu jemputan.
Liliy merogoh saku celana guna mengambil hp nya.
(gue cari kontak nomor Destiya biar dia jemput gue) batin Liliy.
📞 : " Halo Des gue udah siap nih kapan jemputnya?"
📞 : " Otw liy tunggu sebentar"
Episode sebelumnya……
Tok …
Tok…
Mamah Sinta mendengar ada ketukan pintu dari luar.
" Ya sebentar " teriak mamah Sinta dari arah dapur. Langkah kaki berjalan ke arah pintu , ia amat penasaran dan…
Ceklek…
( ternyata temannya putri ku ) suara batin.
"Ayo masuk nak destiya enggak baik tamu ada diluar" mamah Sinta mempersilahkan Destiya masuk ke dalam apartemen nya.
Destiya tersenyum ke arah mamah Liliy " permisi Tan "
" Cari Liliy ya? kamu naik aja ke atas pintu kamar Liliy ada di paling pojok warna coklat" ucap mamah Sinta.
" Iya Tante , makasih " ucap Destiya sebelum naik ke lantai atas.
Setelah melihat temannya Liliy naik ke lantai atas, mamah Sinta memutuskan kembali ke dapur melanjutkan kegiatan memasak yang sempat tertunda.
Destiya melangkah menuju pintu kamar berwarna coklat , setelah sampai di depan kamar tersebut tangan Destiya memegang handle pintu namun …
Drett…
Drett…
Hp Destiya bergetar tanda ada panggilan masuk dan benar saja ternyata yang menelepon Liliy tanpa pikir panjang Destiya menggeser tombol warna hijau.
📞 : " Halo Des elo udah sampai mana? " ucap Liliy di seberang sana.
📞:" Gue udah di depan kamar elo"
📞 :" Beneran Des "
Liliy lari ke arah pintu.
Ceklek…
__ADS_1
Pintu yang dari tadi di tutup sekarang terbuka dan muncullah Liliy dengan penampilan ala rumahan dan tak lupa hp yang dari tadi tak kunjung di matikan.
" Ehemm… sampai kapan hp nya enggak elo matikan orang nya udah ada di depan elo" Destiya merasa heran dengan sahabat satu ini.
" Hehehe… oiya gue lupa " Liliy langsung mematikan hp nya dan di taruh di saku celananya.
Destiya langsung nyelonong masuk ke dalam tanpa permisi. Liliy menghela nafas panjang sebelum ia ikut masuk ke dalam.
Di rasa udah cukup baru lah ia masuk ke dalam kamar tak lupa ia menutup pintunya.
" Lah baru gue tinggal 5 menit eh malah udah tidur pulas lagi"
" Terus jadinya berangkat jam berapa" Liliy merasa sebal sedikit ke Destiya.
( dah lah biarin aja mungkin baru bisa tidur ) batin Liliy.
Liliy duduk di atas kasurnya sambil meluruskan kakinya tepat di sebelah Destiya , ia mengeluarkan laptop nya yang berada di dalam tas.
Liliy menyalakan laptopnya setelah menunggu loading nya ia mengeklik aplikasi novel digital berwarna biru.
minggu-minggu ini aktivitas Liliy bertambah satu yaitu membuat novel bergenre romantis. Ia menyelesaikan novel kemarin yang sempat tertunda 2 hari.
*
Suasana lantai bawah.
"Fyuhh…( helaan nafas ) jadi juga semoga semua pada suka" mamah Sinta mencoba memasak menu baru tongseng daging sapi.
Mamah Sinta menyiapkan menu tambahan antara lain sup buah , dan aneka gorengan di atas meja makan.
Jam sudah menunjukkan waktu makan Liliy berinisiatif mengajak Destiya makan bersama.
" Yes kelar juga gue upload sekarang deh keburu lupa hehe…" Liliy mengakhiri menulis novel.
Sebelum membangunkan Destiya, Liliy menyimpan laptop dulu ke dalam tas supaya tidak ketinggalan.
Tangan Liliy menggoyangkan tubuh Destiya agar bangun.
" Des bangun mau makan enggak? kayak nya mamah udah selesai masak. Ayok turun " ajak Liliy.
" Nanti liy gue masih ngantuk numpang tidur ya " Destiya menarik kembali selimut yang sempat di buka oleh Liliy.
" Makan dulu Des kalau uda elo boleh tidur lagi , nanti makanannya habis baru menyesal elo"
" Elo belum tau kan masakan mamah gue rasanya beh…… enak puoll 👍 ayok cayang anak manis kita turun makan bersama" Liliy mencoba merayu Destiya dengan cara apapun.
"Liliy yok turun makan temanmu juga di ajak papah sama kak Adit udah pulang" teriak mamah Liliy dari bawah.
" Cepetan woy gue lapar jangan ngadi-ngadi elo buruan turun!!" teriak Adit bercampur amarah.
" Tuh kan Des apa gue bilang ayok turun sebelum gendang telinga elo pecah gara-gara teriakan kak Adit" ucap Liliy.
Dengan rasa malas Destiya menurut ajakan Liliy.
__ADS_1
Tak…
Tak…
Dua orang yang sedari tadi di tunggu akhirnya turun juga.
" Maaf mah tadi ada masalah kecil jadi terlambat ke bawah" ucap Liliy sambil menarik kursi di sebelah kakaknya.Dan Destiya duduk di sebelah Liliy.
Destiya merasa canggung dengan tatapan kakak liliy yang sangat menyeramkan.
Tanpa lama-lama Destiya memberanikan diri menatap semua orang yang berada di meja dan sesekali menatap wajah kak Adit" maaf semuanya atas keterlambatan jam makan siang"
" Enggak masalah nak Destiya mari makan" ajak papah Rudy.
Setelah jam makan siang selesai , Destiya memutuskan tidak tidur lagi di kamar Liliy melainkan langsung mengantar Liliy ke mansion Joon Woo.
Sebelum berangkat Destiya berpamitan ke pada orang tua Liliy.
" Om Tante terimakasih atas jamuannya maaf tadi sempat merepotkan" ucap Destiya sambil berjabat tangan ke mamah dan papah Liliy dan tak lupa kakaknya.
" Enggak apa nak Om sama Tante udah maafin kamu jadi tidak usah sungkan terhadap kami" ucap pak Rudy dengan bijak.
" Dan Om Tante titip Liliy tolong jaga dia kalau nakal langsung hukum" ucap Sinta.
" Ya Om dan Tante kami berangkat dulu" Liliy menyeret dua koper besar yang satu koper kecil di pegang Destiya.
" Elo enggak pamitan sama keluarga mu tadi?" tanya Destiya.
" Udah kok tadi malam" ucap Liliy.
...***...
Setelah menempuh 3 jam perjalan akhirnya sampai di mansion Joon Woo dengan penjagaan ketat.
" Tumben kok sepi pada kemana sih biasanya rame di jam-jam segini" ucap Liliy sambil menggeret koper 2 dan di punggung menggendong tas ransel warna hitam.
" Mungkin lagi di ruangan bawah tanah" timpal Destiya.
Ting…pintu lift terbuka kedua orang tersebut berjalan ke arah kamar baru Liliy di lantai dua tepat di sebelah kamar Destiya.
" WOW… bagus Des kamarnya bakalan betah gue tidur nya, sini kopernya Des mau beres-beres gue. Makasih ya Des udah bantuin entar gue traktir makan" ucap Liliy.
" Santai aja Liy kayak sama siapa aja gue bantuin biar cepat "
Dua wanita cantik sedang berbenah barang-barang Liliy ke tempat yang semestinya.
" Capek juga ternyata Des ngomong-ngomong kok udaranya jadi panas bikin gerah padahal AC juga nyala kok jadi panas gini perasaan gue apa AC nya rusak" Liliy mencoba membetulkan remote AC sapa tau remote nya rusak.
" Ya nih Liy gue jadi gerah mana mungkin AC nya bos cepat rusak" Destiya mengibaskan baju pendeknya.
Klontang!…
Bersambung…
__ADS_1
Bonus visual Jhonatan