
Jhonatan mulai menghidupkan microfon , tangannya mengulurkan menghidupkan tombol headphone. Di awal awal mendapatkan sedikit kendala berupa gugup.
" Jangan gugup yang rileks aja agar suara kamu terdengar jelas. Kalau kau masih gugup tarik nafas dalam dalam dan hembuskan secara perlahan" ucap sang produser.
"Baik produser"
"Mulai" sang produser menekan tombol on agar orang yang berada di luar bisa mendengarkan.
Episode selanjutnya…
Semua orang nampak menikmati suara Jhonatan dengan suara yang merdu. Sang produser tak kalah dengan yang lain.
"Jhonatan kau bisa dengar suara ku" tanya sang produser lewat mikrofon sembari menekan tombol kecil dekat pengatur nada.
Walaupun di ruangan tersebut di pasang alat kedap suara dan tepat di depan terdapat kaca besar yang mana orang luar bisa melihat dengan jelas orang yang berada di dalam begitu juga sebaliknya, Jhonatan masih mampu mendengar suara orang yang berada di luar walaupun dengan suara yang sedikit samar samar.
Entah ia memakai headphone atau ada alat tertentu yang bisa mendengarkan suara orang dari luar.
Jhonatan mengangkat jari jempol nya ke arah produser pertanda bahwa orang yang berada di dalam mampu mendengar suara dari luar.
"Coba kau ulangi nada yang tadi, barisan keenam dengarkan isi hatiku oh kasih" sang produser mengarahkan Jhonatan.
"Baik…"
Jhonatan mengulang kembali nada yang di perintah oleh produser sebanyak tiga kali.
Dan hasil yang ketiga " bagus pertahankan suara kamu yang seperti ini"
"Sekarang kau boleh keluar…"
Jhonatan keluar dari ruang tes vokal dan segera menghampiri mereka.
Sekarang giliran Samuel yang masuk ke dalam dan segera ia memakai headphone, tangan kanan mengulur mengambil lembaran kertas yang berisi lirik lagu.
Kini ia mulai mendekatkan bibir nya ke microfon, sebelum nya Jhonatan tes vokal. Giliran Samuel tes Rep dan vokal.
Dengan dua kali tes, Samuel berhasil menunjukan kemampuannya dengan baik.
"Tingkatkan kualitas Rep kamu. Kamu bisa menggunakan teknik yang kamu kuasai terus berlatih" sang produser memberi motivasi agar Samuel bisa mempelajari berbagai macam teknik Rep.
Lagu yang akan di bawakan oleh grup Balck Diamond terdapat dua genre musik yang berbeda yakni hip-hop dan R&B dan sedikit berbau genre pop.
Reyhan dan Bernard telah melakukan tes vokal maupun Rep. Kini giliran Destiya masuk ke dalam ruangan bisa di bilang ukuran sedang di dalam berbagai alat musik.
Pak produser memberi tantangan untuk Destiya membawa nada lagu ke nada tinggi.
Sang empu menyanggupi challenge yang di berikan oleh produser, bagi Destiya itu adalah hal yang mudah karna ia menyukai nada tinggi.
Sang produser mendengarkan suara Destiya sembari menyunggingkan senyum tipisnya.
Liliy terus menerus di buat tercengang oleh penampilan Destiya yang berada di dalam kaca besar itu.
"Wah keren…" gumam Liliy yang mata nya masih menatap ke arah depan tanpa berkedip disertai mulut nya di buat sedikit terbuka.
"Jalhaesseo " ungkap Liliy yang mana Destiya baru keluar dari ruang tes vokal.
"Ah bisa aja" menepuk pundak Liliy
"Dah giliran kamu yang masuk" Destiya mendorong tubuh Liliy hingga masuk ke dalam.
" Fighting" ucap Destiya seraya mengangkat tangannya ke udara seperti akan memukul orang.
"Hmm...dah sono kembali ke tempat asal mu" tutur Liliy sembari senyum tipis. Liliy mendorong tubuh Destiya agar ia bisa konsentrasi.
Untung saja tubuh Destiya tidak terjengkang ke belakang karna ia sudah mempersiapkan.
__ADS_1
"Huh…dasar!" umpat Destiya dalam hati sebelum melangkahkan kaki nya meninggalkan tempat ini.
"Haduh tuh bocah ngapain gitu" batin Bernard seraya mengusap wajah kasar.
"Aelah memalukan sekali mereka" gumam Samuel yang mana posisi nya berada di dekat produser. Untung nya sang produser tak paham bahasa yang di ucapkan oleh Samuel.
Liliy di tuntut menambahkan lirik lagu yang belum terisi. Dengan otak yang encer Liliy mampu menulis lirik lagu secara dadakan , seperti tahu bulat di goreng dadakan lima ratusan.
"Sudah…" menatap ke depan.
" Sudah sekalian dengan lirik Rep nya?" tanya produser.
Liliy mengerutkan keningnya" lirik Rep nya juga iya?"
"Iya, kata nya kamu bisa membaut lagu sebanyak 3 judul lagu dan sekarang saya tes secara langsung di hadapan saya"
"Oh iya. Saya akan mencoba nya" mau tak mau Liliy tetep menulis Rep milik nya, dengan sedikit tangannya gemetar namun bisa ia atasi agar orang lain tak mengetahui semangat juang bisa ia tunjukan.
Sekitar lima belas menit akhirnya Liliy selesai membuat challenge.
" Sudah?…"
Liliy menganggukkan kepala.
" Ok kita mulai hitungan tiga kau bisa menyanyi 1 , 2 , 3"
Dengan kutukan dan beat yang tepat mampu membuat sang produser puas.
Kelima sahabat Liliy di buat kagum dan bangga terhadap pencapaian nya. Itu pun belum seberapa tunggu kejutan kejutan yang akan datang.
"Wah… dia benar benar keren, ternyata rumor yang simpang siur terbukti benar" batin pak produser yang masih mengamati Liliy yang sedang nyanyi.
" Kau yang terindah…" Nada rendah yang mampu membuat orang lain terhipnotis oleh suara indah Liliy. Dan mampu membaut orang lain bulu kuduk berdiri.
Prok…prok…prok…
Liliy yang baru keluar dari ruangan di buat bingung "kenapa?"
Langsung semua mengucapkan selamat.
"Muhsshissuh" ucap produser.
"Maeryeokjeogineyo" ungkap Reyhan.
"Meotjineyo!" ucap Jhonatan.
"Daedanhaeyo" ucap Samuel.
"Jalhaesseo" ucap Bernard.
"Neon meotjin chinguya" ucap Destiya.
Liliy hanya bisa tersenyum ke arah mereka sembari mengatakan " thank you"
"Sudah sudah saat nya kalian menyanyi bersama di sini…"
" Ini lembaran teks lirik lagu di buat oleh Sunbae-nim" ungkap Sajangnim.
"Lagu terpopuler zaman dahulu"ucap Sajangnim.
" Kita nyanyi lagi nih bang?" tanya Destiya ke Jhonatan.
" Kayak nya sih gitu" ucap Jhonatan.
" Hadeh tambah panjang nih" keluh Liliy dengan nada lirih.
__ADS_1
"Ayo dek semangat" tutur Reyhan dengan semangat sembari merangkul kedua pundak Liliy.
...Fantastic Baby...
Yeogi buteora
Modu moyeora
We gon' party like
Li, Li, Li, La, La, La
Mameul yeoreora
Meoril biwora
Bureul jjipyeora
Li, Li, Li, La, La, La [ Reyhan ]
Jeongdabeun mutjji malkko geudaero
Bada
Deuryeo neukkimdaero ga
Alright
Haneureul majuhago du soneul tta wiro
Jeo wiro
Nalttwikko sipeo Oh. [ Samuel ]
Na-Na-Na-Na-Na, Na-Na-Na-Na-Na [ Liliy ]
Wow,
Fantastic Baby [ Liliy dan Destiya]
Dance (Woo~) [ Bernard]
I Wanna Dance, Dance, Dance, Dance, Dance
Fantastic Baby [ Jhonatan]
Dance (Woo~) [ Bernard]
I Wanna Dance, Dance, Dance, Dance, Dance
Wow,Fantastic Baby [ Destiya]
I nanjangpane (Hey!) [ Liliy]
Kkeutpan wang charye (Hey!)
Ttangeul heundeulkko sanbuneuron bulchungbunhan Race (Wait)
Bunwigineun gwayeol (Huh?)
Catch me on fire (Huh?)
Jinjjaga natana
Ta-Na-Na-Na-Na [ Reyhan ]
__ADS_1
Bersambung…