Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Balas dendam part 2


__ADS_3

Reyhan membopong tubuh liliy.


Destiya mengambil obat p3k yang sesuai kondisi Liliy.


" Nih Rey kotak obat p3k " Destiya menyerahkan obat p3k ke Reyhan.


Reyhan menerima kotak obat p3k dari Destiya langsung membukanya dan mencari minyak kayu putih.


Setelah menemukan minyak yang ia cari , ia mengoleskan sedikit di sekitaran hidung agar Liliy cepat sadar.


" Jangan-jangan fobia Liliy kambuh" ucap samuel.


" Bisa jadi tuh " timpal Jhonatan.


Episode sebelumnya…


Setelah Liliy sadar dari pingsannya cepat-cepat mereka keluar dari ruang bawah tanah.


Sinyal merah keluar dari jam tangan Liliy yang sudah di modifikasi pertanda adanya musuh.


" Bos para musuh mulai berdatangan memasuki area lantai 1 "


" Para musuh di datangkan dari kota sebelah berjumlah 50 orang , mereka membawa senjata lengkap" ucap anak buah Liliy.


" Terus awasi mereka , dan kita harus lewat mana agar tidak di kepung" ucap Liliy.


" Lewat arah selatan bos , bos akan menemukan dua belokan. bos ambil sisi kiri "


" Terus belok mana lagi " ucap Liliy.


" Ikuti jalan lurus tersebut bos akan menemukan banyak pintu berjumlah 3" ucap anak buah Liliy.


" Gue udah menemukan pintu yang elu maksud , terus gue pilih pintu yang mana" Liliy dan lainnya mengikuti ucapan anak buah Liliy yang bernama Tono.


" Pilih pintu yang paling ujung sebelah gambar vas bunga"


Tono anak buah Liliy yang di tugaskan memantau alat pendeteksi di dalam mobil.


" Ok gue akan kesana" ucap Liliy.


" Ayo semuanya kita menuju pintu paling ujung , waktu kita tidak banyak " ajak Liliy.


Setelah melewati pintu yang dimaksud Tono akhirnya mereka keluar dari lorong melalui jalan tikus.


Mereka berada di belakang markas yang tampak gelap gulita.


" Bukannya ini pintu yang kita lewati " ucap Samuel.


" Hmm… betul kata Samuel mungkin belokan kita yang salah" ucap Bernard.

__ADS_1


Liliy merasa ada yang mengawasi di balik drum bekas tak jauh dari mereka dan posisinya tepat di belakang.


Liliy memutar arah mendekat ke arah Samuel dan Bernard yang posisinya di depan drum bekas. Semua orang bingung melihat gerak gerik Liliy seolah-olah ia tau keberadaan musuh.


Liliy mengambil pistol kesayangannya berada di dalam tas. Setelah mendapatkan pistol nya.


Tangan kanan Liliy memegang pistol model terbaru ke arah celah-celah drum bekas. Dengan dua kali tembakan Liliy dapat membunuh musuh yang sedang mengamati mereka di balik drum tersebut.


Dor!!


Dor!!


Sebelum mendekat ke arah drum , Liliy menitipkan tas nya kepada Samuel yang berada tepat di sebelahnya.


" Gue titip tas Jangan sampai kau banting" ucap Liliy dengan nada dingin.


Langkah kaki Liliy mendekat ke arah drum.


Brak!!!


Dengan satu kali tendangan drum tersebut terjatuh dan nampak lah mayat seseorang berpakaian hitam di bagian leher terdapat lambang ular kobra hitam.


Semua orang yang berada di situ shock melihat ada mayat bisa di bilang baru meninggal. Di bagian kening dan dada sebelah kanan korban terdapat bekas tembakan. Darah segar mengalir begitu deras.


Aneh nya Liliy tidak merasa takut akan darah yang ada di depan matanya.


Pandangan Liliy terus menatap mayat korban dengan tatapan tajam.


Reyhan membalikan tubuh Liliy untuk melihat kondisi Liliy saat ini. Aneh nya bola mata Liliy berwarna coklat muda yang amat terang, tidak biasanya liliy memakai softlens pada saat penyerangan dan dia anti yang namanya pakai softlens.


Reyhan terus mengguncang tubuh Liliy agar ia sadar" dek sadar ini bukan kamu"


Liliy menepis tangan Reyhan yang amat mengganggu.


Liliy menatap wajah Reyhan dengan tatapan datar " jangan sentuh teman gue " ucap Liliy dengan nada mengerikan.


Ekor mata Liliy menangkap bayangan di balik semak-semak.


Dor!!…


" Keluar kau be*en*se* jangan jadi pengecut lawan gue satu-satu " teriak Liliy.


Seketika para musuh yang dari tadi bersembunyi akhirnya menampakkan diri di hadapan para anak buah Joon Woo.


Anak buah Joon Woo merapat membuat lingkaran kecil , mereka siap membawa senjata masing-masing.


Dan terjadilah peperangan masing-masing orang melawan 6 orang sisanya di urus anak buah Joon Woo.


Liliy melawan 7 orang pria berbadan kekar. Liliy tidak merasa takut melainkan senang dengan aksi tersebut.

__ADS_1


Liliy menggunakan senjata rakitan dari Destiya berupa senapan berada di bawah di atas nya terdapat busur (bow)



Tak lupa Liliy melempar ninja star fidget spinner ke arah 5 musuhnya.


Tak butuh lama anak buah Joon Woo berhasil mengalahkan anak buah dari musuh.


Baju Liliy di penuhi cipratan darah segar dan bau nya sungguh bikin mual. Wajah yang sebelumnya tampak bersih kini di penuhi noda darah.



Tanpa di minta tiba-tiba mata Liliy tertutup sendiri dalam waktu 15 detik dan kembali membuka dengan bola mata warna hitam.


Siapa kah yang merasuki tubuh Liliy??.


Liliy membalik badan menghampiri Joon Woo yang sedang berusaha mengatur nafas.


"Semuanya kita pulang jam sudah menunjukkan satu dini hari, dan jhonatan perintahkan anak buah mu untuk membereskan mayat dan segera ledakkan markas untuk menghilangkan jejak" ucap Joon Woo.


" Tuan apakah senjata yang ada di dalam bawah tanah sudah di ambil atau di biarkan di sini bersamaan meledaknya markas" tanya Destiya.


"Sebagian di bawa yang kiranya membutuhkan " ucap Joon Woo sambil mengelap wajah dan kedua pergelangan tangan yang terkena darah.


" Mayat yang di bekukan akan di apakan tuan?" tanya Bernard.


" Sudah saya kerahkan anak buah saya untuk memindahkan mayat yang ada di dalam kaca dan di tempatkan yang selayaknya" ujar Joon Woo.


Joon Woo mendengar instruksi dari anak buahnya melalui earpiece.


" Baiklah kita kembali menuju mansion sebentar lagi markas ini akan hancur" mereka semua telah masuk ke mobil masing-masing.


3 Mobil dan motor yang berjumlah kurang lebih 100 orang , 1 montir di isi dua orang tampak keluar dari halaman markas. Dalam hitungan ke tiga markas siap meledak berbarengan mayat yang ada di dalam.


Blarr…


Blarr…


Booom…!!


Kobaran api kian membesar dan di susul ledakan kecil yang berasal dari dalam bawah tanah.


Ketiga mobil sudah meninggalkan kawasan hutan belantara. Butuh waktu hampir 2 jam bisa sampai di mansion Joon Woo untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah kelelahan.


Di dalam mobil suasana hening hanya terdengar suara deru mesin tak ada percakapan mungkin tenaga nya sudah terkuras habis.


Liliy menyetir dengan satu tangan dan tangan satunya lagi menopang kepalanya keadaan tenang , sekali-kali ia menguap.


Tepat jam 3 dini hari ketiga mobil memasuki halaman mansion Joon Woo.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2