Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
Penyusup


__ADS_3

" WOW… bagus Des kamarnya bakalan betah gue tidur nya, sini kopernya Des mau beres-beres gue. Makasih ya Des udah bantuin entar gue traktir makan" ucap liliy.


" Santai aja Liy kayak sama siapa aja gue bantuin biar cepat "


Dua wanita cantik sedang berbenah barang-barang Liliy ke tempat yang semestinya.


" Capek juga ternyata Des ngomong-ngomong kok udaranya jadi panas bikin gerah padahal AC juga nyala kok jadi panas gini perasaan gue apa AC nya rusak" Liliy mencoba membetulkan remote AC sapa tau remote nya rusak.


" Ya nih liy gue jadi gerah mana mungkin AC nya bos cepat rusak" Destiya mengibaskan baju pendeknya.


Klontang!…


Episode sebelumnya______


Sore hari nya semua para anak buah Joon Woo berada di aula bawah tanah tak kecuali 6 anggota Elit Mafia Black King.


Sang pemimpin naik di atas panggung yang ukurannya minimalis dengan sorot mata tajam , rahang yang keras pertanda akan ada peperangan.


Joon Woo berdiri tegap menatap satu persatu anak buah nya mata elang berhenti di satu titik dan tanpa permisi Joon Woo menembak salah satu anak buah nya yang berada di belakang. Semua anak buahnya menatap kaget ke arah korban.


Dan dengan 6 anggota elit khusus nya Liliy dan Destiya kaget di campur bergidik ngeri atas insiden barusan terjadi di depan mata.


Jhonatan , Samuel , Reyhan dan Bernard tak begitu kaget ia sudah tau kalau ada salah satu anak buah Joon Woo penyusup dari Mafia Negara J untuk memantau perkembangan Mafia Black King.


Liliy mundur satu langkah ke belakang secara teratur.


Liliy merasa kakinya lemas saat melihat darah mengalir dengan derasnya mukanya sedikit pucat ia mempunyai hemophobia.


Tenang fobia Liliy dalam batas wajar tidak berlebihan , hanya saja ia merasa ngilu melihat darah orang lain. tetapi dengan darahnya sendiri Liliy tidak merasa takut atau pun cemas.


Itu lah keanehan Liliy anak buah Joon Woo yang seharusnya tidak mempunyai rasa takut terhadap darah sendiri / orang lain.


Maka dari itu Liliy jarang aktif masalah penyerangan apa lagi soal bunuh membunuh, ia memilih meretas data-data dan penyusunan strategi.


Lain halnya dengan kondisi darurat mau enggak mau Liliy harus turun tangan membantu rekannya. Kalau Liliy sudah mode on emosi dan di campur rasa dendamnya aura mematikan lebih kuat di banding ketuanya. Liliy bisa membunuh musuhnya di lokasi itu juga dan tak segan-segan memenggal kepala musuhnya.


Ok kita back to topik…


Joon Woo berjalan santai ke arah musuhnya dengan aura mematikan sambil membawa tongkat baseball di lapisi kawat yang lancip.


Yang tadi nya para anak buah nya berbaris rapi kini perlahan membubarkan diri masing-masing supaya terhindar dari amukan tuannya.


Dreep…

__ADS_1


Dreep…


Langkah Joon Woo terhenti tepat di depan musuhnya. Ia berjongkok menyelaraskan posisi musuhnya agar terlihat wajahnya seperti apa muka anak buah nya lebih tepatnya penyusup.


" Hey kamu!! beraninya menyusup markas saya anda pikir saya tidak mengetahui gerak gerik anda pak tua!!!!… saya sudah mengetahui anda sejak 1 Minggu yang lalu"


" Dan anda telah membangunkan harimau yang sedang tidur"


Joon Woo berdiri tangan nya siap mengayun tongkat baseball kesayangannya.


Blam!!… tongkat baseball mendarat di kepala musuhnya sampai robek bagian pipi kiri sampai telinga mengeluarkan darah segar lagi. Tak hanya satu kali pukulan melainkan 3 pukulan sampai-sampai wajah musuhnya tak berbentuk.


" Sekali lagi saya tekankan apa tujuan anda menyusup di markas ini katakan!!!… kalau tidak istri mu yang sedang mengandung terpaksa saya seret ke sini dan menyaksikan semua kronologi yang sebenarnya" gertak Joon Woo.


" A..ampun tuan jangan seret istri saya dia tidak tau apa-apa" ucap penyusup sambil merintih kesakitan.


" Itulah konsekuensi nya"


" Katakan yang sebenarnya!! "


Joon Woo sudah habis kesabarannya.


" Saya di utusan oleh bos saya tuan , maafkan saya tuan jangan sakiti istri saya. Saya mohon tuan kasihani saya tuan" mohon sang penyusup.


" Bos saya bernama XXX tuan"


Joon Woo merasa tersenyum puas atas jawaban musuhnya asli nya ia udah mengetahui siapa bos nya. Ia hanya mengetes seberapa dia setianya terhadap bosnya.


Tapi sayang Joon Woo harus membunuh musuhnya hari ini biar tidak ada yang berani berkhianat nya.


" Samuel siapkan mainan kesayangan ku" perintah Joon Woo kepada Samuel.


Samuel berlari ke arah Joon Woo sambil membawa belati yang super tajam. Melebihi omongan netizen🤭


" Ini tuan mainan anda" Samuel menyerahkan belati berwarna emas di bagian genggaman terdapat ukiran namanya.



" Kerja bagus Samuel sekarang kembali ketempat mu" Joon Woo menerima belati dari Samuel tanpa banyak tanya Joon Woo menusuk musuhnya tepat di bagian jantungnya menggunakan belati kesayangannya.


"Aaarrggh!!…"


Kini musuh nya telah meninggal di tempat dan mayatnya di kubur dengan layak.

__ADS_1


" Jhonatan berikan santunan kepada istrinya sebesar 100 juta bilang kepada nya bahwa suaminya kecelakaan dalam perjalanan kerja menuju kantor"


ucap Joon Woo.


" Siap tuan"ucap Jhonatan sambil membungkuk badan.


Jhonatan menyuruh anak buahnya membereskan jasad dan segera bersihkan noda darah di aula ini. Dan sisa nya di bubarkan " nanti malam kalian semua kumpul kembali jam 9 malam siapkan fisik kalian bahwa nanti malam kita melakukan penyerangan di markas cabang nya yang berada tak jauh dari kota ini"


...****...


Kini para 6 anggota Mafia Elite berkumpul di lantai satu tepat di ruangan tengah yang terdapat tv meja dan sofa.


" Ternyata bos kita ngeri juga nya kalau ngamuk melebihi orang pms jadi takut gue" ucap Destiya.


" Yoi gue sependapat sama elo" timpal Liliy.


Mereka bersantai sambil makan snack sehabis menonton pertunjukan menegangkan. Mereka jadi merasakan lapar.


" Oh iya gue sama lainnya dengar suara gaduh di samping kamar elo dan posisi pintu kamarnya terbuka" tanya Reyhan ke Destiya.


" Oh itu asalnya dari kamar Liliy suara gaduh itu remote tv jatuh sampai batu baterainya copot" jawab Destiya.


" Lah ternyata elo udah pindah kamar Liy enggak tidur di apartemen orang tua mu" tanya Bernard.


" Hem… udah pindah gue biar cepet sewaktu-waktu di panggil sama bos" jawab santai Liliy.


" Wah tambah ramai nih mansion kedatangan mulut bebek" ledek Bernard.


Liliy langsung melempar bantal yang ada di pangkuannya ke arah Bernard.


Seketika mereka tertawa melihat aksi lempar melempar bantal.


" Gue baru ingat tadi elu berempat melihat aksi tadi enggak ada reaksi apapun datar aja wajah kalian" tanya Destiya.


Aksi lempar melempar bantal terhenti karna pertanyaan dari Destiya.


" Gue udah tau siapa dia" jawab Reyhan.


Bersambung…


Tongkat baseball kesayangannya tuan Joon Woo


__ADS_1


__ADS_2