Idol Or Mafia Elite Member

Idol Or Mafia Elite Member
stalker


__ADS_3

Mereka berdua langsung sadar akan tingkah mereka sendiri dan jangan lupa mereka yang masih di ruangan yang sama melihat aksi Bernard dan Destiya dari awal sampai akhir tanpa ada yang mengganggu.


Sungguh memalukan mereka berdua.


Bernard langsung mendorong tubuh Destiya dan Destiya sendiri merasa malu sampai sampai kedua pipi mereka mengeluarkan warna merah muda.


Dan Liliy sendiri sudah kembali ketempat semula.


Episode selanjutnya…


" Liy kau jangan takut sama pak tua sialan itu , jangan risau ada saya dan mereka semua ada di belakang kamu. Kalau ada masalah segera cerita ke saya. Paham kan kamu? " tanya Joon Woo.


" Paham tuan , terimakasih" ucap Liliy.


" Berhubung acara hari ini banyak yang tidak jelas , saya selaku perwakilan tuan Joon Woo. Hari ini saya bubarkan dan segera istirahat , besok sudah mulai pulang " Joon Woo memerintah Arsen buat membubarkan acara perkumpulan yang tidak faedah.


Semua orang bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar.


Keesokan harinya mereka sudah siap pulang ke negara Korea Selatan untuk melanjutkan kegiatan yang belum terselesaikan.


" Semua sudah siap!! " tanya Jonathan selaku ketua grup.


" Sudah kapten" ucap Samuel.


Mereka semua , dan para staff telah memasuki area Bandara Internasional Fiumicino pada pukul 10 pagi dan harus menunggu sekitar 1 jam lamanya.


...**...


Kini rombongan Joon Woo telah sampai di negara Korea Selatan pada pukul 2 dini hari. Para staff sibuk dengan barang bawaan idol nya , tak lupa sejumlah 10 bodyguard sudah ia kerahkan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan anak didiknya.


Ada sebagian wartawan berada di depan pintu masuk bandara dan ada juga sebagian wartawan menjepret Jhonatan dkk.


Ada insiden salah satu wartawan memfoto muka Liliy dari jarak dekat dan lagi lagi para bodyguard kewalahan. Bisa saja Liliy menghadapi sendiri. Tapi lagi lagi demi jaga image Liliy mengalah dari pada menimbulkan berita yang tidak benar dan juga grup nya belum debut.


Netizen Korea Selatan paling anti yang nama nya idol mempunyai latar belakang bersifat negatif seperti kekerasan , narkoba , penipuan , rasis dll. Netizen Korea menuntut para idol harus sempurna tanpa ada cacat.


Back topik.


Liliy di lindungi 3 bodyguard sekaligus.


( Ck , sungguh merepotkan jadi idol. Hidup gue jadi enggak bebas ) batin Liliy sembari menunduk wajah nya agar tidak terkenal flash dari kamera. Tak cuma Liliy saja. Destiya dan Reyhan turut jadi sorotan wartawan.


Jhonatan dkk di giring menuju mobil , oleh para bodyguard mereka berjejer rapi di setiap kanan dan kiri.


Joon Woo dan Arsen menyamar menjadi staff di agensi nya. Hanya mereka berdua yang tau. Author tidak di kasih tau hiks… jahat mereka☹️.


Di balik masker hitam terdapat senyum yang mengerikan yang sedang memantau anak buah Joon Woo dari jarak jauh.


📞 : " Halo tuan target sudah di depan mata"


📞 : " Awasi pergerakan mereka , kau serang di saat mereka lengah "

__ADS_1


📞 : " Baik tuan "


Pria tersebut menutup ponsel nya.


Di saat mobil sudah mulai meninggalkan bandara saat itu juga. Pria bermasker hitam mulai mengikuti mobil tersebut sembari mengendarai motor ninja warna full hitam.


Flashback.


Sebelum keberangkatan ke Bandara Internasional Fiumicino , tepat di malam hari waktu semua lagi kumpul di kamar Joon Woo. Tiba tiba perubahan cara pandang Liliy berubah drastis , tak hanya cara pandangnya gestur tubuh pun berubah. Tidak seperti Liliy.


Awalnya yang mengetahui Jhonatan dan Reyhan karna tempat duduk nya tak jauh dari Liliy yaitu hadap hadapan.


Yang tadi nya Liliy selalu ikut nimbrung obrolan , tak ada angin tak ada hujan tiba tiba Liliy diam sorot mata menatap arah depan. Tak lupa bola mata yang tadi nya berwarna hitam , sekarang berubah menjadi warna coklat muda yang amat terang.


" Liy are you okay ?" menjentikkan kedua jari di depan wajah Liliy.


Liliy diam tak merespon ucapan Jhonatan sama sekali.


Reyhan sudah tau kalau yang ada di depannya bukan Liliy melainkan orang lain yang sedang meminjam raga Liliy. Ini kesempatan Reyhan bertanya langsung kepada dia.


" Kau siapa? " Rey mengulurkan tangannya " gue Reyhan teman yang punya badan ini".


Dia mendongakkan wajah nya menatap wajah Reyhan dengan tatapan mata yang tajam.


Jhonatan bingung kenapa Reyhan memperkenalkan diri , udah tau Liliy kenal kenapa memperkenalkan diri. Di dalam otak Jhonatan penuh tanda tanya.


" Saya Ajeng orang pribumi " dengan suara yang amat pelan.


" Kau , kenapa bisa kenal sama Liliy? ".


Ajeng enggan menjawab hanya sekedar senyum tipis di bibirnya.


Jari telunjuk mengarahkan ke gelas yang berisi red wine milik Joon Woo , tanpa menyentuh benda tiba tiba


gelas pecah


Craang!!…


Kaca berhamburan ke segala arah tak lupa red wine jatuh ke bawah.


Sontak semua menoleh ke sumber suara. Di saat itu juga Ajeng mulai membuka suara.


" Besok ada yang mau mencelakai hati hati " suara Ajeng yang begitu menggelegar seisi kamar Joon Woo dan aneh nya suara nya beda tidak seperti suara Liliy.


Joon Woo yang mempunyai insting yang tajam , tanpa berlama lama mengeluarkan pistol yang berada di balik jas.


Belum menekan pelatuknya. Pistol yang berada di tangan Joon Woo langsung jatuh ke bawah dan tidak bisa di gunakan.


" Kau tidak punya etika!! " Ajeng menunjuk nunjuk jarinya ke muka Joon Woo sembari melotot.


" Dalang kejadian ini berasal dari keluarga besar khususnya paman kamu sendiri "

__ADS_1


Sontak Joon Woo melebarkan bola mata " siapa kamu , mau apa?! "


Hahahaha… " saya temannya Liliy" ujar Ajeng." Tolong jaga keluarga mu kalau tidak ,kau bakalan menyesal".


" Maksud kamu ?" belum selesai bicara tiba tiba Ajeng menutup mata, dan sekarang Liliy sudah sadar.


" Aduh badan gue rasanya kayak mau rontok " Liliy bangkit dari duduknya dan langsung peregangan otot.


" Liy " tanya Destiya.


" Hmm??…" menaikan satu alis.


" Kamu tadi ngomong apa?" tanya Destiya sembari duduk di samping Liliy.


" Perasaan gue tadi tidur di kasur tuan Joon Woo" menoleh ke arah kasur.


" Jadi elu tadi ngomong enggak ingat " sambung Jhonatan.


" Enggak , lebih tepatnya gue enggak merasa ngomong apa apa ke kalian. Emang ada apa sih kayak nya serius?" Liliy tanya balik ke Jhonatan.


" Bukan apa apa" sahut Joon Woo.


Flashback off.


Suasana dalam mobil Joon Woo.


" Tuan apakah semalam benar benar terjadi " tanya Arsen sembari menyetir mobil.


" Kita tetap waspada" ucap Joon Woo sambil memeriksa data dalam di tab.


Arsen yang tadi nya fokus ke depan , ia tak sengaja melihat spion tengah yang di mana ada seorang pengendara motor dengan kecepatan tinggi dan terus mengikuti mobil Joon Woo dan mobil Jhonatan dkk.


Arsen merogoh saku celana guna menghubungi nomor telpon Jhonatan.


Tutt…tutt… sambungan telpon masuk.


📱 : " Halo bang ada apa?


📱: " kayak nya kita lagi di ikuti sama mata mata "


📱 : " posisi nya di mana bang?"


📱 : " kau lihat sendiri , gue lagi nyetir bye"


Jhonatan bergegas lari ke arah bangku belakang guna memastikan ucapan kakaknya benar atau tidak.


Srekk… korden yang berada di kaca mobil bagian belakang di buka sedikit hanya sekedar memantau.


Dan benar saja di belakang mobil Joon Woo terdapat motor ninja hitam yang terus mengikuti. Untung nya mobil Joon Woo tidak terlalu besar jadi bisa melihat ada mata mata atau tidak.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2