
" Terus yang lainnya?" tanya balik.
" Udah pada mandi tinggal elu sama Destiya yang belum. Dah sono masuk ke dalam" menendang panta* Liliy , hingga LilIy mau jatuh ke dalam kamar mandi.
Episode selanjutnya...
" Udah pada siap?" tanya Adit yang masih memangku laptop.
"Udah" jawab Destiya yang baru selesai mandi.
" Kuy!" Adit langsung bergegas merapikan laptop nya , kemudian ia masukkan ke dalam tas.
"Besok jadwal nya sangat padat, gue harap jaga stamina kalian kalau perlu sebelum tidur olahraga ringan biar bugar badan kalian" ucap Adit yang sudah berada di ambang pintu.
Mereka mengikuti langkah Adit selaku road manager sampai ke dalam lift.
"Kalau gini cara nya mending jadi anggota mafia deh dari pada jadi idol. Ribet enggak boleh itu enggak boleh ini. Semua aktivitas pribadi seolah olah di kengkang. Mau jalan jalan enggak bisa sebebas dahulu"
"Punya kesalahan setitik langsung di hujat. Miris kehidupan idol" Ujar Bernard yang apa adanya.
Di dalam hati yang paling dalam ia merasa tertekan dan ia menyesal mengikuti training hampir empat tahun lama nya.
"Yang elu ucap emang benar Ber, gue setuju dengan pendapat elu. Kemarin aja gue scroll media sosial di Naver grup kita trending nomor dua" sela Reyhan yang masih memandang layar hp.
"Terus komentar netizen apa aja?" tanya Jhonatan yang langsung mepet ke Reyhan.
"Nih elu lihat" menunjukan hp nya.
Wah semua keren
Dia siapa?
Cantik dan ganteng
Dua perempuan itu pengganggu
Kenapa harus ada perempuan
Ada jalan* yang menyamar jadi idol
Komentar para netizen Korea.
"Wah berani berani nya dia!" geram Jhonatan yang membaca komentar para netizen.
Liliy merasa kepo langsung merampas hp Reyhan yang berada di tangan Jhonatan. Ia dan Destiya juga melihat komenan warga Korea juga merasa jengkel.
"Wow...apa kita hajar saja, berani berani nya dia ngomong jalan* ke kita" umpat Destiya yang tidak terima.
Ting...
Pintu lift terbuka namun Destiya masih ngedumel tanpa henti.
Tanpa aba aba Bernard langsung membalikkan badan ke belakang. Dan itu juga Destiya tidak melihat jalan, alhasil mereka berdua bertubrukan dengan posisi Bernard di bawah sedang kan Destiya berada di atas.
Kedua bibir mereka secara tidak sengaja bersentuhan. Kejadian tersebut mengundang kehebohan para rekan rekannya.
Cekrek... Liliy berhasil mendapatkan foto mereka berdua.
Bernard maupun Destiya masih diam dengan posisi yang sangat menguntungkan. Beberapa menit kemudian baru lah mereka berdua sadar akan kejadian barusan.
"Eaa...asik asik " ledek Samuel sambil berjongkok ke arah mereka berdua.
"Apaan sih" elak Destiya yang sudah bangkit dari jatuh nya.
__ADS_1
"Wah wah cari kesempatan nih" sahut Adit yang sedang asik menonton Bernard yang masih berbaring di atas lantai.
"Sembarangan" ujar Bernard sambil mengeplak kaki Adit.
"Tolong" menjulurkan tangan nya ke arah Adit.
"Pegangan"
"Thanks" ucap Bernard yang sudah berdiri di samping Adit.
"Gimana enak kiss nya?" tanya Liliy sembari menahan senyum.
"Gak" Bernard lagu membuang muka.
"Halah ngaku elu pasti habis ini ketagihan" ujar Jhonatan.
"Cih!,,"
"Untung kejadian nya masih di dalam ruangan rahasia. Kalau di luar bisa gawat" sela Samuel.
"Double untung mereka berdua" tutur Reyhan sembari melihat foto mereka yang berhasil di foto oleh Liliy.
📞 : " Halo Wowo"
Tiba tiba Adit di telepon oleh Joon Woo.
📞 : " Siapa yang menyuruh kalian pulang! " teriak Joon Woo dari sana.
Ngiiing.... telinga Adit langsung berdegung.
📞 : " Balik ke sini cepat!! "
Klik...
"Jangkri* lama lama telinga ku budeg " umpat Adit , setelah itu hp nya ia taruh di saku celana.
"Ayo!" titah Adit yang sudah berada di dalam lift.
"Kenapa masuk lagi kan kita mau pulang, gimana sih kak" ujar Liliy yang berdiri di depan lift.
"Dah lah ayo masuk semua. Keburu singa nya ngamuk" Adit masih menekan tombol lift nya agar pintu lift tidak tertutup.
"Apa lagi sih singa jantan tuh, bikin orang kelabakan" umpat Bernard yang sedari tadi menahan malu karna ulah nya yang tidak berhati hati.
"Jho, suruh yang lain cepat masuk!" perintah Adit yang tidak mau di bantah.
Tanpa pikir panjang Jhonatan langsung mendorong tubuh rekan nya satu persatu tanpa banyak bicara. Toh di sana akan di jelaskan jadi Jhonatan saat ini hanya melakukan perintah dari Adit.
Destiya mengubah posisi letak berdiri nya. Awal nya Destiya berdiri nya di belakang Bernard sekarang ia bergeser di paling pojok dekat Jhonatan.
"Sialan si beruang berani nya cium gue. Mana tuh ciuman pertama gue Aaggrrh..." gumam Destiya sembari menjambak rambut nya.
"Udah jangan gitu enggak baik" ucap Jhonatan sembari melepaskan tangan Destiya dari rambut nya.
"Huhh!! gue kesel bang sama dia"
"Udah udah jangan di pikirkan" Jhonatan mengelus kepala Destiya untuk sekedar menenangkan.
"He'em..."
...**...
Mereka semua telah masuk kembali ke ruangan rahasia milik Joon Woo.
__ADS_1
" Ada apa sih bro, suruh kita datang ke sini lagi. Untung kita masih di sekitaran ini, kalau enggak harus putar balik dong" omel Adit seraya memiting leher Joon Woo dengan gemes nya.
"Apa kamu lupa dengan ucapan mu yang tadi?" tanya balik Joon Woo.
"Yang mana nying jangan nambah nambah pikiran deh" ucap Adit yang masih setia memiting leher Joon Woo.
"Lepasin tangan kamu dari leher ku" lirik Joon Woo dengan tajam.
"Upss.." mengangkat kedua tangannya ke atas layak nya pelaku yang tertangkap basah melakukan tindakan kriminal.
Joon Woo langsung merapikan baju nya yang tadi sempat lusuh.
Plak...
Joon Woo langsung memukul kepala bagian belakang Adit dengan keras.
"Aww..." Adit meringis merasakan sakit di bagian kepala nya.
"Udah ingat"
"Oh...Woo.. mana makanan nya" tutur Adit dengan girang nya.
Tring...
Pintu rahasia terbuka sedikit.
"Hello every body..." teriak Arsen sembari menenteng tas laptop.
"Loh loh ada apa ini rame rame?" ujar Arsen yang baru tiba.
"Biasa adu bacot ngelatih pita suara biar enggak kendor" sambung Samuel.
"Kok enggak nunggu gue sih. Kan gue juga pengen" berjalan menuju dapur.
"Uwow...ada makanan gue juga mau dong" Arsen langsung melahap hidangan yang berada di situ.
"Cepek?" tanya Adit yang baru sampai di dapur.
"Yoii" balas Arsen.
"Kasihan kerja keras bagai kuda berangkat pagi pulang malam"
" Enak aja. Elu juga gitu kali" elak Arsen yang tidak mau ngalah.
Mereka berdua seolah olah mengeluarkan tanduk di kepala nya.
"Aku sudah tau asal usul staf pemasaran" sela Joon Woo yang tiba tiba hadir.
"Kau. Siapa yang memberi tau"
"Apa kau lupa siapa aku" ucap Joon Woo sambil menengguk Soju.
"Jangan ada yang pulang malam ini"
"Terus Jhonatan dkk kau suruh tidur sini gitu. Apa kau lupa jadwal besok sudah mulai padat" ucap Adit.
"Yaa toh masih ada kamar yang kosong dan juga bisa tidur di depan tv, beres kan"
"Apa ada hal penting" tanya Arsen.
"Ada makan nya aku butuh bantuan Jhonatan dkk, biar masalah ini selesai sampai ke akar akar nya. Dan juga ini akan membahas perusahaan mu. Kau jangan ke mana mana"
Bersambung....
__ADS_1