
"Diam kalian berdua , kalau kalian masih mengoceh yang tidak benar. Mulai hari ini saya turunkan gaji khusus buat Liliy dan Destiya" Joon Woo mulai mengeluarkan ultimatum.
Liliy langsung kicep dan melanjutkan tugas nya , sedangkan Destiya masih ngedumel " yah… enggak asik". Gumam Destiya masih bisa terdengar jelas oleh Jhonatan , Samuel , Reyhan dan Bernard.
Episode selanjutnya…
Sesaat kemudian Arif tersadar dari pingsannya "uh…aku ada di mana".
" Sudah bangun rupanya, gimana nyenyak tidurnya" Joon Woo mengitari tubuh Arif sembari kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana.
"Ish… lepasin aku" meronta-ronta di atas kursi.
"Tidak semudah itu kawan" sambil mengeluarkan Coping Blade dari saku nya. Sebelum ia gunakan ia sempatkan mengasah dulu agar terlihat tajam.
Sreek…
Joon Woo berhasil menggores lengan Arif menggunakan Coping Blade.
Ssss… Arif mendesis hebat ketika darahnya mulai membasahi kaosnya.
" Kau apakan lengan ku!!" teriak Arif , mau melawan pun susah terdiam pun ia kesakitan.
" Oh… itu" menunjuk luka nya menggunakan Coping Blade. " Cuman uji coba , masih tajam atau enggak Coping Blade ku".
" Persetan kau!!, kau sengaja kan mau mencelakai ku. Jawab!!" bentak Arif yang amarahnya sudah berada di ubun ubun.
" Tidak usah teriak , sakit kuping saya" tutur Joon Woo sembari mengusap kedua telinganya.
" Om nanti lukanya kering sendiri, enggak terlalu dalam itu" sela Reyhan.
Yang lainnya hanya menonton tanpa membantu.
"Kau dengar ucapan anak buah ku" bersidekap tepat di hadapannya tak lupa Coping Blade nya masih di tangan Joon Woo.
" Aaarrggh…kurang ajar kalian semua. Aku akan membalas kalian semua dengan tangan ku sendiri" menendang nendang kaki nya sembari menggelengkan kepala.
"Hahahaha…" semua orang yang berada di ruangan tertawa bersama.
Joon Woo berbalik badan sembari melipat Coping Blade nya ke dalam saku celana , baru satu langkah bagian lutut belakang di tendang oleh Arif menggunakan kaki nya.
Bruk…
Posisi Joon Woo sekarang merangkak dan kepala nya menunduk ke bawah untung nya lutut bagian belakang tidak cidera. Sebelum bangkit melirik sekilas menggunakan ekor mata ke arah Arif yang sedang menyunggingkan senyum.
__ADS_1
" Cih " gumam Joon Woo.
Dengan posisi yang sama , Joon Woo menatap ke arah Arsen dan Jhonatan. Tatapan Joon Woo bukan hanya sekedar tatapan biasa melainkan memberi kode kepada kedua rekannya. Di rasa sudah paham baru lah Joon Woo bangkit sambil merapikan pakaiannya yang terkena debu.
" Sepertinya kau sudah tidak sabar bermain dengan saya" menggulung kemeja warna putih sampai sikut tak lupa kancing yang berada di dekat leher ia buka sampai memperlihatkan otot dada bidang nya.
Joon Woo mengisyaratkan Arsen dan Jhonatan menggunakan petikan jari yaitu ibu jari dan jari tengah di satukan akan menghasilkan suara " Ctik"
Arsen membawa tab sedangkan Jhonatan membawa tiga buah foto sang wanita simpanan nya.
" Arsen kau tunjukan Vidio nya ke Arif jangan lupa pencahayaan di perbesar dan juga speaker nya" ucap Joon Woo.
Arsen langsung mengeklik Vidio yang berada di dalam tab. Vidio itu berisi sang istri dan juga calon anaknya di sekap seorang diri dan tak lupa di temani tiga anak buahnya yang berada di belakang.
Arif langsung melebarkan bola matanya tak di sangka istri nya mendapatkan imbasnya.
" Dian" lirih Arif yang terus mengamati videonya.
" Istri kamu tuh cantik prilakunya baik , tapi sayang dapat suami yang kelakuannya nauzubillah " ujar Liliy.
" Kalau aku jadi kau. Sudah aku sayang sayang dan ku jaga sepenuh jiwa" ledek Arsen.
" Tolong selamatkan istri ku, dia enggak tau apa apa tolong bebaskan dia" tutur Arif sambil meneteskan air mata.
" Oh iya tadi mau gue perlihatkan foto ini " melemparkan foto tiga lembar ke muka Arif. "tapi, gue enggak tega sama bini elu. Tapi mau gimana lagi" ucap Arsen.
Lagi dan lagi Arif di buat bungkam foto dirinya dengan gadis simpanan di ketahui oleh anak buah Joon Woo , padahal sudah ia hapus. Namun yang nama nya jejak digital sangat amat mudah di lacak.
" Pantas saja tubuh istri mu tak terawat , ternyata kau malah memilih merawat tubuh gadis ja*ang yang tak tau malu. Dan gue mau kasih kejutan buat elu lagi" ujar Joon Woo.
Jhonatan maju ke depan sambil membawa foto menjijikan gadis simpanan Arif " nih kau lihat pakai kedua bola mata mu. Jangan pakai mata kaki"
" Ja-jadi dia juga bermain kuda kudaan sama bos" ucap Arif dengan suara terbata bata.
" Dan satu hal lagi yang amat penting bahwa Dian gadis atau pacar simpanan mu sebenarnya adalah anak buah saya. Yang mana saya tugaskan memantau gerak gerik kalian. Bagaimana sempurna bukan permainan saya" ungkap Joon Woo dengan bangga nya.
" Tidak mungkin Dian anak buah mu!" bentak Arif.
" Oh , kau tak percaya" Joon Woo menggelengkan kepala sambil memegang pelipisnya.
" Cara membedakan anak buah saya dengan yang lainnya gampang. Setiap anak buah saya di bagian telinga terdapat tato bergambar burung elang. Mudah bukan cara membedakan" jelas Joon Woo.
Arif terdiam sembari mengingat ingat letak tato burung elang itu.
__ADS_1
" Ck, kau mau membodohi saya" Arif masih tak percaya ucapan Joon Woo barusan. Mana mungkin pacar simpanan nya anak buah si Joon Woo, ia sudah melacak identitas asli Dian. Dan hasilnya Dian orang biasa.
" Hahaha… Arif Arif " tawa Samuel.
" Tuan bukannya rambut Dian panjang jadi si Arif tidak kelihatan tato burung elang yang berada di belakang telinga" ucap Destiya sambil menahan tawa.
" Da*n! , Fuc*er! , Fu*king! " amarah Arif yang sudah dipermainkan oleh anak buah Joon Woo.
" Wow…wow kau baru tau ternyata. Kasihan" ucap Samuel.
" B*jinga* kalian!!" Arif meronta ronta dengan kuat sampai sampai tali yang mengikat tubuh nya terlepas dari kursi.
Bret…
Semua tampak tenang tak ada yang menunjukan wajah cemas dan ketakutan. Mereka sudah memprediksi akan seperti ini di karenakan sewaktu mengikat tubuh Arif tidak terlalu kencang.
Drap…drap…
Dengan tubuh yang sedikit terhuyung namun ia tatap membalaskan dendam ke Joon Woo.
Bugh…bugh…bugh…
Arif memukul wajah Joon Woo dengan membabi buta, tapi sayang nya Joon Woo hanya mendapatkan luka kecil yang berada di ujung bibirnya.
" Hehe…" terkekeh kecil. " Hanya segitu kemampuan mu" ejek Joon Woo.
" Sekarang giliran ku" sembari mengelap ujung bibirnya menggunakan punggung tangan.
bug…bug…
Joon Woo memukul bagian perut dan wajah secara bertubi tubi, hingga lawannya tidak bisa berkutik.
" Ukh… " sembari memegang bagian perut.
Arif terjatuh dengan posisi bersimpuh tak lupa posisi kepalanya menunduk ke bawah. "Uhukk… " mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Joon Woo menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis. Ia melangkahkan kaki nya menuju Arif.
Tap…tap…
" Segitu kah kemampuan mu hmm… mana kemampuan mu yang katanya tak terkalahkan" ucap Joon Woo dengan posisi jongkok sembari mendongakkan wajah Arif menggunakan Coping Blade.
Bersambung…
__ADS_1